
'Masuknya para monster'
[Note : Author yakin chp ini tidak sampai 800 kata. maafkeun semua┌(˵༎ຶ ل͟ ༎ຶ˵)┐
happy Reading (ू•ᴗ•ू❁)]
🌹🌹🌹
"A-apa itu?"
"Mo-monster!!"
"Cepat pergi dari sini... Arghhh! "
Aummmmm!
Semua orang panik akan kedatangan makhluk yang tak diinginkan sebelumnya.
Mereka berlari, namun tentu saja ada yang tertangkap. Anak kecil, orang dewasa, maupun lansia tidak luput dari terkaman para monster.
Ya, monster. Itulah sebutan mereka pada makhluk baru itu. Walau nama asli mereka berbeda-beda.
Mereka semua ketakutan karena monster itu, dan berharap ada yang menyelamatkan mereka.
Namun mereka salah berharap, seharusnya selain menyelamatkan mereka, penyelamat itu haruslah orang yang baik dan tulus menolong mereka. Tapi karena mereka hanya meminta untuk menolong mereka saja, jadi penyelamat mereka juga hanya menolong mereka.
***
Ckrakkk... Ptss..
Suara dari kepala yang putus adalah pemandangan Vio sekarang. Ia sangat marah karena para monster ternyata telah masuk lebih cepat dari perkiraannya. Namun ia juga bersyukur, karena dengan itu sumber penghasilannya akan kembali.
"Huft, 23...24...25...26... Hiattt... 27...28...29...huft...30!"
Crakk...
Ptss...
Swushh...
Sambil berhitung Vio dengan santainya membunuh, ralat membantai lebih tepatnya. Vio membantai lara monster tanpa tenaga dalam dan hanya mengandalkan Fisik.
Dia sedikit bersyukur karena monster yang masuk hanyalah di tingkat Dasar. Bukanlah sebuah ancaman bagi Vio, namun kematian bagi para warga bumi. Mungkin dia harus memakai aray pengurang kultivasi, agar para muridnya bisa membunuh para monster.
__ADS_1
Seketika dia terpikir dengan Akademinya, bagaimana kondisi mereka?
"Hish, menyusahkan saja! Semoga akademi ku tidak hancur!" Sedetik kemudian dia meluncur dari sana bagaikan cahaya.
***
Akademi Moon King...
Yuna dan para grandmaster lainnya mulai membunuh mereka satu persatu, karena para murid mereka tidak mampu untuk melakukannya. Bahkan menggores tubuh para monster saja sangat sulit bagi mereka.
"Berdiamlah di kubah perlindungan itu!" Bentak Yuna karena para muridnya sangat ribut dan tidak tenang di dalam kubah perlindungan.
"Hiattt..."
Satu persatu monster mati terbunuh oleh Yuna dan yang lainnya. Dengan kekuatan Yuna yang telah berada di Immortal Agung sama tingkat 3, bukanlah hal sulit baginya membunuh para Monster yang berada di Ranah Saint, Saint Emperor, dan Half Saint. Begitu juga dengan yang lainnya. Ingat 3 bawahan Vio? Itulah mereka.
"Yang Mulia. Cepatlah kembali!" Ucap Yuna.
Auuuuuuuuuuuuummmmm
Suara auman serigala mengalihkan Yuna dari pembantaiannya, dia merasakan bahaya yang sangat besar dari monster tersebut.
"Serigala Beku?!" Ucap Yuna terkejut akan apa yang dilihatnya saat ini.
Dunia dalam bahaya!
***
Di sebuah ruangan berkumpullah sekelompok orang yang berisikan 4 orang. Diantaranya 1 perempuan dan 3 laki-laki, anehnya ketiga orang itu terlihat membeku(dalam artian terdiam), melihat seseorang di depan mereka.
Pria itu meletakkan tangannya di atas meja bundar, lalu mulai berbicara.
"Kalian harus tahu bahwa peristiwa kali ini tidak main-main!" Ucap Pria itu.
"Apa maksudmu Lhuan ?" Tanya Gibran.
Lhuan tidak menjawab melainkan hanya menekan sebuah tombol, dan muncullah layar proyeksi yang menampilkan kekacauan yang terjadi di Bumi saat ini.
Mereka bertiga, yang tidak lain adalah Qyuren, Rey, dan Gibran hanya melongo melihat layar di depannya.
Terkejut? Sangat! Mereka sangat terkejut.
Baru-baru ini disuguhi oleh keanehan sebuah meteor seolah tak diberikan istirahat untuk terkejut, mereka kembali dikejutkan dengan adanya monster.
__ADS_1
"Haha, aku tahu kau kesal pada kami..."
"... Namun haruskah kau membuat Prank yang seperti ini? Hahaha, maksudku ayolah tidak ada monster di dunia ini! Kau bercanda kan? Hahaha..." Gibran tertawa canggung sambil melihat perubahan mimik wajah seorang Lhuan, namun hanya ke-dataran sebuah tembok yang dilihatnya.
"T-tidak ya?!" Hilang sudah senyum diwajahnya.
"Kita harus bagaimana sekarang?" Lanjutnya dengan wajah lesu.
Sedangkan Qyuren, Rey, dan Lhuan hanya terdiam tanpa ada niatan untuk membalas perkataan Gibran.
'Kita hanya manusia biasa mustahil bisa membunuh para makhluk itu, mungkin bisa menggunakan senjata namun melihat keganasan dan kelincahan mereka...
'... Aku rasa kita akan segera musnah!'
Lhuan mengusap dahinya, tiba-tiba gerakannya terhenti. Ia mendapatkan sebuah ide!
"Hanya ada satu cara!" Ucap Lhuan mengagetkan mereka bertiga.
"Astaga, kaget! Kenapa Lhuan?" Tanya Qyuren.
"Kau ingat para murid yang dikirimkan untuk kita?" Tanya Lhuan sambil tersenyum tipis.
Mereka terdiam, sampai Rey membuka suaranya.
"Maksudmu, kau akan menggunakan 'mereka' sekarang? " Tanya Rey ada Lhuan yang berhasil membuat Qyuren dan Gibran membeku.
Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum samar.
🌹🌹🌹
[Note : Maafkan untuk hari ini hanya bisa up 1 Chp, laptop author lagi rusak dan terpaksa memakai HP. Namun ada saja kendala di bagian menulis, menjadi agak lamban begitu ((* ̄(エ) ̄)ノ.
Besok author akan up lagi, jadi tinggalkan jejak kalian semua. ʕ•ᴥ•ʔノ♡
Bukan memaksa, namun anggaplah sebagai sebuah hadiah untuk author jika kalian menyukai cerita ini. (┛✧Д✧))┛
Baiklah sekian, papay (ू•ᴗ•ू❁)
Salam beruang, ʕっ˘ڡ˘ςʔ]
_Always Happy_
(*Tambahan : Ini pertama kalinya author membuat cerita yang Chp-nya samua 30 bab! Dan author sangat senang, untuk itu author akan up 3-5 Chp untuk besok.
__ADS_1
namun jika terlewat mohon dimaklumi hehe_(:3 」∠)_
Baiklah kira-kira hanya inilah tambahan kata hari ini, terimakasih semua papay (ू•ᴗ•ू❁*) ]