Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 26 : Bunga Peoni Es IV : Melawan Monster Tikus Petir


__ADS_3

'Bunga Peoni Es IV : Melawan Monster Tikus Petir'


🌹🌹🌹


[Note : Awali hari dengan tersenyum dan doa lalu merapikan tempat tidurmu, dan alangkah baiknya kamu langsung sarapan menyapu dan mengepel rumahmu, jangan lupa cuci piring bekas makanmu, jangan lupa juga untuk mandi dan menyikat gigimu, dan bila ada baju kotor langsung dicuci apabila cuaca bagus jangan ditunda Sampai siang hari, karena bisa saja hujanΣʕ゚ᴥ゚ノʔノ.


Setelah itu kalian diwajibkan untuk membaca cerita ini(ingat bila pekerjaan rumah telah selesai dan ada waktu luang), dan jangan lupa akan kewajiban kalian setelah membaca(^ω^).


Sekian untuk pagi ini. Papay(´・ω∩`*)


Salam beruang. ʕっ˘ڡ˘ςʔ]


***


Setelah memastikan Aray telah terpasang dengan baik pada lapisan luar bumi, Vio pun bersiap untuk menghadapi Tikus yang sampai saat ini belum juga menyadari keberadaan Vio, yang mengikutinya dari belakang.


"Kemana Tikus ini menuju? Apakah ke sarangnya? Jika begitu bagus. Mereka kan menjadi target latihan ku" Gumam Vio tersenyum senang.


Sekitar 15 menit kemudian mereka pun sampai di sebuah Gua yang dari dalamnya keluar aura yang cukup mencekam, lalu tikus itupun masuk ke dalam Gua tersebut diikuti oleh Vio yang menghilangkan aura keberadaannya.


Tikus itu mulai memasuki Gua tersebut, walau dari luar terlihat kosong melompong namun ternyata itu hanyalah Formasi ilusi, di dalam Gua itu terdapat banyak Tikus sekitar 300-san tikus yang ada di dalam Gua.


"Hm, menarik mereka bisa menciptakan Formasi Ilusi walau hanya tingkat rendah" Ucap Vio cukup kagum akan kepintaran para tikus.


Terlihat para tikus tersebut sedang memakan hasil buruannya yang sudah tidak berbentuk lagi, entah hewan apa itu.


Namun ada satu yang membuat Vio tertarik, yaitu cahaya dan aura yang muncul dari kedalaman Gua tersebut.


Dengan diam-diam dan hati-hati Vio melangkah melewati para Tikus, namun sialnya ternyata ia menginjak Tulang karena tidak melihatnya.


"Citt!!"


"Sial, aku ketahuan"


Dengan terpaksa Vio harus melawan mereka semua namun dengan Kekuatan Fisik saja tanpa tenaga dalam, karena bila hanya menghadapi mereka bukan masalah besar bagi Vio, yang telah menghadapi kekuatan di atas mereka.

__ADS_1


Para tikus yang berdatangan dengan mudah di tinju oleh Vio sampai berterbangan seperti mereka itu sangat ringan, namun mereka tetap maju walau sudah banyak Tikus yang mati dengan hanya terkena tinju maut dari Vio.


"Tendangan Ronaldo Wati! " Teriak Vio lalu menendang Tikus yang datang dari sebelah kanan, dan alhasil tikus itu terbang menembus Gua yang mengakibatkan Gua itu berlubang.


"Sini kalian Tikus nackal!! " Teriak Vio dengan bersemangat, dan terus memukul para tikus, dan tidak ada kata lelah sejak ia bertarung dengan tikus, malahan ia terlihat sangat senang dan berenergi.


Namun tiba-tiba saja para tikus itu berhenti melawan Vio, dan membuat Vio bingung.


Dengan ajaib Petir mulai keluar dari ekor mereka. Mereka menyatukan ekor mereka dan terbentuklah Petir yang sangat besar dan Kuat, yang siap mereka luncurkan ke arah Vio.


"Wa-wah, hebat! Tikus seperti mereka patut dilestarikan. Setidaknya mereka lebih pintar dari tikus biasa" Ucap Vio sebelum Petir besar itu diluncurkan oleh para Tikus.


"CITTTTTT"


[Note : Tidak tahu lagi, kalau author yang melawan semua tikus itu dipastikan dalam sedetik akan keluar berita duka((* ̄(エ) ̄)ノ]


***


Saat ini Vio tengah bersantai di dalam Gua ditemani dengan secangkir susu dan Macaron, yang ia dapatkan dari Alex sang system.


