Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 24


__ADS_3

...KEDATANGAN CLARA ...


Sore itu saat matahari terbenam kedatangan seorang gadis cantik yang pernah menggetarkannya hatinya, kala itu Aisyah masih berbaring di kamar kantor setalah melakukan kegiatan suami istri.


TOK.. TOK...TOK.


Masuk...., Abi mempersilahkan masuk.


Aisyah mendengar ketukan ruangan kerja suaminya, ia berpikir jika itu sering terjadi pada pegawai yang akan memberikan laporan ternyata filing Aisyah salah. Abi pun sepemikiran dengan Aisyah.


"Clara!" Sontak Abi hampir loncat dari tempat duduknya karena kaget melihat kedatangan Clara.


"Hai Abi apa kabar?"tanya Clara sambil menarik kopernya.


Abi tertunduk melihat koper yang di bawa oleh Clara dengan cepat Abi menarik tangan Clara dengan paksa keluar.


"Abi ada apa lepasin tanganku sakit"Rengek Clara


"Mau apa kamu kesini didalam ada istri saya sebaiknya kamu pergi sekarang."Ucap Abi pelan dengan suara berat


Clara memasang wajah sedihnya untuk mengambil hati Abi. Clara yakin Abi akan melunak karena Abi pernah menangis karena cintanya.


Tiba-tiba Aisyah keluar menyaksikan langsung Abi menghimpit tubuh Clara di balik dinding.


"Mas kamu sedang apa?" tanya Aisyah dengan santai.


"Kamu istri Abi?" tanya Clara


Aisyah menyunggingkan senyum senyuman yang penuh misteri bahkan Aisyah tahu betul siapa gadis yang ada dihadapannya.


"Mas sebaiknya kamu bicara di dalam tidak pantas jika di lihat pegawai yang lain."Kata Aisyah.


Aisyah mengambil tasnya lalu pergi Aisyah tidak ingin merusak dan menjadi dan menjadi penghalang antara dua orang tersebut Aisyah memilih pergi dan menahan sakitnya. Dada terasa sesak Aisyah menyeka air matanya agar tidak jatuh.


Di tambah ia tidak Abi mempermalukan di depan Clara Aisyah khawatir jika ada pertengkaran di sebuah kantor apa lagi itu atasan yang memberikan contoh tidak baik bagi pegawainya.


"Aisyah tunggu" Abi mengejar Aisyah


"Selesaikan masalah mu dengannya saya tidak ingin ada yang tersakiti itu Clara kan?" tebak Aisyah.


Abi menganggukkan kepalanya, tapi tidak dengan keputusan Aisyah Abi menarik tangan Aisyah menemui Clara.

__ADS_1


"Clara mari kita cari tempat untuk bicara" Tutur Abi tidak ingin lain mengetahui apabila atasnya memiliki perempuan lain yang datang.


"Baik lah, saya ikut saja."Jawab Clara sinis.


Aisyah mendongak, menghalau tatapan Aisyah yang membuat jantung nya bergetar, Abi semakin kuat menggam tangan Aisyah sembari mengemudi. Genggam itu memberikan kode untuk Aisyah agar tenang dan tidak akan terjadi apa-apa.


Aisyah mengerti dan semakin tenang untuk menghadapi wanita yang duduk dibelakang.


Sikap Abi yang kadang tidak bisa di prediksi menjadikan Aisyah ragu.


Tiba di restoran Abi memilih meja luar di hiasi bunga dan tumbuhan segar.


Clara menarik kursi untuk duduk sementara Aisyah masih berdiri Abi menyunggingkan senyum senyuman tipis, lalu perlahan mendekat ke arah Aisyah berdiri.


Menarik tangannya mengedipkan matanya sambil mengangguk. Aisyah pun menut duduk sejajar dengan Abi, disitu Abi tak melepaskan genggaman tangannya.


Sebelum memulai pembicaraan Abi memesan makanan dan minuman terlebih dulu.


"Pelayanan" panggil Abi


"Selamat sore tuan ada yang bisa saya bantu?"


