
Kemudian Abi menghampiri Aisyah di ruangannya.
Abi membuka pintu dengan sedikit keras hingga berbunyi.
Brak!.
"Heh cewek 'Songong gue orang yang berkuasa di perusahaan ini, jadi tidak bisa jauh-jauh dari aturan gue, bilang sama cowok brengsek itu jangan pernah ikut campur urusan pribadi gue, kalau tidak ingin gue pecat."Pekik Abi dengan wajah memerah penuh amarah.
"Mas kamu kenapa 'Sih semua masalah kamu tumpahkan semua ke-saya, apa kamu tidak bisa hargai saya sedikit saja 'Pak Abi yang terhormat."Jawab Aisyah penuh dengan penekanan.
Kemudian Abi keluar dari ruangannya ia melangkah dengan gagah wajah penuh amarah. Sementara Aisyah hanya bisa mengelus dadanya dengan kesabaran.
Mas apa aku ini tidak pernah kamu anggap ada? aku ini istrimu mas bukan musuh mu, di setiap hari setiap jam setiap detik ketika melihat ku kamu selalu melupakan semua amarah mu padaku.
Coba saja dulu kau tidak mendekati bule itu dan parahnya kamu bawa bule itu ke rumah nenekku kau itu siapa hanya tamu tidak sepantasnya kau bawa pria itu ke rumahku. Gumam batin Abi sambil berjalan dengan wajah tegak dan lurus.
Denis Arista gadis yang gemar melakukan tugasnya untuk membuat Abi dan Aisyah selalu bertengkar.
"Pak Abi, mau saya buatkan minuman?"Sapa Denis dengan menawarkan minuman.
"Lakukan saja tugas mu."Ucap Abi ketus.
Seketika Denis membungkam mulutnya rapat-rapat, ia tahu kalau atasannya itu hatinya sedang tidak baik.
Denis menghentakkan kakinya di lantai ia merasa geram karena tidak di hiraukan oleh Abi.
Pasti gara-gara gadis kampungan itu deh pak Abi marah, dia selalu saja buat masalah. Gumam Denis pelan.
Beberapa menit kemudian Abi duduk di kursi kebesarannya sambil memutar-mutar kursinya.
Tok...Tok...Tok.
Masuk.
"Tuan saya ingin menghantarkan pesanan dari nenek Ratu."Kata pak Anggoro.
Abi menerima kertas kotak seperti undangan yang sudah di ikat rapi dengan pita.
"Terimakasih pak."Ucap Abi.
"Sama-sama Tuan, saya permisi dulu."Pamit pak Anggoro.
Di jawab dengan anggukan kepala oleh Abi. Kemudian Abi membuka pita itu lalu membaca isi dalam kertas itu alhasil Abi cukup terkejut karena isinya adalah tiket Honeymoon ke Paris.
Astaga! nenek apa-apaan sih kenapa tidak bicarakan dulu selalu saja buat keputusan sendiri.
Abi pun mengambil ponselnya di atas meja, lalu menghubungi Nenek Ratu.
Tut...Tut...Tut. Terhubung dengan nomor sang nenek.
"Halo Abi, kamu sudah terima dari pak Anggoro?"
"Nenek apa-apaan sih? nenek kan tahu kalau akhir-akhir ini Abi sangat sibuk jadi tidak mungkin Abi bulan madu untuk sekarang ini."Protes Abi.
"Abi Nenek sudah suruh orang kepercayaan nenek untuk handle semua pekerjaan kamu, kamu tidak usah pusing masalah kerjaan, sudah tidak usah protes lagi."ucap nenek tegas.
Klik.
Nenek ratu mengakhiri telponnya dengan abi."Masih saja seperti dulu, selalu membantah orang tua."Gerutu Nenek Ratu.
"Iman" panggil Nenek Ratu.
"Saya Nek."Saut pak Iman lari-larian.
Sementara nenek Ratu ke kamar mengambil tasnya. Kemudian Nenek Ratu keluar dengan pakaian rapi.
"Iman capat hantar saya ke kantor Abi."Kata Nenek.
__ADS_1
"Baik Nek."Kata pak Iman.
Nenek ratu pun masuk kedalam mobil kemudian mobil melaju dengan cepat menuju perusahaan miliknya.
"Man menurut kamu Aisyah itu bagaimana?" tanya Nenek Ratu pada pak iman.
Selama perjalanan nenek Ratu mengisi kesunyiannya dengan mengobrol dengan pak imam.
