Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
ADA APA DENGAN MEREKA


__ADS_3

Satu hari menjelang pernikahan Riri,aku baru bisa pulang mengingat izin dari kantor baru keluar.


Kali ini hanya pulang sendiri karena Raka akan berangkat bersama dengan keluarga fathir dan Ryan.


Kring...kring...


"Assalamualaikum." Ucap Raka.


"Wa'alaikum salam kak." Jawabku.


"Udah mau berangkat ya??" Tanya raka memastikan.


"Iya kak,ini lagi siap-siap." Jawabku.


"Ya udah hati-hati di jalan atau mau aku antar???" Ucap Raka ingin mengantar.


"Nggak usah kak,kan kakak kerja." Aku menolak,tidak ingin merepotkan kak Raka.


"Hari ini aku nggak masuk kantor." Ucap Raka.


"Kenapa?" Tanyaku.


"Udah izin libur dari beberapa hari sebelumnya." Ucapnya.


"Terus mau ngapain kalau libur???" Tanyaku lagi.


"Aku antar kamu aja ya,pulang.Soalnya aku juga khawatir kalau kamu pulang sendiri." Raka menawarkan diri untuk mengantarku.


"Udah biasa kali kak aku pulang sendiri." Aku masih menolak karena memang sudah terbiasa sendiri.


"Aku antar aja,lagian nggak ada kerjaan juga." Ucap Raka memaksa ingin mengantar.


"Ya udah kalau kakak maksa,terus kak fathir dan keluarganya gimana???" pada akhirnya aku mengalah untuk di antar.


"Sebentar sore aku pulang ke sini lagi." Ucap Raka.


"Emang nggak capek kak ???" Tidak ingin Raka capek bolak-balik.


"Nggak,udah biasa." Ucap Raka santai.


"Mmmm dari kakak aja sih,kalau emang nggak merepotkan." Aku membiarkan Raka mengantar.


"Ok kalau begitu aku siap-siap ke sana." Ucap Raka.


"Iya kak." Aku menutup telpon.


Sambil packing,aku sedikit bingung tentang Raka yang mau mengantar aku jauh-jauh terus pulang lagi. Tapi aku tidak ingin berpikir lebih,bisa saja itu karena dia ingin bertemu keluarga yang lain jadi sekalian antar aku.


Suara mobil Raka sudah terdengar di depan,ku bereskan semua barang-barang lalu bergegas turun ke bawah.


"Barangnya sudah siap semua???" Ucap Raka.


"Udah kak." Ucapku.


"Kalau begitu kita berangkat." Raka meyalahkan mobil.


🌸🌸🌸🌸


Di Rumah Ryan.


"Mau Ke mana Ryan ??" Tanya mamanya.


"Mau ke rumah kak fathir ma." Ucap Ryan.


"Tumben,Mau ketemu Amara???" Tanya Tante Intan memastikan.


"Nggak lah ma,aku mau memastikan.Besok jadi ke kampungnya icha atau tidak ???" Ucap Ryan.

__ADS_1


"Oo tentang icha." Tante Intan tersenyum.


"Aku berangkat dulu ya ma." Pamit Ryan.


"Hati-hati sayang,salam sama mamanya fathir." Ucap Tante Intan berteriak yang masih di dengar oleh Ryan.


"Ok ma." Ryan berbalik melambaikan tangan pada mamanya.


Tok...tok...tok


"Siapa sih pagi-pagi begini datang ke rumah,bikin males aja."Gerutu Amara yang sedang makan di meja makan.


" Sempat ada yang penting sayang,nggak boleh gitu ah." Ucap Mamanya.


"Iya ma'." Jawab Amara.


"Assalamualaikum."Salam Ryan.


" Wa'alaikum Salam.Eh abang Ryan yang datang." Ucap Amara yang tiba-tiba tersenyum saat melihat Ryan.


"Tadi aja,marah-marah." Ucap fathir dari dalam.


"Kan nggak tau kalau itu abang Ryan." Balas Amara tersenyum sendiri.


"Ngomong-ngomong ada keperluan apa Ryan datang sepagi ini ???" Tanya fathir.


"Ini bang,aku mau tanya.Besok jadi ke kampungnya Icha atau tidak." Tanya Ryan.


"Eee Rencana sih jadi,tapi tunggu Raka pulang dulu soalnya dia lagi antar icha pulang." Ucap Fathir.


"Mereka Pulang berdua bang???" Tanya raka penasaran.


"Nggak berdua juga,di temani temannya Raka jadi bertiga." Fathir menjelaskan agar tidak ada yang salah paham.


"Oh...bertiga." Ucap Ryan terlihat lega.


"Nggak,cuma nanya aja." Ryan mengangguk.


"Masa sih kak,soalnya aku perhatikan abang selalu semangat kalau bahas icha." Ucap Amara masih curiga.


"Nggak ada apa-apa,nggak usah curiga begitu." Ryan menggelengkan kepalanya.


