
Di kediaman Ryan/Adryan,di sebuah rumah yang megah dan mewah seperti istana yang di dalamnya terdapat keluarga dari seorang pengusaha terkenal Arya Wirawan yang mendirikan perusahaan ternama PT.XXX GROUP.
Setelah pertemuan semalam dengan icha,Ryan selalu terbayang-bayang bahkan memandangi foto icha yang diam-diam di ambil saat di pantai.
"Kamu kenapa Ryan??? dari tadi mama liat kamu melamun aja,kayak mikirin sesuatu." Ucap Mama Ryan.
"Nggak ma,cuma mikirin kerjaan."Ucap Ryan yang berusaha menyembunyikan perasaannya tapi ternyata Mama nya lebih mengenal sikap anaknya.
"Jangan bohong,kamu nggak biasanya melamun begini apa lagi di hari libur.Kalau nggak tidur paling kamu ngumpul sama teman-teman kamu tapi kok sekarang beda?" Tanya Tante Intan(Mama Ryan)
"Tau aja mama,kalau aku lagi mikirin sesuatu." Ucap Ryan tersenyum yang tiba-tiba menggaruk kepalanya.
"Emang mikirin apa sih." Tanya tante intan penasaran.
"Ryan cerita tapi mama jangan bilang papa ya nanti marah kalau tau aku cerita ini." Ucap Ryan berbisik agar tidak terdengar oleh papanya.
"Emang ada apa??." Tanya tante Intan makin penasaran.
"Ini soal cewek ma'." Ucap Ryan.
"Soal Amara yang di jodohkan sama kamu."
"Bukan...bukan amara,kan mama tau aku nggak suka sama amara."
"Terus siapa???,bukannya kamu nggak pernah dekat atau kenal sama cewek lain selain amara??." Ucap tante Intan.
"Iya,ini tentang cewek yang aku liat tadi malam di pestanya kak fathir." Ucap Ryan setengah memikirkan Icha.
"Cewek yang mana tumben kamu suka sama cewek padahal baru ketemu." Tante intan makin penasaran.
"Itu dia ma',aku juga heran kenapa aku tiba-tiba suka melihat cewek itu,tapi dia memang beda sih ma." Ucap Ryan lagi,masih membayangkan pertemuannya dengan Icha.
"Beda bagaimana???." Tanya tante intan memandang ke arah Ryan.
"Penampilannya itu sederhana tapi kalau aku liat dia itu kayak tenang ma',adem,pokonya beda aja ma." Ucap Ryan membalas memandang balik Mamanya.
"Cewek yang mana sih???" Tante Intan mengingat-ingat kembali.
"Itu yang di depan ruangan yang di ajak bicara sama mamanya Amara." Ryan berusaha mengingatkan Mamanya
"Oh...cewek itu." Tante Intan,mulai ingat
__ADS_1
"Iya,bagaimana menurut mama." Tanya Ryan minta pendapat Mamanya.
"Cantik,baik,sopan dan kalau di liat sih sholeha,Kamu suka sama cewek itu???." Tanya Tante Intan.
"Kayaknya bukan suka lagi deh tapi pengen nikahin,tapi sayang..." Ryan menghentikan Ucapannya mengingat Icha sudah punya pacar.
"Kenapa???" Tanya tante Intan bingung.
"Udah punya pacar ma,temannya kak fathir pacarnya." Ucap Ryan dengan raut wajah lesu.
"Berarti itu bukan jodoh sayang,lebih baik kamu sama amara aja yang sudah di jodohkan sama papa dari kecil." Usul Mamanya.
"Tapi aku hanya anggap amara adik ma." Ucap Ryan mengungkapkan perasaannya tentang Amara.
"Itu sudah kesepakatan papa,kamu ikutin aja." Saran Mamanya.
"Iya,tapi papa pernah bilang kalau aku menemukan perempuan yang baik untuk aku maka perjodohan itu bisa di batalkan." Ucap Raka.
