
'Anak Gendut'
🌹🌹🌹
[Note :
Happy Reading Semua ʕ•ᴥ•ʔノ♡
Salam beruang ʕっ˘ڡ˘ςʔ ]
[Wait sebelum itu ada perubahan untuk nama tokohnya, Ketua Pusat APN diganti namanya menjadi Lhuan. Kenapa? Karena author lupa nama dia siapa, dan untuk melihat chp sebelumnya sudah terlalu memusingkan. ʅʕ•ᴥ•ʔʃ
Baiklah sekian, papay (ू•ᴗ•ू❁)]
***
Bumi, Indonesia (Jakarta)...
Di sebuah gang terdapat sekelompok anak yang sedang menindas anak laki-laki.
Anak laki-laki itu kesakitan dan tidak bisa melawan, ia hanya bisa bertahan dan menghindari, itupun tetap ia akan dipukuli lebih kuat lagi jika ia menghindar.
"Hei, lo itu cuma sampah udik! Mending mati aja sana, g guna tau lo hidup di dunia ini! Cuma jadi beban, hahaha!" Ucap salah satu anak yang keliatannya adalah pemimpin geng itu.
"K-kenapa k-kalian ke... Kejam padaku?! Ohok-uhuk" Tanya anak yang tertindas itu lalu terbatuk dan mengeluarkan darah segar.
"Cih, kenapa lo bilang? Eh sadar dong, lu udah bikin Cia kesel! Makanya kita di sini kasih pelajaran buat lo, supaya sadar diri! Lo itu cuma sampah, jadi jangan banyak tingkah!!" Ucap Pemimpin Geng lagi.
'Udahlah bunuh aja dia bos'
'Iya, gak guna banget dia idup'
'Dasar Beban!'
'Beban negara, beban keluarga, beban sekolah, beban diri lagi! Hahaha'
'Ia liat badannya kek b*bi, pffft
Semua menertawakan dirinya dan menyumpahi dia untuk mati, dia sangat sedih dan sakit hati tentunya. Dia tidak pernah mengharapkan untuk menjadi beban orangtuanya, ataupun negara bahkan sekolahnya. Masalah berat badannya, ini karena porsi makannya yang besar.
Orangtuanya pun tidak segan untuk memberinya makanan melimpah, jika ditanya maka orangtuanya akan menjawab 'Kan kita mampu beli makanan itu, jadi kenapa tidak. Selagi masih mampu membelinya, kamu bisa makan semua!' maka itu yang akan menjadi jawaban dari kedua orangtuanya.
Sebenarnya dia adalah anak yang cerdas, pintar, dan imut walaupun berat badannya melebihi anak normal.
Dia juga adalah seorang anak dari konglomerat terkaya ke-3 di Indonesia, oleh sebab itu orang-orang termasuk teman sekolahnya sangat iri dengannya.
Ia telah terbiasa di tindas sejak kelas 2 SD sampai sekarang, dia tidak memberi tahu orangtuanya agar tidak merepotkan mereka dan malah membuat teman-temannya di sekolah tak menyukainya, ralat semakin tak menyukainya.
Pikirnya mereka akan berubah bila ia tidak melakukan apa-apa dan tidak melawan. Yang ia tidak tahu bahwa rasa iri dan dengki mereka telah mendarah daging, jadi apapun yang dilakukan olehnya akan dianggap salah oleh mereka. Terlepas ia berlaku baik maupun melaporkan mereka.
Yang mereka ingin adalah dia mati atau hidupnya berubah menjadi menyedihkan maka mereka akan berhenti mengganggunya , namun selama ia masih hidup seperti sekarang maka mereka tidak akan berhenti.
"Kumohon, he-hentikan!... " Ucapnya sambil menangis, namun tak dihiraukan oleh mereka.
Namun tiba-tiba saja muncul sebuah portal di sebelah mereka, otomatis mereka terkejut dan menjauhi portal tersebut, namun tidak keluar apa-apa dari sana.
Akhirnya dengan berani pemimpin anak-anak itu mendekatinya. Selangkah, dua langkah tiga langkah, sampailah ia tepat di depan portal itu.
Anak itu tertawa, lalu berbalik ke arah mereka dan tersenyum remeh.
"Tidak ada apa-apa di sini! Sudah kalian sangat penakut, bodoh! Lihat gwe sangat..."
__ADS_1
Hap!
Semua terdiam. Tubuh mereka bergetar karena ketakutan, wajah mereka pucat pasi dan ada yang kabur, pingsan bahkan kencing di celana.
Sedangkan anak gendut yang tadi hanya terdiam dalam duduknya.
Pasalnya hal yang mereka lihat sekarang lebih mengerikan dari pada film horor!
Krauk.. Krauk...
"La-lariiiiii! "
Mereka semua lari terbirit-birit, dan meninggalkan anak gendut itu sendirian.
"Hiks... Hiks... Jangan mendekat!" Ucap anak itu. ia menutup matanya agar tak melihat keadaan temannya yang badannya telah hilang ditelan makhluk aneh, dan hanya menyisakan kakinya.