"Iya amara,mungkin Ryan hanya ingin memastikan agar keluarganya juga bisa siap-siap." Tiba-tiba Mama Amara datang dari dalam.


"Iya ma,Amara cuma heran aja.kenapa semua begitu antusias ke kampungnya icha padahal kan kita baru kenal." Amara protes dengan semua orang yang begitu baik pada Icha.


"Memang,tapi kan Abang kamu sudah lama kenal dengan Raka jadi kita juga jaga silaturahmi dengan keluarganya." Ucap Mamanya.


"Iya Ma." Amara menurut.


"Kalau begitu,Ryan pamit pulang Tante,abang fathir." Pamit Ryan.


"Kenapa buru-buru,bukannya hari ini libur." Tanya mama Amara.


"Aku ada janji sama teman Tante." Ryan mencari alasan agar tidak berlama-lama ketemu Amara.


"Ya udah,hati-hati di jalan." Ucap mama Amara.


"Iya tante,Assalamualaikum." Ryan pamit lalu pergi.


"Wa'alaikum salam." Jawab mama Amara.


Setelah Ryan menjauh,Amara mengadu pada mamanya.


"Abang Ryan kok cuek sih sama Amara,emang amara nggak cantik ya???" Amara memeluk mamanya manja.


"Kamu cantik kok sayang,sabar aja kalau jodoh juga nggak akan kemana." Mama Amara membelai rambut amara dan menenangkannya.

__ADS_1


"Semoga kak Ryan bisa suka sama Amara ya ma'." Harapan Amara.


"Makanya kamu harus bisa lebih dewasa dan lebih baik lagi sama orang biar Ryan juga bisa suka sama kamu." Menasehati amara.


"Maksud mama,harus seperti icha.Cewek kampung itu,malas ah ma'." Amara selalu emosi saat mengingat nama Icha.


"Icha memang dari kampung tapi dia sopan dan baik jadi wajar kalau laki-laki suka sama dia." Ucap Mama Amara.


"Termasuk abang Ryan,pokoknya aku nggak bakal biarin abang Ryan sama icha.Lagian kan Icha udah pacaran sama Kak Raka." Amara tetap di suka pada Icha.


"Iya,yang jelas kamu harus belajar menghargai orang lain sayang." Ucap Mama Amara lembut.


"Iya ma'." Jawab Amara mematuhi perkataan mamanya.


"Ma,Raka tadi telpon katanya sore baru kembali ke sini jadi besok kita jadi ke kampung icha."fathir menghampiri Mamanya yang sedang bersama Amara.


" Kalau begitu kamu kabari Ryan juga." Usul Mama Amara pada fathir


"Baik ma'." Fathir kembali sibuk dengan ponselnya dan ingin segera menghubungi Ryan.


🌸🌸🌸🌸


Di Rumah Icha.


Suasana di rumah sudah mulai ramai,para tetangga berdatangan ke rumah untuk bantu-bantu.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam." Jawab orang-orang di dalam rumah yang sudah sibuk.


"Baru muncul." Ucap Riri melirik ke arahku.


"Hehe...maklum baru ada izin." Ucapku.


"Sama siapa???" Tanya Riri.


"Kak Raka." Jawabku singkat.


"Bukannya besok baru datang???" Tanya Riri lagi.


"Iya tapi dia mau antar,sore baru pulang." Ucapku lagi.


"Cieee...di antar,kayaknya dia suka sama kamu." Goda Riri.


"Apa sih,kamu tuh yang siap-siap.Bentar lagi jadi istri orang." Ucapku.


"Aku kan udah jelas,tinggal kamu." Godanya lagi.


"Tunggu aja,nanti aku akan dapat yang lebih baik dari kamu." Ucapku tersenyum.


"Aamiin,secepatnya ya."Sambung sepupuku Tia yang menghampiri kami.


" Hmmmm doa kan saja aku ini,biar cepat dapat jodohnya." Ucapku pada mereka.


"Itu sudah ada calonnya di depan,kenapa nggak bersamaan aja??" Ucap Kak Tia mengarahkan pandangannya pada kak Raka yang ada di luar.


"Hmmmm itu calonnya orang kak." Ucapku.


"Terus ngapain jauh-jauh di antar terus pulang lagi kalau nggak suka." Kak Tia curiga merasa Raka memang ada perasaan denganku.


"Nggak tau ah kak,aku juga bingung sama dia.Nggak jelas." Aku tidak ingin terlalu menanggapi soal Raka yang sebenarnya membuat aku juga bingung.


"Mau aku tanya langsung sama Raka." Ucap kak Tia yang ingin menemui Raka.


"Nggak usah kak,kita fokus ke acara besok aja." Reflek ku tahan kak Tia agar tidak menemui Raka,kan bisa malu sendiri nanti dengan jawabannya.


"Biarin aja kak,nanti juga jujur sendiri." Sindir Riri.

__ADS_1


"Iya...kalau jodohnya,nggak akan kemana." Aku membenarkan saja kata-kata mereka biar cepat.


__ADS_2