
Rasa haru dan bahagia bercampur melihat adikku Riri telah sah menjadi istri,kini tinggal aku yang sendiri.Aku tidak tau,apakah ada laki-laki yang tulus dan serius utuk aku mengingat selama ini semua hanya datang lalu pergi begitu saja.
Setelah ijab kabul,aku hanya duduk memandangi tamu yang datang.Tanpa ku sadari meisya datang dari belakang memukul pundak ku.
"Hayo..melamun apa???" Sapa meisya.
" Hei mei,sama siapa???" Melirik ke arah meisya datang.
"Sama raka,fathir,ryan dan keluarganya." Jawan Meisya lalu duduk di kursi di sampingku.
"Keluarganya datang semua." Tanyaku penasaran.
"Iya,aku ikut di mobil Ryan sama raka." Ucap meisya.
"Terus kak fathir??" Tanyaku lagi.
"Bawa mobil sendiri,jadi ada 2 mobil aja." Jawan meisya.
"Terus mereka dimana???" Tanyaku yang belum melihat mereka dari tadi.
"Di depan,lagian kamu ngapain di sini sendiri." Ucap Meisya protes.
"Lagi pengen aja." Sedikit tertawa.
"Ayo ke sana,mereka mencari kamu termasuk kak Raka." Ajak Meisya untuk menyambut keluarga Ryan dan Fathir.
"Hmmmm baru sampai udah mulai cari ribut." Gerutuku pada meisya.
"Apa sih cha,sensi banget mentang-mentang Adeknya yang duluan nikah." Goda Meisya tersenyum.
"Udah deh mei,kita ke depan." Aku melangkah mendahului Meisya agar tidak di goda terus.
Aku langsung menghampiri keluarga Fathir dan Ryan "Silahkan masuk Tante,Om.maaf tadi aku di dalam,nggak liat Tante,Om dan keluarga datang." Ucapku tersenyum.
"Nggak apa-apa nak,lagian kami baru sampai." Ucap mamanya fathir tersenyum ramah.
"Ayo...silahkan masuk Tante,Om." Mengajak mereka untuk masuk.
"Ryan,icha tambah cantik ya kalau dandan."Bisik Mama ryan menggoda anaknya
"Iya ma,jadi makin jatuh cinta ryan.meskipun penampilannya sederhana tapi bikin nyaman liatnya."Bisik Ryan tersenyum melirik Icha.
" Cha,adik kamu udah nikah terus kapan kamu nikah sama kak raka???" Tanya amara,ingin memastikan.
"Nikah sama kak Raka ???" Aku sedikit bingung menatap ke arah Raka yang hanya menunduk
__ADS_1
dan sibuk dengan ponselnya.
"Kenapa bingung begitu cha,bukannya kamu sama kak Raka pacaran ??? jadi wajar kan kalau ada rencana menikah." Ryan sengaja memperjelas padahal sebenarnya dia hanya ingin memastikan.
"Hehe...nanti kalau udah ada jodohnya akan nikah juga."Jawabku hanya tersenyum.
"Kalau di liat-liat kalian cocok,kenapa nggak nikah aja???" Saran amara yang paling nggak sabar melihat Aku dan Raka menikah agar merasa tidak terganggu lagi dengan kehadiranku.
"Nanti aja,ada saatnya. "Jawab raka yang tiba-tiba angkat bicara.
"Berarti ada rencana nih kak." Tanya Amara penasaran tapi Ryan terlihat murung.
"Ya...lihat nanti."Jawab raka lagi.
" Buruan deh kak,nanti di ambil orang.Icha kan banyak yang suka." Sambung meisya.
"Emang banyak yang suka sama icha???" Tanya raka.
"Hmmm banyak kak di kantor tapi Icha nya yang cuek jadi mereka takut deketin." Meisya yang cerewet menceritakan semuanya pada Raka dan yang lain.
"Kan laki-laki emang gitu mei,cuma mau main-main jadi nggak usah di anggap serius." Aku membela diri.
"Kalau dia serius bagaimana???" Tanya Ryan penasaran.
"Yang serius itu yang datang ke rumah,ketemu orang tua langsung." Ucapku asal agar tidak di bahas terus.
"Kenapa kak Ryan yang semangat banget dari tadi." Tanya Amara curiga.
"Aku cuma bertanya,mana tau kak raka mau datang ketemu orang tuanya." Ryan mencari alasan agar tidak di curigai Amara
"Liat nanti lah." Jawab raka tersenyum.
