
Dia melihat sosok makhluk halus yang tidak suka keberadaan orang lain di hutan maka itu lah anak remaja berusia 12 tahun itu meminta Rio dan Abi segera meninggalkan tempat itu.
"Cepat lah pergi dari sini" kata anak itu
"Tapi kamu sendiri mau kemana?" tanya Abi
"Tak usah pikirkan saya asli penduduk desa ini" ucap nya lagi anak itu
"Ayo lah Bro kita pergi saja mungkin kita terlalu jauh memasuki lahan hutan ini" Tutur Rio sambil menarik tangan Abi
Setelah itu Rio dan Abi pergi dari tempat hutan tersebut sementara Aisyah mencari Abi di setiap penjuru rumah Bu kades.
"Ada apa Ais?" tanya Bu kades
"Mencari mas Abi Bu tapi sepertinya tidak ada entah kemana perginya" Jawab Aisyah.
Tiba-tiba wajah Bu kades berubah menjadi khawatir lalu Bu kades masuk kedalam kamarnya entah apa yang dia lakukan Aisyah pun merasa tidak enak hati dengan Bu kades perubahan wajah Bu kades jelas terlihat.
"Kemana perginya mas Abi" batin Aisyah
Aisyah pun coba untuk mencari Abi dan Rio pergi keluar namun sangat tidak mungkin di luar hujan sangat lebat Aisyah mulai panik Aisyah khawatir Abi akan tersesat di desa yang baru saja dia kunjungi. Tidak lama Abi dan Rio datang dengan keadaan basah kuyup berlarian
"Aisyah" panggil Abi karena akan masuk rumah pun tidak mungkin karena pakaian yang dia pakai basah.
"Mas Abi" Gumam Aisyah
Kemudian Aisyah keluar memastikan apakah itu suara suaminya. Aisyah melangkah dengan cepat
"Mas Abi, kalian dari mana saja?" Seru Aisyah
"Kita baru saja keliling desa tapi malah kehujanan" jawab Abi.
"Ya sudah cepat masuk nanti kalian masuk angin" kata Aisyah
"Tunggu mas ambil pakaian dulu di dalam mobil buat ganti"
Aisyah menganggukkan kepalanya kemudian Bu kades keluar dan menegur dengan nada ketus.
"Saya sudah katakan kalian jangan berani-berani pergi ke tempat lain tanpa ada yang menemani kalian" Ucap Bu kades
Rio terdiam mendengar kata-kata Bu kades Rio pun merasa tidak enak." Maafkan saya Bu kami sudah melenceng dari aturan desa ini." Jawab Rio
"Sebaiknya kalian segera lah kembali ke kota sebab ibu takut ada hal terjadi yang tidak diinginkan ibu tidak bisa bantu kalian" kata Bu kades nada suara Bu kades mulai menurun.
__ADS_1
Setelah mengganti pakaian Abi dan yang lainnya duduk di ruang makan mereka menikmati sarapan pagi bersama selama itu tidak ada suara apapun hening tak hanya ada suara kelenteng sendok dan garpu beradu.
"Hemm Bu saya ingin mengucapkan banyak terimakasih karena sudah menerima istri saya disini jika ibu perlu apa-apa tidak usah sungkan menghubungi saya ini kartu nama saya" Ucap Abi sambil menyodorkan kartu alamat rumahnya.
"Sama-sama ibu tidak merasa keberatan ibu seneng kalian ada disini hanya saja desa ini masih kental dengan mistis."kata Bu kades
Setelah selesai sarapan Aisyah dan Abi juga Rio kembali ke Jakarta saat itu hujan terus mengguyur desa tersebut. "Kenapa Yo kok berhenti?" tanya Abi
"Roda mobil kita satu masuk kubangan lumpur" Kata Rio
"What! serius loe ?" sontak Abi balik badan menengok kebelakang.
"Terus kita bagaimana?" Lirih Aisyah
"Sabar gue lihat dulu seingat gue di bagasi menyimpan tambang mungkin itu bisa menolong kita" kata Abi
Dengan sigap Abi dan Rio keluar dari mobil melihat keadaan ketika Rio jongkok menekuk kakinya satu ban mobil sudah terhimpit oleh lumpur merah. Rio mengusap kepalanya pusing.
