
'Penerimaan murid baru'
๐น๐น๐น
Gerbang masuk Akademi Moon King sudah sangat ramai siang ini, karena hari ini adalah hari penerimaan murid baru.
Vio yang baru sampai langsung berbaur dengan para calon murid baru.
"Baiklah selamat siang semuanya, hari ini adalah hari penerimaan murid baru. Kalian akan melalui tes ujian masuk untuk menentukan job dan kelas kalian" Teriak seorang pemuda yang sepertinya seorang murid dari akademi moon king.
Vio yang melihat pemuda tersebut mengernyitkan dahinya. Kenapa yang menyambut mereka malah seorang murid? Kemana bawahannya?
Karena tidak mau menunggu lagi Vio dengan cepat mengaktifkan Skill invisible nya, dan langsung masuk ke dalam akademi tanpa diketahui oleh siapapun.
***
Begitu sampai di depan ruang Grandmaster yaitu ruangannya sendiri, Vio langsung menghilangkan skill Invisible nya.
Begitu dia terlihat, penjaga di sana langsung menodongkan pedang ke arah Vio.
Vio hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Apa-apaan ini?" Tanya vio dingin.
"Siapa kau, kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya salah seorang penjaga.
" Aku adalah Grandmaster sekaligus pemilik akademi ini"ucap Vio dengan tenang.
"Cih jangan membual, Grandmaster sedang berada di dalam" Sang penjaga hanya tersenyum meremehkan.
"Di dalam? Heh...!" Vio mulai tersenyum sinis, kurang lebih dia mulai mengerti apa yang terjadi di sini.
"Yuna" Bentak Vio memanggil Yuna.
"Hei, jangan menyebut nama master dengan sembarangan. Kau itu h..."
"Yuna menghadap Yang Mulia" Seketika Yuna langsung berada di hadapan Vio, sambil menundukkan kepala dan berjongkok ala kesatria.
"Master Yuna" Para penjaga tadi langsung menurunkan pedangnya, lalu memberi hormat pada Yuna. Namun Yuna tidak menghiraukannya.
"Yuna, jelaskan! Jika sampai penjelasan mu tidak membuatku puas, lihat saja nanti!!!" Vio berkata dengan tegas serta tatapan dingin ke arah Yuna.
"Kau... Beraninya kau tidak sopan kepada Master Yuna!" Salah satu penjaga membentak Vio.
Mendengar hal itu Vio langsung, menatap penjaga itu tajam, dan mengeluarkan aura membunuhnya yang sangat pekat, sampai membuat mereka bersujud seketika, terlebih-lebih Yuna.
"M-maafkan hamba, Yang Mulia" Yuna menjawab dengan nada yang gemetar.
Tidak peduli dengan mereka semua, Vio langsung masuk ke dalam ruangannya, dan mendapati pemandangan yang tidak menyenangkan.
Ada seseorang yang menduduki tempatnya.
"Siapa yang berani-beraninya datang dan mengacau ke tempatku?" Ucap seseorang itu lalu melihat ke arah pintu masuk, dan melihat Vio beserta Yuna di belakangnya.
"Oh, Master Yuna. Kenapa kau kesini?" Tanya pria tersebut. Namun Yuna tidak menjawabnya.
"Kau... Keluar!" Tunjuk Vio pada pria tersebut.
"Apa maksudmu?!"
"Ku bilang keluar dari tempat ku!!!" Vio berteriak sampai seluruh sekolah bisa mendengar suaranya.
"Lancang!! Kau tahu aku siapa? Aku adalah Grand Master Ong pemilik akademi ini!" Ucap Ong angkuh.
"Yuna!" Vio memanggil Yuna dengan nada yang semakin dingin.
__ADS_1
"Ma-maafkan saya yang Mulia, ini kesalahan saya"
"Yuna... Yuna... Yuna... Aku sedang bertanya padamu, dan kau harus menjawabnya. Aku tidak membutuhkan maaf mu!!!" Vio kembali membentak Yuna, sekarang kemarahannya sudah di puncaknya. Bagaimana tidak akademi yang sudah dia beli dan buat secara susah payah, direnggut begitu saja oleh orang lain?
"B-baik, yang Mulia, akan saya jelaskan"
Yuna pun mulai menjelaskan situasi yang terjadi di sini.
***
2 bulan lalu, para murid inti yang sudah akan lulus ingin melamar menjadi guru di akademi ini.
Dan para bawahan Vio mengizinkannya karena kekuatan dan pemahaman mereka sudah cukup tinggi, dan tidak ada salahnya memperkerjakan mereka.
Akhirnya saat mereka lulus mereka menjadi guru, namun 1 bulan setelahnya mereka mulai menginginkan Grand master baru, karena Vio sudah tidak diketahui keberadaannya dan kabarnya.
Tetapi para bawahan Vio tidak mengizinkannya, dan pada akhirnya para guru mulai memberontak dan menyerang bawahan Vio.
Para guru kesulitan melawan bawahan Vio karena mereka baru di ranah Jendral Petarung tahap 4, dan para bawahan Vio berada di ranah Raja bawah tahap 2.
Namun karena bantuan 3 guru yang berada ranah jendral penguasa yang menggunakan trik licik, maka bawahan Vio langsung kalah.
Dan pada akhirnya mereka pun menjadikan salah seorang guru di sana sebagai Grand Master, yaitu Ong.
