Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
PERJUANGAN YANG TAK SIA-SIA


__ADS_3

Berhubung skripsi ujian kemarin udah revisi jadi aku ikut gabung dengan yang lain menunggu kepastian dari dosen pembimbing,Agar tidak bosan menunggu.Ku ambil ponsel di tas melihat group Wa,tidak lama Naumi dan Imma berjalan menghampiriku.


"Cha,dosen pembimbing mu datang hari ini."Tanya Naumi dan imma,lalu duduk di sampingku.


"Iya...ini lagi baca group katanya udah di jalan." Jawabku.


"Cieee E...tidak lama lagi nih,bisa ikut ujian akhir dong." Ledek imma.


"Aamiin...semoga yaa biar bisa wisuda bareng,kalau Naumi skripsinya udah ACC??" Aku melirik pada naumi yang asyik bermain dengan ponselnya.


"Udah cha yang pembimbing ke dua tinggal pembimbing yang pertama,tapi yang pembimbing ini sibuk cha jadi agak lama ACC." Jawab Naumi menatap ke arahku.


"Semangat,semoga kita bisa ACC secepatnya biar bisa sama-sama."😊😊


" Iyaaa...."Jawab naumi membalas tersenyum.


"Naumi,imma...aku ke lantai 8 dulu yaah soalnya pembimbingku udah di sana." Aku langsung bergegas pergi.


Tidak lama aku keluar dari ruangan pembimbing dengan senyum di wajah karena akhirnya skripsi ku ACC tinggal pembimbing yang satunya lagi.


"Pokoknya kalau bisa,hari ini ACC semua biar besok-besok tinggal daftar ujian."Batinku.


Masuk notifikasi,segera ku melihat layar ponsel ada pesan masuk dari dosen,"Saya ada waktu hari ini,kalau mau bimbingan langsung datang ke rumah sekarang."

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang aku bergegas menuju ke sana, tapi langkahku berhenti mengingat aku nggak ada kendaraan ke sana terus mobil angkutan umum juga nggak samapi ke sana.Aku berpikir untuk minta tolong ke Naila yang punya kendaraan tapi juga sibuk udah mau daftar ujian,jadi aku inisiatif minta tolong ke Erik lagi.


Segera ku telpon Erik...


"Assalamualaikum,kamu dimana???" Tanyaku tanpa basi-basi.


"Wa'alaikum salam aku di kos,kenapa???." Jawab Erik.


"Aku mau minta tolong,aku mau ke rumah dosen pembimbing tapi nggak ada yang antar terus kalau mobil angkutan umum nggak sampai ke sana." Aku mencoba menjelaskan pada Erik agar bersedia mengantar.


"Aku mau sih cha antar tapi motorku lagi di pinjam sama teman." Alasan Erik.


"Jadi gimana dong." Aku bingung,hanya Erik harapanku.


"Iya...nanti kabari kalau temannya sudah datang."


"Ternyata sama saja tidak bisa antar,mana harus ke sana sekarang." batinku.


Dari pada menunggu erik yang tidak pasti,aku memutuskan pergi sendiri naik angkutan umum dan alhamdulillah mobil angkutan umumnya bisa antar sampai depan komplek jadi nggak perlu terlalu jauh jalan kaki masuk.


Ternyata capeknya jalan kaki masuk terbayarkan dengan adanya ACC dari pembimbing,tidak kebayang bahagianya.perjuangan yang tidak sia-sia,meskipun pas pulang kembali ke kampus harus jalan kaki lagi sekitar 10 menit baru bisa dapat angkutan umum tapi tidak apa-apa asalkan perjuanganku tidak sia-sia.


Dengan wajah yang bahagia aku menghampiri naumi dan imma.

__ADS_1


"Aku sudah ACC,tinggal daftar ujian."


"Bagus donk,jadi bisa ikut ujian juga." saran naumi.


"Tapi katanya pendaftaran gelombang ini udah full jadi tunggu gelombang selanjutnya." kata imma yang baru selesai daftar ujian.


"Yaaaaa...telat harus menunggu lagiiii,tapi nggak apa-apa lah yang penting sudah ACC." sambil tersenyum.


"Ya cha,tunggu aku ACC juga biar kita bisa sama-sama daftar ujian." saran naumi.


Erik yang dari tadi di tunggu kabarnya baru muncul," Maaf cha ,temanku yang pinjam motor baru datang jadi baru ada kabar."


"Iyaa...nggak apa-apa,udah selesai juga." Jawabku agak kecewa.


"Jadi sekarang di mana???" Tanya erik lagi.


"Di kampus tapi udah mau pulang." Jawabku datar.


"Biar aku antar,temanku juga sudah datang." Bujuk Erik.


"Nggak usah,aku bisa jalan sendiri biar lebih mandiri." Sekalian ku sindir agar sadar.


"Tuh kan marah,jangan marah dong cha kan sudah aku jelaskan." Rayu Erik.

__ADS_1


"Iyaa...aku mengerti,aku pulang dulu." Langsung ku matikan telpon,lalu ku langkahkan kaki sendiri melewati gerbang kampus.


__ADS_2