Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
SULIT DI TEBAK


__ADS_3

Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum cha." Panggil meisya.


"Wa'alaikum salam,ada apa datang sepagi ini???." Tanyaku sambil membuka pintu.


"Icha....aku mau curhat." Dengan wajah cemberut dan sedih.


"Kenapa lagi ???,masuk dulu,jangan nangis di situ." Ajak Ku masuk.


"Aku dapat kabar kalau dia itu masih berhubungan sama cewek itu padahal kita kan udah serius." Curhat.


"Terus kamu udah nanya sama dia???." Tanyaku.


"Sudah tapi dia bilang hanya teman biasa dan cewek itu banyak membantu dia makanya dia nggak bisa menjauh." Ucapnya dengan wajah kusut.


"Nggak bisa menjauh atau dia memang ada perasaan???" Tanyaku lagi yang sedikit menduga-duga.


"Itu dia cha...,aku bingung soalnya dia itu selalu seperti itu." Ucap meisya.


"Hmmmm lebih baik kalian bicara baik-baik,kalau bisa dia harus meninggalkan perempuan itu.Kalau pun ingin membantu kan bisa di saat perempuan itu benar-benar butuh." Saran ku.


"Tapi perempuan itu juga selalu hubungi dia." Ucapnya.


"Harusnya kamu dan dia tegas,lagian untuk apa kalian pacaran lama-lama jika pada akhirnya akan seperti ini,tidak ada kepastian." Memberi saran.


"Tapi aku sayang cha." Ucap meisya.


"Nah...itu dia kelemahan perempuan kalau udah sayang pasti tetap bertahan padahal udah sakit banget." Mulai kesal juga melihat meisya yang begitu bucin pada pacarnya.


"Kayak kamu nggak pernah aja." Sindir Meisya balik.


"Hmmmm iya sih,dulu.....tapi sekarang kan aku udah sadar makanya udah nggak mau pacaran,sakit ujungnya." Ucapku.


"Kok kamu yang curhat sih cha,kan aku yang sedih." Ucap meisya.


"Nggak curhat,cuma mengingatkan.Jangan sampai kamu jadi orang bodoh karena cowok,kita juga nggak tau kan dia jodoh kamu atau bukan makanya kamu harus tegas." Ucapku tegas.


"Bagaimana caranya cha???" Tanya Meisya.


"Ya....kamu harus minta kepastian,kalau jawabannya masih sama mending kalian nggak usah pacaran,ntar kalau jodoh akan di pertemukan kembali saat dia sudah sukses seperti yang dia mau." Ucapku.


"Iya... mending kalau sukses cari aku tapi kalau cari yang lain gimana?" Ucap meisya.


"Memang kamu bisa menjamin kalau kamu menemani dia sampai sukses,dia akan tetap bersama kamu.Bisa saja dia berpaling dengan yang lain tapi kalau kamu sekarang memperbaiki diri,mempercayakan jodoh yang terbaik pada Allah maka saat kamu bersama atau tidak bersama dia pun,kamu akan lebih ikhlas tanpa harus sedih-sedih begini." Ucapku.


"Hmmmm iya juga sih cha...saran kamu benar tapi aku masih sayang." Ucap Meisya yang masih ngeuel.


"Sayang aja terus sampai itu hati jadi keras." Ucapku.


"ichaaaa...kok malah di gituin sih." Ucap meisya manja.


"Makanya,nggak usah sayang-sayang.Nanti aja pas udah nikah,kamu bisa sayang dia sepenuhnya karena udah pasti akan bersama kamu." Ucapku.


"Ya udah deh cha,ntar aku pikirin saran kamu.Tapi aku ngantuk habis nangis,jadi aku numpang tidur di sini ya." Langsung merebahkan tubuhnya di kasur,begitu lelahnya menangis sampai tidurnya pulas.


"Hmmmm jangan cuma di pikirin tapi di lakukan." Ucapku melirik meisya yang ternyata sudah tidur.


Meisya terlihat nyenyak tidurnya,meninggalkan meisya tidur aku sibuk bersih-bersih kosan dan masak untuk meisya.


Selesai bersih-bersih,aku mengambil ponsel yang tergeletak di kasur.mengecek ponsel yang baru sempat ku aktifkan,ada banyak panggilan masuk dan chat dari meisya dan raka.


