
'Tawaran'
🌹🌹🌹
(Note: Kali ini tidak ada pembukaan ya)
Setelah mendengar penjelasan dari Alex, waktu kembali berjalan seperti semula.
"Jadi Tuan V kami ingin mengajukan sebuah tawaran, bagaimana bila murid dari akademi anda dijadikan anggota Asosiasi kami setelah mereka lulus. Itu akan membuat mereka berguna bagi bangsa dan negara ini, mereka bisa membantu dengan kekuatan mereka" Rey mengutarakan maksudnya, namun sekali lagi Vio menangkap maksud dan tujuan mereka bukan sesederhana itu.
"Hm, lalu?"
Merasa bahwa Vio telah terbodohi Qyuren pun semakin gencar menyampaikan keinginannya.
"Begini, kami ingin muridmu menjadi anggota kami, dan kami akan memberikanmu kedudukan yang menguntungkan mu"
"Oh ya, apa itu?"
"Kau bisa menjadi wakil Asosiasi Pusat, kau bisa mendapatkan keuntungan besar lalu bisa memimpin Asosiasi kami. Bukankah itu bagus?" Qyuren tersenyum penuh arti.
Vio hanya tersenyum tipis. Dikiranya dengan perawakan Vio yang terlihat masih muda, maka dia akan gampang terpengaruh? Heh lucu sekali.
Dan apa katanya, wakil ketua pusat? Bukankah itu artinya aku akan menjadi bagian dari mereka? Dan otomatis akademinya, akan menjadi milik mereka juga. Memimpin? Bukankah dia hanya menjadi wakil, bukan ketua? Laku bagaimana caranya memimpin dia memimpin Asosiasi ini, jika dia juga dipimpin okeh orang lain!
Huh mereka sungguh naif, mereka pikir Vio tidan tahu maksud dan tujuan mereka yang sebenarnya ingin menguasai Akademi ini, dan mendapatkan murid-muridnya. Sungguh bodoh.
"Hahahahaha"
Rey dan Qyuren mengerutkan bingung, mengapa Tuan V tertawa? Apakah ada yang lucu?
"Huft, kalian pikir aku anak kecil yang bisa dibodohi? Bagus katamu? Haha... Itu bagus bagimu dan Asosiasi mu, namun merugikan bagiku" Tiba-tiba saja raut wajah Vio berubah menjadi datar.
"Ma-maksud Tuan V?"
"Beraninya kau ingin mengambil akademi ku, dengan menawarkan sesuatu yang tidak menguntungkan sama sekali! Wakil ketua pusat kau bilang? Itu tidak ubahnya dengan aku menjadi kacung ketua pusat Asosiasi mu, dan otomatis akademi ku akan menjadi milik Asosiasi. Sungguh naif" Vio kembali tertawa dengan kencang, seolah baru saja mendengar lawakan terlucu di dunia.
Rey dan Qyuren tiba-tiba menegang takut, karena rencananya telah diketahui. Mereka merasa salah telah mencari urusan dengan Vio, walau katanya dia masih muda dan kelihatan polos namun sangat cerdas dan kuat. Mereka menyesal telah mencari masalah dengan monster kecil berkedok kelinci itu.
"B-bukan maksud kami seperti itu Tuan. Kami hanya.."
"Huh, memang apa yang bisa kau lakukan? Asosiasi kami ini besar dan banyak orang yang kuat. Jadi walaupun kau dengan ilmu mu itu sekalipun, tidak bisa melawan kami semua. Jadi lebih baik kau serahkan Akademi itu" Qyuren yang tadinya takut dan mencoba menggertak Vio karena tidak percaya bahwa Vio bisa melawan mereka semua.
"Heh, maaf Tuan tetapi penawaran mu ku tolak, alasannya karena tidak menguntungkan ku dan... Kalian meminta dengan memaksa, jadi silahkan pergi dari sini!" Vio tersenyum remeh menatap rey lalu beralih menatap Qyuren.
"Tapi Tuan V..."
Rey segera menelan kembali apa yang ingin diucapkannya setelah melihat tatapan Vio yang dingin, dia merasa ngeri sekaligus hanya dengan tatapan matanya saja.
"Kau..!" Qyuren yang tidak mau disalahkan menunjuk Vio dengan tatapan marah.
"Apa? Kau tersinggung nona? Kau pikir Asosiasi mu bisa menolong mu jika aku membunuh kalian di sini?" Vio yang melihat jari Qyuren menunjuk padanya menjadi geram, seumur-umur belum dan tidak akan pernah ada orang yang sembarang menunjuknya, apalagi ini hanya seorang manusia hina yang bodoh.
"Aku..." Qyuren mulai ragu dan muncul ketakutan saat melihat raut wajah Vio yang dingin, datar, dan... dan... dan tampan. Ya, tampan. Qyuren tidak bisa menepis bahwa ketampanan Vio sangat tinggi, walau usianya masih muda.
