Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 31 : Melawan Serigala Beku


__ADS_3

happy reading semua(ू•ᴗ•ू❁)


🌹🌹🌹


Vio berlari menyusuri jalanan kota yang telah di penuhi oleh mayat manusia serta para monster sambil sesekali membunuh mereka yang mendekat ke arahnya.


Namun dari kejauhan dia bisa melihat sebuah bayangan makhluk yang tinggi dan besar berbulu, gigi-nya runcing dan tajam, serta memiliki ekor.


"shit! kenapa serigala itu bisa ada di sini?!" desisnya karena melihat sesuatu yang amat dikenali nya, yang membuat ia terbunuh pada reinkarnasi pertamanya.


Monster itulah yang memisahkan dirinya dengan Pedang Kuntum-nya.


Melihat itu kemarahan serta dendam yang tertumpuk berjuta-miliaran abad yang lalu segera berkobar, dan segera ingin dipadamkan dengan membunuh monster yang jauh 1 kilometer di depannya ini.


"Kali ini bukan aku yang akan dikejar, melainkan kau MONSTER SIALAN!!!" Teriak Vio lalu langsung berteleport di depan Serigala tersebut.


Serigala itu masih belum sadar dan masih melawan para Grandmaster Akademi Vio. Tangan, kaki, serta ekornya tidak tinggal diam mereka digerakkan secara membabi buta menyebabkan keruntuhan tembok serta bangunan Akademi Vio.


Melihat hal itu tekanan darah Vio langsung naik.


"SIALAN KAU MAKHLUK BERLENDIRRRRR!!!! " Teriak Vio lalu langsung mengambil pedang Kuntum Peoni-nya dan langsung membesarkannya dengan sangat cepat ke satu titik sasaran. Dahi sangat serigala.


Karena perbedaan tubuh yang cukup jauh, membuat Vio menjadi sekecil kepala Serigala itu saja. Namun itu tidak membuat semangat ataupun kekuatan Vio menurun, malahan sebaliknya.


Saat ujung pedang akan mengenai dari sang Serigala, dia menyadarinya dan segera menghindar dengan cepat. Alhasil jurus Vio meleset dari tujuan awal, namun tetap menyebabkan luka goresan yang dalam membuat serigala itu kesakitan, dan marah. Sangat marah!


Wush!


Serigala itu mengarahkan cakaran nya pada Vio, namun Vio menghindar tetapi karena gelombang kekuatan dari Serigala itu Vio mendapatkan bajunya sedikit terkoyak.


"Yak! Ini baju kesukaan ku, beraninya kau merobeknya! Akan ku bunuh kau." Pekik Vio melihat baju kesukaannya dirusak oleh Serigala itu. Bagaimana tidak baju itu ia beli seharga 5 jt Koin, dan akhirnya hanya terbuang sia-sia. Keterlaluan, rasanya Vio ingin menangis.


Hiat...


Sringgg...


Bunyi pedang dan kuku Serigala itu ketika bertemu, dengan tersenyum Vio mengalirkan Elemen Api Illahi-nya pada sebelah tangan, dan sebelah tangannya lagi menahan Kuku Serigala itu bersama pedang.


"Rasakan ini bodoh! Api Ilahi : Jurus Pertama, pembakaran abadi!!!" Teriak Vio dan langsung melemparkan jurusnya pada Serigala itu yang masih fokus pada pedang Vio yang begitu lincah, akhirnya ia tak menyadari serangan Vio yang membuatnya terpental sejauh 30 Meter

__ADS_1


*Ggrrrrr...


Auuuuuuummmmm*....


Serigala yang telah tersungkur itu, kemudian mengeram pada Vio lalu memanggil kawanannya.


Yuna yang melihat keberadaan Vio segera menghampirinya.


"Yang Mulia! Untunglah anda ada di sini! " Ucap Yuna berlutut di depan Vio, namun tak dihiraukan nya. Vio hanya fokus mendengarkan dan melihat sekelilingnya, karena perasaannya tiba-tiba berubah buruk.


Yuna yang melihat Vio tidak merespon, kembali ingin berucap namun terhenti ketika melihat tangan Vio yang diangkat di depan wajahnya. Melihat itu Yuna pun mengerti, dan tidak bertanya lebih lanjut.


Vio memfokuskan pendengaran dan mengedarkan kesadarannya sejauh mungkin dari tempatnya. Dan akhirnya ia mendapatkan ada segerombolan Binatang buas sedang berlari dengan kecepatan tinggi ke arahnya mereka. Tidak salah lagi segerombolan itu adalah Serigala Beku.


'Celaka!' batin Vio.


"Baiklah kita gunakan itu saja! Yuna siapkan anak murid mu untuk melawan para Monster!" Ucap Vio yang berhasil mengejutkan Yuna dan yang lainnya kebetulan mereka juga mendengarnya.


"Ta-tapi Yang Mulia?"


