Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 35


__ADS_3

"Bro sabar ya" Ucap Rio menenangkan sahabatnya itu


"Hemm, ayo kita cabut dari sini" ajak Abi membiarkan Rio mengemudi mobilnya saat ini dirinya tidak memungkinkan untuk mengemudi pikirannya sedang kacau.


"Kemana kita?,"tanya Rio, ia pun bingung mengikuti kemana arah tujuan sahabatnya itu


"Kemana saja yang penting bisa buat pikiran ku tenang,"Tutur Abi dengan suara berat.


Tiba-tiba saja ponsel Abi Mayu putra Wiranata itu berdering muncul nama nenekku


"Nenek," gumam Abi pelan


"Siapa Bro," tanya Rio


"Nenek, sebentar saya terima telpon dulu"Kata Abi


Kemudian Abi menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Halo Nek, ada apa?" jawab Abi


"Abi.., kamu dimana nak, hiks...hiks..hiks." Ucap nenek.


Terdengar suara Isak menangis sontak saja Abi minta Rio menghentikan mobilnya


"Rio berhenti sebentar." Pinta Abi Rio pun menepikan mobilnya.


"Nenek kenapa nangis," tanya Abi penasaran


"Aisyah Abi.., Aisyah" Ucap lagi nenek ratu suara samar-samar karena sambil menangis


"Ada apa dengan Aisyah Nek?, Coba nenek ceritakan yang jelas" Karena menelpon di tepi jalan suara bising mobil sedikit mengganggu


"Aisyah tidak ada di apartemennya hiks..hiks..hiks." Nenek ratu terus menangis sesenggukan.


Abi mulai panik, dan meminta Rio menemaninya ke apartemen miliknya. Sementara ditempat lain Aisyah berfikir jika satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan dirinya adalah Abi." Tapi bagaimana saya menghubungi Mas Abi ponsel pun tidak ada kabur pun tidak mungkin sementara dia terus mengawasi ku," batin Aisyah.


"Hai lepaskan aku, siapa yang perintahkan kamu, jika kalian melepaskan aku kalian bisa lebih mendapatkan uang yang kalian mau," Ucap Aisyah


Bodyguard yang bertubuh jangkung dan kekar itu saling tatap mata.


"Saya tidak percaya kamu bisa membayar kami lebih dari bos saya" katanya


"Asal kalian tahu saya menantu keluarga Wiranata saya istri Abi Mayu Wiranata dan saya akan menjamin pekerjaan kalian tinggal sebut berapa yang kalian mau" Kata Aisyah mencoba merayu bodyguard itu.


"100 juta dua ratus juta, sebutkan saja nominal yang kalian mau, tapi dengan satu syarat lepaskan saya, dan sebutkan siapa yang menyuruhmu menculik saya," Aisyah berusaha menegosiasi dengan bodyguard yang menjaga Aisyah di ruang kosong.


Mereka diam sejenak lalu mereka setuju melepaskan Aisyah asalkan Asiyah membayar dengan tunai.


"Baik, saya akan membantu anda keluar dari ruangan ini asalkan anda menepati janji anda seperti yang anda sebutkan tadi" katanya


"Baik soal mudah kalau itu sekarang cepat lepaskan saya" Ucap Aisyah tegas.


"Apa anda bisa di percaya?" mereka meragukan perjanjian Aisyah


Sekarang saatnya Aisyah memutar otaknya agar bisa lepas dari sekapan mereka.


Mereka mulai percaya dengan kata-kata Aisyah, mereka melepaskan tali yang mengikat tangan Aisyah.

__ADS_1


Sementara itu Abi mulai panik mencari keberadaan Aisyah. Abi juga perintahkan orang-orang suruhannya berpencar mencari Aisyah.


