
πΈπΈπΈπΈπΈ
Suara mobil terdengar berhenti di depan Kos,kulihat lewat jendela.Ryan sudah menunggu di depan,baru ingin keluar mobil lalu ku ambil tas dan ponsel menghampiri Ryan.
"Nggak perlu turun,aku udah siap." Ku pandang Ryan sambil tersenyum.
"Ternyata sudah siap." Ryan tersenyum memutar ke arah pintu samping mobil,membuka pintu mempersilahkan aku masuk.
Sekitar 30 menit,kami sudah sampai di tempat tujuan.Ryan ingin turun dari mobil tapi melihat ke arahku yang hanya diam membuat dia mengurungkan niatnya,Aku merasa gugup untuk pertama kali bertemu keluarganya.Ada rasa minder mengingat keluarga mereka dari kalangan atas,aku merasa tidak siap jika nanti tidak bisa menyesuaikan diri dengan mereka.
"Cha,kenapa hanya diam ??? Ayo kita turun." panggil Ryan.
"Nggak Yan,aku cuma nggak pede ketemu keluarga besar kamu." Ku mainkan jemariku sambil menunduk.
"Kamu itu calon istri aku,Jadi nggak perlu merasa seperti itu.Ayo kita masuk,aku akan selalu ada di samping kamu agar kamu merasa nyaman." tatap Ryan meyakinkan.
"Baiklah aku turun,aku pasti bisa." Memberi semangat untuk diri sendiri.
Kami berjalan bersama menuju ruangan,salah satu karyawan mengarahkan ruangan tempat keluarga Ryan yang sudah memesan Ruangan VIP.Aku mengikuti langkah Ryan yang berada di depanku dengan sedikit menunduk.
Pintu terbuka,keluarga Ryan menoleh ke arah kami tapi yang terlihat hanya Ryan yang berdiri.Ryan bergeser ke kanan agar aku terlihat oleh yang lain,menyadari pandangan mereka tertuju padaku maka ku angkat wajahku membalas menatap mereka dengan sedikit tersenyum.
Kami melangkah bersama menuju meja makan,di persilahkan mama Ryan duduk di sampingnya di ikuti Ryan di sampingku.Wajah tante Intan mama Ryan terlihat bahagia di sertai senyuman yang ramah membuat aku mulai bisa menyesuaikan diri,"keluarga Ryan baik-baik,tidak seperti yang ku pikirkan."ucapku dalam hati.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Acara Dinner sudah selesai,satu persatu mulai bergegas pulang.Yang tersisa hanya keluarga inti Ryan,Rina menghampiri dengan tersenyum."Kak Icha,cantik malam ini.terlihat sederhana tapi cantik pantas bang Ryan berani melamar." Rina tertawa menatap kakaknya yang terlihat sedikit malu di bongkar oleh adiknya.
"Terima kasih Rin,tapi kamu juga cantik hari ini." balasku pada Rina tersenyum.
"Aku mau cerita deh kak,sebenarnya aku kaget loh kemarin kak Ryan tiba-tiba melamar kakak.padahal kemarin kak Ryan bilang hanya ingin jalan-jalan tapi ternyata ada maksud dari semua itu dan keselnya dia nggak bilang sama aku.Tapi kakak tenang aja,meskipun kak Ryan nggak bilang,aku tetap dukung kakak sama abang ku itu.Soalnya baru kali ini aku melihat kak Ryan seserius itu sama cewek,dar tatapan kak Ryan ke kakak aja beda.mungkin itu yang namanya jodoh kali ya kak."celetuk Rina.
"Emang biasanya kak Ryan bagaimana ???" tanyaku penasaran.
"Hm abang Ryan itu kalau dulu pacaran,itu cuek banget kak sampai pacarnya aja pada kabur sangking cueknya tapi sama kakak sampai di bela-belain gitu." Jawab Rina.
__ADS_1
"Kakak juga nggak tau Rin,kakak aja kaget pas kalian datang." jawabku menimpali rina.
"Jadi,kakak juga nggak tau akan di lamar ??? aku pikir kakak pacaran sama abang Ryan ???" celetuk Rina penasaran.
Aku hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Rina,menyadari Ryan sudah berdiri di sampingku.
Rina melihat ke arah kakanya,"Abang Ryan udah mau pulang ???"
"Iya,kasihan Icha kemalaman pulang,besok harus masuk kerja." jawab Ryan.
"Tapi bolehkan besok-besok aku jalan sama kak icha ???" tanya Rina manja pada kakaknya.
"Tanya kak Icha dong ?" Ryan menatapku,tak sengaja mata kami saling menatap.segera ku arahkan pandangan pada Rina,menutupi grogi ku yang telah beradu pandang dengan Ryan.
"Iya,boleh.tapi nanti di hari libur ya Rin soalnya aku kerja sampai sore." jawabku pada Rina.
"Ok deh kak,aku tunggu kabarnya." senyum Rina.