"Iya,mama juga maunya kamu dapat yang terbaik sayang." Tante Intan mengelus pundak Anaknya.
"Kalau begitu biar aku dapat yang baik juga, aku harus memperbaiki diri dong." Ryan terlihat semangat.
"Kamu serius sayang,mau berubah." Tanya Tante Intan.
"Mama harus berterima kasih nih sama icha karena membuat anak mama mau berubah." Tante Intan tersenyum.
"Mana bisa mama kan mama nggak tau alamat icha." Ucap Ryan.
"Iya nanti kalau nggak sengaja ketemu." Ucap Tante Intan
"Mama ini bercanda aja." Ryan tertawa mendengar Mamanya.
"Ya udah nanti mama cariin kamu ustad biar bisa ajarin kamu ngaji dan bisa belajar lebih banyak lagi tentang agama." Tante Intan kembali mengelus pundak Ryan dengan lembut.
"Terima kasih ma,mama memang paling pengertian." Ryan memeluk mamanya.
"Iya sayang." Tante Intan membalas pelukan Ryan.
🌸🌸🌸🌸
Hari-hari Ryan di sibukkan dengan belajar ngaji dan ikut pengajian-pengajian di mesjid,hal itu berlanjut selama tiga bulan.Benar-benar merubah kehidupan Ryan yang biasanya keluar malam nongkrong dengan temannya sekarang lebih banyak di rumah setelah pulang kantor,membaca buku tentang islam.
__ADS_1
Pikiran Ryan pun tidak lagi tentang mendapatkan jodoh tapi lebih fokus untuk ibadah dan menyerahkan urusan jodoh kepada Allah,cara bicara Ryan pun sekarang berbeda dan lebih sopan dari sebelumnya.
Keluarga Fathir dan Amara mengundang keluarga Ryan untuk makan malam.
"Assalamualaikum."Ucap Keluarga Ryan
"Wa'alaikum salam." Ucap Fathir yang sedang membuka pintu untuk keluarga Ryan.
"Eh mba dan keluarga sudah datang,ayo silahkan masuk." Mama Amara datang menghampiri keluarga Ryan yang baru datang.
"Abang Ryan sudah datang ma???." Tanya Amara.
"Iya,lagi di depan sama papa." Menunjuk ke arah tempat Ryan duduk.
"Abang Ryan,amara kangen." Amara Menuju ke arah Ryan dan terlihat ingin memeluk tapi tiba-tiba Ryan menghindar.
"Maaf amara kita bukan muhrim." Ryan menjauh dari amara.
"Ih bang Ryan berubah banget sih sekarang udah beda." Ucap Amara manja juga kesal.
"Justru papa makin suka liat Ryan yang sekarang,kelihatan lebih cocok dan siap jadi imam."Ucap Papa Amara dengan tertawa kecil melihat tingkah Anaknya yang manja mendapat penolakan dari tunangannya.
"Tunggu fathir duluan ya pa baru amara."Sambung fathir tidak ingin di langkai oleh adiknya.
"Ih kak fathir takut banget kalau Amara yang duluan nikah." Ucap Amara memanyunkan bibirnya.
"Pokoknya kakak duluan baru kamu." Ucap Fathir pada Amara.
"Emang udah ada calonnya." Tanya amara pada fathir.
"Udah,tinggal di kenalin ke mama papa kalau sudah waktunya." Ucap Fathir.
"Kalau sudah ada kenalin ke papa aja biar bisa papa nikahin soalnya papa udah pengen punya cucu." Sambung Papa Amara dan Fathir.
"Papa ini,anaknya belum nikah udah bahas cucu." Celetuk Amara.
"Makanya papa mau kalian menikah." Ucap Papa Amara dan Fathir.
"Nanti dulu deh pa,setelah kak fathir biar bang Ryan lebih siap." Saran amara.
"Iya om,abang fathir aja dulu." Ucap Ryan.
__ADS_1
Perbincangan berakhir,semua keluarga menuju meja makan yang telah di siapkan oleh mama fathir dan mama Ryan.