Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 33


__ADS_3

...PENYESALAN ABI...


Tamparan keras untuk Abi kehilangan kesempatan memiliki seorang anak selain itu Aisyah kini setelah kembali dari rumah sakit Aisyah tidak mau satu kamar dengan suaminya.


Setiap hari Aisyah menyiapkan sarapan pagi untuk Abi, tapi tak banyak bicara Aisyah langsung pergi dari ruang makan.


Baru saja akan membuka mulut menyapa sang istri namun seketika Nenek Ratu menggelengkan kepalanya. Lalu Abi mengurungkan niatnya, ia merasa percuma saat ini suasana hati istrinya sedang tidak baik.


Aisyah ke kamar merapikan handuk yang bekas terpakai setelah membersihkan kamar Aisyah kembali menuruni anak tangga.


"Saya mau kembali bekerja di posisi jabatan yang kemarin."Saut Aisyah.


Abi menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan perlahan."Baik."Jawab Abi singkat.


Lagi-lagi Nenek Ratu mengedipkan matanya sambil mengangguk pelan memerikan kode.


Sekitar jam 10 pagi Aisyah sudah nampak cantik, ia sedikit memoles dengan makeup tipis di wajahnya, hari itu Aisyah menggunakan kemeja warna blue celana hitam panjang dengan sepatu high heels berpadu dengan celana.


Aisyah menjejakkan kakinya memasuki lobby kantor, ia berjalan dengan lunglai. Nampak beberapa pegawai yang melihat Aisyah menganga terpana melihat kecantikannya, ada juga yang mencibir karena ke kehilangan bayinya. Namun Aisyah terlihat tenang bahakan tidak perdulikan nya.


"Jika bergosipnya sudah selesai kembali lah bekerja ketempat kalian masing-masing."Saut Aisyah dengan penuh penekanan kali ini Aisyah bukan lah Aisyah yang dulu selalu di tindas namun diam tak membalas.


Seketika mereka buyar dan kembali tempat masing-masing termasuk Denis, Aisyah menatap tajam wajah Denis.


Flashback.


Sewaktu masih di rumah sakit Aisyah menceritakan semuanya pada nenek ratu.


"Apa sebenarnya yang terjadi? nenek tidak akan marah ceritakan semuanya pada nenek" Kata nenek Ratu.


"Nek, Gadis itu kembali lagi?" Ucap Aisyah sambil berlinang air mata.


"Maksud kamu siapa?" tanya lagi Nenek Ratu penasaran.


Lalu Aisyah menceritakan tentang kehadiran Clara malam itu, tentu saja Nenek Ratu sangat marah, dan memberikan saran pada Aisyah agar merubah tampilan dan sedikit tegas. Saran itu di terima oleh Aisyah dan kini Aisyah menjadi gadis yang cuek dan ketus.


Back.


Aisyah berdiri di depan pintu ruangan kerja Abi, dengan ragu-ragu Aisyah mengetuk pintunya.


TOK


TOK


TOK.


"Masuk" Saut Abi dari dalam.


Terdengar suara dari dalam Aisyah memutar hendel pintunya dan mendorong kedalam.


"Aisyah"Ucap Abi.


"Ya, tolong berikan berkas yang harus saya kerjakan untuk hari ini" Tutur Aisyah.


"Duduk lah dulu, ruangan kerja kamu sedang di rapihkan."Kata Abi.


Aisyah menarik kursinya lalu duduk di depan meja kerja Abi. Seketika Aisyah memalingkan wajahnya sesungguhnya dia tidak mampu berdiam seperti ini dengan suaminya namun, ia terpaksa melakukan supaya Abi jera.


Maafkan aku Mas, terpaksa aku seperti ini aku lelah dengan semua itu aku kehilangan anak kita karena kamu, biar lah kita seperti ini supaya kamu merasakan betapa sakitnya kehilangan buah hati kita mas.


Tok. Tok Tok.


"Masuk" Ucap Abi.


"Permisi pak, ruangan yang bapak minta sudah siap di tempati" kata pegawai yang bertugas membersihkan.

__ADS_1


"Baik, sam terimakasih ya" kata Abi.


"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi kembali bekerja"katanya. Abi menganggukkan kepalanya


"Aisyah, mari ikut saya"Ucap Abi.


Aisyah bergegas bangkit mengikuti langkah Abi, Aisyah terkesan cuek seperti bukan pasangan suami istri. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Denis, saat Aisyah dan Abi berjalan Denis tersenyum sinis.


"Pak Abi" panggil Denis.


Abi menghentikan langkahnya menengok ke arah Denis.


"Ada apa Denis?" tanya Abi karena langkahnya terhenti.


"Maaf pak, dasi nya miring" Kata Denis sambil membenarkan dasi Abi.


Degh!


Aisyah mengepalkan tangannya, Aisyah marah karena Denis sudah tidak sopan dengan atasnya.


"Terimakasih" ucap Abi.


"Sama-sama pak" Ucap lagi Denis dengan tubuh seperti kepanasan.


"Kalau sudah selesai bisa kita lanjutkan?"Saut Aisyah.


"Kenapa Aisyah tidak marah, saya ingin dia marah apa Ais sudah tidak peduli lagi." Batin Abi.


Tiba di depan ruangan Abi membuka pintunya nampak ruangan kerja yang besar dan bukan ruangan yang pernah dia tempati, ruangan kerja sekarang lebih besar dan mewah.


"Ini ruangan kamu, tolong print keuangan bulan lalu dan segera kirim ke ruangan saya."Perintah pada Aisyah.


