
"Viona"
Happy Reading...
🌹🌹🌹
Sekelompok anak muda sedang berjalan keluar dari sebuah Mall besar, menuju ke mobil. Masing-masing dengan tas belanja yang sangat banyak.
"Vin, nanti kapan-kapan kita shopping bareng lagi ya" ucap salah seorang gadis dengan dandanan menor menutupi usia aslinya.
"Hm, tenang aja entar gue kabarin lagi. Tunggu abang gue gajian supaya dapetnya double, dari ortu gue sama abang gue" Jawab yang ditanya.
"Oke, kita tunggu ya Vin. Bye, yuk cel" Ucap gadis lainnya, lalu mereka pergi menuju mobil masing-masing meninggalkan Gadis tadi sendirian.
Gadis itu pun menjalankan mobilnya keluar dari pelataran parkiran Mall, namun di tengah jalan ia mendadak memberhentikan mobilnya karena ada orang berdiri di tengah jalan.
Cittt...
"Yaak, udah gila ya? Kenapa lo berdiri di tengah jalan?! " bentak gadis itu lalu keluar dari dalam mobilnya, karena pria di depannya tidak kunjung beranjak dari sana.
"heh, kalo orang bilang di dengerin lo conge ya?! " tanya gadis itu kasar.
Pria itu yang tadinya berdiri membalikkan tubuhnya menatap gadis itu.
"As-taga.. " pekik gadis itu tertahan, karena terpesona dengan wajah pria di depannya. Sungguh sangat tampan.
'gila, cakep banget nih cowok. Gue harus dapetin dia, apalagi yang dia pake itu semua barang Limited Edition' batin gadis itu sambil menatap pria di depannya penuh minat.
"Ekhem.maaf ya gue tadi gk sengaja. Mobil lo ada rusaknya gk? " tanya pria itu membuat wajah gadis itu makin memerah.
Melihat hal itu pria itu hanya terkekeh pelan.
***
Viona POV
Kenalin nama gue Viona Jutern, gue anak orang kaya. Gk usah nanya berat badan atau umur gue, yang pastinya gue masih muda dan cantik gk ada yang bisa ngalahin kecantikan gue.
Hari ini gue baru aja abis shopping sama temen-temen gue, mumpung daddy lagi baik karena perusahaannya naik derajat. Yah, dari yang tadinya di urutan 20 naik jadi 18 terbesar dan tersukses se-indonesia. Ya, gue tau hebat kan?
Akhirnya kita keluar dari Mall ke parkiran.
"Vin, nanti kapan-kapan kita shopping bareng lagi ya" kata Cinta sambil tersenyum senang. Iyalah orang belanjaannya yang bejibun gue yang bayar sama punya sera.
"Hm, tenang aja entar gue kabarin lagi. Tunggu abang gue gajian supaya dapetnya double, dari ortu gue sama abang gue" jawab gue seadanya, yang pasti kalo dapet duit dari abang gue, gue gk akan ajak mereka. Enak aja itu kan duit gue bukan mereka.
"Oke, kita tunggu ya Vin. Bye, yuk cel" tunggu aja ampe mampus, gue gk pernah percaya sama mereka. Mulut manusia emang manis tapi hatinya siapa yang tahu? Mungkin aja dia lagi umpatin gue kan.
Akhirnya gue jalan aja keluar dari pelataran Mall, tapi di tengah jalan ada orang gila yang berdiri di tengah jalan.
Gue yang berang otomatis keluar dari mobil terus marahin itu orang. enak aja berdiri di tengah ajalah sembarangan, emang ini jalan punya nenek moyang lu?!
Tapi pas dia balik badan, gue kaget! Ini manusia apa Dewa? Ganteng banget coy!!! Gue udah bertekat bakal jadiin dia milik gue, gk peduli udah punya pacar gue akan rebut dia dari pacarnya. Toh gk ada yang gk bisa gue dapetin
"Ekhem.maaf ya gue tadi gk sengaja. Mobil lo ada rusaknya gk? " Tanya cowok itu. OMG! suaranya itu loh beb serak-serak basah, fiks pasti dia artis kalo bukan pasti pengusaha liat deh atasan ampe bawahannya barang limited edition, abang gue aja gk kayak dia. Pasti gue idup makmur kalo pacaran sama dia.
Pipi gue tambah memerah liat dia ketawa pelan. Sumpah dia ganteng banget, tambah ketawa gitu jadi manis banget gue makin terpesona sama dia.