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Abi pada Aisyah


"Makan lah, kalau kamu tidak makan kasihan anak kita setidaknya makan kecil untuk mengisi perutnya"Tutur Abi


"Frenz fresh original."kata Aisyah


Setelah memesan makanan abi mulai pembicaraan yang Clara."Ada apa kamu datang ke Indonesia apa kamu ada keperluan di Indonesia?" tanya Abi


"Abi kenapa kamu tidak mengabari saya kalau kamu menikah dengan wanita ini" kata Clara menunjuk Aisyah


"Bukan kah kita tidak ada lagi hubungan setelah kamu menghianati saya dengan pria pilihan kamu, jadi untuk apa saya mengabari kamu? sekarang istriku ada di sampingku ini sedang hamil anakku, sebaiknya kamu bisa pergi dan tidak mengganggu hubungan kita"Ujar Abi


"Kamu bohong Abi, kamu berjanji untuk menikahi setelah kembali dari Indonesia bukankah kamu tidak pernah mencintai gadis ini kau hanya menghormati nenek kamu yang sudah tua itu" Clara mulai emosi nada suara mulai meninggi


"Cukup kalian bersandiwara, Jangan salah paham Abi aku hanya menghormati mu sebagai ayah dari anakku aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap kamu, dalam hatiku tak sedikitpun tertanam rasa cintaku terhadap kamu, jadi kamu tidak usah mempercayai kata-kata Abi yang penuh kebohongan itu."Aisyah berusaha menyembunyikan perasaannya sendiri. Ia sebenarnya sedih ketika harus membohongi hatinya untuk bersikap tenang. Dan tidak memperlihatkan sikap gugup nya Aisyah tetep terlihat tenang.


Lalu Aisyah bergegas bangun meraih tasnya namun satu tangan Aisyah di tarik oleh Abi.


"Lepasin tanganku Mas kalian selesaikan berdua" Ucap Aisyah suara serak menahan sedihnya

__ADS_1


"Sayang kamu belum mendengarkan semuanya tolong jangan pergi." Abi memohon agar tidak pergi.


Aisyah menepis tangan Abi lalu melangkah pergi air mata tak bisa lagi di bendung mengalir begitu saja.


Ya Allah rasanya sakit sekali ini kah rasa cinta yang terbohongi sakitnya begitu dahsyat. Gumam Aisyah


Abi kembali ke meja."Clara mulai sekarang jangan pernah temui aku lagi sekarang aku sudah berumah tangga jadi aku mohon pergi lah aku sungguh mencintai istriku aku tidak ingin menyakitinya."Ungkap perasaannya pada Aisyah


"Tidak Abi, saya tidak akan pergi sebelum kamu kembali padaku saya kasihan pada mu kamu menikah dengan gadis yang tidak kamu cintai." Clara bersikeras untuk meyakinkan bahwa abi tidak bahagia dengan Aisyah.


Brak!


Abi menggebrak meja dengan amplop coklat berisi uang untuk Clara kembali ke Jerman.


"Amplop ini cukup untuk kamu kembali ke negara mu."Kata abi


Abi meningkatkan Clara di meja mengejar Aisyah.


"Abi tunggu... Abi. Ah...! berengssk kau Abi kau terlalu naif untuk mengakui semuanya."Ucap Clara dengan lantang sehingga menjadi tontonan pengunjung yang datang.


Abi mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi memicu terjadinya ke-salah pahaman dengan istrinya kedatangan Clara membawa masalah bagi mereka yang baru seumur jagung pernikahannya.


"Aisyah kamu dimana?" Gerutu abi sepanjang perjalanan ke kediamannya.


Kamu lagi-lagi membohongi ku mas sampai kapan kamu menyembunyikan semuanya nanti siapa lagi yang datang minta kamu nikahi apa masih ada Clar Clar yang lain hiks...hiks..hiks.


Aisyah menangis sepanjang perjalanan pengemudi taksi pun merasa tersentuh hatinya. Hamid mengetahui terjadinya Hamid pun mengikuti Aisyah dan Abi juga wanita yang tidak ia kenali ya itu Clara.


Nyatanya pak supir itu adalah Hamid, yang tidak bisa melihat Aisyah terluka.


"Pak kenapa kita mutar-mutar ya?" tanya Aisyah merasa bukan arah pulang melainkan jalan lain


"Maaf Bu, ibu tidak memberitahu kan dimana alamat Ibu"Tepis Hamid


"Iya maaf pak, kita ke jalan blok f no xx" kata Aisyah


"Baik Bu"


Maafkan saya Ais saya ingin kamu menenangkan pikiran mu bukan saya tidak tahu alamat rumah kamu tapi aku sengaja untuk membawa kamu pergi jauh dari Abi dari penderitaan kamu Ais.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


Mampir lagi yuk terimakasih yang sudah mampir dan memberi dukungan nya


__ADS_2