"Baiklah, kalau sudah selesai silahkan keluar" Usir Aisyah.


"Baik saya akan keluar" kata Abi sambil melangkah pergi menutup pintunya sedikit, dari belakang pintu Abi mengepalkan dua tangannya.


"Iya iya pergi."Kata Abi


"Perasaan saya yang punya perusahaan tapi saya yang di usir." Gerutu Abi


Beberapa jam kemudian jam makan siang pun datang Aisyah berniat untuk makan siang di kantin. Aisyah keluar dari ruangan berjalan menuju kantin, lalu Aisyah memilih duduk yang tak jauh dari pintu.


"Bu saya pesan Nasih goreng sama minumnya es jeruk."Ucap Aisyah memesan makanan dan minuman.


"Baik Neng, tunggu sebentar." kata ibu warung.


Sementara itu Denis dengan sengaja membakar api dengan membawa Abi makan siang di kantin, karena Rio sahabat Abi memberitahukan kalau Aisyah makan siang di kantin dan makanan yang di bawakan oleh Rio Aisyah tolak.


"Pak Abi, sudah makan siang belum?"Sapa Denis mendatangi ruangan Abi.


"Belum, kenapa gitu?" tanya Abi sambil sibuk dengan layar komputer.


"Kita makan siang di kantin yuk" ajak Denis


Rio bilang Aisyah makan siang di kantin kebetulan nih sebaiknya aku terima saja ajakannya.


"Hemm boleh, tunggu sebentar" kata abi sambil menutup laptop nya.


Yes! akhirnya Mas Abi mau makan siang bersamaku, tuh kan apa aku bilang Mas Abi sebenernya suka tapi karena di jodohkan dengan wanita brengsek itu jadilah mas Abi menolakku.


"Ayo kita kesana" ajak Abi.


"Iya Pak" Kata Denis kegirangan.


Denis berjalan beriringan dengan Abi tiba di kantin nampak Aisyah sedang makan sambil memainkan ponselnya, tiba-tiba wajah Denis berubah menjadi kesal.

__ADS_1


"Denis ayo katanya mau makan siang?" Tanya Abi melihat Denis berhenti melangkah.


"Hemm, pak kita cari tempat lain saja yuk" Tolak Denis makan di kantin.


"Sudah lah kita sudah disini, cepat masuk katanya mau makan siang?" paksa Denis masuk ke-kantin.


Aisyah melirik Abi dan Denis, lalu memalingkan wajahnya.


Tidak lama Rio masuk kedalam duduk di meja Aisyah."Ais saya boleh duduk disini?" tanya Rio.


Abi melihat Rio duduk di meja Aisyah mendelik matanya pada Rio, sementara Rio mencibirkan bibirnya meledak Abi.


"Iya nih tidak enak makan sendiri" Alasan Rio.


"Oh begitu." Jawab Aisyah singkat.


Tapi saat tatapan bertemu dengan Netra bening Aisyah, Abi menundukkan kepalanya jadi salah tingkah. Namun Aisyah tidak ambil pusing kenapa Abi membawa Denis ke kantin yang sama.


Lain dengan Denis yang terlihat sangat senang dengan kehadiran Rio untuk mendekati Aisyah supaya memuluskan rencananya memisahkan Aisyah dan Abi.


Tidak lama Aisyah memanggil bu kantin."Bu, berapa?" Saut Aisyah.


Bu kantin mendatangi Aisyah"36000, Neng semuanya."Kata bu kantin.


"Biar aku saja yang bayar" kata Rio.


"Sudah aku saja, masih ada uang gaji suamiku" Ucap Aisyah sambil melirik Abi.


Uhuk!


Tiba-tiba abi tersedak, disisi lain Rio tertawa terbahak-bahak, "Edan men"Teriak Rio.


Satu kata yang keluar dari mulut Aisyah satu sentilan buat Denis kalau pria yang bersamanya adalah suami wanita lain.


Tidak lama Abi meninggalkan uang di meja."Denis saya tinggal ya" Ucap Abi sambil memberikan kode pada Rio.


"Tapi pak saya sebelum kelar makan" Kata Denis tapi abi ngeleos pergi. Denis berdecak kesal.


Kemudian Abi keluar dari kantin berjalan beriringan dengan Rio sambil bercanda.


"Edan Men bini lu" ucap Rio sambil tertawa.


"Lagian lu ngapain deketin bini gue?" kata Abi sambil mendorong tubuh Rio bercanda.


"Gue BT sama kuntilanak, nyosor mulu sama lu" sambung Rio.


"Sengaja gue, kalau nggak ada bini gue ogah amat gue makan siang sama dia"Kata Abi.


"Mana tambah cantik banget dah bini lu" Timpal Rio


"Gue hajar lu suka sama bini gue" Ujar Abi canda


"Ya elah, gue nggak segitunya demen sama bini orang" tepis Rio.


Di sebuah lorong koridor kantor. Aisyah mengentikan langkah Denis saat menuju ruangan Abi. Brengsek kau, Denis ku peringatkan padamu, sekali lagi kau mendekati suamiku dan mencampuri urusan ku, jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar padamu"Ancam Aisyah dengan kobaran Abi dimatanya.


Namun Denis sama sekali tidak takut ancaman nya.


Aisyah yang dulu mungkin Aisyah yang lemah dan tidak berdaya.


Tapi Aisyah yang sudah mengalami begitu banyak hal untuk bertahan hidup sama sekali bukan Aisyah yang dulu.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2