Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
BERTEMAN SEPIH


__ADS_3

Jam pulang kantor,kami mulai bersiap pulang dan seperti kata meisya kemarin dia ingin bermalam di kos jadi aku ada teman lagi malam ini.Di lobi aku menghampiri meisya yang sedang bersiap-siap pulang.


"Mei, kita langsung ke kosan atau mau makan dulu?" Tanyaku.


"Nanti aja lah cha,kita ke kosan aja dulu bersih-bersih baru keluar biar cantik dan wangi."ketawanya.


" Iya dehh."menuruni tangga menuju parkiran.


Sementara meisya mengambil motor di parkiran aku menunggu di depan tapi hanya menunduk,tidak ingin melihat sekitar yang kebanyakan laki-laki dari bagian divisi lain.


Memang selama bekerja di kantor aku tidak mengenal mereka,hanya yang sering berhubungan dengan bagian pengantaran barang yang aku tau,itu pun hanya membahas soal pengiriman barang setelah itu tidak aku peduli lagi meski berpapasan karena kami memang tidak saling kenal dan aku tidak akan menyapa jika merasa tidak ada yang penting soal pekerjaan.


Tidak lama meisya datang"Ayo cha."


"Ayooo..." naik motor lalu pergi.


"Tadi banyak cowok di sana bagian gudang,kamu nggak kenal cha." Godanya.


"Nggak,emang kenapa???" Tanyaku balik.


"Pantas sih kalau nggak kenal,kamu kan miss cuek mana mau cowok dekat-dekat...hahaha." Tawanya seakan puas meledekku.


"Biarin,malas juga kenal-kenal kalau tidak ada gunanya."Balasku.


"Ya udah lah miss cuek,kita sudah sampai di tujuan." Meisya memarkirkan motornya.


"Ayo masuk mei." Ajak ku berjalan masuk menaiki tangga.


"Aku mau langsung bersih-bersih ya." Kata meisya,saat baru memasuki kamar.


"Iya,aku beres-beres kamar dulu." Sambil merapikan barang yang sedikit berantakan.


Selesai mandi sambil nunggu magrib kami duduk di lantai atas tempat aku biasa menyendiri,tempat yang lain juga saat tidak ada kesibukan.


Tidak lama duduk masuk waktu magrib jadi kami langsung sholat magrib kemudian keluar cari makan, efek capek kerja jadi males masak ujung-ujungnya keluar makan.

__ADS_1


Selesai makan kami langsung ke kosan,tidak ingin kemana-mana karena memang lagi malas untuk keluar dan semenjak bekerja aku hanya keluar jika ada perlu itu pun masih bisa di hitung jari.


"Kamu nggak pernah keluar cha?" Tanya meisya.


"Pernah." Jawabku.


"Dimana dan sama siapa???." Penasaran dengan aku yang cuek mana mungkin keluar sama cowok.


"Di minimarket belanja bulanan sama abang ojek online,puas."Sambil memandangnya.


" Ooo...kirain siapa."πŸ˜ƒπŸ˜ƒ


"Lagian mana ada yang mau sama cewek cuek." Balasku.


"Kamu sih cuek banget jadi cowok pada takut sama kamu." Ucap meisya.


"Biarin aja lah,emang aku malas untuk dekat-dekat kalau hanya seperti yang dulu-dulu." Jawabku santai sambil memainkan ponsel.


"Emang kenapa sih cha sampai kamu begitu marah dan benci sama cowok." Tanya meisya penasaran.


"Tapi emang kamu nggak kesepian cha???" Tanya meisya lagi


"Kesepian itu jelas apalagi aku nggak ada teman untuk komunikasi selain kamu dan teman yang lain di kantor,tapi aku sudah mulai terbiasa jadi di jalani aja." sambil tersenyum.


"Untung ada aku yang selalu siap mendengarkan keluhan mu..."πŸ˜„πŸ˜„


" Kayaknya kebalik deh,aku yang selalu mendengarkan curhatan mu yang selalu galau itu."😁😁


"Iya cha,aku bingung dengan pacarku itu.Dia itu cuek banget tapi kadang-kadang perhatian juga." Malah curhat balik.


" Bukannya mau ikut campur tapi saran ku kalau memang sudah yakin lebih baik menikah,lagian nggak baik kalau terlalu lama pacaran nanti di ambil orang lohhhh.Apa lagi kan kalian LDR lama,apa kamu yakin masih setia???." Ucapku.


"Hmmm yakin lah,aku percaya dia setia." Jawab meisya sambil memainkan ponselnya yang ternyata lagi menunggu kabar dari pacarnya.


"Percaya tapi sering galau juga kan??" Ku perhatikan meisya yang terus mengecek ponselnya.

__ADS_1


" Kamu juga galau."Mencoba mengalihkan.


"Jangan mengalihkan pembicaraan,satu lagi mei kalau saran ku sih.Kamu sebagai perempuan harus tegas dan harus ada kepastian kalau hubungan kalian hanya seperti ini terus dan dia selalu mencari alasan ingin sukses dulu,itu sampai kapan???" Ku berikan saran.


"Iya sih cha tapi dia itu selalu beralasan seperti itu jadi malas nanya-nanya." Tiba-tiba meisya memanyunkan bibirnya


"Begitu terus tapi ujung-ujungnya kamu yang bingung sendiri,lebih baik itu kalian berjuang sama-sama dari nol sampai sukses biar merasakan susah senangnya sama-sama dan lebih pasti juga kan,Jangan sampai kamu yang menemani dari nol tapi cewek lain yang menikmati hasilnya." Mulai menghasut.


"Jadi aku harus gimana dong cha ???" Bingung.


"Bicara baik-baiklah sama dia biar kamu ada kejelasan dan jangan pacaran lama-lama deh." saran ku.


"Nanti lah aku coba tanya,oh ya kamu sendiri nggak bosan sendiri." Tanya lagi.


"Nggak,udah biasa." 😁


"Emang tipe cowok kamu seperti apa,nanti aku kenalin ke sahabat aku kebetulan dia jomblo.😁"


"Nggak usah di jodohkan biar nanti datang sendiri." Jawabku.


"Mana ada yang mau datang kalau kamu cuek." Ucap meisya yang ada benarnya tapi buatku itu sudah keputusan yang tepat.


"Akan ada yang datang meski aku cuek karena yang datang nanti itu yang akan menerima aku apa adanya." Jawabku penuh keyakinan.


"Gimana caranya kalau kamu nggak mau membuka hati,jangankan membuka hati kenal sama cowok aja nggak bisa kalau kamu cuek begitu." Ucap meisya.


"Bisa dong,kan yang datang nanti yang langsung ketemu orang tua bukan yang datang lalu pergi.πŸ˜„πŸ˜„"


"Iya deh...aku mau telponan dulu sama pacar,malas sama yang jomblo.😁😁" meisya menjawab telpon dari pacarnya.


"Lebih baik jomblo dari pada tidak pasti😁😁.mmmm aku duluan ke kamar yaah nanti kamu nyusul." Aku berlalu pergi meninggalkan meisya sendiri agar leluasa berbicara dengan pacarnya.


"Ok cha." Jawabnya singkat lalu kembali berbicara pada pacarnya.


Tidak masalah jika aku sendiri saat ini hingga saatnya nanti aku akan bertemu dengan seseorang yang akan membahagiakan aku selamanya tanpa ada lagi kecewa,sebab aku percaya pada rencana Allah untuk hambanya yang selalu bersabar dan selalu berada pada jalan yang benar.

__ADS_1


__ADS_2