"Eh kak Raka menelpon pagi-pagi,ada apa yaah??" Batinku.


Penasaran,jadi aku mencoba untuk menelpon balik,nanti ada yang penting.


"Assalamualaikum." Ucap Raka.


"Wa'alaikum salam.ada apa cha??" Tanya Raka.


"Justru aku yang mau nanya,ada apa kakak menelpon tadi pagi-pagi, tapi baru aku liat soalnya ponselku baru aktif." Jelasku.


"Oh...aku cuma mau bilang selamat pagi tapi nggak di angkat." Ucap Raka


"Oh...kirain ada yang penting." Ucapku.


"Cuma mau menyapa aja,eh kamu ada acara hari ini???." Tanya Raka lagi.

__ADS_1


"Nggak ada,emang kenapa kak???" Tanyaku balik.


"Kalau begitu kita keluar jalan-jalan mumpung aku masih di sini." Ajak Raka.


"Bisa sih kak tapi aku ajak teman yaah biar kita nggak cuma berdua di mobil." Saran ku yang sekalian ingin menghibur meisya dengan mengajaknya keluar.


"Memang kenapa kalau berdua, kan aku ini sepupu kamu lagian aku nggak mau macam-macam sama kamu."


"Iya,aku percaya kakak nggak akan macam-macam tapi kita kan bukan muhrim.Nggak baik kalau cuma berdua,takut jadi fitnah." Jelasku.


"Masya Allah,kamu benar-benar sudah berubah cha." Ucap Raka.


"Biasa aja kak,memang harusnya seperti itu kan.Kalau begitu aku siap-siap dulu ya kak." Ucapku.


"Ok,nanti kabari aja biar aku jemput." Ucap raka.


"Ok.Assalamualaikum." Aku menutup telpon,segera ku bangunkan meisya untuk bersiap-siap,agar bisa cepat berangkat.


"Mei...bangun,mei...bangun....." Teriakku sambil menggoyangkan badannya.


"Ada apa sih cha,orang lagi enak-enak tidur malah di bangunin." Ucap Meisya kesal dalam keadaan masih setengah sadar.


"Aku mau ajak kamu jalan biar nggak galau terus." Ajak Ku.


"Emang mau kemana,aku lagi malas bawa motor jadi kita tidur aja ya." Kembali tidur.


"Eeh...bangun,kita nggak naik motor tapi naik mobil jadi sekarang kamu bangun." Ucapku sambil menarik tangannya agar bangun.


"Emang pakai mobil siapa??" Tanya meisya yamg masih lesu.


"Raka yang mau jemput." Ucapku


"Hah.. yang di jodohkan sama kamu itu." Matanya langsung terbelalak mendengar nama Raka.


"Kok kamu yang langsung semangat begitu mendengar namanya,kayak kamu yang bakalan di jodohkan aja sama dia."Ucapku.


"Hehehe...aku cuma penasaran sama cowok yang di jodohkan sama kamu." Menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Hanya rencana,tapi perjodohannya tidak akan terjadi." Ucapku.


"Ahh cerewet banget sih mei...buruan mandi sana." Mendorong Meisya menuju kamar mandi.


"Tapi suka kan cha." Masih sempat meledek,sebelum menutup pintu.


"Kalau masih cerewet aku tinggal nih." Ancam ku yang sedang serius merapikan kasur bekas tidur meisya.


"Eh... jangan dong,ya udah aku mandi dulu." Buru-buru menutup pintu.


Menunggu meisya selesai mandi aku sekalian bersiap-bersiap agar tidak terlalu panas saat sampai di tujuan.


"Aku udah siap cha,sekarang hubungi raka biar kita bisa cepat berangkat kan kamu nggak bisa kena panas nanti kepala kamu sakit." Ucap meisya yang sedang sibuk make up.


"Orangnya udah di bawah,baru mau aku kabari." Ucapku.


"hm.... jangan-jangan jodoh."Goda Meisya.


"Jodoh sama kamu mungkin mei,kan pas kamu siap dia baru datang."Ucapku tersenyum.


"Hmmm icha,malah aku yang kena." Seketika wajahnya berubah kusut.


