
"Semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Nenek apa tidak sebaiknya mendengarkan penjelasan Aisyah." Gerutu Abi sambil menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.
"Mas Abi tahu persis Nenek Ratu seperti apa?" saut Denis.
"Sejak kapan kamu disitu?" sontak Abi memutarkan kursinya.
"Sejak mas Abi gerutu sendiri.
Denis sepertinya tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya Abi, walaupun sering kali Abi menolak ajakannya untuk makan malam atau sejenis lainnya.
"Mas saya ada dua tiket nonton apa mas Abi mau menemani ku nanti malam?"
"Sorry Denis sepertinya saya tidak bisa, nanti malam saya sudah ada janji dengan teman sebaiknya kamu cari teman yang lain saja ya."
Denis terlihat menyembunyikan rasa kecewanya pada Abi, tapi bukan Denis kalau tidak bisa berpura-pura menjadi gadis baik di mata Abi.
"Oh tidak masalah Mas, mungkin lain saja tiket ini biar aku gunakan bersama temenku."
"Oke kalau sudah tidak ada lagi yang di bahas bisa keluar dari ruangan saya sekarang."
"Iya mas, permisi saya kembali ke ruangan saya."
"Hemm."kata suara Hem yang keluar dari bibir Abi itu terlihat enggan untuk menjawab.
Denis pun keluar dari ruangan kerja Abi ia menutup pintunya sedikit keras.
Lagi-lagi Mas Abi menolak ajakan ku, ini semua karena Aisyah gadis miskin yang tidak tahu diri, kenapa tidak mati saja sejak kuliah dia selalu buat aku susah. Ucap Denis dalam hatinya.
Sementara Aisyah ia masih terlihat sedih sepanjang jalan gadis cantik berjilbab lesung pipi itu menangis air matanya tak mampu lagi di bendung.
Taksi. Panggil Aisyah.
Taksi pun menepi di depan Aisyah berdiri."Pak hantar saya ke alamat ini ya."kata Aisyah menunjukkan alamat pada pak supir.
"Baik Non."kata pak supir.
Saya memang bodoh kenapa hari itu saya lupakan Nenek Ratu dan menghubunginya.
Tidak lama taksi menepi di Mension mewah pagar hitam menjulang tinggi.
"Sudah sampai Non."kata pak supir.
"Iya bang terimakasih."Aisyah memberikan sesuai argo yang tertera.
Asiyah mendekati pagar itu sebelum memencet bel wanita paruh baya menghampiri Aisyah yang terlihat bingung.
"Selamat siang non, Nona mencari alamat siapa?" tanya wanita paruh baya itu dari dalam pagar hitam.
"Saya mencari alamat ini bu."Kata Aisyah menunjukkan secarik kertas.
Wanita paruh baya itu adalah salah satu asisten rumah tangga keluarga Wiranata ia menggunakan seragam warna biru.
__ADS_1
"Iya bener ini alamat disini Nona cari siapa?"tanya lagi wanita itu.
"Saya mencari Nenek Ratu apa nenek ratu ada di rumah?"
Wanita itu seperti tidak percaya kalau ada gadis biasa dengan penampilan sederhana mencari Nyonya pemilik rumah itu.
"Ada di dalam baru saja masuk, Nona ini ada perlu apa dengan Nenek Ratu biar saya sampaikan siapa nama nona?"
"Saya Aisyah Bu, tolong beritahu kan nenek saya ingin menemui nya."Aisyah memohon kepada asisten rumah tangga itu.
"Sebentar Nona tunggu ya Ibu masuk dulu untuk memberitahukan Nenek Ratu."
Aisyah mengangguk cepat pasalnya ibu itu terlihat baik dan kemungkinan besar bisa menolong Aisyah bertemu dengan nenek ratu.
Wanita itu meninggalkan Aisyah di luar gerbang sementara itu ia memberitahukan kedatangan Aisyah pada nenek ratu. Nenek Ratu yang sedang menikmati teh hijau di ruang keluarga di datangi asisten rumahnya.
"Permisi Nenek Ratu, di luar ada yang mencari Nenek Ratu."Ucap wanita itu.
"Siapa hari ini nenek tidak ada janji dengan siapapun."Kata nenek ratu sambil menyeruput teh hijau panas buatan pembantunya.
"Nona Aisyah datang ingin bertemu dengan nenek ratu apa Nenek Ratu bersedia menemuinya?"
Drg!
Kenapa gadis itu keras kepala sekali. gumam Nenek Ratu.
"Katakan padanya bahwa aku tidak ingin bertemu suruh saja pulang."
Wanita paruh baya itu keluar menemui Aisyah di luar gerbang.
"Nona maaf sekali Nenek Ratu tidak ingin bertemu dengan Nona sebaiknya Nona pulang saja mungkin lain waktu Nona bisa kembali kesini saat ini nenek ratu sepertinya sedang tidak bisa di ganggu."
