Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 9


__ADS_3

Berminggu-minggu bahkan hampir satu bulan Shila mencari tahu, akhirnya Shila mengacu pada pak dekan.


"Baik lah, saya akan adukan semuanya pada nenek ratu kalau pak dekan sering menggunakan uang chas tanpa ijin."Ancaman Shila pada pak dekan.


"Apa maksudmu Shila? bapak tidak pernah menggunakan uang chas."Tepis pak dekan.


Sesungguhnya Shila hanya menguji kejujuran pak dekan karena pak dekan salah satu orang kepercayaan neneknya.


"Ya sudah kalau tidak mau mengakuinya saya tetap akan mengadukan semuanya, iya atau pun tidak nenek ratu pasti percaya."Ucap Shila ngeleos pergi.


"Shila" panggil pak dekan mengejar Shila.


Shila tersenyum sambil melangkah pelan."Ada apa? pak dekan."


"Baik lah, kalau kamu hanya ingin tahu siapakah yang memberi beasiswa untuk Asiyah, kita bicara di ruangan bapak."Kata pak dekan.


Shila mengikuti pak dekan ke ruangan kerjanya sampai disana Shila di persilahkan duduk di sofa ruangan pak dekan.


"Bapak akan beritahu siapa orang yang berada di belakang Aisyah, bapak harap Shila merahasiakan identitas nama orang tersebut bapak tidak ingin di sebut tidak menjaga rahasia nenek Ratu."Ungkap pak dekan.


"Waht? nenek Ratu?, apa alasan nenek Ratu memberikan semua itu?" penasaran Shila.


Pak dekan mengangkat kedua bahunya, bahwa tidak tahu apa alasan nenek Ratu, semua itu hanya nenek Ratu yang tahu.


"Terimakasih pak informasinya, Shila janji ini akan menjadi rahasia kita."Ujar Shila.


Shila pun segera menemui sang nenek.


"Nek...Nek.." Panggil Shila.


"Ada kamu datang-datang bukannya assalamualaikum malah teriak-teriak"


"Nenek Ratu kenal sama kak Aisyah?"


"Siapa Aisyah? nenek tidak mengenalnya."


"Nenek bohong, Shila senang nenek memberikan beasiswa untuk kak Aisyah."Shila langsung menebak.


"Nenek cerita dong, Shila juga ingin menjodohkan kak Abi dengan kak Aisyah tapi Shila gagal apa nenek bisa bantu Shila."


"Baik nenek akan ceritakan tapi ini jadi rahasia kita"


Shila menganggukkan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Begini ceritanya. Pada saat Nenek Ratu mendapati Asiyah terkapar di jalanan Nenek Ratu yakin kalau Aisyah gadis yang baik, nenek ratu pun tersentuh dengan kehidupan sehari-hari Aisyah dan orang tuanya, dengan cara Nenek Ratu memberikan beasiswa untuk Asiyah dengan tidak langsung membuka peluang untuk Aisyah memimpin perusahaan yang baru, dan mendekatkan Abi dan Aisyah, mengingat Abi tipikal orang yang tidak bisa di paksa untuk menikah dengan pilihan orang tuanya."Ungkap Nenek Ratu pada Shila.


"Astaga Nek, gara-gara itu kak Aisyah sampai di tuduh bermalam dengan pria."


"Siapa yang mengatakan semua itu nenek akan memberikan klarifikasi nenek tidak ingin nama Aisyah rusak."


"Hemm, betul tuh Nek, Shila setuju."Seru Shila.


"Tidak terasa Asiyah sudah hampir 3 tahun disana nilai-nilainya selalu bagus ini yang nenek suka dari gadis itu, gadis yang memiliki semangat tinggi untuk meraih kesuksesan."


Mendengar cerita sang nenek Shila bersandar di bahunya."Shila kamu tidur? dari tadi nenek cerita kamu malah tidur."Umpat nenek kesal.


Kemudian sang nenek meninggalkan shila di sofa ruang tamu.


"Nek kok pergi sih? Shila masih mau dengar cerita nenek."


"Kamu pikir Nenek dongeng."


"Nek Shila ke London ya?" teriak shila.


"Karep mu lah." Saut nenek.


Shila tertawa cekikikan melihat sang nenek kesal dibuatnya.


Yes! akhirnya aku mendapatkan persekutuan dengan nenek. Siapa yang berani melawan nenek. Gerutu shila.


"Nenek dengar ya, maksudnya Shila punya temen untuk menyatukan kak Abi dan kak Aisyah gitu Nek."


Sementara itu Aisyah menemukan akun sosial media Abi ia melihat Abi terlihat bahagia bersama Clara. "Ternyata Mas Abi sudah kembali dengan Clara." Gumam Aisyah.


Tes.


Air mata mengalir begitu saja tanpa bisa di bendung.


Astagfirullah, perasaan apa ini, apa aku sedih melihat dia bersama gadis lain, Mas abi bukan siapa-siapa ku, tapi kenapa rasanya sakit sekali.


Semakin lama melihat kedekatan mereka semakin Aisyah pun menutup akunnya. "Apa sih aku ini kenapa"


Di tempat lain, Abi berniat untuk menemui Clara dan memberikan jawaban untuk Clara.


Pukul 8 malam Abi tiba di lobby apartemen miliknya yang kini di tempati oleh Clara.


Tok...Tok...Tok.

__ADS_1


Clara keluar dari kamar membuka pintunya."Hello Abi" Seru Clara memeluk tubuh Abi.


Abi pun membalas pelukan dari Clara sambil berjalan ke sofa, Abi mengusap kapala Clara dengan begitu lembut.


Kemudian duduk di sofa Clara sangat manja pada saat itu, layaknya seorang yang tidak ingin di tinggalkan.


"Clara saya mau bicara sama kamu, kamu minta jawaban kan?"


"Iya saya siap mendengarkan."Kata Clara.


"Saya mau menjalankan hubungan tapi saya tidak ingin menikah lebih awal saya ingin menjalani hubungan tanpa kamu banyak menuntut menikah terburu-buru."


"Kamu serius?"Tanya Clara.


"Iya."kata Abi.


"Baiklah aku tidak akan meminta kamu menikahi ku sebelum kamu siap."


Ting.


Abi mengambil ponselnya dari dalam sakunya. Pesan itu dari Shila, memberi tahukan dimana Aisyah berada sekarang.


Kak Abi, Shila tahu dimana kak Aisyah berada sekarang kak Aisyah ada di London ini alamatnya.


Deg!


Mendengar nama Aisyah pikiran Abi kembali goyah.


"Tunggu Clara saya harusnya menghubungi adik saya dulu."Kata Abi.


Lalu Abi keluar mencari tempat yang aman agar tidak di dengar oleh Clara.


"Kenapa kamu tidak bilang dari kemarin-kemarin"


"Shila saja baru tahu"


"Oke mana alamatnya biar kakak cek tempatnya."


"Shila tidak tahu kak."


"Ya sudah kakak lagi sama Clara."


Clara apa mungkin kak Abi kembali menjalin hubungan dengan Clara, astaga jangan sampai kak Abi kembali dengan Clara. Gerutu shila.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2