Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 2 : Mengambil Peta


__ADS_3

'Mengambil Peta'


🌷🌷🌷


Pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah bara namun karena telah berganti tubuh namanya menjadi Vio, sekarang sedang berjalan-jalan di sekeliling perumahan nya itu.


Kiri kanan terlihat orang-orang memakai seragam militer berwarna hijau loreng-loteng hitam, dengan membawa senapannya masing-masing.


Para warga yang melihat perang itu sudah cukup terbiasa dan hanya berlindung di dalam rumah, dan ada juga yang berjalan-jalan di sekitar rumah mereka atau sekedar membeli makanan.


Aneh memang. Kalau mau dipikir ini adalah perang yang cukup dahsyat, namun para warga tidak memperdulikan nya malah terkesan acuh tak acuh.


Karena tidak ingin memikirkan nya lagi akhirnya Vio memutuskan untuk singgah di sebuah rumah makan, yang memang masih buka dan terbilang agak rame.


Begitu masuk ke sana semua orang yang makan di sana tidak terkecuali sang kasir dan pelayan, langsung melihat ke arah Vio.


'Ada yang salah dariku? Apa aku melakukan kesalahan?' Vio bingung kenapa mereka melihatnya dengan intens seperti itu, jadi dengan cuek Vio melangkahkan kakinya ke meja makan dan duduk.


"Eh, selamat datang tuan di Flash Chicken. Ingin pesan apa tuan?" Tanya seorang pelayan sambil membawa tablet tembus pandangnya.


'Wah canggih sekali ya?' batin Vio.


"Ada apa saja di sini?" Tanya Vio pada pelayan tersebut.


"Ini Tuan"


Vio pun melihat-lihat makanannya, dan dengan cepat dia memesan menu yang paling mahal di sana. Dan itu membuat orang-orang di sana memelototkan matanya.


Bagaimana tidak menu itu sangat mahal dan itu dibeli oleh seorang bocah yang terlihat biasa saja, dan tanpa ada orang dewasa satupun? Sulit dipercaya.


Tidak memperdulikan sekeliling nya begitu makanan datang Vio langsung melahap makanannya, dan itu semua disaksikan oleh seluruh orang yang berada di restoran tersebut.


"Ahh kenyang" Vio telah menyelesaikan makanannya tanpa meninggalkan sedikitpun sisi di piring.


Vio pun memanggil pelayannya dan berniat membayar makanannya.


"Totalnya 50 juta Tuan" Ucap pelayan itu sambil melirikku. Apakah dia meragukan kekayaanku?


"Habislah anak muda itu, makanan itu sangat mahal. Apakah dia bisa membayarnya?"


"Aku yakin dia tidak bisa membayarnya"


"Melihat dia sendiri tanpa adanya orang tua dan bila bisa membayar makanan itu, berarti anak itu sultan."


"Eh tapi kalau benar, anak itu bisa bergabung dengan APN. Huh sangat beruntung"


"Hei kau tau aku adalah seorang calon dari APN"


"Benarkah?"


"Iya"

__ADS_1


Vio yang mendengar kata APN mengerutkan dahinya. Apa itu APN? Apakah semacam tentara? Polisi?


"Tuan, silahkan bayarannya"


Vio kembali tersadar dari lamunannya karena mendengar suara dari sang pelayan. Tanpa basa-basi lagi Vio langsung memunculkan uang dengan tiba-tiba di tangan kanannya, dan sontak menghebohkan pengunjung restoran dan para pelayan.


Vio menaruhnya di meja.


"Itu uang pas, itungin sendiri" Lalu berdiri dari duduknya dan Vio mengangkat tangannya ke lantai restoran, lalu muncullah sebuah portal penghubung. Vio pun langsung masuk menembus portal itu dan menghilang bersama portal tersebut.


"A-pa itu tadi?"


"Apakah itu sihir?"


"Ah sihir yang di bicarakan oleh ketua APN itu kan?"


"Berarti yang tadi anggota APN?"


"Tidak bukan, dan untungnya aku merekamnya. Kami tidak mempunyai kekuatan sihir. Sial aku harus memberitahukannya pada ketua"


.


.


.


.


.


"Sepertinya ini sudah bagus, baiklah mari kita masuk ke dalam perusahaan ini" Kata Vio. Ya seseorang yang keluar dari portal tadi adalah Vio.


Dengan cekatan Vio mengarahkan tangannya ke dinding perusahaan dan muncullah portal, seperti di restoran tadi dan memasuki nya. Vio muncul di lorong perusahaan yang cukup sepi, dan langsung menganti pakaiannya menjadi setelan jas kerja yang mahal.


Vio pun berjalan menuju lift tanpa di cegah oleh siapapun karena Vio memakai skill Invisible.


Ting...


Pintu lift terbuka di lantai 30, dan Vio berjalan menuju sebuah ruang.


"Ruang Ceo" Vio mengeja tulisan hologram yang tertempel di pintu tersebut.


Vio membuka pintunya dan ternyata pintu itu kosong. Vio pun memanfaatkan peluang tersebut untuk mengambil peta.


Vio mengaktifkan Skill Penglihatan-nya untuk mencari peta yang pastinya tersembunyi.


"Dapat, sangat mudah. Baiklah mari kita pergi dari si..."


"Siapa kau?"


Vio terdiam dan membalikan badannya berlahan.

__ADS_1


"Ku tanya siapa kau?" Tanya seorang pria yang memergoki Vio dengan mengangkat senapan elektrik-nya.


"Aku?" Tanya Vio menunjuk dirinya sendiri.


"Siapa lagi kalau bukan kau?! Katakan bagaimana kau bisa ada di ruang CEO" Tanya pria itu lagi dengan intonasi yang dinaikkan sedikit.


"Aku..."


Vio melirik ke kanan dan kekiri, lalu dengan cepat mengaktifkan skill Flash Absolute lalu keluar dengan cepat.


"Hei, bagaimana bisa. Tunggu" Pria itu tetap mengejar Vio.


Vio terus berlari dnegan cepat dan menemukan belokan yang sangat tepat, dan dengan cepat mengaktifkan skill Shadow Life. Sebuah bayangan yang sangat mirip dengannya, lalu menganti bajunya dengan baju petugas kebersihan.


Pria itu muncul dari lorong, dan mengejar Vio Shadow, dan Vio yang asli telah selamat sentosa. Dan keluar dari perusahaan itu.


"Hehehe, setidaknya aku mendapatkan peta-nya" Vio terkekeh dan menatap peta di tangannya dengan perasaan senang.


.


.


.


.


.


.


"Hei tunggu"


Seorang pria terus mengejar pria di depannya dengan napas yang putus-putus, menandakan bahwa dia telah sangat kelelahan.


"Sedikit lagi. AAAHHH"


Pria itu terkejut karena orang yang dikejarnya menabrak kaca jendela dan malah berubah menjadi asap hitam dan menghilang.


"A-apa tadi?" Pria itu melihat di bawah jendela tersebut namun nihil tidak ada tanda-tanda manusia di sana.


"Sial, aku harus segera menghubungi ketua" Ucap pria itu panik lalu langsung menghubungi seseorang.


"Ketua, peta-nya telah di curi"


"..."


"Maafkan aku, tapi anehnya orang itu menghilang setelahnya"


"..."


"Benar ketua, sepertinya itu sihir"

__ADS_1


"..."


"Mungkin ketua, mungkin dia adalah... Ras Iblis!!"


__ADS_2