
Kita ULANG pengenalan karakter ya guys.
Aisyah gadis miskin yang penuh semangat berjuang untuk mendapatkan cita-citanya.
Abi pengusaha muda penerus keluarga Wiranata berhati dingin namun memiliki sisi baik di dalamnya terdapat kasih sayang setia di satu wanita tapi sejak cintanya dikhianati oleh kekasihnya luka itu sulit untuk sembuh hingga pernikahannya dengan Aisyah, ia masih terkesan dingin.
Clara Orwis warga negara Jerman dia seorang model terkenal di negaranya dilah mantan kekasih Abi Mayu Wiranata.
Hamid sahabat Aisyah mereka saling mengenal satu sama lain saling mencintai namun tak ada di antara mereka yang mengungkapkan perasaannya. Pendapat Aisyah dan juga Hamid Islam mengajarkan untuk tidak pacaran sebelum menikah lebih dulu setelah itu baru berpacaran.
Back.
Aisyah pun tertidur di selama perjalanan nampak Nenek Ratu yang sudah menunggu kedatangannya di teras rumah bersama beberapa orang asistennya.
"Semoga saja Non Aisyah baik-baik saja ya Nek."Kata bi Sum.
"Iya semoga saja, sekarang mereka dalam perjalanan pulang mudah-mudahan tidak macet."Jawab Nenek
****"
Semua orang yang mengenal sosok Aisyah setelah masuk berita kehilangannya mereka merasa iba selama ini Aisyah selalu diterpa penderitaan yang tiada henti-hentinya baru saja merasakan kebahagiaan, Aisyah kembali menitikkan air matanya atas sikap dan perlakuan suaminya, namun semua itu tidak membuat Aisyah menyerah hingga tuhan menyatukan hatinya dengan suaminya ada kalanya kesabaran memang sangat dibutuhkan waktu yang panjang untuk mencapai tujuan berbuah manis.
Tidak lama mobil rombongan memasuki halaman rumah, isak tangis pun menyambut kedatangan Aisyah.
"Kamu baik-baik saja Nak?" Ujar nenek ratu sambil memeluk tubuhnya.
"Alhamdulillah Ais baik-baik saja Nek" Aisyah pun ikut menangis melihat nenek ratu menangis.
"Sum siapkan makanan untuk menantuku, bila perlu kamu hangatkan semua makanannya" Perintah nenek ratu.
"Baik Nek, sebentar sum siapkan" Kata bi Sum.
"Hayo masuk nak, kamu pasti capek sekali, Abi kamu juga ganti pakaian mu." Kata Nenek Ratu.
Orang tua Abi pun tidak ingin ketinggalan kabar membantu nya ia datang bersama suaminya.
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa sayang, mama sangat khawatir dengan kabar kehamilan kamu."Seru sang mama Abi.
"Renata bukannya menanyakan keadaan Aisyah malah kehamilannya" Tegur Nenek Ratu.
"Iya itu maksudnya Mah." Tepis nyonya Renata.
Mereka pun kumpul di ruang keluarga sementara Aisyah bersama Abi ke kamar mengganti pakaiannya.
Tiba di kamar Abi memeluk tubuh Aisyah saat kaki Aisyah akan melangkah menuju kamar mandi, Abi memeluknya dari belakang mencium jenjangnya leher putih mulus Aisyah yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
Aisyah menggeliat suara kecil keluar dari bibirnya, Aisyah membalik badannya menatap wajah tampan suaminya dengan sangat jelas. Abi pun menggotong tubuh Aisyah ke tempat tidur, melucuti pakaiannya satu persatu, ia mencumbui di setiap titik kelemahannya karena Aisyah sedang hamil Abi pun melakukan kegiatannya dengan hati-hati sesekali Abi berinteraksi bicara dengan bayi yang masih dalam kandungan.
"Maafkan Abi sayang, kamu Jangan nakal ya, sehat-sehat disana" Celotehnya Abi.