[Note :Tunggu bukannya Vio terlalu santai ya? Padahal tugas dia masih banyak, tapi malah nongkrong di Goaʅʕ•ᴥ•ʔʃ]


Karena penasaran akan Cahaya yang keluar dari dalam Gua, Vio pun meninggalkan Susu dan Macaron nya demi menyelidiki cahaya tersebut.


Semakin dalam Vio masuk, semakin terang pula cahaya itu, dan sampailah Vio di suatu ruangan yang berhasil membuka matanya lebar-lebar, selebar dau kelor.


"Wahhhh"


Di depannya saat ini terdapat banyak sekali uang dari yang terendah sampai yang tertinggi, namun yang membuat ia lebih terpanah adalah sebuah mahkota dengan Mutiara sebagai matanya yang sangat indah.


"A-apakah... " Vio tertegun melihat Mahkota tersebut. Dia terpanah.


"T-tidak salah lagi. Ini pasti mahkotanya Odette di Pilem Berbi Bebek Like! " Ucap Vio dengan mata berbinar, karena berhasil menemukan harta karun yang hanya di lihatnya di TV, pada acara Barbi 35 Tahun lalu.


"Tapi, apakah setelah aku memakainya, aku akan menjadi angsa seperti Odette? Lalu datang pangeran yang akan menciumku? " Sejenak Vio berangan-angan jika benar ia berubah menjadi angsa dan Pria datang menari dengannya lalu melakukan Kisseu dengannya, tiba-tiba saja Vio menjadi jijik akan hal itu.

__ADS_1


Vio menggelengkan kepalanya berusaha mengusir pikiran tidak wajarnya itu.


Lalu dia beralih dari mahkota itu pada Sebuah Kristal yang bertumpuk, namun ada satu yang bersinar sangat terang berada di puncak tumpukan itu.


"Wah, apa ini seperti Pilem Barbi yang kakaknya jadi kuda, dan ayah sama ibunya jadi patung es.Terus untuk mengembalikan mereka seperti semua ia harus mengalahkan penjahat itu, namun ia harus punya tongkat ajaib yang ada kristalnya..."


"... Lalu ada tulisan yang berkata, Ambilah sesuai kebutuhan mu dan jangan serakah sepertinya benar! " Ucap Vio lagi-lagi kagum akan barang yang ada di sini.


Tiba-tiba matanya menangkap sebuah cincin di atas tumpukan emas, dan Vio berjalan mendekatinya.


"Widih, kayaknya lengkap nih. Bukannya ini cincin yang di Rotbart saat mengubah Odette jadi angsa ya? Gila sih, semua ada di sini! " Ucap Vio tak habis pikir kenapa semua kekuatan Barbi ada di sini?


Lupakan dulu tentang Barbi, Vio memasukkan semua harga itu ke dalam penyimpanannya yang tak terbatas, namun ada satu benda yang tidak masuk ke dalam penyimpanannya.


Sebuah pedang!


"Pedang apa ini?" Tanya Vio setelah memegang pedang itu. Pedang itu sangat ringan walau terlihat berat, warnanya emas dengan kilauan mutiara dengan mata ruby-nya.


"Kenapa pedang ini tidak bisa dimasukan? " Tanya Vio lagi, namun ia menyadari bahwa sekuntum bunga yang ia pedang sedari tadi dan tidak pernah terlepas walau dia bertarung... Ralat, membantai para tikus.


Bunga tersebut bersinar sangat terang dan mengeluarkan aura dingin yang sangat pekat, namun tidak membekukan tangan Vio malahan Vio merasakan kehangatan dan kenyamanan saat memegang Bunga itu.


Tiba-tiba saja Vio terpikirkan untuk mendekatkan Pedang dan Bunga tersebut, dan ajaibnya bunga itu menyatu dengan pedang tersebut dan bersinar sangat terang membuat Vio harus menutup matanya, agar tidak terkena sinar yang bisa membutakan tersebut.


'Kenapa dari tadi aku berhadapan dengan sinar sih!' batin Vio jengkel.


Sekitar 5 menit kemudian sinar itu mulai meredup dan terpampang lah sebuah pedang, dengan aura yang begitu besar berwarna biru. Pedang itu terbuat dari Es yang terlihat sangat mewah, dengan mata pedang sebuah mutiara dan pegangannya yang terbuat dari es pula.


Vio hanya terdiam melihat Pedang tersebut.


"Kuntum, benarkah ini kamu?"


🌹🌹🌹


[Note: Siapakah Kuntum itu sebenarnya? Apakah kalian tahu? ᶘಠᴥಠᶅ]

__ADS_1


_Always Happy_


__ADS_2