Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 15 : Kedatangan Qyuren dan Rey


__ADS_3

'Kedatangan Qyuren dan Rey'


[Note: seperti biasa, di awal cerita akan ada pembukaan singkat. Kali ini pun sama namun sedikit berbeda.]


HAPPY READING :)


🌹🌹🌹


Alam Dewa...


Tempat yang dipercaya sebagai rumah bagi para Dewa dan Dewi.


Tempat suci yang memiliki sumber daya yang melimpah, dan para warganya adalah orang-orang dengan paras di atas rata-rata.


Namun, apa jadinya jika tempat yang dipercaya suci tersebut, tidak se-damai yang manusia pikirkan.


5 juta tahun lalu...


Di alam Dewa, para Dewa/i hidup bahagia. Dengan sumber daya yang melimpah, dan alam sekitar yang sangat bersahabat, menambah kehangatan di antara mereka.


Semua Dewa/i, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa pun, hidup rukun dan damai.


Ditambah dengan kepemimpinan Kaisar Dewa, yang bijaksana, baik hati, rendah hati, tegas, dan sangat tampan dari waktu ke waktu pastinya.


Namun siapa sangka ketenangan dan kehangatan itu tidak bertahan lama, setelah Kaisar Dewa digantikan oleh anaknya, masalah mulai bermunculan.


Dimulai dari, kepemimpinan anaknya yang sangat berbanding terbalik dengan Kaisar yang lama, membuat para warga menjadi sangat menderita.


Bukan hanya itu sang Kaisar baru menjalin hubungan dengan para iblis, demi menguasai seluruh jagat raya tanpa melihat batasannya sendiri.


Akhirnya banyak pihak yang tidak terima dengan hal itu dan mulai memberontak, dan semua itu terdengar sampai ke telinga para Dewa Agung, pengatur alam semesta.


Dewa matahari, Dewi Bulan, Dewa kegelapan, Dewa petir, Dewi Bunga, Dewi kebaikan, Dewa Kebajikan Dewa Takdir, Dewa Reinkarnasi, dan seluruh Dewa/i Agung langsung mendatangi Istana kaisar Dewa.


Mereka mencoba menegur Kaisar Dewa itu, namun tampaknya Kaisar itu tidak mendengarkan, bahkan menantang Para Dewa/i Agung.


Tidak mempan dengan teguran, para Dewa/i masih berbaik hati ingin menawarkan Negosiasi karena mengingat Kaisar Dewa yang lama. Namun, bukannya mendengarkan, Kaisar Dewa itu malah menyerang Dewa/i.


Tidak terima dengan hal itu, akhirnya para Dewa/i pun membalas serangan Kaisar Dewa.


Merasa terdesak Sang Kaisar Dewa meminta bantuan kepada Para Iblis, dan siapa sangka 5 dari 7 Iblis Dosa datang dan membantu Kaisar tersebut.


Peperangan tidak terelakkan, banyak korban dari pihak Kaisar Dewa namun mereka tetap maju dan tidak mundur dari pertarungan.


Sampai dimana Kaisar Dewa berhasil dikalahkan, namun para iblis Dosa lolos dari peperangan itu dan kabur.


"Wahai Kaisar Dewa, dengan ini aku menghukum mu. Kau akan mati, namun dirimu akan bereinkarnasi karena kau sudah ditakdirkan menjalaninya. Kau akan terus bereinkarnasi, sampai kepada kelahiran mu yang ke-100. Kau akan kembali ke mari dan mempertanggungjawabkan, segala kesalahanmu." Ucap Dewa Penghakiman kepada Kaisar Agung, yang telah berlutut karena kehabisan tenaga.


"Wahai Kaisar Dewa, kau tidak akan mendapatkan pasangan setiap kau bereinkarnasi. Karena jika kau mempunyai pasangan, maka dia akan mengkhianatimu dan membunuhmu." Ucap Dewi Cinta.


"Wahai Kaisar Dewa, kekuatanmu akan disegel sampai kelahiran mu yang terakhir, namun kau akan mendapatkan bantuan dari Sang Kekosongan." Ucap Dewa Kebijakan.


"Wahai Kaisar Dewa, di kelahiran mu yang selanjutnya kau tidak akan mengingat apapun tentang kami ataupun alam dewa, tetapi sampai kepada kelahiran mu yang terakhir kau akan mengingatnya." Ucap Dewa Ingatan.

__ADS_1


"Dengan ini aku nyatakan Kaisar Dewa untuk dihukum selama beratus-ratus juta tahun, dengan hukuman reinkarnasi berulang dan kekuatan serta ingatanmu akan disegel."


Setelah Dewa kematian mengatakan itu semua, dia mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada Kaisar Dewa dan keluarlah cahaya yang sangat menyilaukan dari tangannya dan menyinari tubuh Kaisar Dewa. Cahaya itupun hilang bersama dengan tubuh Kaisar Dewa.


[Note : cukup panjangnya pembukaannya, baiklah mari kita ke inti cerita]


***


Para ketua Cabang assosiasi APN mendatangi akademi Moon King, untuk bertemu dengan Vio namun mereka dihadang oleh penjaga gerbang.


"Hei, jangan menghalangi jalanku. Biarkan kami masuk" Ucap salah satu Ketua APN.


Dengan datar penjaga itu menjawab


"Tidak Bisa"


"Kau...! Jangan coba-coba menghalangiku jika tidak..." Anggota itu mencoba mengancam penjaga itu, namun penjaga itu terlihat tidak bergeming dari tempatnya.