"Hei" panggil dia sambil melambaikan tangannya di wajah gue, seketika gue tersadar sambil malu-malu menjawab.
"e-eh, i-iya gk papa kok. Kamu gimana? " tanya gue, aduh malu banget deh pake aku-kamu. Tapi liat deh dia malah ketawa entah mata gue yang salah liat ape gimana, tapi sumpah dia tambah ganteng loh.
"Ydh, gue pergi dulu ya maaf ganggu lo. Eh, kalo ada apa-apa ini kartu nama gue ya! Bye Viona!" Eh, gue yang salah denger ato apa? kok dia tau nama gue, tapi btw dia senyum aja gantengnya nambah berkali-kali lipat loh ahhh.
Eh gue ambil kartu namanya dan pandangin dia yang udah jalan menjauh dari gue ke seberang, ke mobil Bugatti La Voiture Noire. Gila bukannya itu mobil cuma ada satu di dunia? Pe-pemiliknya bukannya pengusaha terkaya dan terbesar no-1 di dunia? Gk gk mungkin pasti tadi gue ngayal.
Eh tapi bener dong, dia naik mobil itu sambil lambain tangannya ke gue. Cepet-cepet gue masuk mobil terus kejar mobilnya, tapi terlambat gua kehilangan jejak.
Sampe rumah guame langsung liat kartu namanya. Gila terbuat dari emas ama berlian katu namanya dong, asli gk nih?
Gue langsung kasih liat ama daddy and mommy serta abang yanga ada di ruang tamu.
"Mom, Dad, abang! Cepetan sini! " Gue langsung masuk dengan hebohnya sambil megang kartu itu.
"aduh, ada apa sayang. Jangan lari-lari nanti kamu jatuh" peringatan mommy gue gk peduliin, yang gue peduliin adalah kartu ini.
"Abang, Dad, mom liat nih cepetan ini asli kan! " ucap gue.
"ada apa sih dek" kata abang Vino dan Vian hanya menyimak dengan sama bingungnya.
"Nih liat deh dad" gue memberikan kartu nama itu ke daddy.
"Apa si... Wahhh, gila! " Pekik daddy kaget. Apa juga kata gue pasti daddy sama kegetnya kayak gue.
"ada apa sih dad? " tanya mommy yang dibalas anggukan sama ke-dua abang gue.
"i-ini mom, K-kartu nama orang terkaya no-1 di dunia ada sama kita! " ucap daddy tak percaya. Dan dengan tangan bergetar terulur menunjukkan ke mommy dan abang.
__ADS_1
Mereka semua terkejut dan ada binar bahagia dimatanya.
"D-dek! Kamu dapet dari mana ini?! " tanya Vian sambil memegang bahu gue dan mengguncang nya.
"Jadi gini ceritanya... "
Gue pun menceritakan semua yang gue alamin tadi, dan wajah abang, mommy sama daddy langsung pucat pasi. Gue gk tau apa sebabnya tapi gue langsung takut.
"KENAPA KAMU BODOH BANGET VIONA? KAMU BENTAK DIA? DIMANA OTAK KAMU?! " bentak mama ke gue, gue otomatis takut dan langsung memikirkan cara menghadapai situasi saat ini.
"mom-mom tenang dulu ya, Vio udah minta maaf kok mom dan dia kayaknya suka sama Viona" ucap gue dengan pipi memerah membuat amarah mereka seketika luntur tergantikan dengan rasa senang.
"Bagus! Bagus Viona, semoga saja dia memang suka sama kamu. Akhirnya kamu berguna juga! " ucap daddy sambil mengelus kepalaku.
"iya dong, Viona gitu! " ucap gue bangga, lalu mommy memeluk gue senang.
'Dendrik tunggu gue ya, pasti gue akan jadiin lu milik gue!' batin gue
Kartu Nama
Dendrik Yuderthan
Viona POV End
***
Author POV
"Yuna, Yuna, Yuna. Siapin aku susu dan kue macaron kesukaanku" ucap Vio sambil duduk single Sofa.
"Baik, Yang Mulia" jawab Yuna, tak lama kemudian dia kembali dengan Susu dan Macaron di tangannya laku menaruhnya di meja.
Vio langsung memakan makanannya dan minumannya dengan risih karena di tatap terus oleh sepasang mata di depannya.
"Tuannnn~"
Vio hanya menatap pria di depannya sambil menaikan sebelah alisnya.
"Kenapa anda memakai namaku?! "
Vio hanya memutar matanya.
