Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan

Perjalanan Sang Penguasa Kekosongan
Chp 38 : Hari Libur Yang Tidak Menyenangkan


__ADS_3

Happy Reading...


🌹🌹🌹


Hari yang cerah secerah senyum yang ditunjukkan oleh seorang pria, yang sialnya adalah pemeran utama kita.


Siapa lagi kalau bukan Vio.


Hari ini dia sedang berlibur dengan mengunjungi tempat usahanya. Masih ingat dengan 'tempat usaha'nya? Ya benar, tempat menyewa pahlawan. Yang sekarang namanya adalah Aula Jutern. And kenapa namanya adalah Jutern? Semua itu memanglah rencana sang MC.


Oleh karena itu,dia selalu mendapat masalah setelah memberikan nama itu. Contohnya seperti saat ini...


"KALIAN TIDAK BISA MASUK!" Terdengar suara bentakan dari penjaga.


"Beraninya kalian menghalangi kami! Kau tidak tau siapa aku?!" Balas pria paru baya di depan penjaga itu, dengan angkuh.


"Tidak! Silahkan pergi dari sini. Anda hanya menganggu ketertiban di tempat ini!"


"Kau...


"...ku peringatkan kau, aku adalah orang terkaya ke-18 di negara ini. Jadi bisa saja dengan gampang aku merusak dan merobohkan tempat kerja mu ini, huh!" Ucap pria paru baya itu sarkas.


Namun penjaga itu tetap mengusir mereka.


"Jika kalian tidak mau pergi, terpaksa aku harus menggunakan kekerasan!" Ucap penjaga itu lalu mengeluarkan api merahnya, yang menandakan bahwa ia adalah kultivator aliran hitam.


Melihat itu pria paru baya tersebut terkejut melihat bahwa ada seseorang yang dapat mengeluarkan api dari tangannya. Namun, tak lama pun dia tertawa seperti orang gila.


"Hahahaha...!" Semua terheran-heran karena melihat pria itu termasuk penjaga itu, dia otomatis memasukkan kembali api-nya.


"Lihatlah! Lihat! Kau ternyata adalah seorang kultivator, yang artinya kau adalah bawahan kami para pemerintahan. Aku akan melaporkanmu pada penasehat negara, setelah itu tempat ini. Hahaha... Tempat ini akan menjadi milikku, karena namaku adalah nama tempat ini..."


"...itu artinya tempat ini di berikan untukku. Hahahaha!"


Penjaga itu tiba-tiba saja panik. Apakah itu benar? Apakah dia akan dilaporkan? Dia menyesal tidak mendengarkan pria itu.


"Apa-apaan ini?" Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara, membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"T-tuan!" Penjaga itu mendekati seseorang di depannya, seorang pemuda.


"Siapa lagi ini?"tanya pria paru baya tersebut.


"Tuan" penjaga itu berlutut dengan hormat pada pemuda itu membuat mereka kembali terkejut.


'kira-kira siapa anak itu?'


'apa mungkin dia anak dari pemilik aula?'


'ah kau benar ,mungkin saja!'


Mendengar bisikan para warga pria paru baya tadi, tiba-tiba tersenyum remeh lalu mendekati pemuda itu.


"Hei, kau anak kecil. Dimana ayah mu?" Tanya pria itu ketus.


"Ada apa ini Felix?" Seolah tak mendengar perkataan pria itu, pemuda itu malah bertanya pada penjaga.


"Aku, begini ta- ukhh"


Baru saja penjaga yang bernama Felix itu menjawab namun terpotong karena Bogeman mentah dari salah seorang bodyguard pria paru baya itu.


Lagi-lagi bukannya menggubris pria paru baya itu, pemuda tersebut malah membantu Felix untuk berdiri.


"Kau tidak apa-apa kan?" Tanya pria muda itu, dan di balas anggukan oleh Felix.


Pemuda itu pun menatap pria paru baya yang sudah membuat bawahannya menjadi kesakitan, walau rasa sakit itu hanya seperti gigitan semut.


"Ada urusan apa kau, di tempatku?" Tanya pria itu.


"Heh, aku tidak punya urusan denganmu tapi dengan pemilik tempat ini!"


"Aku. Pemilik tempat ini adalah aku, lalu apa urusanmu?" Tanya pemuda itu sambil berjalan masuk ke dalam aula.


"Owh, kau ternyata. Ah aku tahu ayahmu pasti takut oleh sebab itu dia menyuruh anak ingusan seperti mu untuk menghadapi aku..."


Brukk...

__ADS_1


Belum sempat pria tua itu menyelesaikan perkataannya, dia malah terlempar menabrak tembok membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Huh, bacot!"


Semua orang terkejut karena melihat pemuda itu, yang hanya dengan lambaian saja bisa membuat pria paru baya itu terlempar jauh.


"Aish, gara-gara kau aku harus mengeluarkan tenaga. Padahal hari ini adalah hari istirahat ku. Dasar manusia Tua!" Ucap pemuda itu dengan santai namun terselip rasa jengkel pada nadanya. Lalu ia berlalu meninggalkan orang-orang yang masih syok atas kejadian tadi.


"Hihihi, asik dapet konten lagi"


***


"Dina, bagaimana pemasukan kita sebulan ini?" Tanya seorang pemuda.


"Sejauh ini biasa saja Tuan Vio" jawab Dina sambil mengecek IPAD H2-nya.


[Ket : Di jaman 3000-an mereka masih memakai IPAD namun dalam bentuk yg lebih canggih dan praktis. Sebuah cip yang berbentuk kancing kecil, yang apabila di tekan maka akan memunculkan sebuah layar hologram sedang. Ini memudahkan manusia bila ada keperluan mendadak. Namun harganya tidaklah murah sekitar 2 miliar bila dirupiahkan]


"Biasa saja? BIASA?!!"


Dina terkejut mendengar bentakan Vio, sayang sekali dia lupa bahwa Tuan di depannya ini sangat pelit. Satu rupiah saja kurang dari pemasukan yang dia ketahui, maka siap-siap saja tidak akan mendapat gaji untuk 1 tahun.


"Maksud daya ada peningkatan Tuan, dari sedikit lebih baik, menjadi biasa saja. Berarti itu mengalami peningkatan ja-"


"Berapa orang yang melapor kemari setiap hari?!"


"12 orang, ups!" Habislah sudah Dina tidak sengaja membocorkan data hasil yang sebenarnya.


"Sudah kuduga!" Raut wajah Vio seketika memburuk. Bukannya hari ini adalah waktu bersantai nya? Ayolah siapa yang bisa bersantai jika mengetahui bahwa ia telah sekarat?!


"Sepertinya sudah seharusnya aku menjadikan diri ini sebagai raja alam rendah, bumi!" Vio bergumam dan mulai merencanakan segala persiapan dari otaknya.


Mungkin perjalanan ke depan tidak akan mudah!


🌹🌹🌹


[Halo-halo Author disini. Jadi pengumuman kali ini menyangkut kelanjutan cerita ini. Berhubung akun author sudah kembali maka cerita ini akan dilanjutkan. Namun, chp 50 adalah chp terakhir di S 1 (Kelahiran terakhir : Bumi), akan ada kelanjutan dan pastinya akan lanjut di cerita ini(tidak akan dibuat baru). Jadi ditunggu saja ya, mungkin untuk S1-nya sangat tidak memuaskan untuk S2-nya author akan berusaha lebih keras lagi ya.

__ADS_1


SEKIAN DARI AUTHOR, TERIMAKASIH.


Salam Beruang ]


__ADS_2