Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 21 :Menyempurnakan Kekuatan Fisik


__ADS_3

'Menyempurnakan Kekuatan Fisik'


🌹🌹🌹


Di dunia ini seluruh makhluk hidup harus berjuang sendiri untuk kehidupannya.


Kekayaan, itu sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup. Namun, dengan kekayaan saja tidak akan menjamin bahwa dirinya akan aman dari bahaya.


Memang dengan uang bisa menyewa bahkan membeli orang untuk mengawal demi keselamatan. Namun kita tidak tahu seberapa kuat orang-orang yang ingin membahayakan nyawa kita.


Karena itu diperlukan kekuatan yang membuat diri kita aman. Kekuatan yang didasarkan oleh keinginan untuk menjamin keselamatan diri, dan orang-orang tersayang. (Anjay)


Kekuatan Fisik.


Pelatihan keras dan rutin diperlukan, untuk membentuk kekuatan fisik yang sekeras baja namun se lentur karet.


Seperti yang dilakukan oleh Vio sekarang.


'OLAHRAGA EKSTRIM'


Panjat tebing, duel with bear, menantang maut, berjalan di atas mata pedang, tiduran di dalam air selama 5 jam, menahan terik matahari selama 1 menit tanpa menggunakan kekuatan dalam, menahan dingin di kutub utara dengan hanya memakai bokser, tidak makan 10 hari 11 malam, dan inilah malam terakhir dari 20 hari Vio menjalani Pelatihan Fisik.


Malam ini merupakan final, dan merupakan malam penentuan, puncak dari segala kesengsaraan yang telah dijalani dan dijalankan oleh Vio.


Malam mendebarkan yang membuahkan sebuah rasa ketakutan, kegugupan, kekhawatiran, dan kebimbangan antara kehidupan atau kemalasan. Namun juga menghadirkan rasa ingin memenangkan, rasa semangat, dan rasa muak karena pembukaan chapter kali ini terlalu bertele-tele.


Dengan tidak berbasa-basi lagi, inilah Malam Penentuan...


Jeng.. . Jeng.. . Jeng.. . .. .


***


[Tuan, apakah anda yakin? Ini menyangkut nyawa anda! Tolong dipikirkan sekali lagi! ]


"Tidak Lex! Aku sudah siap, dan sangat yakin akan keputusan ku ini! " Ucap seorang pria berpakaian ala-ala kesatria siang bolong.


[Tapi Tuan... ]


"Sttts. Diam! Relakan saja aku.. . "


[Aku tidak peduli dengan Tuan sebenarnya. Aku lebih peduli akan nasibku jika Tuan mati]


Cukup sudah. Feel kesedihan yang tadi sempat ada langsung menghilang, seiring perkataan keluar dari suara datar milik Alex.


Karena tidak senang sekaligus jengkel pada Alex, Vio langsung terbang melampaui awan dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Ia mengingat kalimat legenda yang didengarnya pada jaman dahulu.


When Buzz Lightyear Say : "Menuju tak terbatas, dan melampauinya"


Dengan kepercayaan diri yang tinggi Vio melesat cepat ke luar bumi, dan menerobos aray perlindungan.


Namun satu yang Vio lupakan, walaupun Buzz memiliki sayap namun dia tidak dapat terbang.


***


"Sekarang bagaimana? "


Di hadapan Vio ada banyak sekali monster dengan jumlah yang tak terhitung banyaknya, bisa diibaratkan Vio adalah sebuah kutu diantara para Titan.


Walau mungkin perbandingannya terlalu jauh namun begitulah adanya.


Vio sedikit menyesal karena datang tanpa persiapan. Yah walau begitu menyesal dikemudian tidak ada gunanya, ia telah sampai di sini dan akan pulang dengan keadaan hidup, walau dengan luka yang parah.


[Inilah yang kurasakan menantang maut] Alex berkata seolah-olah ia bisa menghilang kapan saja, akibat kebodohan sang Tuan.


"Baiklah, mari kita mulai kawan"


***


Beralih pada keadaan di Akademi Moon King.


Sebelum Vio melakukan pelatihan Ekstrim-nya, ia berpesan pada Yuna untuk melakukan pelatihan pada murid serta guru-guru di Akademi.


Walaupun Vio tidak peduli akan kelangsungan hidup manusia bumi, namun sebagai sesama manusia yang kadar kesombongannya sangat tinggi, Vio berbaik hati untuk mengajar dan melatih mereka untuk menghadapi malapetaka yang akan segera datang.