"Bagaimana nih bro apa kita cari bantuan?" Tanya Rio
"Boleh kalau ada tapi loe lihat sendiri mana ada manusia di sekitar sini selain kita" Ujar Abi
"Iya juga sih, lalu bagaimana broooo kita nggak mungkin bermalam di hutan" Kata Rio
"Mobil nya kenapa nak?" tanya bapak-bapak itu
"Ini mobil saya masuk dalam kubangan" kata Rio
"Seharusnya aden tidak melintas di jalan ini karena akan sulit untuk keluar jalan raya" katanya
"Jadi kita salah jalan pak?" kata Abi
Bapak itu mengangguk pelan" Bapak dengan yang lain coba bantu keluar dari sini Aden ada tambang mungkin?" tanya bapak itu
"Ada apa" jawab Rio sigap
"Aden ini darimana? kenapa bisa ke desa ini" tanya bapak itu
"Kita dari jakarta saya dan teman saya jemput istri saya di kediaman Bu kades jadi kurang paham tentang desa ini" Kata Abi
Bapak itu mulai cerita tentang desa ini sambil menunggu Rio mengikat sparepart mobil.
Begin den.
__ADS_1
"Desa ini seperti di jaman Aden belum lahir bukannya kita tidak ingin mengikuti jaman Melania ada televisi lampu dan perhiasan duniawi tapi desa ini dari jaman leluhur kita yang tidak ingin berubahnya banyak yang tersesat dan tidak bisa kembali Aden ini beruntung masih bertemu dengan orang banyak yang tidak bertemu lalu tersesat entah dimana sekarang memasuki desa ini banyak yang harus di lakukan seperti menyuguhkan berbagai macam jenis makanan dan minuman hutan ini terkenal angker konon kabarnya banyak orang hilang namun bapak tidak tahu persis bapak tidak mau salah bicara karena bala itu ada, jadi beruntung lah Aden masih bertemu dengan kami." Ungkap pria paruh baya itu dengan jelas
Abi dan Rio menganga mendengar cerita bapak itu sambil memegang tengkuknya dalam hatinya desa ini menjadi kisah cerita yang pertama dan terakhir Abi pun teringat akan penjelasan dari Asiyah yang belum di ketahui bagaimana Asiyah bisa sampai berada di desa itu.
Alhasil mobil pun bisa keluar dari kubangan lalu Abi memberikan tanda terimakasih untuk beberapa orang yang membantunya bapak itu pun menerima pemberian dari Abi. "Terimakasih Den tapi bapak akan mengantarkan Aden sampai ke jalan raya." katanya
"Apa masih jauh dari sini?" tanya Rio
"Sekitar 3KM dari sini" jawab bapak itu
"Hah 3KM yang benar saja bapak mau mengantarkan kami sebaiknya tidak usah pak biar kami jalan sendiri saja bapak tunjukkan saja kita haru kemana" Ucap Abi
"Aden yakin bisa sendiri masih banyak jalan yang harus Aden lalui yang tidak kalian tahu" katanya
Rio dan Abi saling bertatap muka saling minta pendapat. "Kalau bapak tidak keberatan kita dengan senang hati jika bapak mau mengantarkan kita"
Bapak itu mengangguk serempak tidak lupa juga bapak itu memberikan sedikit hasil panennya berupa pisang singkong dan juga Ubi untuk buah tangan dari desa tersebut.
"Ambil lah ini sedikit dari bapak mungkin tidak banyak tapi ini hasil panen bapak." Kata bapak itu.
"Terimakasih pak saya terima ya pak semoga bapak selalu sehat dalam lindungan Allah SWT" kata Abi dan Aisyah
"Aamiin mari den bapak hantar sampai ke jalan raya"
Rio yang masih tertegun mendengar cerita bapak itu wajahnya pucat seperti mayat hidup entah Rio merasa ketakutan mungkin masih tidak percaya adanya kisah cerita bapak itu.
"Hei! Yo ayo kita lanjut perjalanan" Abi menepuk pundak Rio.
Sontak Rio terkejut di kagetkan Abi" Ah! loe ngagetin saja lalu bapak ini pulangnya gimana 3KM bukan jarak yang dekat loh" Kata Rio
Setelah perjalanan panjang Rio melihat jalan raya perasaan lega setelah melihat banyak alu-lalang mobil dan motor. Rio pun menghentikan mobilnya untuk menemui bapak-bapak tersebut untuk berterima kasih.
Tapi apa yang terjadi bapak-bapak itu tidak ada di belakang mobil Abi jalan yang baru saja di lalui Abi ternyata bukan jalan untuk di lalui melainkan jalan setapak yang hanya bisa di lalui oleh pejalan kaki. Suara guguk bersahutan mengaum melengking tinggi.
"Bro bapak tadi itu orang apa bukan?" Ucap Rio bergetar bibirnya
"Entah lah bro yang penting bapak tadi sudah menyelamatkan kita dari desa ini" kata Abi
"Coba bro masih ada tidak pemberian dari bapak tadi" seru Rio
...****************...
APA YANG TERJADI APA HASIL KEBUN BAPAK TADI MASIH ADA TUNGGU SELANJUTNYA
__ADS_1