"Tidak ada bantahan Yuna, laksanakan!" Ucap Vio memotong perkataan menolak Yuna dengan wajah dingin dan datar, membuat Yuna mau tak mau melakukan apa yang diinginkan oleh Tuannya.


Yuna menghilangkan Kubah Perlindungan itu dan memerintahkan mereka untuk bersiap.


"Diamlah jangan cengeng! Jika kalian ingin hidup bergantung lah pada diri sendiri, jika tidak kau akan mati bersama orang itu! Jadi berhentilah mengeluh, Bersiap, Maju, Serang! Bukan berlindung, diam, protes. Dasar Beban!" Ucap Vio pedas namun apa mau dikata itu memang benar dan mereka tidak bisa menyangkalnya, mereka terlalu bergantung pada kekuasaan orang tua mereka tanpa mau berusaha.


Akhirnya semangat yang tadinya hilang tiba-tiba saja muncul kembali. Bagai sihir kata-kata Vio dapat menyadarkan mereka dan memberi kekuatan lebih, mereka menjadi lebih siap dan tidak ada ketakutan di mata mereka. Hanya ada pancaran keinginan yang kuat untuk hidup.


Vio yang melihat itu hanya tersenyum tipis, lalu mengeluarkan Aray Pengurang Kultivasi, serta beberapa kancing kecil.


Vio mengarahkan Aray itu ke sekelilingnya sampai ke pelosok bumi , lalu melemparkan kancing yang berjumlah ratusan bahkan ribuan... tidak, Miliaran kancing terbang tinggi ke atas langit.


Setelahnya semua kancing itu berkumpul lalu menyatu membentuk sebuah bulatan, lalu meledak menjadi debu kristal berwarna-warni dan dengan ajaibnya menempel ke badan manusia namun tidak dengan monster.


Seluruh dunia terkejut, semua orang mendapati dirinya terbungkus dengan Debu pelangi. Bahkan orang yang berada di dalam rumah entah kenapa tetap terkena debu itu.


"Eh apa ini?"


"Wah sangat cantik!"

__ADS_1


"Aku merasakan kehangatan dan kenyamanan yang baru kali ini ku rasakan!"


"Aku jadi ingin bertarung dengan Monster itu sampai titik darah penghabisan!!"


"Aku juga AYO BERJUANG DEMI KEHIDUPAN KITA! "


"AYO BERJUANG DEMI KEHIDUPAN KITA!"


"AYO BERJUANG!!!"


Seluruh orang di penjuru bumi tiba-tiba mendapatkan semangat dan kekuatan yang mendorong mereka untuk melawan para Monster.


Sedangkan di tempat Vio para Serigala Beku telah sampai namun, tingkat kultivasi nya menurun drastis.


Dari yang tadinya berada di Saint Emperor Tiba-tiba turun menjadi Jendral Penguasa Tingkat akhir, turun 9 ranah dari ranah aslinya begitu pula dengan Seluruh Monster yang ada di dunia ini.


"Syukurlah, semoga kalian bisa mengalahkan mereka. Jangan sia-siakan Koin ku yang terbuang 1 miliar demi membeli miliaran Serbuk Pelangi, untuk kalian! Hiks" Ucap Vio sedih akan kemalangan nya.


Tadinya ia ingin membeli Serbuk Pelangi untuk dirinya saja, sekedar jaga-jaga jika ia terluka berat. Namun malah terbuang percuma seperti ini, sungguh menyakitkan!


"Mari Kita bunuh Monster itu!"


🌹🌹🌹


[Hi semua, apa kabar? Baik-baik pasti kan hoho✧(。•̀ᴗ-)✧


Sesuai janji author akan up hari ini namun terlewat untuk hari ini tidak bisa up 5 sekaligus, author tidak ada waktu hehe. Namun pasti up selalu selama 3 tahun, eh hari kedepan (maaf kepeleset). ((* ̄(エ) ̄)ノ


Baik mungkin segini saja untuk hari ini, chp kali ini cukup tegang dan serius.ʕ -㉨- ʔ


Author tidak biasa membuat chp yang ada actionnya jadi maapkeun jika tidak sesuai ekspektasi dan realiti kalian, kalian tahu kan author biasanya membuat cerita yang berkonflik ringan dan terkesan humoris (ू•ᴗ•ू❁)


Jadi jika kalian suka mohon berikan dukungan kalian menyerupai Like & Komen, (jika berkenan sertakan Vote ya. Namun jika tidak bisa author tidak paksakan) ʕ•ᴥ•ʔノ♡


baiklah sekian, papay(ू•ᴗ•ू❁)


Salam Beruang ʕっ˘ڡ˘ςʔ]


_Always Happy_

__ADS_1


(Tambahan : Author sengaja tidak akan mengingatkan selalu agar kalian enak bacanya tanpa gangguan dari permintaan author. Jadi ini keinginan kalian sendiri untuk memberikan like dan komen.


Dan yang sudah komen, jempol untuk kalian✧(。•̀ᴗ-)✧)


__ADS_2