Ya allah apa Nenek tidak ingin mendengar penjelasan ku. Apa alasan ku tidak hadir.
"Bu sebaiknya saya tunggu disini saja sampai nenek mau mendengarkan alasan saya."
"Tapi Non, disini panas, apa tidak sebaiknya nanti kembali lagi."
Aisyah menggelengkan kepalanya."Tidak apa-apa Bu, biar Ais tunggu disini saja Bu masuk saja."
Kasihan gadis ini sepertinya dia ingin sekali bertemu dengan nenek ratu.
Wanita itu pergi meninggalkan Aisyah di luar gerbang pasalnya wanita itupun harus melanjutkan pekerjaannya.
Waktu terus bergulir hingga pukul 4 sore langit terlihat mendung akan turunnya hujan. Aisyah masih bertahan di depan pintu walaupun pandangannya buram karena satu harian hanya tidak makan namun gadis yang memiliki wajah cantik itu bertahan hanya karena ingin menjelaskan alasan kenapa hari itu tidak mengabari nenek Ratu.
Pak satpam nampak Aisyah meringis kelaparan."Neng makan lah." Pak satpam memberikan satu buah roti dari tangan kekarnya. Aisyah menolak pemberiannya.
Byur!
Hujan pun turun sangat deras dengan tiba-tiba. Tubuh Aisyah basah kuyup oleh hujan.
__ADS_1
Di tempat lain Abi yang siap untuk pulang kerja terlintas untuk singgah di kediaman neneknya.
Suasana jalan terlihat sunyi sepertinya hujan membuat semua orang enggan untuk keluar rumah.
Tiba di gerbang sorot lampu mobil memancar di tubuh gadis yang duduk memeluk kedua kakinya dengan kepala menundukkan.
Aisyah!. Sontak membuat Abi bergegas keluar dari mobil.
"Aisyah..! sedang apa kamu disini? masuk lah ke mobilku nanti kamu sakit."
Tubuh Aisyah sudah nampak biru kedinginan."Mas Abi percaya kan? kalau ibu Ais meninggal Ais tidak sempat menghubungi Nenek mas."Ucap Aisyah bibirnya bergetar kedinginan.
"Iya saya percaya, sekarang kamu masuk ke dalam mobil saya, biar saya yang akan menjelaskan pada nenek ratu."
Aisyah pun mau menerima tawaran Abi berteduh di dalam mobilnya.
"Kamu tunggu disini saya akan menemui Nenek."
Aisyah mengangguk kepalanya pelan. Kemudian Abi masuk kedalam rumah sang nenek.
"Nek...., Nenek."panggil Abi sambil berteriak.
Nenek Ratu keluar dari kamarnya."Ada apa Abi?"
"Nenek apa tidak kasihan melihat Aisyah di luar kehujanan kalau dia sakit bagiamana nek harusnya nenek mendengarkan penjelasan Aisyah dulu." Ujar Abi
Apa! Aisyah masih di luar. gumam Nenek Ratu.
"Nenek sudah suruh dia pulang, Nenek tidak tahu kalau Aisyah masih di luar."
"Nek saya sudah minta orang suruhan ku untuk mencari tahu orang tua Aisyah, bapaknya Aisyah sudah tidak lagi bersamanya sementara Ibu Marni itu wanita yang dulu pernah merawat Abi Nek sewaktu Abi kecil, Ibu Marni memang meninggal karena sakit bahkan Abi sendiri pernah membiayai rumah sakitnya saat Aisyah studi di London."Ungkap Abi masa lalu orang tua Aisyah.
"Apa! Marni orang tua Aisyah? sejak kapan kamu tahu kalau Marni itu ibu nya Aisyah?"
"Awalnya Abi memang tidak tahu kalau bu Marni itu orang yang sudah pernah membesarkan Abi, tapi Abi merasa dekat dengan bu Marni Abi juga pernah membayar semua hutang Bu Marni, jujur nek Abi awalnya tidak tahu sama sekali, coba lihat ini nek." Abi menunjukkan satu foto.
"Marni?" Nenek ratu menitikkan air matanya melihat foto orang yang sangat berjasa dalam hidupnya.
"Suruh Aisyah masuk Abi, nenek ingin meminta maaf padanya."
"Iya nek."
Abi keluar menemui Aisyah di mobilnya."Aisyah hayo kita masuk temui nenek Ratu nenek Ratu ingin bertemu dengan mu."
"Benar kah mas?"
Abi mengangguk cepat kepalanya."Benar.., ayo sekarang kita temui Nenek."
Aisyah berlinang air mata Aisyah benar-benar terharu saat ini Aisyah tidak punya siapa-siapa selama ini nenek ratu lah yang selalu ada buat Aisyah maka dari itu nenek ratu marah besar dunia terasa runtuh.
...----------------...
__ADS_1