
"Mas...mas bangun yuk kamu kan belum makan." Aisyah menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
Perlahan abi membuka matanya."Hemm ya nanti saya masih ngantuk."Jawabnya lalu kembali memejamkan makanya.
Tanpa banyak bicara Aisyah keluar dari kamar menuju ruang tamu, ia duduk dengan wajah di tekuk.
Muncul nenek Ratu menatap wajah Aisyah dengan inten, kemudian nenek ratu duduk disampingnya.
"Nenek tahu kamu sedang marah."ucap nenek ratu.
"Tidak" jawab Aisyah singkat, Aisyah berfikir jika menceritakan kepada nenek ratu tentunya akan melibatkan nenek ratu lalu Nenek Ratu akan memarahi Abi. Aisyah pun membungkam mulutnya rapat-rapat.
"Nenek siap kok menjadi pendengarnya." Ucap lagi nenek ratu, pasalnya akhir-akhir ini Aisyah sering kali marah tanpa sebab, nenek ratu pun memaklumi semenjak kehamilannya kadang Aisyah bertingkah seperti layaknya anak kecil.
TAP
TAP
TAP
"Sunyi sepertinya tidak ada orang, Aisyah kemana?" tanya Abi pada dirinya sendiri.
Abi celingukan mencari sosok istrinya, bertemu dengan nenek ratu.
"Nek tahu Aisyah dimana?" tanya Abi.
"Tuh di ruang tamu sepertinya ngambek, ada apa lagi sih Abi?" kata nenek ratu.
Abi mengangkat kedua bahunya."Abi baru saja bangun mencari Asiyah"Jawab Abi polos.
"Ya sudah sana samperin" Kata Nenek ratu sembari ngeleos pergi mengusap belakang punggung Abi.
Kemudian Abi menghampiri Aisyah di ruang tamu, nampak Aisyah sedang duduk bersandar. Abi duduk di sampingnya.
"Ada apa lagi sih markonah, ngambek mulu dah, jalan-jalan keluar yuk" ajak Abi.
"Nggak malas" jawab Aisyah ketus, memalingkan wajahnya.
Abi menarik tangan Aisyah pelan mengajak makan malam di luar, abi mengendarai mobilnya tanpa driver kerena memang sengaja Abi ingin menghabiskan waktu malam hari bersama istrinya.
Mobil melaju kencang membelah kota jakarta suasana malam semakin ramai alu lalang kendaraan bermotor ramai dengan suara klakson bersautan.
tidak lama tiba di sebuah restoran abi segera menepi dan memarkirkan mobilnya.
"Ayo sayang kita turun sepertinya restoran ini ramai"Ajak Abi.
Aisyah yang tidak bisa dengan keramaian, ia merasa enggan namun Aisyah melihat Abi antusias untuk makan di restoran itu, Aisyah pun terpaksa mengikuti arah suaminya.
Aisyah mengangguk pelan, lalu Aisyah turun di gandeng tangannya oleh Abi.
Tiba di ruangan ada sosok gadis berpenampilan menarik seksi membiarkan tubuhnya terekspos oleh semua orang, dia Clara bersama teman prianya.
Abi melewati meja Clara, seketika Clara melirik Abi dan Aisyah, tatapan matanya sangat tajam.
Aisyah dan Abi duduk di meja belakang Clara."Pelayan" Panggil Abi.
Kemudian pelayan mendatangi meja Aisyah dan Abi."Selamat malam tuan, silahkan di pilih" Kata pelayan dan tidak meninggalkan meja itu, ia tetep berdiri mematung menunggu pesanannya.
Setelah memesan makanan pelayan pun meninggalkan meja itu.
Kemudian Clara dengan sengaja melewati meja Abi, menyandung kaki abi dan terjatuh. Sepertinya Clara memang sengaja mencari gara-gara.
Aaaw! Clara meringis kesakitan mengusap-usap lututnya.
