
Malam semakin larut hembus angin sayup-sayup menerpa gorden rumah Bu kades Abi memegang tengkuk bulu kuduk bergidik serasa anak rambut semua berdiri.
"Yo Yo bangun gue takut" Abi menggoyang-goyangkan tubuh Rio yang sedang terlelap tidur.
"Hemm udah tidur saja tidak ada apa-apa"
Abi merasa ada seseorang memperhatikan dari balik jendela kaca Abi semakin ketakutan Abi pun memeluk tubuh Rio bersembunyi di balik punggungnya.
"Ih ngapain sih gue masih normal tahu" Sungut Rio sambil menepis tangan Abi.
"Gue takut Yo sepertinya ada orang yang ngintip di jendela" kata Abi
"Itu perasaan loe aja udah tidur besok kita lanjut perjalanan pulang"
Dari dalam Aisyah mendengar suara orang berbisik Aisyah mencoba untuk keluar saat membiak gorden nampak dua tubuh pria yang sedang berbaring menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Aisyah pikir itu tamu Bu kades yang sedang bermalam akhirnya Aisyah kembali ke kamar. "Sepertinya mas Abi tidak akan datang esok pagi Ais hubungi mas Abi lagi ini hari sudah malam mungkin berhalangan datang lebih baik Ais lanjut tidur saja. Batin Aisyah
kadang hati tak bisa menyembunyikan rasa rindunya pada sang pencuri hati meskipun mencoba berusaha menutupi dengan setebal apapun, sekalipun dinding yang menjadi penghalangnya.
Aisyah tidur dengan gelisah memikirkan suaminya apa mungkin Abi tidak perduli keberadaan nya sekarang atau emang tidak ada rasa cinta pada dirinya. Hati Aisyah berpacu dengan keraguan hingga menjelang subuh Aisyah mendengar suara adzan Aisyah bangkit dari tempat tidur lalu melangkah keluar menuju kamar mandi yang berada tak jauh dari dapur.
Aisyah mulai membasahi seluruh wajah dan tangannya selesai wudhu Aisyah kembali ke kamar dengan khusyuk Aisyah solat dalam solat Aisyah tidak lupa berdoa untuk keselamatan suaminya dimana pun berada.
Setelah solat Bu kades membuka pintu kamar Aisyah.
"Assalamualaikum Ais" sapa Bu kades
"Waalaikumsalam Bu, silahkan masuk" kata Aisyah sambil melipat mukena nya.
"Kamu sudah tahu kalau suamimu tadi malam datang karena ibu melihat kamu tidur lelap ibu tak tega membangunkan kamu jadi ibu minta suami Ais untuk menunggu sampai kamu bangun" Kata Bu kades
"Masyallah jadi yang tidur di depan televisi itu mas Abi dan mas Rio?" tanya Aisyah
Bu kades menganggukkan kepalanya" Sekarang kamu temui dia pasti dia menunggu kamu." Ujar Bu kades
"Baik Bu terimakasih sudah menerima suamiku bermalam disini" Kata Aisyah
"Sama-sama ya sudah ibu keluar dulu menyiapkan sarapan assalamualaikum" Ucap Bu kades
__ADS_1
"Waalaikumsalam" Jawab Aisyah
Kemudian Aisyah segera menemui Abi diruang tamu. "Mas Abi" Panggil Aisyah
Abi mengerakkan tubuhnya ia membuka matanya melihat sosok wanita cantik dihadapannya" Ais apa ini kamu, bukan hantu kan?" Seru Abi sambil mengucek matanya
Dengan reflek Aisyah memukul bahu Abi" Apaan sih Mas ya aku lah masa hantu ada-ada saja" Ucap Aisyah cemberut
Abi langsung memeluk tubuh langsing Aisyah "Canda sayang mas dari tadi malam ketakutan berasa ada liatin aku terus dari kaca" Ungkap Abi
"Kamu itu dasar penakut mana ada hantu mas disini yang ada juga hantu cantik aku" Canda Aisyah.