"Mas, kamu apa-apaan sih" Kata Aisyah
"Ya lah kalau tidak ada baby mungkin kamu sudah dinikahi pria brengsek itu" Protes Abi.
Ada rasa bahagia dengan perubahan Abi ada juga khawatir Abi hanya menyayangi anaknya kelak.
"Ah! kamu sih jadi lemes kan" Kesal Abi.
Tapi Aisyah malah tertawa cekikikan melihat wajah melas Abi. Karena Aisyah kasihan Aisyah pun mencoba untuk menciumi bibirnya.
"Yah Nenek seperti tidak pernah muda saja" Saut Bi Sum.
"Kamu Jawab saja Sum sudah sana rapihkan meja makannya" Usir Nenek Ratu.
"Sudah semua nek tinggal tunggu non Aisyah saja." Timpal bi Sum.
Dan sementara itu Aisyah yang sedang bercumbu melayani suaminya, di setiap inci sentuhan lembut jemari tangan kokoh Abi meremas gundukan dan ********** dengan lembut, ******* nikmat lolos begitu saja dari mulut Aisyah.
"Tahan ya sayang sebentar lagi." Ucap Abi
Aisyah menjambak rambut suaminya. Granat yang besar dan berukuran pisang raja itu mulai berinteraksi dengan baby dalam kandungan istrinya.
Aisyah pun terbawa suasana ayunan pinggul Abi yang terus mengayun sesekali Abi mendorongnya dengan hentakan pelan pendingin ruangan tak lagi menyejukkan peluh membasahi tubuhnya, di ujung kelimax Aisyah teriak kenikmatan, mereka terkapar bersimbah peluh.
Tok...Tok..Tok.
"Aisyah kamu lama sekali hayo turun nak temani nenek makan" Teriak Nenek Ratu.
"Mas itu Nenek" Sontak saja Aisyah mengambil pakaiannya langsung ke kamar mandi.
__ADS_1
Abi melangkah membuka pintu hanya melilitkan handuk di bawah pinggulnya
"Aisyah masih mandi Nek." Ucap Abi sedikit membuka pintunya.
"Lama sekali kalian, nenek sudah lapar lagi pula mama mu ijin pamit pulang." Protes nenek ratu.
"Iya sebentar." Kata Abi.
"Ya sudah Nenek tunggu di ruang makan jangan lama." Saut nenek ratu
"Sayang buka dong pintunya Nenek sudah marah-marah kita kelamaan katanya." Teriak Abi.
"Kalau kamu masuk nanti lama lagi Mas." Jawab Aisyah dari dalam kamar mandi.
Abi menggaruk kepalanya yang tidak gatal menunggu Aisyah mandi Abi mondar-mandir di dalam kamar.
Cklek!
Aisyah keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya."Kamu kenapa Mas?" Tanya Aisyah.
"Kamu lama sekali sudah tau nenek tadi sampai mendatangi kamar loh." Seru Abi.
"Ya sudah sekarang mandi." Kata Aisyah.
Sembari menunggu Abi mandi Aisyah menyiapkan beberapa pakaian Abi dan juga pakaiannya.
"Aisyah lama sekali." Kata Nenek Ratu yang sudah duduk di meja makan.
Terkadang kelebihan kasih sayang pun tidak baik pada akhirnya akan saling cemburu walaupun itu notabene merupakan nenek karena kasih sayangnya yang begitu besar ia kadang akan takut kehilangan kebersamaan.
Tidak lama Abi menggandeng tangan Aisyah menuruni anak tangga.
"Abi Aisyah kalian ngapain saja sih kok lama sekali?" Protes Nenek.
"Nenek ini seperti tidak pernah muda saja"
"Sudah-sudah, Mas kamu pakai lauk apa?" Aisyah selalu menyiapkan makanya Abi.
Setelah melayani suaminya dan juga nenek Ratu baru Aisyah duduk berdampingan dengan suaminya.
...****************...
BERSAMBUNG.
__ADS_1