Ada sentuhan lembut menyentuh bahuku,melirik sekilas.tante intan menyapaku dengan senyum ramahnya lagi."Icha,nanti kalau ada libur,kita jalan-jalan biar kita makin akrab."
"Kok tante sih cha,panggil mama aja.Kan kamu calon menantu mama." ucap tante intan tersenyum
"Iya tante,eh...mama." balasku tersenyum.
Kami bergegas keluar menuju mobil masing-masing,mengambil arah yang berlawanan karena Ryan dan Rina harus mengantar aku pulang.
πΈπΊπΈπΊ
Mencocokkan jadwal mama Intan dengan waktu libur ku,hari ini kami akan keluar jalan bersama sesui perjanjian sebelumnya.
Mobil mama Intan sudah tiba yang sejak tadi ku tunggu di teras,terlihat di kursi belakang mama Intan melambaikan tangan dan tersenyum menyapaku.Tanpa pikir panjang aku menghampiri mereka,lalu mama intan seakan memberi kode dengan menunjuk ke kursi depan dekat pengemudi yang kaca mobilnya tidak di turunkan jadi tidak terlihat siapa yang menegemudi.Setelah di buka dan Ku lihat seorang laki-laki dengan senyuman manisnya,"Ternyata kamu yang bawa ??? Aku pikir sopir tadi,πππ."
Ryan hanya menatapku cemberut,seolah tidak terima aku panggil sopir,"Emang aku kayak sopir,padahal udah cakep-cakep gini."
"Iya,maaf kan cuma bercanda.Hehehe." Aku hanya tersenyum melihat tingkah Ryan.
__ADS_1
"Hmmm Ngambeknya nanti aja,lebih baik jalan dulu Yan." Sambung Mama Intan.
"Kita mau kemana Ma'." Tanyaku penasaran pada Mama Intan.
"Nanti Mama beritahu,kita jalan dulu ya." Ucap Mama Intan tersenyum.
Sekitar 40 menit kami sudah sampai di sebuah Mall ternama di kota xx,"Mungkin mereka ingin di temani belanja seperti kemarin jadi mengajakku ke sini."batinku.
Kami berjalan masuk Mall,di gandeng Rina di sebelah kanan Ku,Mama Intan di samping Kanan Rina dan Ryan mengikuti kami dari belakang.
Benar dugaan Ku,mereka ingin di temani belanja.Satu persatu outlet di hampiri,memilih barang yang di inginkan.Sesekali Mama Intan menawari Ku tapi aku menolak,bukannya tidak menghargai tapi aku tidak ingin merasa terbebani karena belanja menggunakan uang orang lain bukan hasil kerjaku sendiri.
Terakhir,Mama Intan masuk ke dalam Toko Emas.Ryan sudah berada di dalam dari sejak tadi,tidak menyadari kedatangan Mama Intan di susul Aku dan Rina.Terlalu serius memperhatikan cincin yang berjejeran di depannya,"Sudah ketemu yang kamu suka Yan."tanya Mama Intan.
Sontak Ryan menoleh ke arah sumber suara,kaget Mama Intan dan Aku sudah di sampingnya."Eh,Mama.Aku kaget loh Ma,kirain siapa.Hmmm belum dapat yang cocok Ma habis bagus-bagus semua."
"Kayaknya lebih bagus Icha yang milih kan ini untuk Icha." Ucap Mama Intan.
Sontak mataku membulat,kaget sekaligus bingung mendengar ucapan Mama Intan."Untuk apa beli Cincin kan udah ada yang aku pakai,itu untuk apa lagi."celetukku dalam hati yang masih bingung sendiri.
"Kenapa aku yang pilih Ma' ???" tanyaku penasaran.
"Karena cincin itu untuk kamu cha,saat lamaran nanti.Memang kamu lupa ???" Sambung Ryan dengan nada lembut menatapku.
"Memang kapan lamarannya???" Aku membalas tatapan Ryan.
"Untuk lamaran nanti kita bahas di rumah setelah pulang dari sini,Jadi kamu pilih cincinnya aja ya icha." Sambung Mama Intan dengan lembut.
"Bukannya nggak mau Ma' tapi kan cincinnya Udah ada." Aku memperlihatkan cincin yang ada di tanganku.
"Itu beda lagi sayang,kalau ini dari Ryan sedangkan yang ini untuk Lamaran." Mama Intan menunjuk ke tanganku lalu beralih kepada cincin yang ada di atas kaca.
"Oh gitu,Aku pilih ini aja ma." Aku menunjuk salah satu cincin sederhana di antara tiga cincin yang ada di depanku.
"Kalau itu pilihan icha,Mama ikut aja." Ucap mama Intan.
__ADS_1
Kami keluar dari Mall,langsung pulang ke rumah mengingat tidak lama lagi masuk waktu maghrib.Keluarga Ryan ingin membahas soal lamaran di rumah jadi aku ikut pulang ke rumah.