Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 27 : Pedang Kuntum Peoni


__ADS_3

'Pedang Kuntum Peoni'


🌹🌹🌹


[Note : Diharapkan bijak untuk membaca, karena part ini mengandung kebodohan sang MC.


Happy Reading ʕ•ᴥ•ʔノ♡


Salam Beruang ʕっ˘ڡ˘ςʔ]


🌹🌹🌹


"Kau kah itu kuntum?" Gumam Vio dengan mata yang telah berkaca-kaca.


Flashback...


Pada kelahiran pertamanya Bara(Vio) yang lahir pada tahun 1992, lebih tepatnya di Indonesia, Bandung.


Bara berkelana dan mencari kerja, namun sialnya saat ia pergi ke kantor pada hari pertama bekerja, ia tertabrak truk lalu terlempar dan meninggal.


Namun ia terbangun di sebuah ruangan kuno yang terlihat cukup mewah, dan ternyata ia telah bereinkarnasi menjadi anak dari seorang Jenderal perang pada masa Kekaisaran China.


Karena ingatan akan kehidupan yang lalu ia menjadi anak yang dianggap jenius karena pada umur 4 tahun, ia sudah pandai berbahasa dan berpedang.


Semua itu karena pengalaman di kehidupannya yang lalu, dimana ia diajarkan beladiri oleh kakek-nya oleh karena itu ia bisa berpedang. Dan oleh karena bantuan dari Alex sang sistem, Vio pun tidak bingung hidup di dunia lain itu.


Dan pada puncaknya ia menjadi orang yang kuat dan dipertemukan dengan Pedang Es, yang ia ubah namanya menjadi Pedang Kuntum Peoni.


Selama bertahun-tahun Bara mengelilingi benua itu, karena di dunia itu tidak ada kultivasi jadi manusia hanya mengandalkan kekuatan Fisik, jadi mengelilingi satu benua saja memerlukan waktu bertahun-tahun.


Namun Bara tidak menikah dan akhirnya gugur pada saat membunuh Binatang Gaib yang tiba-tiba saja muncul di dunia itu.


Bara yang awalnya mengira bahwa ia akan pergi ke alam baka, atau surga malah dikejutkan dengan kenyataan bahwa ia terlahir kembali sebagai bayi di dunia modern.


Namun, ia sangat sedih karena kehilangan Pedang Kuntum Peoni yang telah menjadi sahabat pertamanya selama hidup.


Dan setelah besar ia mencoba mencari Pedang tersebut namun nihil, ia tidak menemukannya sampai kelahirannya yang ke 98.


Flashback End...


***


Akhirnya setelah kelahiran yang kesekian kalinya, ia berhasil menemukan dan dipertemukan dengan sahabat lamanya. Pedang Kuntum Peoni.


"Ku-kuntum! Akhirnya aku bertemu denganmu lagi, huaaa" Vio menangis tersedu-sedu, lalu memeluk Pedang kesayangannya.

__ADS_1


"Hiks, kuntum kali ini kau akan ku jaga selalu. Pokoknya kau tidak akan pernah jauh darimu, muach" Ujar Vio laku mencium pedangnya.


Alex yang melihat Tuannya menjadi tersentuh oleh kenyataan, ternyata Tuannya bukan hanya bodoh, kejam, namun juga Lebay dan Alay.


Vio sebenarnya tau apa yang dipikirkan oleh Alex, namun ia masa bodo karena terlalu senang dipertemukan kembali dengan pedangnya.


Tiba-tiba saja ia tersadar akan satu hal.


"Ah, begitu ya. Ternyata semua yang aku lakukan di tetap di atur oleh seseorang ya." Ucap Vio.


"Yah, karena itu aku bisa bertemu kembali dengan pedangku, heh ternyata para dewa itu meremehkan ku"lanjutnya sambil tersenyum sinis.


Vio tahu ini semua bukan kebetulan dan telah direncanakan, dan sesuatu yang bisa melakukan itu hanyalah para Dewa.


Bukan karena mereka yang membuat dunia ini, namun karena mereka mampu. Kekuatan, ya mereka bisa melakukannya karena punya kekuatan. Oleh karena itu Vio harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk merubah jalan hidupnya sendiri, dan mencari tahu tentang dirinya.


Tak mau ber lama-lama lagi di sana Vio pun keluar dengan cara teleport, setelah terhubung dengan Alex maka Skill-nya itu bisa digunakan kembali.


Wush...