"Astaga! kamu tidak apa-apa?" Sontak saja Abi membantu Clara berdiri
"Maaf ya saya tidak sengaja"Kata Abi.
Pas Clara menyingkap rambutnya nampak wajah yang tidak asing bagi Abi.
__ADS_1
"Kamu?"
"Abi, ya ampun sayang, makan disini juga?" Ucap Clara sambil menggelayut
"Sayang!, siapa dia mas?"Tanya Aisyah pun marah
"Teman, bukan siapa-siapa"Tepis Abi tidak ingin Aisyah marah.
"UPS! Aisyah ya?, perkenalkan nama saya Clara saya mantannya Abi, sekaligus Cinta pertamanya Abi."Saut Clara dengan lantang.
"Clara, diam kamu! kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi berhenti mengaku-ngaku bahwa saya pacar kamu."Pekik Abi
"Nah kan Aisyah dia ngaku kita katanya UPS!" Ucap Clara dengan senyuman liciknya.
"Mba saya tidak jadi makan disini, dan ini uang untuk membayar pesanan saya mba makan saja"Abi menarik tangan Aisyah.
"Abi.., tunggu Abi"Teriak Clara memanggil Abi bukan hanya itu Clara juga mengejar Abi sampai parkiran.
Abi langsung menancap gas nya dengan cepat meninggalkan tempat itu, belum sempat Clara tiba di parkiran Kendaraan roda empat itu sudah pergi jauh dari situ.
Di mobil Aisyah diam seribu bahasa, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Aisyah. Bahkan untuk mendengarkan penjelasan Abi pun Aisyah tidak ingin bila perlu, dia ingin telinganya menjadi tuli beberapa saat saja, dadanya terasa sesak sulit untuk dipahami bahwa suaminya selama ini tidak pernah mengenalkan siapa mantan-mantan di luar sana.
"Sayang" Ucap Abi sambil meraih tangan Aisyah.
Seketika Aisyah menepis tangan Abi dan memalingkan tatapannya kesamping.
Saat ini Aisyah hatinya hancur begitu mendengar kata sayang yang di ucapkan dari bibir wanita lain, bukankah kata sayang itu hanya di ucapkan untuk dirinya, ternyata wanita lain pun menyebut kata sayang pada suaminya.
"Jangan diamkan aku seperti ini" Kata Abi.
Tapi Aisyah tidak menjawab ucapannya, semakin Abi banyak bicara semakin Aisyah ingin rasanya teriak, Tutup mulut mu Mas! namun tidak mampu untuk mengucapkannya.
Aisyah memejamkan matanya agar air mata tidak mengalir, Aisyah tidak ingin suaminya tahu kalau dia menangis karena cintanya yang terluka, rasanya memang pedih tiada tara
Sekitar 30 menit tiba di kediaman, Aisyah langsung keluar dari mobil melangkah cepat menuju kamar tamu mengunci pintu kamarnya.
Tok
Tok
Tok
Aisyah menenggelamkan wajahnya di atas bantal, Aisyah menangis sesenggukan.
Aaaaakh! jahat kamu mas!" Aisyah menjerit tertahan.
Setelah sedikit tenang Aisyah mencuci wajahnya di wastafel kamar tamu, tiba-tiba merasakan perutnya sakit.
"Ya Allah perut ku sakit sekali, AAAH!" Merintih kesakitan memegangi perutnya.
"Aisyah!" Abi mendengar Aisyah teriak sontak saja bangkit mengetuk pintunya.
"Aisyah! buka pintunya" Teriak Abi
AW! Aisyah kembali merintih kesakitan, Aisyah merosot bersandar Didinding setelah mengalir bercak darah dari ***********.
Abi mulai panik setelah tidak mendengar lagi suara Aisyah.
"Aisyah! buka pintunya!" Teriak lagi Abi.
