
''Alam terendah'
🌹🌹🌹
Malam telah berganti pagi, sang rembulan telah kembali ke peraduannya, dan digantikan oleh sinar mentari, sang matahari.
Hari ini adalah hari ke-dua Ujian masuk Akademi Moon King, dan lapangan akademi telah terisi setengah dengan calon peserta murid.
Kali ini ujian masuknya melalui tes kebajikan, yang dimana mereka semua akan diberikan sebuah pilihan. Yang dimana pilihan itu akan menentukan, apakah calon peserta murid bijak dalam memilih atau, tidak.
***
Saat ini Vio sedang tidur di rumahnya.
"Huh, aku cukup lelah untuk melakukannya sendiri. Aku akan menyerahkan semua tugas dan tanggung jawab, kepada para bayangan hidup" Vio menghela napas kasar, dan langsung memanggil Yuna, salah satu bayangan hidup.
"Yuna" Panggil Vio sambil menutup matanya.
"Yuna menghadap Yang Mulia" Yuna tiba-tiba muncul entah darimana, dan menjawab panggilan Vio.
"Hari ini aku tidak akan ke sana... tidak tahu besok. Kalian hari ini yang mengawas mereka, dan suruh Cin untuk menghitung batasan setiap murid. Bilang padanya batasan murid luar adalah 1000 orang, murid dalam 500 orang, dan murid inti 250 orang. Jika lebih, masukan para calon murid dengan nilai terendah ke bagian murid bawah." Pinta Vio kepada Yuna untuk memberitahukannya ke Cin.
"Baik, Yang Mulia." Jawab Yuna yang hanya dibalas dengan lambaian tangan oleh Vio.
Yuna yang mengerti kode dari Vio langsung pergi dari sana dan menghilang, meninggalkan Vio sendiri di kamarnya.
Berhubung perang ditunda selama 2 tahun, jadi Vio bisa hidup dengan tenang sementara waktu.
Perumahannya mengalami kerusakan yang cukup parah, kecuali rumah Vio sendiri, karena sebelum Vio keluar rumah dia memasang aray perlindungan pada rumahnya.
Karena kerusakan yang cukup parah di jalanan dan rumah warga, akhirnya pemerintah membangun kembali rumah warga yang sudah rusak, dan memberikan dana bagi korban akibat peperangan.
***
Langit biru telah berganti menjadi jingga kemerahan, namun sesosok anak manusia yang ketampanannya menandingi malaikat, masih belum ada tanda-tanda untuk bangun dan melakukan aktivitas yang berfaedah.
"Huh, aku bosan. Apa yang harus aku lakukan?" Keluh pemuda itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vio.
>Ting<
[Tuan, daripada anda bermalas-malasan, lebih baik anda berkultivasi. Kultivasi anda masih sangat rendah, dan tubuh anda juga sangat lemah. Anda sudah ada sistem, anda juga mempunyai tubuh seorang kaisar penguasa, namun anda malah menyia-nyiakan semua berkah itu. Apak...]
"Aduh iya-iya diam saja kau, aku sedang tidak ingin diceramahi" Vio menutup telinganya tidak ingin mendengarkan perkataan 'tidak penting' sistemnya.
[Tuan!!!! Anda sangat...]
"Sangat apa?!" Vio langsung bangun dari kasurnya dan merubah wajahnya menjadi datar.
[Eh, ti-tidak Tuan, maksud hamba adalah lebih baik anda segera berkultivasi, karena musibah akan segera datang]
Sistem langsung mengalihkan pembicaraan antara dia dan tuannya, karena takut Vio akan mengamuk bila dia mengomel lagi.
Vio mengerutkan dahinya.
"Musibah? Musibah apa yang kau maksud?!" Tanya Vio bingung.
[Tuan, sistem lupa memberitahu pada Tuan bahwa tataan alam semesta telah dirubah]
Vio tersentak kaget setelah mendengar pernyataan Alex, sistemnya.
"Apa?! Bagaimana bisa?!" Tanya Vio.
__ADS_1
[Karena para dewa mulai melupakan alam yang ditempati oleh Tuan saat ini, maka mereka merubah tataan semesta, yang dimana alam yang tuan tempati saat ini menjadi alam terendah, dalam tataan alam semesta]
"Jadi begitu, lalu?"
[Karena perubahan ini maka dunia kultivator telah di angkat menjadi alam ke-dua terendah, yang dimana alam mereka yang semula mempunyai banyak sekali monster, dikurangi menjadi lebih sedikit dari jumlah awalnya]
" Jangan bilang..."
[Benar Tuan, monster yang lain akan dikirim ke dunia ini!]
Mata Vio terbuka sangat lebar setelah mendengar penjelasan alex.
"Gawat, bila itu terjadi maka akan memakan banyak korban! Sedangkan kultivasi mereka masih sangat rendah, em Lex kau punya Array perlindungan yang bisa melindungi planet ini?" Tanya Vio.