"Makanya jangan bercanda terus,lebih baik kita turun." Ajak ku yang sudah siap dari tadi.


"Ternyata kalian sudah siap." Senyum Raka pada kami.


"Udah dari tadi cuma meisya yang lama dandannya." Ucapku.


"Kok aku sih." Ucap meisya membela diri.


"Kan memang kamu yang baru bangun." Ucapku.


"Iya deh..."Jawab meisya cemberut.


" Kalau begitu kita berangkat."Raka menyalakan mobil.


"Memang mau kemana kak." Tanyaku penasaran.


"Ke tempat yang indah." Jawab Raka.

__ADS_1


"Kalau indah berati antara pantai atau gunung." Celetukku.


"Iya." jawab raka.


"Bagus dong,emang aku lagi butuh hiburan." Ucap meisya.


"Memang kenapa???" Tanya raka.


" Bagus karena meisya bisa liburan setelah sekian lama nggak pernah di ajak liburan." Ucapku melirik ke arah meisya.


"Emang dia nggak ada teman atau pacar." Tanya Raka


"Ada tapi mereka sibuk semua."Jawab meisya.


"Kalau pacar kamu??" Tanya Raka lagi.


"Jauh..di luar kota." Ucap meisya.


"LDR dong...bisa juga yaah." Ucap Raka lagi.


"Bisa maksudnya???" Ucap meisya tidak mengerti maksud Raka.


"Bisa juga percaya,kan dia jauh." Ucap Raka.


"Aku percaya sama dia buktinya kita udah 4 tahun jalan." Jawab meisya.


"Ooo lama juga..." Raka menganggukkan kepala.


"Tapi nggak pasti."sambung ku.


" Kenapa nggak pasti cha???" Tanya Raka bingung.


"Ya karena udah 4 tahun tapi belum di kasi kepastian." Ucapku.


"Mungkin cowoknya belum siap jadi dia tunggu waktu." Bela Raka.


"Tuh kak raka aja belain aku masa kamu nggak sih cha." Sambung meisya yang terlihat bersemangat begitu di bela


"Bukannya nggak dukung tapi buat apa pacaran lama-lama kalau pada ujungnya belum yakin dan belum siap." Ucapku.


"Nanti juga akan datang kalau sudah siap." Jawab raka.


"Nah tuh dijawab sama kak raka." Celetuk Meisya.


"Ya udah semoga kalian bisa segera menikah dengan pacar masing-masing." Ucapku pada mereka yang tidak ingin berdebat.


"Belum tau." Jawab raka singkat.


"Tadi bilang begitu ,sekarang malah bilang belum tau." Ucapku bingung.


"Nanti kita liat." Ucap Raka sekilas melirikku lalu kembali fokus menyetir.


"Ok,liat nanti aja." Ucapku santai yang hanya menatap ke arah jalan.


Suasana di mobil kembali sepi,tidak terdengar suara meisya dan raka lagi.Mereka hanya diam-diam,sementara untuk mencairkan suasana aku mencoba menyalakan musik di mobil tapi mereka masih saja diam jadi aku memutuskan untuk tidur.


Mobil berhenti di sebuah kawasan wisata yang di kelilingi oleh gunung-gunung yang indah,terasa sejuk dan menenangkan.


"Kita udah sampai,ayo turun."Ajak raka.


Aku yang baru bangun mengikuti raka turun,memandangi sekitar yang begitu indah.


" Kamu suka cha??"Tanya raka melirik.


"Suka,kakak sering ke sini." Ku lirik sekilas.


"Beberapa kali bersama fathir dan keluarganya." Ucap Raka.


"Sedekat itu kakak sama keluarga fathir sampai sering jalan bersama." Ucapku yang masih sibuk memandangi sekeliling.


"Iya cha,keluarga mereka memang baik sama aku bahkan di anggap anak sendiri." Ucap Raka yang juga hanya memandang ke depan tapi masih fokus mendengar ku.


"Emang sih kak,kalau di liat keluarga mereka baik dan nggak sombong." Ucapku.


"Iya...Eh kamu ajak teman kamu jalan biar aku ikutin dari belakang." Usul Raka.


Kami melangkah memasuki kawasan wisata dan berkeliling-keliling,hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat makan lalu kemudian pulang.

__ADS_1


__ADS_2