"Bro kira-kira siapa ya yang berani menculik istri loe" tanya Rio


"Gue nggak tahu loe tahu lah gue banyak musuh dari kalangan bisnis jadi gue nggak bisa nuduh siapa-siapanya." Ujar Abi


Yang di katakan abi bener selain dari teman wanitanya yang tidak menyukai Aisyah ada juga rekan bisnis yang menginginkan kehancuran Abi, dikarenakan perusahaan Abi yang selalu jual mahal pada perusahaan kecil dan masih banyak lagi musuh yang tidak di ketahui.


"Berat juga ya jadi lu, gue kira orang kaya seperti loe hidupnya asik-asik saja, ternyata lebih berat dari orang kalangan bawah." Ucap Rio. Abi tersenyum tipis mendengar apa yang di katakan sahabatnya.


"Sebenarnya ini tujuan gue tidak ingin mengekspos keluarga gue takut keluarga gue terancam," lanjut Abi.


Rio manggut-manggut mengerti apa yang di katakan Abi, semua itu demi keselamatan keluarganya.


Akhirnya Abi tiba di apartemen Aisyah setelah memarkirkan mobilnya abi dan Rio masuk kedalam Lift memencet tombol lantai 20 kamar 2005 kebetulan Abi masih memiliki akses untuk masuk kedalam.


"Rio coba kamu cari siapa tahu menemukan jejak yang tertinggal disini." Ujar Abi


"Tapi semuanya rapi tidak ada tanda-tanda rampok atau apa gitu" kata Rio


"Bodoh, bukan disitu tapi semua ruangan terutama kamar tidur Aisyah." Kesal Abi.


Sementara Abi dan Rio mencari jejak di tempat lain Aisyah kabur dari kejaran pria bertubuh kekar itu." Semoga saja mereka tidak menemukan saya." gumam Aisyah pelan nafasnya memburu.


"Ini desa apa, kok sepertinya tidak ada warga di sekitar sini, lebih baik saya hubungi mas Abi" saat Aisyah merogoh kantong celananya ponsel Aisyah sudah tidak ada.


"Masyallah ponsel dimana bagaimana ini saya bisa menghubungi Mas Abi"Aisyah mulai cemas.


Kemudian Aisyah terus berlari agar bisa keluar dari desa sepi itu nafasnya ngos-ngosan Aisyah mulai kelelahan dan tersungkur karena tubuhnya semakin lemas.


Aisyah kembali berlari sesekali menengok kebelakang barang kali bodyguard itu masih mengejarnya. Aisyah mulai mendengar suara adzan. "Alhamdulillah sepertinya sudah tidak jauh lagi dari pemukiman warga" Aisyah tersenyum sumringah setelah melalui jalan setapak yang begitu panjang tidak ada warga tidak ada satu pun rumah. Akhirnya Aisyah menemukan desa setidaknya bisa menghubungi Abi dengan meminjam ponsel dari orang.


Aisyah kembali tersenyum manis stelah melihat alu- lalang orang akan pergi ke mesjid


"Assalamualaikum" Sapa Aisyah nafasnya ngos-ngosan kelelahan.


"Waalaikumsalam" jawab pemuda yang akan pergi ke mesjid.


"Mas numpang tanya ini desa apa ya" tanya Aisyah.


"Ini desa Tangerang teh, teteh dari mana," katanya


"Saya tersesat Mas, apa saya boleh minta tolong pinjem ponsel untuk menghubungi suami saya," kata Aisyah.


"Saya tidak membawa ponsel teh tapi kalau teteh mau tunggu setelah selesai solat kebetulan rumah saya tidak jauh dari sini kalau teteh mau." Kata pemuda itu.


"Baik saya tunggu disini, oh ya apa disini ada mukena untuk saya solat" tanya lagi Aisyah


"Sepertinya ada teh teteh masuk saja."


"Alhamdulillah, terimakasih Mas."Ucap Aisyah.


Sementara menunggu pemuda itu Aisyah pun menyempatkan untuk solat berjemaah di mesjid itu.


