
"Silahkan." Kata Abi mempersilahkan Clara duduk sambil menarik kursi.
"Terimakasih." Ucap Clara tersenyum.
Keduanya sangat menikmati makan siang saat itu di iringi obrolan dan canda dan tawa, pada saat itu Abi seperti melupakan rasa sakitnya seakan mengingat masa lalu yang indah bersama Clara.
"Oh 'ya Clara setelah ini kamu mau kemana saya harus kembali bekerja." Tutur Abi.
"Saya tidak tahu mau kemana, saat ini aku tidak memiliki siapapun mungkin kamu sudah mendengar berita saya belum lama ini."Kata Clara.
"Iya saya sudah mendengar berita kamu, kamu yang sabar ya."Sambung Abi.
Clara mengangguk kepala menunduk wajah sedih itu hanya di tunjukkan pada Abi. Dengan begitu Abi sedikit tersentuh dengan penderitaan Clara.
Kemudian Abi mengusap punggung Clara tanda rasa simpati padanya.
"Baiklah kalau begitu, saya ada apartemen yang tidak di tempati, kamu boleh tinggal disana sampai kapanpun."
Apakah Clara menolak? 'Tentu tidak Clara menerima dengan senang hati, tidak mungkin menolak kesempatan yang datang ke dua kali. Pikir Clara.
"Abi saya rasa ini berlebihan, saya tidak pantas menerima tawaran mu."Tepis Clara. Walaupun sejatinya tidak dari dalam hatinya.
"Ayo lah, kamu mau kemana? terima lah jika kau sudah mendapatkan tempat tinggal yang baru kamu boleh meninggalkan apartemen ku."Kata Abi sedikit memaksa.
"Baik lah, kalau kamu memaksa ku."
"Sebentar saya bayar dulu, Pelayan" panggil Abi..
Tidak lama datang seorang pelayan dengan membawa bill. Kemudian Abi membayar bill makanannya lalu Abi dan Clara keluar dari restoran tersebut menuju tempat dimana ia memarkirkan mobilnya, Abi pun membuka pintu mobilnya untuk Clara, setalah itu Clara masuk ke dalam mobil begitu pun Abi, lalu memasang seatbelt keduanya kemudian Abi menginjak gas mobilnya melaju cepat menuju apartemen yang sudah ia janjikan pada Clara.
Sementara itu Aisyah gadis cantik dan soleha itu baru saja tiba di bandara London, mata gadis itu berbinar seketika menjejakkan kakinya di negara luar yang pertama kalinya, setelah beberapa jam bertaruh nyawa di atas pesawat bahakan Aisyah teriak minta turun.
Pak dekan tersenyum sumringah melihat hadis itu bahagia." Mari Aisyah jemputan kita sudah datang."Ujar pak dekan.
Aisyah mengangguk kepalanya dengan cepat, Aisyah mengikuti langkah pak dekan sambil menarik kopernya.
Pak dekan dan Aisyah masuk kedalam mobil yang sudah terpampang di depan lobby bandara.
Sepanjang jalan Aisyah di buat takjub dengan pemandangan kota London salah satu kota yang terletak di kota London."Kamu suka Aisyah?" tanya pak dekan.
"Suka sekali pak, ini pertama kalinya aku menjejakkan kakiku di luar negeri."Seru Aisyah.
Pengemudi yang sudah di sediakan oleh seseorang itu ia berasal dari negara Amerika serikat tentunya tidak paham apa yang mereka bicarakan hanya tersenyum melihat dari kaca kecil di atas kepalanya.
"Oh ya Aisyah perkenalkan ini supir kamu yang akan menghantarkan kamu kemanapun, kamu bisa panggil mister Berto.
"Mr. Berto, this is Aisyah who will live in the apartment later "
"Hello Aisyah, nice to meet you, don't hesitate to contact me"
"Thank you sir"
__ADS_1
Tiba di apartemen lagi-lagi Aisyah di buat tertegun melihat kamar begitu besar dan indah di tambah kamar mandi yang letaknya di buat bingung.
Tuan Berto tertawa melihat Aisyah kebingungan.Aisha, what are you looking for?"
"I'm looking for a bathroom.(Saya mencari kamar mandi."
Tuan Berto tertawa lebar, kemudian tuan Berto menuntun Aisyah ke tempat kamar mandi. Yang letaknya sejajar dengan lemari pakaian.
Tuan Berto mendorong pintu samping lemari pakaian.
"Astaga sampai kapan pun tidak akan menemukan kamar mandi, saya kira ini lemari saja ternyata satu pintu lagi pintu kamar mandi"
"Ya sudah saya tinggal ya."
"Terimakasih."
Berto mengangguk sambil membungkukkan badannya.
Setelah itu Aisyah mandi beberapa menit mandi Aisyah menyudahi mandinya lalu keluar mengambil pakaian tidurnya. Sebelum istirahat Aisyah merasakan perutnya berbunyi Aisyah teringat masakan ibunya.
Aisyah pun makan dengan lahap tanpa nasi. Berto mengetuk kamar Aisyah.