Tiba-tiba Nenek Ratu muncul"Ada apa Abi?"tanya Nenek Ratu
"Aisyah di dalam nek, tadi teriak sepertinya kesakitan"Ucap Panik Abi.
"Cepat buka!" kata nenek ratu
"Tidak bisa Nek, pintunya di kunci dari dalam" ucap lagi Abi.
"Ambil kunci serep di toples guci cepat."
__ADS_1
Abi lari mencari kunci serep, tubuh gemetar tiba-tiba saja apa yang dia cari tidak mendapatkan hasil.
"Cari apa Den?" tanya bi Sum.
"Kunci serep kamar tamu bi" kata Abi gugup
Tidak lama Abi menemukan kunci itu lalu kembali ke kamar tamu dan berhasil membuka pintunya nampak Asiyah yang sudah terkapar.
Aisyah! Teriak nenek ratu dan Abi. Abi langsung merangkul tubuhnya.
Aisyah bangun buka matanya! Aaaaakh! Abi menangis mendekap tubuhnya dengan erat.
"Cepat Abi bawa ke Rumah Sakit."
"Ikhlas..."Panggil Nenek Ratu.
"Saya nek, Non Aisyah kenapa Nek?" Tanya ikhlas
"Sudah jangan banyak tanya siapkan mobil langsung ke RUMAH SAKIT"Perintah Nenek Ratu.
Abi membopong tubuh Aisyah ke dalam mobil."Ikhlas cepat!" pekik Abi.
"Baik Tuan muda"Jawab ikhlas dengan sigap
Ikhlas menaikan kecepatannya beberapa menit kemudian kendaraan roda empat itu tiba didepan gedung RUMAH SAKIT.
"Dokter Dokter" teriak abi lantang memanggil dokter.
"Pak, tolong tunggu di luar, biar Dokter menangani pasien dengan leluasa."Halau wanita berjas putih.
"Ingat lakukan yang terbaik untuk istri saya kalau tidak saya akan menutup RUMAH SAKIT ini" Ancam Abi.
Tentu saja Abi bisa bicara dengan lantang sebab nenek ratu lah pemilik RUMAH SAKIT itu.
"Pasti pak" kata dokter.
Abi dan Nenek Ratu juga ikhlas kemudian menunggu di bangku depan ruang IGD.
Ini semua salah CLARA! Perempuan itu sangat menjijikkan membuat Aisyah menjadi salah paham. Batin Abi
"Kamu berhutang penjelasan pada Nenek" Saut nenek ratu.
Abi mengusap wajahnya dengan kasar berkali-kali melirik jam tangannya yang melingkar di tangan kanannya, sudah satu jam Aisyah di dalam tapi dokter belum juga muncul.
Tak, sabar Abi bangkit dari duduknya menuju pintu ruang IGD baru berapa langkah dia maju seorang dokter keluar dari ruangan.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya.
Wanita berjas putih itu menghela nafas dalam lalu mengeluarkannya.
"Jawab Dok" bentak Abi.
"Mohon maaf pak, anak dalam kandungannya tidak bisa di selamatkan" Ujar dokter dengan suara berat.
Untuk sejenak seolah jantungnya berhenti berdetak.
Aaahk! Abi menjambak rambutnya. Sementara itu Aisyah tidak mau bertemu dengan Abi.
"Aisyah" panggil Nenek Ratu.
Aisyah menangis di pelukan Nenek Ratu."Maafkan Ais Nek Aisyah tidak bisa menjaga anak Aisyah hiks...hiks..hisk."Ucap Aisyah sesegukan.
"Tidak apa-apa sayang, kamu masih bisa hamil lagi, mungkin saat ini kehamilan kamu belum di percaya sama Allah."
Aisyah menganggukkan kepalanya.
Di luar abi mengepalkan tangannya," Kamu harus membayar semuanya CLARA saya bersumpah saya hancurkan hidup kamu."Rutuk nya Abi sambil mengeratkan giginya.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
BERSAMA