Sementara di tempat lain Clara mendapati Abi bersama Rio. Sontak saja Clara memeluk Abi dari belakang. Seketika Abi membalikan badannya. "Clara sedang apa kau disini" bentak Abi


"Sayang apa aku bilang istrimu bukan wanita baik-baik dia hanya memanfaatkan kekayaan keluargamu saja dia pasti sudah pergi bersama pria lain" Tutur Clara menyunggingkan senyuman sinis.

__ADS_1


"Jaga bicaramu Clara dia bukan gadis sepertimu" Tepis Abi membela Aisyah.


Sial masih saja Abi membela gadis miskin itu, bagaimana pun caranya saya harus bisa memprovokasi Abi membenci gadis itu. Gumam Clara


"Saya akan buktikan kalau istri mu itu sedang bersama kekasihnya." Lanjut Clara.


"Lebih baik kamu pergi diri sini" Usir Rio


Clara begitu sempurna menyusun rencana liciknya, tapi rencananya yang dia susun dengan rapi alhasil gagal total karena Aisyah berhasil melarikan diri dari sekapan mereka.


Clara berniat untuk memotret kebersamaan Aisyah dengan bodyguard tampan yang bernama Leo. Clara menghubungi bodyguard yang menjaga Aisyah.


"Bagaimana kalian sudah campurkan minuman itu," tanya Clara.


Mereka terdiam tidak ada yang menjawab meraka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ada apa kalian diam jawab saya," Betak Clara.


"Maaf boos Gadis itu berhasil melarikan diri, kami...kami," Jawab mereka gugup.


"Bodoh kalian semua, percuma saya bayar mahal kalian, kalau menjaga satu orang saja kalian tidak becus cari sampai dapat kalau kalian tidak temukan wanita itu, saya tidak akan membayar sepeser pun paham kalian bentak lagi Clara.


"Aaaaaak. Bodoh kalian semua." Teriak Clara.


Tidak lama selesai Aisyah solat pemuda itu membawa Aisyah kerumahnya. Disana Aisyah di sambut dengan baik, mereka keluarga baik yang akan membantu Aisyah Kembali ke Jakarta. Aisyah menceritakan semua yang terjadi padanya.


"Kasihan sekali kamu nak, sekarang kamu sudah aman disini, kami akan menghantarkan kamu ke jakarta." Katanya.


"Terimakasih Bu, tapi saya hanya butuh menghubungi suami saya, mereka pasti mencemaskan saya apa saya boleh meminjam ponselnya," kata Aisyah.


Wanita paruh baya itu memberikan ponselnya pada Aisyah. Aisyah mulai memencet nomor telpon Abi.


Abi hampir putus asa mencari keberadaan Aisyah, saat itu Aisyah masih dalam berduka setalah kehilangan anaknya yang masih dalam kandungan jelas Abi sangat mengkhawatirkan Aisyah saat ini.


Seandainya aku melarang kepergiannya mungkin Aisyah masih bersamaku. Gumamnya belan.


"Sabar bro, pasti bini loe baik-baik saja dia wanita yang kuat." Ucap Rio sambil menepuk pundaknya. Abi menganggukkan kepalanya pelan.


"Gue coba hubungi Nenek, siapa tahu Aisyah sudah pulang." kata Abi.


Abi pun merogoh kantong jas nya dan mengambil ponselnya dia dalam saku, melihat panggilan tak terjawab beberapa kali di ponsel nya ada panggilan tak terjawab tiga kali. Abi mengerutkan keningnya.


"Siapa bro?" tanya Rio


"Nomor tak dikenal" jawab lagi Abi.


"Coba telpon balik siapa tahu itu penting atau Aisyah" Kata Rio


"Loe bener bro, gue telpon dulu ya." kata Abi


Sambil berjalan Abi menghubungi nomor yang tidak kenal itu abi berharap bukan kabar buruk mengenai Aisyah.


...----------------...


...----------------...


Cerita ini kita lanjut ya

__ADS_1


__ADS_2