Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 12 : Grandmaster Vio?


__ADS_3

'Grand Master Vio?'


🌹🌹🌹


Semua orang kembali terkejut atas fakta baru saja dikatakan pria paruh baya tadi.


Bakat Pelangi?!


Jenius di antara para dewa?!


Apa itu mungkin?!


Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sedari tadi terngiang di pikiran mereka.


"WHAT?!" Lin Chen langsung berteriak setelah sadar dari keterkejutannya.


Pemuda tampan itu hanya tersenyum sinis, lalu menyingkirkan rambut yang menutupi setengah matanya, dan terpampang lah wajah yang sangat.... Tidak bisa dideskripsikan


Para guru pengajar langsung terkejut begitu melihat seluruh wajah pemuda tampan itu.


"Dia kan... Grand master Vio" Ucap guru tersebut sambil menunjuk Vio.


Perkataannya didengar oleh seluruh orang yang berada di sana, mereka bertanya-tanya siapa itu Grand master Vio?


"Hoho, kau adalah murid dengan nomor 34 kan? Ternyata kau sudah menjadi 'Master' di sini ya?" Tanya Vio sambil menekankan kata 'Master'.


"I-iya Grand Master Vio, saya sudah menjadi Master" Ucap Pria itu tergagap, karena takut Vio mengetahui tentang penyerangan mereka.


"Tidak, kau sudah bukan Grand Master di tempat ini. Kami sudah memiliki Grand Master yang baru, kau sudah tidak berhak di sini" Ucap salah satu guru dengan angkuh.


"Heh, apa katamu? Aku tidak berhak? Akademi ini adalah milikku, surat sertifikat nya resmi atas namaku, para master di sini juga bawahan ku. Sekarang ku tanya, siapa kau yang hanya guru hasil dari cara curang, berani-berani mencegah dan melarang ku? Jika bukan karena akademi ini, kau bukan siapa-siapa!!" Vio menatap remeh ke arah guru tadi.


"Kau..." Guru itu hanya mengeratkan giginya menahan amarah.


"Yuna" Panggil Vio.


"Yuna menghadap Yang Mulia" Jawab Yuna tiba-tiba muncul di belakang Vio sambil berjongkok ala kesatria, sambil membawa Grandmaster abal-abal.


"Lempar"


Yuna pun melempar Grandmaster yang sudah babak belur itu di depan para guru.


Vio menatap mereka rendah


"Tuh, bawa pulang Grandmaster abal-abal kalian. Dan jangan menginjakkan kaki lagi di akademi ku, kalau tidak kalian yang akan menerima konsekuensi nya" Vio tersenyum sinis sambil menunjukan tinjunya.


Para guru hanya terdiam dan menatap Vio dengan amarahnya. Namun suatu suara yang datang membuat mereka menjadi sangat bahagia, dan menatap Vio remeh.


"Wah, wah, wah... Ada apa ini? Kenapa tidak ada yang memberitahu ku, kalau di sini ada penerimaan murid baru?" Tanya seorang kakek tua yang tiba-tiba datang bersama beberapa pria paru baya di belakangnya.


"Salam, Leluhur" Ucap para guru serempak laku menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Salam diterima, ngomong-ngomong ada apa ini?" Tanya leluhur itu.


"Dia leluhur, dia mengacaukan ujian masuk para murid. Dan mengaku-ngaku sebagai Grandmaster di sini, dan dia juga menyerang Grandmaster Ong" Salah seorang guru mengadu kepada leluhur itu dan menunjuk ke arah Ong.


Leluhur itu langsung mengikuti arahan tangan dari guru tersebut, lalu terkejut karena melihat Ong yang sudah babak belur.


"Siapa yang menyerang anakku?!!" Tanya leluhur itu dengan amarahnya begitu dia melihat Ong yang ternyata adalah anaknya, sedang dam keadaan tidak baik-baik saja.


"Aku" Vio bersuara dan membuat leluhur itu menatap ke arah Vio dengan bengisnya.


"Kau... Berani sekali kau menyerang anakku!"


"Karena dia sudah merebut kursiku"


"Apa?! Hanya karena kursi?"


"Kursi kedudukan ku!"


"Heh memang kau siapa di sini"


Leluhur itu tidak menempatkan Vio di matanya, karena dia tidak tahu siapa Vio dan tidak menganggap Vio sebagai ancaman.


"Aku adalah Grandmaster Vio, pemilik akademi Moon King" Jawab Vio dingin, sebenarnya dia tidak ingin berbasa-basi namun sudah terjadi.


Mendengar hal itu leluhur itu tertawa dengan keras.


"Pemilik kau bilang? Hahaha"


Leluhur itu berhenti tertawa dan menatap Vio tajam.


"Kalau begitu lawan aku, walau aku tahu kau akan kalah dalam satu serangan ku" Ucap Leluhur itu dengan Angkuhnya.


