
Dua bulan bekerja satu persatu karyawan lama mulai terganti tapi itu tidak mempengaruhiku karena di pikiranku hanya lah bekerja.
Hari ini masuk 2 karyawan baru,seperti biasa semua menyambutnya dengan ramah tapi aku hanya tersenyum kemudian melanjutkan pekerjaan.
Aku terlihat cuek dengan mereka bahkan mereka beranggapan aku pemarah,tapi seperti itulah aku pada orang yang baru aku kenal tidak ingin memulai duluan meski hanya basa-basi.
Lain lagi kalau soal pekerjaan,meski cuek pasti aku akan menyapa duluan karena memang semua admin berhubungan dengan aku dan setiap barang yang ingin di kirim keluar perusahaan harus di konfirmasi oleh aku.
Dua bulan kemudian ada pergantian posisi di masing-masing admin tapi aku masih tetap pada posisi yang sama,salah satu karyawan yang baru masuk itu bersebelahan sama aku,namanya meisya.
Umurnya seusia aku dan dari luar kota tapi dia dan orang tuanya pindah dan menetap di kota ini sejak masuk kuliah.
"Hai,cha." Sapa meisya.
"Iya,jadi kamu yang di posisi ini." Tanyaku balik.
"Iya nih.padahalkan aku masih baru dan merasa belum bisa." Curhat Meisya.
"Udah,jalani aja.kalau kamu yang terpilih itu karena kamu bisa." saran ku.
"Semoga aja yaa." Senyumnya lalu melirik ke arah layar komputer.
🌸🌸🌸🌸
Pertemanan kami di mulai pada saat itu,aku yang katanya cuek sudah berubah jadi cerewet.Setiap jam kerja pun aku sudah tidak merasa bosan lagi karena meisya selalu mengajak aku bercanda sambil bekerja juga,kami mulai saling membantu dalam hal pekerjaan.
Meisya itu salah satu teman yang paling dekat dengan aku,meski orangnya kadang marah-marah dan marahnya cuma sama aku tapi pertemanan kami justru semakin baik karena aku selalu jadi pendengar setia saat dia marah.
Dia itu cerewet,lincah dalam masalah kerjaan dan kerjanya itu cepat makanya dia di percaya.Cuma dia agak sedikit bandel dan kadang melanggar aturan tapi bukan meisya kalau nggak tau main aman,jadi nggak pernah ketahuan melanggar.
__ADS_1
Meisya ini tinggi,rambutnya lurus di bawa bahu dan sering di urai,cantik tapi tidak peduli dengan penampilan.
kekantor saja pakai sendal jepit tapi saat masuk ruangan udah pakai sepatu.
Suatu hari aku dan meisya istirahat duduk di kursi,dia mendengar aku bicara dengan teman lama yang kebetulan cowok.
"Hmm siapa itu cha??? pacar yaaa???" Tanya meisya penasaran.
"Bukan,teman kerja dulu sebelum kuliah." Aku membalas tersenyum.
"Tapi kok perhatian gitu???" Kepo Meisya.
"Iya...emang pernah dekat dulu tapi udah lama nggak ada kabar dan sekarang tiba-tiba menghubungi." Jawabku.
"Cieee E...jangan-jangan masih ada rasa yaa." Ledek Meisya.
"Nggak tau lah mei,yang jelas aku nggak mau pacaran." Ucapku yang sedang menatap ke layar ponsel.
"Biarin aja,malas bahas cowok nanti ujung-ujungnya sakit." Curhatku
"Hmm korban PHP yaah ???" Tanya meisya.
Menaikkan alis,"Mungkin seperti itulah."
"Iya sih cha,aku juga pernah di PHP cowok dan rasanya itu emang nyesek." curhat juga.
"Itu tau,jadi nggak usah pacaran langsung nikah aja." Ledekku balik.
"Tapi kan nggak semudah itu cha menikah." Makin curhat.
__ADS_1
"Mudah kalau cowoknya serius." Jelasku.
"Ya udah kamu aja sana yang nikah duluan." Mulai kesal aku ledekin terus.
"Gimana mau nikah kalau calonnya aja nggak ada,kamu aja dulu." Tuturku.
"Aku belum siapa cha,lagian pacar aku juga belum siap katanya mau beli rumah dulu baru nikah."Jujurnya.
" Berarti belum jelas dong,emang udah berapa lama???" Tanyaku.
"Tiga tahun tapi LDR." Mukanya murung.
"Udah tiga tahun tapi belum ada kepastian,terlalu lama." Mulai menghasut.
"Jangan di patahkan dong semangatnya cha kan aku sayang." Jawan meisya.
"Kalau sayang,yaa...menghalalkan bukan cuma pacaran terus.Ooh iya udah masuk jam kerja, lain kali di lanjut curhatannya." Kami Bergegas melangkah masuk ruangan.
Dari situlah meisya mulai sering curhat sama aku bahkan sering ke kos bermalam jika merasa bosan di rumah.
"Cha,besok aku mau nginep di kos kamu.boleh nggak???" tersenyum kearah ku saat masih di ruangan menjelang pulang kantor.
"Ya boleh lah,aku selalu free kok."senyumku balik.
" Iya deh,orang jomblo jadi selalu kesepian."ledeknya.
"Biarin,mending aku jomblo tapi bahagia dari pada kamu punya pacar tapi galau terus.Awas nanti pacarmu keluar sama cewek lain kamu ngga tau karena jauh...hahahaha." ledekku balik.
"IHH icha bikin aku tambah galau deh kalau bilang begitu,malas deh." Meisya cemberut lalu kembali menatap layar komputer.
__ADS_1
"Ya udah,silahkan datang besok ibu meisya." Aku tersenyum melirik sekilas ke arah meisya.
"Iyaa,besok aku datang."Pura-pura ngambek,kemudian melanjutkan pekerjaannya.