Perjalanan Hijrahku

Perjalanan Hijrahku
DIA MASIH MENGGANGGU


__ADS_3

Setelah bersih-bersih ku rebahkan diri di kasur untuk melepas penat setelah seharian bekerja,mengecek ponsel yang tidak pernah di pegang selama bekerja.


Ada panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal tapi aku abaikan karena aku tau itu pasti Erik yang mencoba menghubungiku lagi menggunakan nomor lain.


Bukannya membenci dia,hanya saja aku tidak ingin ada masalah diantara aku,erik dan april.Telah aku coba membuka lembaran baru tapi masih selalu mengganggu,entah itu dari Erik atau April ketika mereka sedang bertengkar pasti selalu aku yang jadi pokok permasalahannya padahal mereka sendiri yang tidak bisa mengerti satu sama lain tapi memaksakan untuk bertahan satu sama lain dengan alasan yang tidak masuk akal.


Kriing....kring...kring


Panggilan masuk dari april yang terpaksa aku angkat,dia tidak berhenti menelpon jika tidak di angkat.


"Assalamualaikum."Salam ku.


'Wa'alaikum salam.cha,tadi Erik hubungi kamu nggak???." Tanya April.


"Nggak,kan nomornya udah aku blok sesuai permintaan kamu." Ucapku datar,sudah malas berhubungan dengan mereka.


"Ohh gitu ya,kirain dia ada hubungi kamu tadi soalnya dia seharian ini nggak ada kabar dan tadi juga aku telpon tapi nomornya sibuk." Ucap April.


" Oh kalian bertengkar lagi." Tanyaku.


"Nggak juga sih cuma Erik itu selalu sibuk sendiri,kadang nggak ada kabar jadi aku pikir mungkin dia menghubungi kamu lagi." Ucap April santai.


"Hm....aku dan Erik udah nggak ada apa-apa, lagian kan pacarnya Erik itu sekarang kamu jadi kenapa melibatkan aku lagi." Aku mulai kesal dengan April yang seakan menyalahkan aku terus setiap mereka ada masalah.


"Iya cha,aku mengerti cuma aku masih bingung aja soalnya erik belum sepenuhnya bisa melepaskan kamu bahkan seperti ingin memiliki kita berdua." Ucap April.


" Dari sejak awal kan kamu tau itu april jadi kamu harus sabar menunggu hatinya bisa sepenuhnya untuk kamu dan masalah kembali sama aku,itu tidak akan pernah terjadi lagi karena aku tidak ingin jadi orang bodoh lagi." Ucapku tegas tapi tenang pada April.


"Iya cha,Erik masih belum bisa berubah tapi aku akan berusaha menunggu dia berubah." Ucapnya.


"Baguslah,semoga Erik bisa berubah,kamu yang sabar aja." Aku masih berusaha tenang.


"Iya cha." jawan April singkat.


"Ya udah aku mau tidur dulu ya." Menutup telpon.


"Mereka ini setiap ada masalah pasti kembalinya ke aku,padahal aku sudah menjauh dari mereka tapi kenapa harus melibatkan aku lagi.Semoga mereka bisa segera baikan dan tidak mengganggu aku lagi.'Batinku.


🌸🌸🌸🌸


Seperti biasa setiap pagi aku bersiap-siap untuk ke kantor yang jaraknya tidak jauh dari kos hanya berjalan 5 menit udah sampai.


" Cha,udah siap belum."Teriak teman kamarku di sebelah yang satu kantor juga.


"Iya,bentar lagi selesai nih,tinggal merapikan hijab aja." Jawabku.

__ADS_1


"Aku tunggu di depan yaa soalnya 15 menit lagi kita masuk." Teriaknya lagi.


"Tunggu...ini udah selesai." Mengunci kamar menuju lantai bawah.


"Ayo berangkat."Kami melangkah bersama melewati lorong.


Kami berjalan menuju kantor tanpa ada pembahasan di perjalanan karena terburu-buru takut telat,hanya fokus jalan agar bisa cepat sampai.


Di depan kantor udah banyak karyawan dari divisi logistik,aku dan teman hanya berlalu di depan mereka.Aku tidak berani menatap dan hanya menunduk masuk ke pintu gerbang.


Sudah terburu-buru takut telat malah di hadang oleh salah satu karyawan di lantai dua bagian divisi logistik,tapi aku hanya menunduk tidak mencoba mencari jalan agar bisa melewati dia yang sok kenal dan memanggil namaku.Saat aku ke kiri dia juga ke kiri dan saat aku ke kanan dia juga ke kanan,seolah sengaja agar aku tidak bisa melewatinya sampai pada akhirnya aku buka suara.


"Maaf saya bisa terlambat kalau begini,bisa saya lewat." Ucapku pelan,kemudian memberikan jalan agar aku bisa lewat.