"Heh, baru level 901 tapi kau sudah begitu angkuh" Ucap Vio remeh.


"Kau bagaimana bisa kau bisa melihat tingkatan ku" Gumam Leluhur itu, namun dengan cepat dia menepisnya dan berfokus untuk menyerang Vio.


Pria tua itu dengan cepat mengambil pedang dari sarungnya, lalu menodongkannya ke arah Vio.


"Bersiaplah untuk mati anak muda!"


"Ayolah, aku tidak akan mati hanya dengan pedang mainan mu itu" Ucap Vio, lalu memunculkan pedang Es yang terbuat dari Qi.


"Kau meremehkan ku, bajingan!!"


Dengan cepat leluhur itu menyerang Vio, namun dengan mudah Vio menghindar dari serangan itu.


Melihat serangannya dengan mudah dihindari oleh Vio leluhur itupun mengeluarkan jurusnya.


"Teknik Curah Hujan, Tikaman Air mata!"


Seketika awan di langit berubah warna menjadi hitam, lalu mulai turun air hujan. Namun air hujan tersebut tiba-tiba berubah menjadi panah, dan dengan cepat menyerang Vio.

__ADS_1


Vio yang melihat itu hanya menangkisnya seolah itu bukan ancaman, dan seketika panah hujan tersebut hilang entah kemana.


"Kau! Bagaimana mungkin. Baiklah Teknik pengabungan Air, Curah..."


Baru Leluhur itu ingin mengeluarkan jurusnya tiba-tiba Vio sudah berdiri di depannya, dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dnegan mata.


"Tahan dulu jurus mu itu, sekarang giliran ku"


Vio menghilang lagi lalu muncul di belakang pria tua itu


"Tangan Iblis Pengikat!!"


Seketika muncul sebuah tangan dari bawah tanah lalu memegang kaki dan tangan Leluhur itu, lalu meremasnya dengan kuat dan terdengarlah suara retakan tulang.


"Akhhh, tanganku!!!"


Semua orang yang menyaksikan kejadian itu hanya bergidik ngeri melihat Leluhur yang tidak bisa melepaskan diri dari kekangan tangan-tangan itu.


Melihat pemimpinnya terpojok, para bawahan Leluhur itu mulai menyerang Vio secara bersamaan.


Namun belum mereka mendekat ke arah Vio, sebuah gelombang aura membuat mereka terlempar dari sana.


Semua orang di sana tertekan oleh aura kekuatan Vio.


"Mu-mustahil. Ra-ranah Immortal Agung, atau setara dengan le-level 5000!"


Serasa kurang akan keterkejutan tadi, semua orang di sana kembali di kejutkan dengan tingkatan Vio.


Bagaimana tidak, mereka saja untuk naik 1 level membutuhkan waktu selama 1 minggu. Dan dengan mudahnya seorang pemuda yang umurnya belum 17 tahun, berada di level 5000?!


Ini tidak masuk akal!


"Ini adalah peringatan untuk kalian. Bila ada yang berani menentang peraturan akademi ini, maka kalian akan mati" Suara Vio menggema di seluruh penjuru akademi, setelahnya Aura mencekam yang menekan mereka hilang.


Secara tiba-tiba muncul 5 bayangan di samping Vio, lalu kelima bayangan tersebut perlahan mulai membentuk tubuh seorang manusia.


"Mereka adalah penjaga akademi ini. Bila kedapatan kalian melanggar aturan, kalian akan berhadapan dengan mereka" Ucap Vio sambil menunjuk ke lima bawahannya.


Lalu Vio beranjak pergi dari sana bersama Yuna, tetapi sebelum itu dia berhenti dan berbalik arah ke kerumunan orang-orang.


"Oh ya, mereka berada di Ranah Saint Emperor Tahap 7. Namun kekuatan mereka setara dengan Half Immortal , jika kalian menyerang mereka jelas kalian akan langsung kalah. Dan yah, akan ku beritahu sebuah fakta menarik. Aura kehidupan yang kalian serap, hanya setengah dari aura aslinya. Karena itu tunggulah 100 tahun lagi baru kalian bisa sampai di ranah Saint emperor, heh"


Vio tersenyum sinis setelah mengucapkan hal itu, lalu menghilang dari sana bersama dengan Yuna menyisakan para calon murid yang kecewa akan fakta sebenarnya.


🌹🌹🌹


(Note : Aku masih belum ada ide yang bagus tentang chp ini, jadi maaf kalau tidak menarik (β—žβ€Έβ—Ÿγ†€). )


_Always Happy_


(Tambahan : Kayaknya author akan up sehari 2x deh, tapi klo author misalkan ada bolong nantinya up-nya di lebihkan Chp-nya. ok)

__ADS_1


__ADS_2