"Non Aisyah itu baik Nenek, soleha pintar dan juga rajin biar pun di rumah banyak mobil tapi non Aisyah tidak memanfaatkan keadaan yang sekarang kalau non Aisyah malah naik ojek Nek." Pak Iman keceplosan mengatakannya pada nenek ratu.
"Apa!. Asiyah ke kantor naik ojek?" sontak Nenek Ratu yang mengira Aisyah berangkat bersama Abi.
"Seperti itu yang saya lihat Nek."Kata pak Iman.
Nenek ratu pun semakin geram dengan ulah cucunya tiba-tiba Nenek Ratu merasakan pusing kepalanya.
"Man tolong hantar Nenek ke rumah sakit ya, kepala nenek pusing sekali."
"Iya Nek."Ucap sigap pak iman mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tiba di rumah sakit pak Iman segera memanggil suster."Suster tolong di mobil ada yang sakit."Panik pak iman.
"Baik pak, ayo pak cepat buka pintu mobilnya."
Pak iman memapah Nenek Ratu ke atas banker di bantu suster mendorongnya ke ruang IGD.
"Bapak tunggu disini saja ya."Ucap suster.
"Baik sus."Jawab pak iman.
Setelah itu pak iman segera menghubungi Abi.
"Halo den nenek tiba-tiba sakit, sekarang di rumah sakit."
"Astaga! pak iman tolong jaga nenek jangan kemana-mana ya sekarang saya ke rumah sakit."
Kemudian Abi diam-diam, pergi ke rumah sakit tanpa memberitahukan Aisyah istrinya. Padahal Abi sang suami melewati ruangan kerja Aisyah. Pada saat itu Aisyah memang sedang sibuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh atasannya yang notabenenya adalah suaminya sendiri. Sebenarnya Abi ingin memberitahukan Aisyah kalau sang Nenek sedang di rawat di rumah sakit namun rasa sengsi mengalahkan segalanya.
Pria tampan yang memiliki berbulu halus di wajahnya itu tiba di rumah sakit ruangan VIP dimana sang nenek di rawat.
"Nenek!" Panggil Abi.
Wajahnya terlihat penuh dengan kekhawatiran langsung memeluk tubuh sang Nenek Ratu yang sedang terbaring lemah.
"Abi, Nenek tidak apa-apa mana istrimu?"tanya Nenek sambil celingukan mencari sosok menantu kesayangannya.
"Aisyah sibuk di kantor Nek, Nenek tidak usah banyak pikiran sekarang Nenek harus fokus sama kesehatan nenek."Ucap Abi.
Tiba-tiba Nenek memalingkan wajahnya rasa kecewanya pada Abi yang datang dengan sendiri tanpa membawa istrinya.
"Ayo lah Nek, jangan seperti ini Abi tidak bisa mengganggu pekerjaannya."Tepis Abi bohong.
"Abi istrimu itu bekerja di perusahaan 'kita kenapa kamu menganggapnya seperti pegawai lainnya."Protes Nenek Ratu
"Untuk apa Nek? 'Aisyah tidak pernah mencintai Abi Aisyah menikah dengan Abi karena terpaksa kenapa sih Nenek tidak bisa mengerti itu?"Keceplosan Abi Ungkap perasaannya sebenarnya
"Abi sekarang Aisyah itu istrimu, kamu wajib membahagiakannya Aisyah wanita yang mengerti agama, sejak dia memutuskan untuk menikah denganmu Aisyah mengubur hatinya untuk pria mana pun."
Abi pun terdiam menunduk wajahnya memerah penuh dengan kekecewaan terhadap Aisyah dulu hatinya tertanam pada gadis miskin yang penuh semangat berjuang tapi sejak melihat dengan mata kepala sendiri Aisyah dilamar pria asing yang ingin menjadikan Aisyah istrinya seketika Abi berubah menilai wanita semua sama ia merasa dua kali di patahkan oleh gadis yang dia cintai.
