Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 18 : 'Pembukaan Gerbang Kematian'


__ADS_3

'Pembukaan Gerbang Kematian'


(Note: untuk kedepannya tidak akan ada pembukaan di awal cerita, namun akan lebih panjang


Happy Reading๐Ÿ“–)


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Setelah insiden kemarin Vio kembali ke kegiatan unfaedah-nya yaitu bermalas-malasan. Seperti hari ini, walau hari telah siang namun tidak ada tanda-tanda bahwa Vio akan beranjak dari tempat tidurnya.


[Tuan, apakah anda tidak ingin melakukan kegiatan berfaedah dan berguna?]


"Tidak" Balas Vio singkat.


[Baiklah Tuan]


Suasana canggung pun terjalin di sana.


"Huft, lelah juga ya" Vio menghela napas panjang.


[Memang Tuan melakukan apa, sampai merasa lelah?]


"Tidur!"


[Kegiatan itu membuat Tuan lelah?]


"Ya"


[Baiklah]


(Author : Krik-Krik-Krik-Krik)


(Jangkrik : kalo lu udah ambil bagian gua terus gunanya gua di dunia ini apa?)


(Author : Tidak ada!)


(Jangkrik : Terseramulah maemunah!)


Kembali ke cerita...


Setelah 2 jam hening, Vio pun mencairkan suasana.


"Oh ya Alex, kemarin aku telah mendapatkan Pusaka Pembuka Gerbang Kematian. Jadi apa yang harus ku lakukan pada pusaka itu?" Tanya Vio tiba-tiba.


[Pertanyaan yang bagus Tuan]


[Pusaka itu adalah kunci untuk membuka Gerbang Kematian, dan kenapa itu penting bagi anda karena di dunia kematian anda bisa mengetahui, tentang mengapa anda tidak bisa mati namun malah terus bereinkarnasi!]


"Wah, benarkah?" Mendengar hal itu Vio sedikit bersemangat, setidaknya itu adalah hal yang berguna untuknya.


"Baiklah keluarkan Pusaka itu!"

__ADS_1


[Membuka Inventori]


[Mengeluarkan Pusaka Pembuka Gerbang Kematian!]


Seketika muncullah sebilah pedang Kristal dengan permata sebagai matanya.


"Woah"


[Pusaka Pembuka Gerbang Kematian]


[Keterangan : Sebuah kunci untuk membuka 1 dari 10 Gerbang Rahasia dunia]


[Sebagai tambahan Tuan. Pedang ini hanyalah kunci bukan sebagai alat perang!]


"Hm, baiklah. Tapi keterangannya hanya itu saja?"


[Untuk saat ini hanya itu Tuan!]


"Untuk saat ini ya. Tinggal berapa lama lagi Aray pelindung itu akan bertahan?"


[Aray Pelindung]


[Sisa Waktu: 1 bulan 28 hari]


"Masih cukup lama. Kalau begitu biarkan aku bersantai satu hari ini, baru aku akan mencari tahu tentang Pusaka tersebut" Vio menguap lalu memejamkan matanya.


[Em Tuan...]


"Hm"


"Jika begitu namanya bukan sedikit, Lex. Tapi masalah besar!... Hah apa?!" Vio yang tadinya tidak menganggap perkataan Alex penting, langsung tersadar dan terkejut.


[Em iya, sebenarnya masalah ini tidak besar namun anda sendiri yang membuatnya menjadi rumit]


"Apa... Maksud... Mu!" Kata Vio menekankan mata-katanya.


[Be- begini Tuan, tugas anda untuk menyerap semua kekuatan anda yang tersimpan di dunia ini... Jika dalam waktu 2 hari anda tidak menyelesaikannya, maka kemungkinan terburuk akan datang]


"Ah, iya aku lupa kerena masalah akademi itu. Baiklah ayo kita ambil!" Vio mulai bersiap-siap untuk berteleport ke patung itu.


[Tidak Tuan! Ini tidak sesederhana itu. Masalahnya Tubuh anda belum bisa menampung kekuatan di patung itu, anda harus segera membuka Gerbang Kematian dan mengambil tubuh tambahan!]


"Apa yang terjadi jika aku gagal?"