Tok...Tok..Tok.
"Masuk..."
Berto membuka pintu kamar Aisyah ia melihat Aisyah sedang makan."Aisyah kamu makan apa saya udah siapkan makanan di meja makan kebetulan chef yang ada di rumah ini berasal dari Indonesia." Kata Berto.
"Bener kah?"
"Baik lah."
Aisyah mengikuti Berto dari belakang menuju ruang makan. Mereka pun makan bersama dengan hidangan kesukaan masing-masing.
Beberapa hari kemudian hari pertama Aisyah masuk kuliah, Aisyah mendapat perhatian menarik dari beberapa taman kampus nya, pasalnya hanya beberapa siswa saja yang yang menggunakan hijab itu pun dari berbagai negara salah satunya Aisyah dari Indonesia, Alhamdulillah mereka menyambut Aisyah dengan baik.
Disisi lain Abi yang mulai dekat dengan Clara, Abi tidak lagi menanyakan kabar Aisyah pada Shila sang ponakan. Abi mulai nyaman dengan kehadiran Clara yang ke dua kalinya.
"Abi, kapan kita menikah?" kata Clara.
Abi terdiam sesaat Abi mulai bingung apa hatinya tenggelam di Clara atau hanya untuk menemani kejenuhan seharian saja.
"Abi kenapa tidak jawab?" tanya lagi Clara.
Clara berharap Abi akan menikahinya untuk menyelamatkan kehidupannya.
Abi tetep diam saat itu abi masih duduk di samping Clara dengan tangan melingkar di bahunya.
Clara mulai gundah karena tidak mendapatkan jawaban dari Abi. Clara menarik nafasnya panjang rasa takut mulai muncul dalam hatinya.
Clara menyingkirkan tangan Abi dari pundaknya, lalu pergi ke dalam kamar menangis sesenggukan. Sementara Abi hanya diam termenung entah jawaban apa yang harus dia jawab pada Clara selama ini Abi merasa nyaman tidak lagi kesepian dengan kehadiran Clara, tapi disisi lain Abi masih ragu dengan perasaan hatinya sebelum memberikan jawaban untuk Clara.
__ADS_1
Abi pun berdiri melangkah menuju kamar Clara."Clara saya pulang dulu."Kata Abi pamitan.
Abi balik badan pergi meninggalkan apartemen, Clara bergegas bangun menatap kepergian Abi dari balik gorden jendela kamarnya. Hatinya hancur saat itu rasa takut kehilangan Abi, Clara menaruh harapan besar untuk masa depannya pada Abi.
Abi mulai menjauh dari Clara. Abi tidak lagi menghubungi Clara Abi pun ingin membuat Clara semakin tersakiti karena Abi sendiri belum yakin hatinya berlabuh pada siapa. Selama ini Abi hanya menganggap Clara teman saat hatinya sama-sama kesepian.
Clara menghubungi Abi berulang kali namun tidak ada jawaban dari Abi. Lalu mengirim pesan singkat untuk abi.
Abi apa kau mulai menjauh dariku? aku menunggu mu, aku tunggu nanti malam di tempatku. Pesan yang di kirim ke ponsel abi.
Maafkan aku Clara saat ini aku tidak bisa menemui mu, aku sedang menetapkan hatiku apa aku kembali padamu atau kita mengakhiri hubungan yang kau anggap aku kekasihmu.
Aaahk!. Abi menyapu semua yang ada di atas meja hingga berserakan di lantai.
Di tempat lain Aisyah tiba-tiba menemukan nomor yang ada di kontak ponselnya.
Shila.
Saya merindukan gadis mungil ini, sebaiknya saya hubungi dia.
Tut...Tut... Tut. Nomor tersambung.
Shila mengerutkan keningnya setelah melihat panggilan nomor yang tak di kenal.
"Assalamualaikum maaf ini siapa?" jawab Shila.
"Hai anak kecil yang manis." Seru Aisyah.
"Kak Aisyah! apa kabar kakak dimana? Shila mencari mu kemana-mana."
"Kakak di London sayang."
"Hah London? apa kakak bekerja disana?"
"Tidak kakak kuliah mendapatkan beasiswa disini."
"Ya ampun, kakak hebat sekali, London dimana kak."Tanya Shila karena Shila merasa disana banyak famili yang tinggal London.
Aisyah menyebutkan alamatnya, sontak Shila ia merasa mengenal tempat itu."Kakak siapa yang mengajukan padamu?." Shila mulai ingin cari tahu.
"Pak dekan, kakak mungkin tidak lama lagi kembali ke Indonesia."Kata Aisyah.
"Shila sudah dulu ya."
"Oh Oke kak kabarin ya kalau sudah di Indonesia."
"Baiklah, assalamualaikum."
"Waaikumsalam.."
"Pak dekan?, apa mungkin ini beasiswa dari kak Abi, tapi kenapa kak Abi mencari kak Aisyah, aku harus cari tahu." Gumam Shila.
__ADS_1
...----------------...
TERIMAKASIH semuanya yang sudah mampir aku berharap sekali dukungan kalian😂😂