"Ketua, bagaimana ini?" Tanya salah seorang wakil Ketua Asosiasi APN, Verdin.


"Heh, serang saja penjaga itu. Dia tidak akan bisa melawan, walaupun bisa dia hanya sendiri dan kita ada banyak orang" Seorang perempuan memerintahkan mereka untuk menyerang penjaga itu, dan mereka pun langsung mengepung penjaga itu.


Namun sekali lagi penjaga itu tidak terlihat khawatir, bahkan wajahnya terlihat sangat datar. Tanpa mengucapkan apa-apa penjaga itu mengibaskan tangannya dan muncullah sebuah angin, yang melemparkan anggota Asosiasi sejauh 2 meter.


"Apa?! Bagaimana bisa...?!" Perempuan itu terkejut melihat anggotanya terlempar begitu saja hanya dengan kibasan tangan.


"Qyuren!!" Seorang pria datang bersama beberapa orang di belakangnya.


"Rey?! Bagus kau sudah datang, namun keliatannya ini sulit dilakukan. Penjaga itu sangat kuat!" Perempuan yang bernama Qyuren itu menatap penjaga yang melemparkan anggotanya dengan waspada.


"Siapa kalian?"


Ucapan Rey terhenti oleh suara seseorang. Terlihat suara itu berasal dari remaja pria yang datang mendekat ke arah mereka, sambil membawa toples yang berisikan keripik Ubi ungu.


"Sedang apa kalian di depan? Kalau tidak memiliki keperluan mendesak, setidaknya jangan menghalangi pintu masuk!" Ucap remaja itu dengan kesal, sambil memakan keripiknya lalu berjalan santai masuk ke dalam akademi.


Melihat itu penjaga tadi menundukkan badannya memberi hormat pada remaja itu, Qyuren dan Rey mengerutkan dahi melihat kejadian itu.


"Selamat Datang, Yang Mulia" Hormat penjaga itu.


"Hm, apa kabar? Dan siapa mereka, ada urusan apa kemari?" Tanya remaja itu sambil mengarahkan dagunya ke arah rombongan Qyuren.


"Mereka hanya orang tidak penting yang memaksa masuk, Yang Mulia" Jawab penjaga itu.


"Oh, jika begitu cepat selesaikan masalahmu. Nih keripik ubi ungu!" Remaja itu menyodorkan keripik ke arah penjaga itu, dan dengan senang hati diterima olehnya.


"Aku pergi dulu ya bye-"


"Tunggu!"


Remaja itu menaikkan sebelah alisnya lalu membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Kenapa?" Tanya remaja itu dengan nada yang terdengar sinis.

__ADS_1


"Kau..! Dimana pemilik akademi ini?" Tanya Rey.


"Kenapa kau mencari ku? Aku sepertinya tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya" Ucap remaja itu pada Rey.


Rey mengerutkan dahinya.


"Kau... Pemilik akademi ini?" Tanya Rey ragu, dan dijawab dengan anggukan kecil dari remaja itu.


"Omong kosong..! Tidak mungkin anak ini pemilik akademi ini" Qyuren yang sedari tadi menahan kekesalannya langsung angkat bicara setelah mendengar Pembicaraan mereka.


"Masa bodo denganmu. Silahkan pergi dari akademi ku jika tidak ada keperluan, kalian hanya mengotori pemandangan" Ucap remaja itu sinis, lalu beranjak pergi, namun naru berapa langkah namun dia membalikkan tubuhnya dan menangkap peluru dengan jarinya.


"Hm...? Mencoba membunuhku? Kalian masih waras?" Remaja itu terkekeh lalu melempar kembali peluru itu dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata.


"Akhh"


Anggota Asosiasi yang menembakkan peluru tadi berteriak kesakitan karena peluru itu mengenai kaki kirinya.


"Bagaimana bisa?!" Rey tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Qyuren, kurasa dia memang pemiliknya"


"Apa maksudmu?! Dia hanya anak-anak! Mana mungkin bisa memiliki akademi sebesar ini?"


"Kau tidak lihat tadi, peluru itu ditangkap hanya menggunakan jarinya"


"..."


Qyuren kehabisan kata-kata. Memang itu semua tidak masuk akal.


"Lebih baik kita bernegosiasi dengannya"


Qyuren merenung dan akhirnya menyetujui usulan Rey, karena telah melihat kemampuan remaja itu.


"Baik-baik, kami kesini hanya ingin menawarkan kesepakatan!" Qyuren sedikit menurunkan egonya.


"Kesepakatan? Kalau begitu mari kita ke ruangan ku dulu, tapi tinggalkan anggota mu. Hanya kalian berdua yang ikut denganku!" Ucap remaja itu.


"Baiklah, kalian tunggu disini"


"Baik Ketua"


Remaja itu tersenyum tipis, lalu mengangkat tangannya ke gerbang akademi lalu muncullah sebuah portal.


"Mari" Ucap remaja itu lalu berjalan tanpa memperdulikan mereka semua, dia menghilang menembus portal itu.


Rey dan Qyuren yang melihat itu kembali terkejut namun bisa menyembunyikannya, walau mereka ragu untuk masuk ke portal itu namun akhirnya tetap masuk ke portal itu.


🌹🌹🌹


[Note : chp ini juga tidak panjang karena aku lagi sibuk dengan urusan lain]


_Always Happy_

__ADS_1


(Tambahan : Mungkin Part ini agak membosankan? Semoga saja tidak ya 🙂)


__ADS_2