"Baiklah semua, Aku sebagai perwakilan Grandmaster menyampaikan bahwa mulai malam ini, kita akan mengadakan pelatihan fisik maupun Kultivasi"


"Semua ini dilakukan agar Akademi Moon King bisa membantu dan menghadapi Malapetaka yang diperkirakan akan datang dalam waktu 1 bulan"


"Dan ini... " Yuna menekan sebuah remot ditangannya dan muncullah sebuah hologram yang menyerupai sebuah monster. Dan terbuat lah sebuah arena, yang kiri dan kanannya terdapat dinding, dan di tengahnya terdapat seekor binatang bertubuh seperti ba*i, berkepala sapi bertanduk, dan sangat besar.


Semua bertanya-tanya untuk apa itu dikeluarkan oleh Master Yuna?


Sampai seorang pria mengacungkan tangannya ke atas dan bertanya


"Untuk apa hologram itu Master? " Tanya Pria itu, yang kelihatan nya merupakan murid.


"Pertanyaan yang sangat bagus. Jadi ini adalah sebuah rintangan yang merupakan pelatihan bagi kalian, namanya "Initial training: Low grade". Dan tugas kalian adalah membunuhnya. Dan walau monster ini terlihat besar dan ganas, namun kekuatannya setara dengan Serdadu Tingkat 3" Lanjut Yuna sambil tersenyum misterius.


Para murid yang ada di sana menganggap bahwa tes kali ini cukup mudah karena kultivasi mereka rata-rata berada di Serdadu Tingkat 5 keatas, dan yang paling tinggi adalah Bryan dengan kultivasi Prajurit Terlatih tingkat 1.

__ADS_1


"Hm, dan pelatihan ini diperuntukkan juga pada guru-guru dan bukan hanya siswa. Namun, kelihatannya ini akan mudah karena kultivasi kalian lebih tinggi dari monster ini, baiklah aturan diubah. "


"Kalian harus membunuh monster ini dalam waktu 10 menit... Tanpa kekuatan kultivasi kalian, melainkan kekuatan fisik kalian" Lanjut Yuna sambil tersenyum.


Hal itu membuat mereka semua terkejut mendengarnya.


"Bersiaplah semua...


Pelatihan akan segera Dimulai. Hahaha"


***


Cerita pendek :


Vio seharian menghabiskan waktunya dengan tidur, dan sesekali menonton atau membuka hp-nya.


"Huft, bosan sekali. Lex kau punya rekomendasi hal-hal menarik? " Tanya Vio pada Alex.


[Bagaimana jika anda melatih kekuatan fisik dengan membunuh para Monster di luar planet ini Tuan? Bukankah itu menarik? ]


Mendengar ucapan datar Alex mata Vio langsung terbuka, dan memancarkan binar kebahagiaan. Seolah baru saja mendapat sebuah pencerahan.


"benar katamu Lex. Ide mu sangat bagus. Baiklah aku akan melaksanakan latihan ekstrim, dan di puncaknya aku akan melawan semua monster itu dengan tangan kosong dan tanpa kekuatan dalam" ucap Vio menggebu-gebu.


Alex yang mendengarnya seketika panik


[T-Tuan, saya hanya bercanda tidak serius. Anda tidak perlu melakukannya, anda sudah kuat kok]


"Tidak Alex. Kau benar, dengan melawan para monster kekuatan ku akan meningkat. Dan aku bisa menghadapi bahaya yang akan datang di masa depan" Ucap Vio.


[Ta-tapi Tuan...]


Belum Alex menyelesaikan ucapannya, Vio langsung pergi dari kamarnya dan menuju belakang rumahnya.


Alex hanya bisa berharap agar nanti jika Tuannya terluka bahkan merenggut nyawa, Tuannya tidak akan mendatanginya karena ingin menuntut pertanggungjawaban, atas ide gila yang disarankan Alex.


Dan begitulah akhirnya Vio terjebak di antara para Monster.


'Terkutuk Lah kau wahai sistem tak berguna' batin Vio mengutuk, dengan sumpah serapah pada Alex.


Poor Alex. Again...


🌹🌹🌹


[Note : Semakin terasa kalau cerita ini hambar, dan semakin pendek. Kenapa ya? Ada yang tahu? ]

__ADS_1


_Always Happy_


(Tambahan : Adakah yang tidak suka alurnya? atau alurnya pasaran? terkesan biasa-biasa saja? Semoga saja Tidak. Dan Untuk beberapa Chp ke depan ceritanya akan ringan dan tidak terlalu berat, untuk mempersiapkan Act Selanjutnya)


__ADS_2