***
"Maafkan hamba karena tidak mampu Yang Mulia" Yuka merasa sangat-sangat tidak berguna karena tidak bisa menjaga amanat tuannya.
"Huh, baiklah ku maafkan. karena tingkat kultivasi kalian masih rendah, dan sekarang kau akan ku apakan?" Vio menatap ke arah Ong yang sudah diikat dan ditutup mulutnya menggunakan selotip.
***
"Baiklah para Murid baru, Saya sebagai Murid inti di sini akan memberikan tes kepada kalian, panggil saja saya Lin chen. Tesnya Sangat mudah yaitu menggunakan kristal pendeteksi tingkat tinggi, lalu letakkan tangan kalian di atasnya dan akan langsung terlihat bakat kalian. Ada 5 warna bakat, Pertama kuning artinya biasa, kedua Hijau artinya kalian berbakat, ketiga merah artinya kalian jenius, keempat putih artinya kalian jenius langka, dan terakhir Hitam/ungu artinya kalian Jenius Yang terpilih...
"... Lalu setelah kalian melalui tes warna bakat, lanjut ke tes tingkatan kultivasi"
Seorang lelaki naik dia atas panggung, dengan dagu diangkat dengan angkuhnya.
"Baiklah berikan tanganmu di atas kristal ini"
"Pasti aku akan mendapat warna ungu" Ucap lelaki itu dengan angkuh.
Bole kristal langsung mengeluarkan warnanya, yaitu warna hijau.
"Warna hijau artinya kau berbakat, silahkan lanjutkan tes mu ke pengecekan tingkat kultivasi" Ucap Lin Chen.
"Cih, bagaimana mungkin aku tidak mendapat warna hitam?" Walau begitu lelaki itu tetap berjalan dengan angkuhnya.
"Letakan tanganmu ke atas hologram ini"
Lalu lelaki itu menaruh tangannya di atas hologram, dan keluarlah tingkatan kultivasi nya.
"Level 40 yaitu Serdadu tingkat 7" Lin Chen cukup takjub dengan tingkatan murid baru itu.
"Selanjutnya"
"Eh itu, nona keluarga Jackson kan?"
"Oh iya, dia ikut ke akademi ini ya?"
"Wah memang dia seperti yang dirumorkan sangat cantik!"
Seorang Gadis yang menjadi perbincangan hangat, sedang naik ke atas panggung dan mengikuti tes.
Bola kristal langsung mengeluarkan warnanya, begitu tangan gadis itu menyentuh kristalnya.
__ADS_1
"Warna Merah" Teriak Lin Chen.
"Kan-kan jenius dia loh"
"Ih hebat kali yak"
"Merah loh merah!"
Gadis itupun melanjutkan ke tes selanjutnya, dan hasilnya tidak mengecewakan...
Level 65, Ranah Petarung Biasa tahap 3.
"Jenius baru telah lahir" Teriak Lin Chen.
***
Tinggal 10 orang lagi yang akan melalui ujian tes masuk, dan hasil yang diperoleh tadi ada 1500 orang bakat dengan warna kuning, 1000 orang bakat dengan warna hijau, dan 500 orang bakat warna merah. Belum ada yang mendapat warna putih.
"Baiklah selanjutnya"
Seorang pemuda yang sangat tampan naik ke atas arena. Semua mata memandang ke arahnya.
"Wah siapa itu?"
"Tampan kali kau bang"
"Ih nikahi aku mas"
"Siapa sih tu cowok sok banget"
"Idih bilang aja kau iri, orang itu ketampanan surga kok. Oppa Taehyung juga kalah sama dia"
"Ih sumpah itu ganteng banget cuy"
Pemuda itu tiba di depan Lin Chen, Lin Chen yang masih terpana dengan wajah rupawan pria itu tidak sadar dengan keadaan.
Pemuda tampan tadi menjentikkan jarinya di depan wajah Lin Chen, yang membuat dia sadar.
"Eh, silahkan"
Pemuda tampan tersebut langsung menaruh tangannya ke atas kristal kekuatan, dan kristal kekuatan mulai berganti-ganti warna, dari kuning, hijau, merah, putih, hitam, ungu, lalu meledak karena tidak mampu mengukur bakat pemuda itu.
Semua orang kaget kan hal itu.
"Ba-bagaimana mungkin?" Lin Chen mengusap-ngusap matanya tidak percaya.
Lalu secara ajaib kristal yang sudah pecah menyatu kembali, namun dengan bentuk yang lebih indah dan elegan.
Pemuda tampan itupun kembali meletakkan tangannya ke atas kristal itu, lalu keluarlah warna...
Pelangi!
Mereka semua yang hadir di sana terkejut, dan bingung karena tidak mengerti akan arti warna tersebut.
"I-itu, warna bakat pelangi yang artinya bakatnya tak terhingga, jenius diantara Para dewa" Ucap salah satu penatua sekte yang melihatnya.
"HAH?!"
๐น๐น๐น
(Note : Maaf untuk chp kali ini tidak memuaskan, karena memang author lagi buntu idenya. Jadi mohon (โโธโใ)แตแตแตแถ )
_Always Happy_
(Tambahan : Jujur author g hebat dalam membuat suatu konflik, namun author berusaha agar konflik ini terlihat natural hehe. Have Fun guys, sorry untuk typo dan kekurangan lain)
__ADS_1
(Tambahan lain : Untuk part ini ada kesalahan dikit tapi author lupa di mana, hehe)