Flashback
Seseorang menghubungi Abi pada saat itu ia memberitahukan bahwa kedatangan seorang gadis dari Indonesia yang tinggal sementara di Mension pribadi Nenek Ratu, dan mengirimkan foto Aisyah yang sedang makan malam. Pada saat itu abi begitu senang mendengar gadis yang dia cintai itu berada di kediamannya London saat itu juga Abi mengepak pakaiannya ke dalam koper lalu menghubungi jasa penerbangan, hati sangat menggebu untuk menemui gadis yang dia cintai. Setelah terbang dari Jerman ke London tiba London sore hari Abi langsung menuju kediamannya kebetulan rumah itu tidak tertutup Abi langsung masuk seketika Abi menghentikan langkahnya melihat Aisyah sedang duduk memegangi kotak perhiasan, Abi pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam rumah kembali memesan tiket pesawat menuju Jerman. Dia lampiaskan kemarahan pada Clara. Dari situ abi merasa Aisyah terpaksa menikah dengannya tanpa tahu lebih dulu penjelasan dari Aisyah padahal kotak perhiasan itu Aisyah kembalikan pada pemiliknya.
Back.
"Percaya lah, Aisyah gadis yang baik nenek tidak akan memilihkan istri yang tidak baik untukmu belajar lah mencintainya dengan ketulusan hatimu Aisyah pasti akan menghormatimu sebagai suaminya."
__ADS_1
"Nenek hari ini sudah bisa pulang jadi tidak perlu di rawat nenek ingin Aisyah yang merawat Nenek dirumah."
"Baiklah Nek nanti Abi jemput Aisyah di kantor sekarang Abi akan urus dulu administrasinya Nenek tunggu disini."
Nenek ratu menganggukkan kepalanya pelan, Lalu Abi pergi ke loket pembayaran.
"Permisi Sus atas nama Nyonya Farida Wiratama."
"Baik pak, mohon tunggu sebentar."kata suster.
"Atas nama Nyonya Farida Wiratama, total perawatan untuk hari ini 1,500 pak" Ucap suster.
Abi menyodorkan kartu debit master untuk membayarnya.
"Sudah pak, terimakasih."Kata suster.
Kemudian Abi kembali ke ruangan nenek Ratu."Ayo kita pulang, pak iman tolong bawah tasnya."
"Baik Den."kata pak Iman.
Sementara di tempat lain Aisyah selesai mengerjakan tugasnya dengan capat Aisyah niat untuk menghantarkan berkas itu pada atasannya ya itu Abi, tapi tiba disana ruangan Abi terlihat kosong.
"Mas Abi kemana?" Gumam Aisyah pelan.
Lalu Aisyah kembali membawa berkasnya ke ruangan kerjanya.
"Aisyah."Panggil Hamid.
Mendengar Hamid memanggil namanya Aisyah pun mempercepat langkahnya ia tidak ingin menjadi masalah lagi jika Abi melihat kedekatannya.
Kenapa Aisyah seperti menghindariku apa ini ulah Abi, dasar brengsek!. Dalam hati Hamid memaki Abi.
Tapi Hamid tidak menyerah terus mengejar Aisyah ke ruangannya.
"Aisyah."Ucap Hamid nafasnya masih ngos-ngosan.
"Ada apa mas Hamid?" tanya Aisyah.
"Kamu sudah makan?" tanya lagi Hamid.
"Aku sudah makan."Jawab Aisyah singkat.
"Aisyah ada apa? sepertinya kau menghindari ku apa ini ada hubungannya dengan Abi, Aisyah Abi itu laki-laki yang tidak baik untuk kamu dia itu laki-laki playboy dia banyak memiliki wanita di luar sana."Ungkap Hamid.
"Cukup 'Mas. Mas Abi itu suamiku tidak bisa Mas Hamid menjelekkan dia, sebaiknya Mas Hamid tidak usah terlalu dekat dengan ku, Ais tidak ingin menjadi salah paham dengan suamiku."Kata Aisyah.
Entah apa yang ada dipikiran Hamid tiba-tiba menarik tangan Aisyah. Dan hampir jatuh.
Bugh!
"Brengsek! lu jangan pernah sentuh istriku bajingan."
Bugh!.
Hamid tidak melawan pukulan dari Abi karena ia merasa salah sudah tidak sopan terhadap Aisyah.
"Mas Abi hentikan. STOP!"Teriak Aisyah.
"Sekarang kamu pulang Nenek sakit di rumah."Kata Abi sambil menarik tangan Aisyah.
Hamid melihat Aisyah di gandeng tangannya oleh Abi hatinya sakit dadanya sesak seperti di timbun beban berat untuk bernafas saja rasanya tidak sanggup karena besarnya cinta Hamid pada Asiyah.
...****************...
...****************...
Yuk mampir kepoin isi dalam cerita perjuangan gadis miskin
__ADS_1