
"Mas kamu jangan lupa makan siang dan ini obatnya jangan lupa di minum"
"Iya saya ke-kantor dulu kalau ada apa-apa cepat hubungi saya"
Aisyah menganggukkan kepalanya, kemudian menghantar Abi ke mobil sebelum pergi Aisyah mencium telapak punggung tangan Abi.
"Hati-hati mas"
Setelah itu Aisyah pergi bersama nenek Ratu kesebuah tempat dimana Aisyah akan menjadi wanita yang paling cantik biarpun berhijab Aisyah tetep menjadi wanita berjilbab yang modis dengan penampilan terbarunya. Nenek ratu juga membeli beberapa potong pakaian dari butik yang paling termahal.
Kini Aisyah berada di klinik kecantikan dokter yang memiliki nama di kalangan artis, Aisyah di sulap menjadi wanita cantik hanya di poles sedikit karena dasarnya Aisyah sudah memiliki wajah cantik sehingga tidak banyak untuk poles. Nenek Ratu juga membelikan skincare nutrisi wajah Aisyah yang harganya cukup fantastis.
Aisyah mendekati Nenek Ratu yang sedang duduk di sofa sontak nenek Ratu ternganga melihat Aisyah berubah menjadi sosok gadis yang cantik Aisyah berubah 180 Drajat.
Aisyah tersenyum menatap Nenek Ratu.
"Aisyah ini kamu nak?" nenek ratu tertegun
"Iya Nek bagaimana Nek Ais sudah cantik belum?" tanya dokter pada nenek ratu
"Sempurna!" ucap nenek singkat
Dokter pun yang menangani Aisyah, ia merasa bangga karena orang nomor satu terkaya di Asia ini bisa memuji keahliannya.
"Baik, kalau sudah selesai kita pulang Aisyah tapi sebaiknya kamu ke kantor Abi bawakan dia makan siang" perintah nenek Ratu
"Tapi Nek"Tolak Aisyah
"Tidak ada tapi pergilah, nenek bisa pulang dengan supir."kata nenek ratu
"Baiklah Nek, tapi nenek hati-hati ya hubungi Ais kalau ada apa-apa."ujar Aisyah
"Kamu tidak usah khawatir nenek pasti baik-baik saja."Timpal nenek
Aisyah menghantar nenek Ratu ke mobil sampai mobil yang di tumpangi Nenek Ratu tak terlihat lagi baru Asiyah mencari taksi menuju kantor Abi.
Jalanan siang itu sangat macet dan matahari begitu terik dengan santai Aisyah duduk tenang di belakang pengemudi.
"Pak didepan berhenti ya." Pinta Asiyah pada sang supir
"Baik non." Sang supir menepi sebelah kiri
Aisyah membayar dengan uang 1 lempar ratusan."Ambil saja kembali pak."kata Aisyah
__ADS_1
"Terimakasih non." Ucap pak supir.
Pak supir begitu senang menerima lebihan uang itu biar tidak seberapa tapi bagi pak supir itu sangat berarti untuk anak dan istrinya, jarang-jarang ada penumpang yang memberikan lebih biasa penumpang memberikan dengan uang pas.
Aisyah memasuki lobby kantor tidak lupa juga membawa makan siang untuk Abi dengan langkah lunglai Aisyah menelusuri lobby kantor, tak sabar ingin menemui abi sang suami penampilannya yang elegan mampu menghitotis semua mata tertegun melihat makhluk cantik yang sedang berjalan.
"Aisyah" panggil Hamid
Aisyah menengok ke sumber suara yang memanggilnya."Hamid ada apa?" tanya Aisyah berdiri menunggu Hamid mendekat
"Wow! kamu cantik sekali hampir tidak mengenali kamu"Seru Hamid
"Bisa saja kamu Hamid"Ucap Aisyah malu-malu
"Kamu mau ke pak Abi ya?"kata Hamid
"Iya mas Abi ada di kantor?" tanya Aisyah
Sesungguhnya Aisyah masih ada sedikit mengagumi Hamid tapi mungkin hanya sebatas mengagumi tidak bisa memiliki di tambah kini, ia sudah menjadi istri orang lain.
"Hamid saya ke ruangan mas Abi dulu ya Permisi."