"Sudah ku bilang karena aku menyukainya! " jawab Vio acuh.
"Tuannn~" pria itu masih saja merengek.
"Sayang~ lihat pria tak berhati itu. Dia menggunakan namaku ketika menggoda wanita murahan itu~" ucap Dendrik dengan manja-manja jablay sambil memeluk pinggang Yuna. Membuat sang empunya pinggang risih dan malu pada tuannya sambil berusaha melepaskan pelukan calon suaminya, walau sia-sia.
"Dendrik! " pekik Yuna sambil menatap tuannya tak enak. Lihatlah siapa yang akan betah melihat wajah dingin Vio yang melihat ke arahnya, sungguh Yuna ingin menangis saat ini.
"Sayang Dia!.. " Dendrik menunjuk Vio dengan tangannya, namun karena tatapan tajam dan aura mencekam yang keluar dari Vio dendrik pun melenceng kan tujukkannya ke arah penjaga istana di belakang Vio.
Sedangkan penjaga istana ini hanya terdiam sambil memikirkan apa kesalahannya.
Poor You bapak penjaga istana.
Vio tak mempedulikannya dan hanya tersenyum diam-diam.
'Rencana pertama telah berjalan sempurna, lakukan pekerjaanmu dengan baik Viona. Dan tunggu hadiah dariku'
🌹🌹🌹
[Note : Gimana Guys sudah tau dia pria yang ditemui oleh Viona✺◟( ͡° ͜ʖ ͡°)◞✺
hari ini author up 2 dulu ya kalau memang sempat nanti malam author akan up lagi(kalau sempat)(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Baiklah sekian dulu, Salam Beruangʕっ˘ڡ˘ςʔ]
Ket : disini tingkat kuktivasinya akan dipajang agar bila lupa bisa lihat di bawah cerita:
❃Awal
-Serdadu 1-9 (Level 1-50)
-Prajurit Biasa 1-8 (Level 51-100
-Prajurit Terlatih 1-8 (Level 101-200)
-Jendral 1-6 (Level 201-300)
❃Menengah
-Jendral Petarung 1-4 (Level 301-450)
-Jendral Penguasa 1-3 (Level 451-650)
-Raja Bawah 1-3 (Level 651-800)
__ADS_1
-Raja Menengah 1-3 (Level 801-1000)
-Raja Puncak (Level 1001-1300)
❃Tinggi
-Kaisar Bumi 1-2 (Level 1301-1700)
-Kaisar Langit 1-2 (Level 1701-2300)
-Kaisar Puncak 1-2 (Level 2301-2700)
-Kaisar Yin Yang (Rendah, Menengah, Atas)
Rendah - Level 2701-2800
Menengah - Level 2801-2900
Atas - Level 2091 - 3000
❃Lanjutan
-Saint 1-9 (Level 3001-3350)
-Saint Emperor 1-9 (Level 3351-3650)
-Half Immortal 1-9 (Level 3651-4200)
-Immortal Agung 1-9 (level 4201- 5000)
(Note: Batasan Kultivasi Level hanya sampai Immortal Agung, manusia di alam rendah tidak dapat naik daripada itu)
❃To God
-Tyrant 1-8
-Holy Tyrant 1-8
-Grand Dao 1-8
-Holy Dao 1-8
-Monarch 1-8
-Holy Monarch 1-8
-Immortal King 1-8
-Immortal Emperor 1-8
-Immortal Surgawi 1-8
-Supreme Being
-Half God
-True God
(Awal--Menengah--Puncak--Surga)
❃Legenda (God)
-Dewa Petir, Dewa api, Dewa Angin, Dewa tanaman, Dewa Tanah, Dewa Cahaya, Dewa Iblis, Dewa Kegelapan.
(Prajurit, Jendral, Raja, Kaisar)
(Seorang kultivator akan menerima pembaptisan, yaitu terkena Sambaran Surga, lalu Sambaran Semesta, baru bisa naik ke ranah God. Setelah menerima sambaran Surga dan semesta, otomatis kultivator akan menjadi dewa)
❃Mitos
-Ranah Dewa Immortal Alam Atas
-Ranah Dewa Kesempurnaan
-Ranah Dewa Jiwa abadi
-Ranah Dewa Jiwa Suci
-Ranah Dewa Kekosongan Surgawi (Bara)
-Ranah Dewa Kehampaan Semesta
-Ranah Absolute Unknown
Itulah tingkatan-tingkatan Kultivasi]
... _Always Happy_...
__ADS_1