Selesai percakapan aku sibuk mengurus tamu yang lain,meninggalkan mereka untuk urusan lain.Tidak lama aku kembali di tengah-tengah mereka,di hampiri keluarga yang juga akrab dengan Raka.
Dengan memberikan pertanyaan yang sama untuk aku dan raka,dari sejak awal mereka ingin menjodohkan aku dengan raka tapi kami hanya diam tanpa mengatakan iya atau tidak,membiarkan perjodohan itu terus jadi perbincangan.
Merasa perjodohan ini nggak perlu dan tidak akan mungkin maka aku memutuskan untuk bicara.
"Kak Raka,udah punya pacar tante.Mereka udah lama pacaran." Memberi pengertian kepada keluarga yang selalu menjodohkan kami agar tidak melanjutkannya.
"Pacaran kan belum tentu menikah,masih bisa di miliki orang." Celetuk Tante yang satunya.
"Tapi mereka sudah lama pacaran,pasti mereka ada arah ke sana." Jawabku lagi,membela hubungan Raka yang dia sendiri hanya diam.
"Memang kamu ada arah ke sana sama pacarmu???" Tanya tante ku pada Raka.
__ADS_1
"Belum tau tante." Jawab Raka.
"Tuh,Raka sendiri belum tau berarti masih ada kesempatan." Ucap Tanteku seakan masih ada peluang untuk kami.
"Kasian pacarnya tante,udah nunggu lama masa nggak nikah." Aku masih memikirkan perasaan pacar Raka.
"Kan jodoh nggak ada yang tau."Jawab raka yang membuat aku bingung sendiri,padahal aku sudah berusaha membela hubungan mereka tapi dia sendiri malah menjawab seperti itu.
Ada rasa bahagia di hati Ryan mendengar kalau aku dan Raka tidak ada hubungan apa-apa,itu menandakan bahwa dia ada kesempatan untuk mengenalku lebih jauh.
Sementara aku masih dalam ke adaan bingung dengan sikap raka yang tidak pasti,aku tidak menyadari bahwa Ryan diam-diam menatapku.
Hal itu di sadari oleh meisya dan memberitahu aku tentang Ryan dengan berbisik di telingaku.
" Cha,kamu sadar nggak.Ryan dari tadi memperhatikan kamu sambil senyum-senyum."Bisik meisya.
"Hha masa,kamu salah liat kali." Aku masih tidak percaya dan sibuk dengan tante-tante ku.
"Iiih cha,benar dari tadi dia liatin kamu.Tadi pas dengar kamu di jodohkan dia nunduk-nunduk aja tapi pas dengar kamu sama kak Raka nggak pacaran tiba-tiba Ryan senyum-senyum sendiri sambil lirik-lirik kamu." Ucap Meisya.
"Biarin aja lah mei,mungkin dia lagi bahagia." Aku tidak mempedulikan itu,mengingat Ryan sudah punya tunangan dan sekarang duduk di sampingnya.
"Jangan-jangan Ryan suka sama kamu." Ucap Meisya menduga-duga.
"Nggak mungkin lah mei,itu tunangannya ada di sampingnya masa suka sama orang lain." Ucapku pada Meisya melirik sekilas ke arah Ryan dan Amara.
"Suka sama kamu kali." Ucapku pada meisya.
"Yeee kok aku lagi sih,tapi tadi dia minta nomor ponselku." Ucap meisya tersenyum
"Terus kamu kasi." Tanyaku.
"Iya,siapa tau nanti bisa kerja di kantornya.hehe." Meisya tersenyum.
Menjelang sore,tamu sudah mulai berkurang.Keluarga fathir dan Ryan pun berpamitan pulang,begitu juga raka dan meisya.
"Cha,mama kamu mana??? aku mau pamitan." Ucap raka.
"Kayaknya ada di dalam,biar aku panggil dulu." Baru aku berdiri ingin mencari Mama,eh tiba-tiba muncul aja.
"Itu mama nya icha sudah datang,ayo ke sana." Ucap Meisya menunjuk ke arah mama.
"Cha,aku boleh pamitan juga sama mama kamu???" Tanya Ryan meminta persetujuanku.
"Boleh,mari saya antar ke sana." Kami berjalan ke arah mama.
__ADS_1
Ryan dan Raka pun berpamitan dengan mama ku,sempat terbesit di hatiku."Mungkinkah di antara mereka yang akan jadi suamiku."
Tapi perasaan itu tiba-tiba ku hilangkan mengingat itu tidak mungkin terjadi.Melihat Ryan dan Raka telah memiliki pasangan masing-masing yang cocok untuk mereka.