[Ada Tuan]
"Baiklah beli itu saja"
[Ada 2 pilihan Tuan, anda bisa memilihnya terlebih dahulu]
"Em baiklah, tunjukkan!"
[Membuka Array Perlindungan]
[Array Alam semesta]
[Kegunaan : Melindungi alam semesta dari serangan meteor, monster dan lainnya (bisa diperkecil)]
[Waktu terbatas : 10 Tahun]
[Harga : 5000 Poin]
[Array Perlindungan Pusaka Jiwa]
[Kegunaan : Melindungi sebuah alam dari ancaman apapun dengan ketahanan 100%]
[Waktu terbatas : 1 Tahun]
[Harga : 600 Poin]
"Ini cuma 1 tahun, tapi hanya ini yang bisa ku beli. Baiklah beli ini saja"
[Baik Tuan]
[Membeli Array Perlindungan Pusaka Jiwa]
[Poin dikurangi 600]
[Sisa Poin 0]
[Barang telah dimasukan ke inventory]
"Bagus, em kapan para monster itu akan datang?"
[Diperkirakan akan datang 1 bulan lagi Tuan]
"Huh, waktu yang tersisa tidak banyak. Dan poinku juga sisa sedikit. Oh ya Lex, cara mendapatkan poin di dunia ini bagaimana?" Tanya Vio, karena dia sangat membutuhkan poin saat ini.
[Cara mendapatkan poin di dunia ini, anda bisa mengerjakan Quest, atau pergi ke alam yang lebih tinggi]
"Alam yang lebih tinggi... Itu..."
__ADS_1
[Iya Tuan, dunia Kultivator]
"Apakah dunia itu sama dengan duniaku yang sebelumnya?"
[Tidak Tuan berbeda]
"Syukurlah, baiklah bagaimana caraku ke sana?"
[Tingkatkan kekuatan Tuan dan upgrade sistem ke versi 0.2]
"Apa? Kenapa versi mu turun?"
[Karena anda berpindah dunia Tuan]
" Ah iya kau benar, aku lupa" Ucap Vio sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.
"Baiklah, meningkatkan kekuatan lah jalan satu-satunya. Lex aku akan melakukan kultivasi tertutup, kau lindungi aku dan tebal kan aura Qi di sekitar ku" Pinta Vio, dan mulai duduk dan memposisikan dirinya seperti sedang bermeditasi.
[Baik Tuan]
[Mempertebal Aura Qi 1000%]
[Mengaktivkan Gelar Sang Penyerap Murni]
[Selamat bermeditasi Tuan]
***
Di tempat lain, di alam yang lebih tinggi dari dunia yang ditempati Vio, yaitu alam Kultivator, sedang gempar akan suatu kejadian.
Kabar akan naiknya status alam mereka, berhasil menghebohkan semua makhluk yang hidup dia alam Kultivator.
"Ini, bagaimana mungkin?" Tanya Wong Ji selaku kaisar Benua Teratai Merah.
Para kaisar-kaisar dari seluruh benua sedang melakukan rapat, untuk membahas tentang kejadian ini.
"Aku juga tidak tahu, ku pikir dunia kita hanya satu-satunya di ala semesta ini" Ucap Long Yi selaku Kaisar benua Awan Langit.
"Aku pikir juga begitu, tetapi setelah melihat altar Suci alam semesta, yang menunjukkan bahwa alam kita naik satu tingkat, maka bisa dipastikan bahwa ada alam lain yang lebih tinggi dan lebih rendah dari kita" Fang Cong selaku Kaisar benua 2 Permata menambahkan.
"Sudah, yang pasti apapun yang terjadi, kita harus menjaga dunia Kultivator ini. Jangan lengah! Karena kita tidak tahu apa yang akan datang nantinya" Ucap tegas Gu Min selaku kaisar tertinggi, kaisar Alam Jiwa, yaitu pemimpin semua benua.
"Baik Kai..."
" Yang Mulia!!"
Ucapan Kaisar Long Yi terpotong, karena kedatangan seorang prajurit yang masuk tiba-tiba.
"Lancang! Beraninya kau masuk tanpa salam!" Teriak Kaisar Fang cong, lalu mengeluarkan aura membunuhnya yang membuat prajurit tersebut ketakutan.
"Ma-maaf Yang Mulia para kaisar, te-tetapi pa-para monster di benua 2 Permata dan Benua alam langit hilang secara tiba-tiba bersama Hutan Kegelapan, dan Hutan Kesunyian!!" Ucap prajurit itu terbata-bata karena ditekan oleh aura pembunuh Kaisar Fang Cong.
"Apa?!!"
🌹🌹🌹
(Note: Aku akan update 1× sehari ya, dan untuk hari minggunya crazy up, ok. Jadi berikan like, komen, serta vote kalian untuk mendukung author)
_Always Happy_
(Tambahan : Kedepannya akan ada beberapa' konflik untuk mewarnai cerita ini agar tidak membosankan, jadi siapkan pikiran kalian)
__ADS_1