Makhluk aneh itu menatap anak itu dan mulai berjalan mendekat. Semakin dekat sampai hanya berjarak 500 cm, lalu makhluk itu melompat ingin menerjang anak itu.
"Arghhhhh, tolong akuuuuuuu!"
Tiba-tiba sebuah tangan menariknya menembus dinding.
Anak itu mendengar samar bahwa ada seseorang yang berbicara.
"Akhh, lepaskannn!!! " Teriaknya saat dirinya diangkat di udara.
Sedetik kemudian pegangan itu terlepas dan ia jatuh di atas lantai yang keras.
"Aduh, pantatku!" Ringisnya sambil menggosok pantatnya. Lalu matanya jatuh pada pemuda di depannya, pemuda tampan yang jauh lebih tinggi darinya.
"K-kau?!"
***
Ya, siapa lagi yang bisa menggunakan portal di dunia ini kecuali satu makhluk, Vio.
Setelah kabur dari para singa, dan bertemu dengan pedangnya kembali. Ia memutuskan untuk pergi ke Alam Kultivator untuk meningkatkan kekuatannya, yang berhenti hanya sampai di sebelum Tyrant.
Sedang ia berjalan menuju rumahnya untuk menjualnya. Ya menjualnya, kalian ingat rumah dimana tempat pertama kali ia bangun?? Ya rumah itu!
Rumah itu adalah pemberian satu-satunya dari kakeknya, dan Vio -Bara yang ada di dalam tubuh Vio- malah ingin menjualnya. Akhlak don't have!
Namun sebuah teriakan menghentikan langkahnya.
Arghhhhh, tolong akuuuuuuu!
"Teriakan siapa itu?" Tanya Vio, namun setelah tak terdengar apa-apa ia pun berniat melanjutkan langkahnya.
Namun ia berhenti.
"Sial!!" Umpat nya ketika rasa penasaran lebih besar daripada keharusan.
Ia dengan cepat menuju mencari asal suara tadi.
Dan yang ditemukannya sangat mengejutkan, dan tak pernah diperkirakan olehnya sebelumnya.
Seorang anak gendut yang terpojok oleh seekor makhluk gorila berkepala, entah apa Vio juga tidak tahu.
Timbullah niat untuk 'menolong anak malang itu', akhirnya Vio masuk ke dinding sebuah rumah melalui portal. Bagus sekali karena rumah itu kosong, Vio pun melihat menembus dinding itu dan menemukan keberadaan anak itu.
Ia mendekati dinding tersebut, dan dengan cepat membuka portal, lalu menarik kerah anak itu dengan cepat.
__ADS_1
"Huft, nyaris saja" Ucap Vio tidak sadar masih memegang kerah anak itu.
"Akhh, lepaskannn!!!" Terdengar suara dari anak itu. Reflek Vio melepaskan kerahnya yang berakibat anak itu jatuh dengan kondisi mengenaskan.
"Aduh, pantatku!" Ucap anak itu sambil mengusap bokongnya.
"K-kau?" Anak itu melihat Vio terkejut.
Alis Vio terangkat
'Apa?' Kira-kira itulah maksudnya.
"Ba-bagaimana kau?" Anak itu masih syok dan berbicara dengan tergagap.
"Ku kira kau sudah mati! Baiklah aku sudah menolongmu, aku pergi ya?!" Ucap Vio lalu menghilang dari sana, menyisakan anak itu sendirian dengan keterkejutannya dan kebingungan.
Akhlak Vio : 2.9%
Kepekaan Vio (terhadap wanita) : none
ʅʕ•ᴥ•ʔʃ
Cerita pendek :
(None akhlak POV)
Miss A adalah guru yang mengajar hari ini.
Beliau adalah seorang guru Nasehat dan petuah.
"Berdasarkan cerita di atas apa yang bisa kita simpulkan, dan apa hikmah serta pelajaran yang dapat kita ambil dari sana?" Tanya Miss A.
Aku segera mengangkat tangan ku.
"Baik, None akhlak?" Tunjuk Miss setelah melihat tanganku terangkat.
Dengan senyum percaya diri aku berucap
"Kita harus mengikuti teladan dari monster itu!" Ucapku.
Ku lihat Miss A terkejut.
"Apa?"
"Karena anak itu memandang rendah dia oleh karena itu sebagai anak yang baik serta hebat, aku harus memakannya dan memberinya pelajaran!" Ucapku bangga, dan semua itu disoraki oleh teman-temanku.
Miss A menghela napas
"Ingin ku pindah"
_Tamat_
🌹🌹🌹
[Note : Sudah bosan kah kalian sama cerita ini karena jarang up, ataukah kalian malas membaca cerita ini karena jarang muncul? ᶘಠᴥಠᶅ
Maaf semua Author lagi sibuk-sibuknya ini, jadi mungkin up-nya tidak menentu dan jarang_(:3 」∠)_
Semoga kalian mengerti ya. Have Fun membaca cerita ini ya, author pergi dulu mau angkat jemuran Virus. ✧(。•̀ᴗ-)✧
Papay ʕ•ᴥ•ʔノ♡
__ADS_1
Salam beruang ʕっ˘ڡ˘ςʔ]
_always Happy_