"Tidak kan? Jadi nona kau harus tahu batasan mu. Kau itu tidak mampu melawan ataupun menggertak ku. Tidak, bukan. Kau tidak berhak!" Bentak Vio di akhir kalimatnya.
"Namun karena aku baik, aku akan memberikan sebuah penawaran yang sangat menarik. Tentu ini menguntungkan aku, dan sedikit menguntungkan kalian. Mau?" Vio menopang dagunya dengan tangan kanan, lalu menatap Qyuren dan Rey.
Qyuren dan Rey menjadi bimbang dan sedikit bingung, bukankah mereka kemari untuk memberikan penawaran, namun kenapa sekarang malah mereka yang mendapat penawaran?
Karena takut Vio akan berubah pikiran Rey pun segera menyetujuinya.
"Baiklah, namun apa tawaran itu?"
"Hm, bagus. Dengar aku hanya menawarkannya satu kali, jadi pertimbangkan baik-baik" Vio memberikan peringatan kepada mereka dan mau tidak mau mereka pun menyetujuinya.
"Jadi begini, aku bisa meminjamkan murid ku untuk menjadi anggota Asosiasi mu dengan syarat mereka menyetujuinya, jika mereka menolaknya maka... Bye-bye Asosiasi" Ucap Vio lalu mengarahkan tangannya lalu melambaikannya.
__ADS_1
Qyuren hanya tersenyum canggung melihat tingkah Vio yang sedikit kekanakan, namun tidak dengan Rey. Dia mendengarkan ucapan Vio dengan serius.
"Meminjamkan?"
"Ya, aku tidak akan pernah memberikan murid ku pada kalian, dan sebenarnya kalian untung karena jika terjadi sesuatu kepada murid ku maka yang harus bertangungjawab adalah aku, bukan kalian. Menguntungkan bukan?"
Rey hanya menganggukkan kepalanya. Memang itu menguntungkan bagi Asosiasi mereka, namun setelah mendengar ucapan Vio selanjutnya wajahnya menjadi buruk.
"Namun aku harus mendapatkan keuntungan bukan? Aku tidak ingin uang, karena aku sangat kaya. Aku juga tidak membutuhkan kedudukan, karena kedudukan ku lebih tinggi dari pada kalian semua taj terkecuali"
"Permintaan ku hanya satu. Pusaka yang kalian punya harus menjadi milikku" Vio tersenyum manis setelah mengatakannya.
"Apa Pusaka?! Bagaimana kau tahu tentang pusaka asosiasi kami?" Qyuren berdiri dari duduknya dengan amarah, namun Rey segera menghentikannya.
"Tidak penting aku tahu darimana..." Vio terkekeh pelan lalu menatap Qyuren dengan ramah " Kalian hanya perlu memberikannya, dan kalian tidak mempunyai hak untuk bertanya ataupun menolak"
***
[Tuan, apakah kau tidak terlalu ramah pada mereka?]
"Apa maksudmu?" Tanya Vio sambil menikmati pijatan dari sang Tukang pijat profesional, Yuna.
Beberapa waktu sebelumnya, setelah Vio menyatakan hal itu pada Qyuren dan Rey, mereka sempat marah namun ditahan karena tidak ingin merusak mood Vio yang berdampak pada penawaran itu.
Tapi mengapa mereka sampai mengiyakan semua keinginan Vio? Karena mereka tidak bisa keluar dari ruangan itu, walau mereka telah mencoba segala sesuatu tetapi nihil. Jadi mau tidak mau mereka harus menerima kesepakatan itu, setidaknya mereka berhasil mendapatkan murid akademi Vio walau tidak menguasainya.
Setelah itu barulah mereka dikeluarkan secara tiba-tiba dan muncul di depan gerbang akademi.
Kembali ke sisi Vio...
[Tuan, bukankah biasanya anda tidak akan membiarkan musuh anda begitu saja? Lalu kenapa anda malah melepaskannya kali ini?]
"Aduh, ya disitu Yuna! Alex... Kau ini bodoh atau bagaimana? Aku tidak mungkin melepaskan musuhku begitu saja!"
[Lalu Tuan?...]
[Ah, Tuan! Apakah anda memberikan mereka itu?!]
"Ya, benar. Aku menempelkan Bunga kekelaman di bajunya, hoho." Jawab Vio lalu menutup matanya.
"Ini pasti seru!" Gumam Vio.
***
Malamnya...
Di kediaman para petinggi Asosiasi dan anggotanya sedang digegerkan oleh kejadian mengerikan, dimana mereka akan terbangun setiap tidur karena bermimpi buruk. Bukan hanya sekedar mimpi buruk biasa, namun mimpi itu merusak mental mereka sampai drop.
Keesokan harinya, mereka terbangun dengan keadaan sehat namun dengan mental yang terguncang.
"A-aku curiga ini karena Tuan V itu" Qyuren membuka rapat pagi itu bersama para petinggi Asosiasi APN dan ketua pusat.