Vio menghilang dari sana Tanpa meninggalkan bekas, seperti tempat itu pernah ada seorang makhluk pun yang menempatinya.


***


Gedung APN (Pusat)...


Mereka sedang berjalan Menuju ruangan Ketua Asosiasi Pusat. Mereka datang karena ada panggilan mendadak dari Ketua Asosiasi Pusat, untuk mengadakan Rapat dadakan.


"Menurutmu apa yang akan dikatakan oleh Ketua Pusat?" Tanya salah seorang dari mereka Rey.


"Huh, entah aku tidak tahu" Jawab Qyuren.


"Menurutmu?" Lanjutnya.


"Kalau aku tahu, aku tidak akan menanyakannya padamu!" Ucap Rey sinis.


"Menurutku, ini semua gara-gara meteor yang tiba-tiba saja berhenti dan malah meluncur melewati bumi, ku dengar yang menahannya adalah manusia, lebih tepatnya seorang pria" Ucap Gionard tiba-tiba.


"Hm? Mustahil!" Pekik Qyuren terkejut.


"Ya, benar. Bagaimana seorang manusia bisa menahan sebuah meteor yang sangat besar itu, dan juga di luar angkasa! Di sana tidak ada gravitasi dan yang lebih buruk lagi tidak ada oksigen, lagian tidak mungkin manusia bisa ada di sana. Mau mati?!" Ucap Rey menimpali sedangkan mereka berdua hanya mengangguk, perkataan Rey sangat masuk akal.


Tak terasa mereka telah sampai di depan Pintu Ketua Asosiasi.


Tok-tok-tok "Permisi, Ketua. Ini kami" Ucap Gionard, lalu pintu tiba-tiba saja terbuka sendiri.

__ADS_1


"Duduklah" Ucap seorang pria yang duduk di sebuah kursi keperakan kepada mereka.


"Ehem, apa kabar Ketua?" Tanya Qyuren basa basi.


"Baik, bagaimana dengan kalian?" Tanya pria itu.


"Baik" Jawab Rey singkat. "Kalau boleh tahu, apa yang membuat Ketua repot-repot memanggil kami, kan anda bisa menyuruh Vika" Lanjutnya bertanya.


"Ini... Adalah hal yang sangat penting, aku harus menyampaikannya pada kalian sendiri" Jawab Pria tersebut serius.


Mereka bertiga hanya terdiam. Sangat jarang pria di depannya ini memanggil mereka bila tidak ada urusan fatal, namun lebih langka lagi bagi pria di depan mereka untuk menunjukkan wajah serius, karena terkadang perkataan dan wajahnya penuh dengan kejenakaan.


Hanya ada 2 hal. Ada urusan penting atau tugas kali ini sangat penting dan bisa membahayakan umat manusia!


🌹🌹🌹


Biodata :


-VIKA PRAMUDYA


Umur : 25 Tahun


Status : Jomblo


Pekerjaan : Asisten Ketua Pusat APN


Sifat dan sikap : Dingin, tidak banyak bicara, setia, selalu serius, dan tidak menyukai orang yang terlalu banyak bermain-main.


Hobi : Membaca, mengerjakan Tugas. (Orangnya tidak suka bermain-main dan terkesan kaku)


Kesukaan : ibunya, Lhuan, Lhuan, Lhuan, kerja.


Mankes : Bubur buatan ibunya, Spaghetti, Ramen, dan Kimchi.


Meinkes : Air Putih, Kopi.


***


[Note : Maaf lagi-lagi author up-nya lama, ini semua karena sistem saya yang sedang sibuk akan pelajaran tambahan. Jadi mohon dimaklumi, ok✧(。•̀ᴗ-)✧


Jangan lupa tugas dan tanggung jawab kalian kawan, jangan sampai Author menghantui tidur, makan, mandi dan hidup kalian. Hahahaha(┛✧Д✧))┛


Sekian, Terima Nasib. ((* ̄(エ) ̄)ノ


Salam Beruang ʕっ˘ڡ˘ςʔ]

__ADS_1


Tambahan : Mungkin act 1 akan selesai lebih cepat dari perkiraan awal, tidak apa-apa ya? (っω;。).


Dan kalian tidak usah Terlalu khawatir akan adanya typo, karena mereka telah dihapuskan dari Cerita ini (mereka datang tapi tidak bayar) jadi silahkan nikmati cerita ini. ʕ•ᴥ•ʔノ♡


__ADS_2