Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
MULAI MEMBAHAS PERNIKAHAN


__ADS_3

Kring...kring...kringg...


"Assalamualaikum ma'." Ucapku pada mama.


"Wa'alaikum salam." Balas Mama.


"Kamu nggak pulang ke sini lagi??" Tanya Mama.


"Nggak sempat ma kan liburnya cuma hari minggu aja." Jawabku.


"Padahal di sini kami lagi mempersiapkan sesuatu...." Mama menghentikan ucapannya.


"Sesuatu apa ma'??." Aku penasaran.


"Ini adikmu ada yang datang melamar." Ucap Mama.


"Ha... yang benar ma' ??? kok nggak bilang dari kemarin." Aku kaget sekaligus senang mendapat kabar bahagia.


"Mama juga baru tau tadi saat keluarga mereka datang." Ucap mama lagi.


"Jadi bagaimana??" Tanyaku penasaran.


"Dua minggu lagi mereka datang kembali untuk melamar secara resmi." Ucap Mama.


"Semoga lancar yaah ma'." Ucapku senang.


"Kamu sendiri bagaimana??." Mama bertanya balik.


"Bagaimana apanya ma'???." Tanyaku bingung.


"Apa nggak apa-apa Adikmu yang menikah duluan ???" Tanya mama.


"Ya nggak lah ma',kalau sudah ada jodohnya mau gimana lagi kan dia duluan yang ada jodohnya." Ucapku santai.


"Apa kamu sudah ada calon??? biar sekalian bersamaan nikahnya." Saran Mama.


"Belum ada ma',meskipun ada aku juga nggak mau bersamaan jadi biarin aja duluan."Ucapku.


"Tante kamu punya calon,tapi semua kembali lagi sama kamu." Saran Mama yang ingin melihat aku juga menikah.


"Calon??? siapa???" Tanyaku penasaran.


"Anak sepupu mama." Icap Mama.


"Jangan bilang orangnya itu Raka." Aku menebak-nebak karena memang belakangan ini kami baru akrab setelah dia datang di pernikahan kakakku.


"Iya Raka." Jawab mama spontan


"Loh Raka kan udah punya pacar ma' dan aku kenal pacarnya." Ucapku.


"Iya,itu juga baru rencana." Ucap Mama.


"Nggak usah di lanjut lah ma' kasian pacarnya Raka.Soal jodoh nanti akan datang sendiri kalau sudah waktunya." Aku berusaha menolak,kasihan dengan pacarnya Raka nanti.


"Tapi tante kamu udah terlanjur bilang sama raka." Ucap Mama.


"Terus raka bilang apa???" Tanyaku santai.


"Katanya sih dia hanya menganggap kamu adiknya." Jawab Mama.

__ADS_1


"Tuh kan ma',raka sendiri nggak mau jadi nggak usah di bahas lagi." Ucapku yang agak merasa malu pada Raka.


"Iya tapi kalau sudah ada bilang yaah.Siapa tau bisa bersamaan." Ucap mama yang masih berharap.


"Iya ma,udah dulu ya ma' aku udah mau masuk kerja." Aku menutup telpon.


Aku bergegas masuk ruangan,menuju meja kerjaku.Saat duduk,aku tiba-tiba teringat kata-kata mama.


"Jika membahas raka sebenarnya sih aku kagum sama dia,dia pintar ngaji,baik,sabar,sholatnya bagus.Bisa di bilang dia calon imam yang aku cari tapi di balik semua itu aku nggak yakin jadi aku nggak bisa bilang apa-apa,kalau dia jodohku yaah mau gimana lagi tapi kalau bukan pun nggak masalah juga." Batinku.


Tersadar dari lamunan,ternyata dari tadi mesya memanggil aku.


"Cha..." Panggil Meisya.


"Eh...iya ada apa??" Jawabku.


"Kamu lagi melamun apa sih ? dari tadi di panggil nggak dengar." Ucap Meisya


"Maaf,mei.ada apa?" Ucapku.


"Ini berkas yang kamu minta." Meletakkan berkas di meja.


"Oh...ok." Tersenyum ke arah meisya.


"Jangan melamun lagi." Ucap Meisya,kemudian kembali ke mejanya.


"Iya..." Aku kembali fokus.


Sementara bekerja aku cek WhatsApp di komputer,ada chat masuk dari raka.


"Assalamualaikum." Chat Raka.


"Wa'alaikum salam." Jawabku.