"Tuan V?" Tanya Jordan bingung. Jordan adalah petinggi ke-3 dari 5 petinggi APN.
"Iya, pemilik akademi Moon King!" Jawab Rey.
"Kenapa kau begitu yakin?" Tanya Sheren Petinggi Asosiasi APN ke-4.
"Karena kekuatannya... Kekuatannya tidak masuk akal. Dia seperti bukan manusia pada umumnya" Ingatan Qyuren kembali pada kejadian yang hampir merenggut nyawanya.
"Tidak masuk akal? Jangan bercanda yang dia lakukan hanyalah omong kosong!" Ucap petinggi no-2, Wusin.
"Ini benar Petinggi! Dia bisa mengeluarkan es dari tangannya, dia hampir saja membunuhku waktu itu!" Kekeh Qyuren.
"Benarkah? Walau begitu, dengan jumlah seharusnya kalian bisa mengalahkannya!" Ucap petinggi ke-5 Sidney, dia adalah petinggi termuda.
"Tidak, kita tidak bisa! Dari segi jumblah kitalah yang menang, namun dari segi kekuatan... Aku yakin walau hanya seorang diri, dia bisa mengalahkan kita dengan mudah!" Ucap Rey sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Keliatannya Tuan V itu orang yang berpengalaman, melihat dia bisa mengalahkan kau bahkan kita semua!" Ucap Pablo Petinggi Pertama, dan orang ke-2 terkuat setelah ketua pusat.
"Tidak petinggi! Tuan V itu adalah pemuda berumur 15 tahun, memang sulit dipercaya namun itulah kebenarannya!" Ucap Qyuren dengan wajah Takut.
"Apa? Bagaimana bisa? Itu ti..."
"Tuk-"
Baru saja Ketua Pusat, Burkey, berbicara perkataannya dipotong oleh kemunculan pedang es dari atap, dan menancap di tengah-tengah meja.
"Ini..." Semua orang terkejut melihat pisau itu.
"Ini... Bagaimana bisa ada pisau seperti ini?"
Rey memperhatikan pisau itu, dan menemukan kertas terselip di sana.
"Surat!" Perkataan Rey membuat mereka menatapnya.
Rey mengambil surat tersebut dan membacanya.
"Tertulis di sini.
'Bagaimana dengan hadiahku? Apakah kalian menyukainya? Hoho pasti kalian menyukainya, karena kalian tidak mempunyai hak untuk menolak!
Oh ya, bagaimana dengan pusaka itu? Aku akan langsung mengirimkan murid ku jika kau menerima tawaranku! Dan aku juga akan memberikan kalian hadiah murah.
Kau hanya perlu berkata tidak atau Iya, lalu otomatis surat berserta pisaunya akan menghilang, dan murid ku akan langsung berada di sana.
Cepatlah waktumu 5 menit! Ingat! Pertimbangan baik-baik, karena penawaran ini hanya sekali seumur hidup!'
Begitulah isi dari surat ini," Rey mengakhiri pembacaannya, lalu menatap ketua pusat.
"Pusaka itu ya? Baiklah berikan saja, walaupun leluhurku berkata bahwa itu berharga, namun aku tidak bisa menggunakannya jadi itu tidak berguna!" Ucap Burkey enteng.
"Jadi pilihanmu Ketua?"
"Ya!"
Setelah mengatakan hal itu pisau itu bersinar terang, lalu muncullah 5 pemuda dan 2 orang wanita di atas meja.
Pisau itu menghilang namun tidak dengan suratnya. Karena penasaran Rey melihat surat itu dengan teliti, takutnya ada kata yang tertinggal.
"Ah ada lanjutannya,
'Oh ya, karena kau telah mengatakan ya maka murid ku sudah berada di sana kan.
Dan pusaka-nya sudah berada di tempat ku, laku hadiahnya akan sampai setelah kau membaca bagian akhir surat ini.'
'V'
Begitulah akhirnya" Ucap Rey, lalu sesuai dengan apa yang tertulis tiba-tiba saja surat itu berubah menjadi es beku, lalu hancur dan hilang tak bersisa.
Berbarengan dengan itu muncul sebuah kotak yang terbuat dari kristal di depan mereka. Dengan penasaran yang tinggi Burkey membuka kotak itu, lalu muncullah sebuah mutiara yang memiliki hawa kehidupan yang sangat pekat.
Mereka tercengang sekaligus bingung namun mereka menemukan surat di dalam kotak tersebut, dan kali ini Qyuren yang membacanya.
"Katanya,
'Bermeditasi lah. Dengan mutiara itu kalian bisa menyerap aura kehidupan dengan cepat, kalian juga akan di ajarkan oleh murid ku. Mereka berada di Ranah Raja Bawah tingkat 1-2.
Ingat semua yang kalian lakukan ada konsekuensinya, fufufu'
Hanya itu." Setelah Qyuren membacanya surat itupun terbakar dan hilang tanpa sisa.
🌹🌹🌹
(Note: Chp kali ini cukup panjang)
__ADS_1