Hamid mengangguk pelan, Hamid pun merasakan sakit karena cintanya terhadap Aisyah tidak bisa ia miliki.
Tok...Tok..Tok.
Masuk
Aisyah mendorong pintu nampak Denis menatap Aisyah dengan tidak suka kehadirannya.
Abi mengerutkan keningnya setelah melihat Aisyah penampilan yang berbeda Aisyah nampak jauh lebih cantik walaupun sejatinya Aisyah memang gadis yang cantik.
"A-da apa? kemari" ucap Abi gugup
Aisyah nampak cantik hari ini tapi apa pak Abi masih mau berbaik padanya setalah aku banyak meracuni pikiran pak Abi. Gumam Denis
"Mas aku bawakan makan siang kamu pasti belum makan kan? pekerjaan kamu membuat kamu lupa makan."Kata Asiyah sambil menata makanan di atas meja ruangan Abi
"Tapi nanti ya makanya masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan."Ucap Abi sambil sibuk dengan komputernya
Tanpa malu dengan kehadiran Denis Aisyah menyuapi Abi.
"Saya suapin ya kamu harus makan mas, penyakit kamu itu sudah kronis tidak boleh telat makan"Sambil menyuapi sambil ngomel Aisyah
__ADS_1
Denis melirik Aisyah kesal sementara Aisyah dengan sengaja membakar hati Denis sebenarnya Aisyah tidak nyaman tapi terpaksa ia lakukan, sepertinya tidak mengerti.
"Kamu makan juga kasihan anak kita kalau kamu tidak makan" kata abi.
Apa! Aisyah hamil. Kaget Denis mendengar Aisyah hamil
Kamu tidak akan pernah bisa mendekati suamiku Denis itu tidak akan pernah terjadi selama aku masih menjadi istrinya
"Sayang sebentar ya aku ambilkan minum."Kata Aisyah sambil melirik Denis
"Denis kalau sudah selesai kamu boleh pergi."kata Abi
"Baik Pak, saya permisi dulu."
Sampai sekarang Denis tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Abi, mungkin di luar sana banyak wanita mendambakan sosok pria seperti Abi selain tajir Abi sosok pria yang memiliki masa depan yang cemerlang.
Suasana ruangan dingin mencekam selesai menyuapi Abi lalu Aisyah duduk di sofa sambil membaca majalah. Abi mendekati Aisyah duduk di sofa.
"Hari ini kamu nampak cantik nan anggun siapa yang merubah mu menjadi seperti ini?" tanya Abi
"Nenek ratu yang meminta ku berubah."Ucap Aisyah dengan polos.
Abi semakin mendekat wajahnya dengan wajah Aisyah hanya beberapa senti saja nampas itu menyemburkan hawa hangat satu tangan kiri menyelusuri wajah cantik Aisyah perlahan Abi mulai mencium bibirnya.
"Mas" Aisyah mendorong wajah Abi sambil menggelengkan kepalanya
"Kenapa?" tanya Abi yang nafasnya masih memburu
"Nanti kalau ada yang masuk gimana?"
Abi pun membopong tubuh Aisyah ke-dalam kamar kantor.
"Mas aku baru tahu kalau ada kamar?"
"Ya hanya aku yang tahu sekarang kamu sudah tahu disini ada kamar ini kamar tempat aku istirahat kalau malas pulang." Ucap Abi sambil melucuti pakaiannya.
Abi melotot membesar matanya melihat asli tubuh Aisyah yang memiliki body yang seksi dan memiliki kelebihan payudara yang besar Abi begitu rakus melahap gundukan itu. Aisyah mulai menggeliat suara desah nafasnya lolos dari bibirnya.
Aisyah memegang rambut Abi sekuat-kuatnya ia menahan nikmat yang luar biasa. Sentuhan jemari tangan Abi merayap ke seluruh tubuh Aisyah yang berbetuk gitar spanyol. Hingga menyampai kelimax keduanya terkapar bersimbah peluh membasahi tubuh kekar Abi. Aisyah saling berpandangan dengan Abi saling melempar senyum manis seluas samudera ia merasa pertama kalinya bercinta dengan rasa ketulusan.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Maaf sedikit ada adegan dewasa