"Ok,salam kenal yaah icha." Berteriak dari kejauhan.


Aku hanya berlalu tanpa mempedulikannya tapi dalam hati aku bingung,dia bisa tau namaku dari mana padahal selama ini aku cuek sama semua karyawan di kantor.


Untuk kenal,memang aku pernah dengar dari temanku bahwa dia sedang mendekati teman satu di divisiku juga yang akrab sama aku tapi kenapa tiba-tiba dia menghadang aku dan bisa tau nama aku padahal kan aku tidak pernah kenal sama sekali,entah dari mana dia tau.


Temannya yang memperhatikan tingkah temannya itu jadi penasaran.


"Hai bram,kenapa kamu menghadang admin tadi ??? kayak kenal aja."Sapa Andi.


"Nggak kenal sih tapi aku tau namanya itu icha."


" Tau dong,kan aku cari tau sama admin yang lain yang aku kenal.justru karena dia berbeda makanya aku ingin dekati." Ucap Bram sambil tersenyum.


"Jangan permainkan anaknya orang,nggak baik," Saran andi.


"Siapa yang mau permainkan,malah mau aku seriusin,cewek yang seperti itu yang baiknya di jadikan istri." Jawab Bram.


"Baguslah kalau kamu mau serius,aku dukung.Eh ayo kita masuk udah jam kerja nanti di tegur lagi." Ajak andi.


🌸🌸🌸🌸


Di tempat lain di ruangan kerja,Rena mendatangi aku yang sedang memeriksa berkas-berkas.


"Hai,cha.kamu sibuk nggak ???" Tanya Rena yang menghampiriku di meja kerja.


"Nggak terlalu sih,kamu sendiri???" Ku letakkan berkas di atas meja lalu ku lirik Rena.


"Belum terlalu juga kan masih pagi." Senyum Rena.


"Oh,kenapa???" Tanyaku santai.

__ADS_1


"Jadi gini,kemarin ada cowok yang nanyain kamu dan nitip salam katanya." Ucap Rena.


"Dalam hal apa???" Aku bertanya balik.


"Yaah karena dia suka sama kamu lah cha." Jawab Rena.


"Kok bisa kan aku nggak kenal ???" Tanyaku lagi.


"Emang nggak kenal kan kamu nya cuek sama orang,saat jalan saja nunduk,gimana bisa tau itu orangnya." Ucap Rena


"Terus kenapa bisa suka???" Masih bingung tapi santai.


"Karena itu tadi,kamu cuek dan berbeda dari yang lain." Jawan Rena lagi.


"Dari mana dia tau rena???" Tanyaku lagi dengan tatapan serius.


"Karena setiap hari dia selalu memperhatikan kamu,makanya jangan tunduk terus jadinya kan nggak kenal orang lain." Saran Rena.


"Kan aku tunduk untuk menghindari tatapan dari yang bukan muhrim rena....." Jawabku sambil tersenyum


"Nah itu dia yang membuat itu cowok naksir sama kamu karena kamu menjaga itu." Balas Rena tersenyum.


"Aku masih belajar untuk semua itu,tapi kalau dia setiap hari memperhatikan aku,itu berarti dia kerja di sini juga???" Ucapku.


"Iya,di bagian logistik." Ucap Rena.


"Oh aku ingat,tadi ada cowok yang menghadang aku pas di tangga terus panggil nama aku.jangan bilang kamu yang memberi tahu dia." Tanyaku penasaran pada Rena.


"Hehe...maaf cha,habis dia maksa untungnya sih aku nggak kasi nomor ponsel kamu." Rena memasang wajah memelas agar aku nggak marah.


"Baguslah kalau kamu nggak kasi." Ucapku.


"Emang segitunya sampai telpon pun tidak mau." Tanya Rena yang selalu ingin tau tentang aku yang terkesan tertutup untuk urusan laki-laki.


" Aku malas Ren karena cowok kan gitu,awalnya kenalan,telpon-telpon,di bikin nyaman terus di janji dan pada akhirnya hanya di tinggal." Curhatku yang tiba-tiba.


"Pengalaman banget yaah cha." Ucap Rena dengan memandangku serius.


"Bukan lagi pengalaman Ren tapi trauma lama-lama." Ucapku sambil mengambil kertas yang ada di meja.


"Hehe...kalau gitu aku kembali kemeja aja deh,nanti kamu galau lagi kalau bahas itu." Usir ku pada Rena.


"Makanya nggak usah di bahas." Ucapku tersenyum.


"Ok cha,tapi untuk memberitahu nama kamu nggak apa-apa kan soalnya udah terlanjur." Di balas senyum oleh Rena,tapi masih di depan mejaku.

__ADS_1


"Hmm mau gimana lagi."Aku menatap sambil tersenyum.


" Hehe..ok aku balik kemejaku dulu." Rena melangkah menuju meja kerjanya.


__ADS_2