"Seperti biasa kak." Balasku.


"Oh..entar aku jemput yaah." Balas Raka.


"Loh kakak ada di kota???" Tanyaku.


"Belum sih,masih dalam perjalanan." Balasnya.


"Oh hati-hati di jalan kak." Balasku lagi.


"Iya,gimana mau di jemput sebentar." Tanya Raka.


"Dari kakak aja." Balasku singkat.


"Ok aku jemput tapi sekalian temani aku sebentar yaah." Ajaknya.


"Mau kemana emang???" Tanyaku.


"Cuma mau jalan-jalan aja,nggak apa-apa kan?" Balasnya.


"Iya kak...nanti aku kabari lagi kalau sudah pulang." Balasku.


"Ok..selamat bekerja." Balasnya.


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Tak terasa sudah jam 17.00 waktunya siap-siap untuk pulang.


"Tumben cha kamu cepat mau pulang." Tanya meisya yang sedang melihatku merapikan meja.


"Aku mau keluar sebentar." Ucapku sambil memasukkan barang-barang di tas.


"Sama siapa??" Tanya meisya sedikit penasaran mendengar aku yang tiba-tiba ingin keluar padahal biasanya aku malas.


"Sama Raka." Jawabku singkat yang masih sibuk merapikan barang.


"Sepupu yang di jodohkan sama kamu itu???." Tanya Meisya.


"Iya.." Jawabku.


"Jangan bilang perjodohannya berhasil." Senyum meisya ke arahku.


"Apa sih mei,aku cuma temenin aja." Aku menghentikan kegiatanku lalu menatap meisya.


"Tapi yaah cha kalau aku liat-liat raka itu suka loh sama kamu,masa kamu nggak sadar sih cha???" Celetuk Meisya.


"Kalau di liat-liat seperti itu tapi kenyataannya dia punya pacar mei." Sekilas ku lirik ke arah meisya.


"Kan belum jadi istri,belum terdaftar di KUA." Ucap meisya santai.


"Hahaha mei...mei,pengen banget yaah liat aku nikah sekarang." Aku hanya tersenyum pada temanku itu.


"Habisnya kamu betah banget sendiri,giliran udah ada yang pas nggak mau." Celetuk meisya sambil memanyunkan bibirnya menatap ke arahku.


"Kalau jodoh nggak akan kemana,aku pulang duluan yaah." Setelah selesai segera ku ambil tas dan beranjak dari kursi.


"Semoga sukses." Teriak meisya yang masih terdengar olehku dan Aku hanya berbalik tersenyum lalu melanjutkan langkahku.


Aku berjalan menuju parkiran kantor,baru membuka ponsel untuk mengabari,Raka sudah ada di depan kantor menunggu.


"Ayo masuk." ajak Raka.


"Udah dari tadi di sini?" Menutup pintu mobil.


"Baru beberapa menit." Senyum Raka ke arahku lalu menyalahkan mobil.


"Kan aku bilang tadi,biar aku yang kabari." Ucapku.


"Iya,kebetulan tadi aku di dekat-dekat sini jadi sekalian ke sini,tapi jadi kan jalannya???." Tanya Raka sekilas melirik ke arahku lalu kembali memandang lurus ke depan.


"Iya tapi aku ganti baju dulu sekalian bersih-bersih." Ku lirik Raka.


"Ok..." Ucap Raka yang sedang serius menyetir.


"Sebenarnya malu sih sama kak raka kalau mengingat soal perjodohan kita tapi yang aku liat dia biasa aja jadi lebih baik aku nggak bahas seolah nggak pernah tau aja biar semuanya baik-baik saja,sikap kak Raka ke aku juga beda seakan kak Raka ada rasa sama aku.Tapi dia juga diam-diam saja jadi aku bingung jika harus menebak-nebak sendiri,ya sudah lah biarin aja toh kita ini keluarga." Batinku yang sekilas melirik kak Raka.


"Udah sampai." Ucap Raka.


"Udah sampai yaah??" Ucapku yang baru sadar dari lamunan.


"Iya,kamu melamun dari tadi???" Tanya Raka.


"Hehe...sedikit." Senyumku.


"Lamunin pacar yaah." Ucap kak Raka.

__ADS_1


"Mana ada pacar sih kak,ya udah aku turun dulu.Kakak mau menunggu di dalam atau di mobil aja?" Tanyaku.


"Di sini aja tapi jangan lama." Tersenyum ke arahku.


__ADS_2