[Maka para Dewa Rendahan akan mengambil kekuatan anda, sebenarnya selama ini mereka telah mengetahui hal itu dan telah mempersiapkannya. Jadi jika dalam 2 hari anda tidak bisa menyerap semuanya, maka kekuatan itu akan jatuh ke tangan mereka. Ingat Tuan, 5% kekuatan anda itu sangat besar bagi para Dewa!]


"Huft, kenapa semua menjadi rumit. Ini karena pertempuran melawan ratu itu beberapa kelahiran sebelumnya. Ah berarti kekuatanku baru masuk setelah 3 tahun belakangan ini? Namun bagaimana bisa?" Tanya Vio heran.


[Tuan tidak ada waktu untuk memikirkan hal itu! Kau harus mencari cara untuk membuka gerbang Kematian!]


"Iya-iya, bawel!"

__ADS_1


***


Di depan sebuah patung muncul sebuah portal teleportasi, yang dari dalamnya keluar seorang pemuda tampan sekaligus cantik.


Pemuda itu memakai celana jeans panjang, dan kaos Gucci simple. Semua yang dikenakannya sangat cocok di tubuhnya yang indah, ditambah dengan efek sinar di belakang tubuhnya menambah kharismanya.


"Akhirnya sampai juga. Lex dimana Gerbang itu?" Tanya Pemuda itu.


[Tuan Gerbang Kematian itu ada di sini, lebih tepatnya di bawah anda]


"Maksudmu? Ah apa jangan-jangan..." Vio menghentikan ucapannya lalu melihat ke arah bawah, lalu mengaktifkan Skill Penglihatan :Tembus Pandang untuk melihat apa yang ada di dalam tanah.


Dan benar dugaannya. Terdapat sebuah aura berbentuk Gerbang di bawah tanah, tepat di bawah patung tersebut.


"Baik, sepertinya kita salah tempat. Mari kebawah" Ucap Vio lalu berjalan maju menembus kekosongan lalu menghilang.


***


Wuussshh


Vio muncul di sebuah ruang bawah tanah yang kurang akan pencahayaan, dan tempat itu juga dipenuhi dengan debu tanah.


"Ohok, berdebu sekali" Vio terbatuk kecil karena menghirup debu tanah. Sambil mengipasi sekitanya Vio mengeluarkan Api Abadi-nya sebagai penerangan.


Setelah dirasa cukup terang Vio pun mulai menyusuri ruang bawah tanah tersebut, ruang itu terlihat seperti sebuah lorong di depannya dan buntu di bagian belakang.


Karena belakangnya buntu Vio pun berjalan maju ke depan menyusuri lorong tersebut, dan sampailah dia di depan sebuah pintu dengan 2 bagian.


"Apakah ini Gerbangnya?"


[Iya Tuan. Inilah Gerbangnya!]


"Baiklah keluarkan Pusaka itu" Setelah mengatakan itu, Tiba-tiba tangan Vio bersinar dan muncul sebuah Pedang Kristal Dengan permata.


[Tuan, anda harus melihat ukiran di pintu itu untuk menemukan jawabannya!]


Mengikuti instruksi Alex, Vio dengan cekatan mendekatkan apinya ke pintu dan melihat ukiran yang tergambar di pintu itu.


"Hm, sebuah kubah es? Didalamnya ada sebuah pedang? Apakah..." Vio bergumam sambil memperhatikan setiap gambar di pintu, dan menemukan sebuah petunjuk.


"Ah kadi begitu" Vio tersenyum tipis lalu mundur ke belakang, dan berbalik. Dengan mengalirkan energi Qi-nya, Vio melempar pusaka tersebut ke arah pintu dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba pusaka itu diserap oleh pintu tersebut lalu menghilang.


Tak lama kemudian tanah mulai bergetar, dan pintu tersebut mulai terbuka dengan sendirinya.


"Benar kan. Mari kita lihat apa yang ada di dalam sini!" Vio mulai memasuki pintu tersebut dan mulai menghilang di telan kegelapan.


BANG...


Pintu tertutup.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


[Note: Part ini cukup pendek karena mood menulis author agak menurun, namun di part selanjutnya akan jauh lebih panjang]


-AlwaysHappy-


__ADS_2