Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
MEMBIARKAN MEREKA BAHAGIA


__ADS_3

Ke esokan harinya Masuk chat lagi dari April,


"Cha...Erik menghubungi kamu nggak ??? soalnya dia menghubungi aku dan meyakinkan aku lagi." Curhat April yang masih begitu mengharapkan Erik tapi masih ragu untuk menerima kembali.


"Dia nggak menghubungi aku." Ku sembunyikan kebenarannya dari April agar dia tidak sakit lagi kalau tau apa yang di katakan Erik dan juga Aku ingin mereka kembali bersama tanpa ada aku lagi.


Baru aku kirim balasan chat nya,Tiba-tiba Ponselku berdering terlihat nama april di layar.


"Halo cha,aku masih bingung cha harus bagaimna ???" Tanya April.


"Kalau kamu masih sayang,kasi kesempatan sama dia,aku juga sudah mundur dan dia lebih memilih kamu." Memberi saran.


"Iya cha,aku memang masih sayang.kalau kamu memang sudah mundur,aku akan memberikan kesempatan untuk Erik." Memastikan keputusanku sebelum memutuskan kembali.


"Iya kalian balikan aja,aku nggak apa-apa." Terdengar tegar,padahal sebenarnya masih belum mampu untuk sepenuhnya tapi bukan berarti masih ada rasa hanya saja belum terbiasa tanpa ada kabar dari Erik.


"Tapi kamu yakin nggak apa-apa cha???" Tanya April untuk meyakinkan Aku agar dia pun tenang.


"Iya...santai aja,memang nggak bisa sepenuhnya sih tapi aku akan belajar untuk melupakan dia." Jawabku santai.


"Yakin cha kamu nggak akan ada hubungan apa-apa lagi kalau aku balikan sama Erik."Tanya April lagi.


"Iya...aku tidak akan ada hubungan lebih lagi tapu kalau untuk berteman aku masih anggap dia teman." Mencoba meyakinkan April.

__ADS_1


"Tapi maaf cha,aku nggak bisa kalau kamu tetap berteman dengan Erik sementara aku tau erik masih ada perasaan sama kamu.Jadi aku harap setelah kami balikan kalian nggak ada komunikasi lagi." Tegas April.


"Kan cuma teman biasa tapi kalau memang kamu keberatan aku akan menjauh bahkan sebagai teman." Sebenarnya tidak semudah itu menghilang tanpa ada kabar karena akan membuat aku kehilangan teman yang sering komunikasi dengan aku tapi demi melihat mereka bahagia maka akan aku usahakan.


"Terima kasih cha atas pengertiannya,sejujurnya aku tau Erik masih sayang sama kamu dan aku juga tau kalau aku bertahan itu seperti berjalan di atas pecahan kaca tapi karena aku sayang jadi aku pertahankan dan aku rela." Ucap April.


"Itu pilihan kamu,yang jelas aku sudah mundur dari awal." Jawabku singkat.


"Aku juga belum yakin sepenuhnya sama Erik tapi aku sayang sama dia."curhat **.


"Iya aku mengerti perasaan kamu,itu sudah menjadi pilihan kamu jadi kamu harus bisa melewatinya." Malah meyakinkan April padahal hati sendiri masih hancur.


"Tapi aku nggak tau sampai kapan perasaannya akan terbagi untuk kamu."bingung.


"Tapi benar kan cha dia nggak hubungi kamu lagi ???" Tanya April memastikan lagi.


"Iya...." Jawabku singkat.


"Kalau di pikir-pikir selama ini dia memang sering sama aku cha,setiap sore kami ketemu bareng sama teman-teman yang lain di pantai,makanya aku nggak percaya kalau dia ada perempuan lain." Curhat April lagi.


"Memang aku sama dia nggak sering ketemu,paling ketemu di kampus setelah itu pulang nggak kemana-mana lagi,dia paling bilang sibuk sama organisasinya jadi aku percaya-percaya saja." Jawabku.


"Padahal aku sama dia cha satu organisasi,sering pergi bareng." Ucap April.

__ADS_1


"Ohh...jadi selama ini dia sibuk dan tidak ada waktu karena itu,pantas saja.Bodohnya aku yang tidak curiga."Batinku.


"Itu makanya cha aku nggak pernah curiga juga karena dia juga selama ini baik dan tidak mencurigakan bahkan di kenalkan sebagai pacarnya di depan teman yang lain." Jelas April.


"Teman-temanku juga tau kalau kami dekat tapi mereka semua diam,lebih memilih aku kecewa dari pada mengatakan sejujurnya."Merasa kecewa dengan yang lain.


"Iya cha itu juga yang saya heran karena teman sekelasnya juga tau itu."Ucap April.


"Ya sudah lah toh semuanya sudah terjadi,pantas saja waktu selesai ujian aku suruh jemput,dia bilang lupa dan dia nyuruh aku mandiri dengan jalan kaki di lorong yang jelas-jelas sering ada copet jika sudah malam.jadi ternyata waktu itu dia lagi sama kamu,harusnya dari awal aku sadar dia nggak pernah ada perasaan sama aku." Aku semakin kecewa setelah tau semuanya dan makin tidak ingin mengenal Erik lagi.


"Yang benar cha???,padahal dia selalu jemput aku kalau mau kemana-mana." Ucap April menimpali.


"Itu sudah jelas berarti dia sayangnya sama kamu jadi kamu pertahankan dia saja,nggak usah memikirkan aku lagi karena semuanya sudah jelas." Ku beri semangat pada April.


"Iya cha,aku akan berusaha percaya lagi sama Erik.lain kali kita lanjut soalnya aku di panggil,terima kasih cha kamu sudah baik."Menutup telpon.


Selesai bicara dengan April,Aku kembali termenung mengingat semuanya saat bersama Erik.Mengingat betapa bodohnya aku yang begitu mudah mempercayai Erik,padahal temanku Naumi sering mempertanyakan kenapa aku bisa suka sama Erik padahal dari segi tampang biasa saja.Tapi aku tidak perah mempermasalahkan itu asalkan aku nyaman dan dia baik sama aku,justru aku berpikir mungkin jika wajahnya biasa saja maka dia akan setia tapi malah sebaliknya dan lebih parah lagi.


Mungkin karena dia pandai berbicara jadi mudah baginya untuk membuat orang lain percaya dengan apa yang di katakan nya,bahkan saat ketahuan pun dia masih bisa menyangkal tanpa ada rasa bersalah.


Seperti itulah Erik di pikiranku setelah aku mengetahui semuanya tapi bukan berarti dia jahat karena dari pandangan teman-teman yang lain dia itu sangat baik,mungkin hanya karena ego sehingga dia seperti itu.


Maka ku biarkan mereka bahagia,Aku mencoba terus melangkah tanpa berbalik ke belakang agar tidak selalu teringat dengan goresan-goresan luka masa lalu.Biarkan semua itu menjadi kenangan terburuk sekaligus pelajaran untuk aku agar tidak mudah mempercayai laki-laki lagi.

__ADS_1


__ADS_2