Abi jelas seperti melepas rasa rindunya pada Aisyah tapi karena Abi memiliki sifat yang cuek dan tidak ingin di ketahui kalau dirinya sangat menyayanginya Abi takut jika Aisyah tahu dirinya menyayangi Aisyah ia takut akan seperti dulu semasa bersama Della dan Aisyah mempermainkannya lalu meninggalkan Abi seperti Della meninggalkan dirinya itu perasaan Abi sekarang.
"Mas lepasin, aku bantu Bu kades dulu menyiapkan sarapan mas dan mas Rio pasti belum makan kan" tanya Aisyah
"Tunggu dulu mas mau tanya kenapa kamu sampai berada ditempat ini" Tanya Abi
"Nanti saja Ais ceritakan sekarang Ais bantu Bu kades dulu ya" Ijin Ais ke dapur meninggalkan Abi di ruang tamu.
Abi semakin penasaran kenapa Aisyah sampai berada ditempat ini Rio pun terbangun melihat Abi terdiam seperti memikirkan sesuatu. "Loe kenapa bro?" tanya Rio
"Ya sudah sabar saja nanti juga Aisyah bicara mungkin saat ini istrimu masih sibuk bantu Bu kades" Kata Rio
"Iya mungkin ya udah lah sekarang kita keluar yuk cari udara segar di luar." ajak Abi
Rio pun ikut penasaran desa terpencil dan sunyi ini Aisyah bisa sampai ketempat ini mungkin orang lain pun tidak akan ada yang berani masuk ketempat ini pasalnya banyak orang bilang tempat ini sangat angker. Ada pun manusia tapi kita orang awam yang melihatnya jika tahu sebenarnya bukan manusia biasa tapi manusia kasat mata. Tiba-tiba Rio bergidik seram.
"Kenapa loe Yo?" tanya Abi
"Tidak apa-apa kok gue tiba-tiba merinding ya mendengar kisah cerita desa ini" kata Rio
"Houh" Jawab Abi singkat
Berarti tadi malam suara gamelan itu benar yang gue denger tapi hari gini emang mas ada ya cerita begituan" batin Abi
Selama berjalan Abi merasa ada yang aneh seingat Abi ini jalan bisa di lalui dengan kendaraan roda empat Abi mengingat-ingat lagi sambil berjalan tembus hutan yang di huni para santri beberapa santri saja tempatnya pun gubuk tingkat yang terbuat dari anyaman bambu yang terukir indah.
__ADS_1
"Yo ada yang aneh nggak sih menurut loe?' tanya Abi
"Apa yang aneh biasa saja" tepis Rio sebenarnya Rio pun berpikiran yang sama tapi karena tidak ingin takabur di tempat orang Rio berusaha menutupi.
"Balik yuk Aisyah pasti mencari kita" Ajak Rio padahal Rio merasa takut.
"Yuk lah" Kata Abi karena cacing-cacing pernah mulai berdemo mungkin Abi terbiasa rutinitas sehari-hari pagi harus sarapan walaupun hanya satu helai roti.
Byur!
Tiba-tiba turun hujan Abi dan Rio berlarian kembali ke rumah Bu kades lari pun serasa berat jalanan yang di lalui tanah merah.
"Cepat Yo" Seru Abi
"Sabar ini sulit berlumpur" kata Rio
Mereka pun tertawa lepas pasalnya baru kali ini Abi merasakan hidup seperti di jaman dulu sementara kini berada di jaman modern. Mungkin lampu pun hanya di miliki oleh orang-orang mampu untuk memasang listrik sebagian besar masih menggunakan lampu tromol. Konon desa itu tidak bisa di lalu warga jika ada tamu yang datang biasanya santri yang akan menyambut tamu itu dengan membawa obor bisa masuk desa itu pun meski melalui hutan panjang.
"A A orang baru disini" Tiba-tiba ada suara dari belakang.
"Astaga!" Sontak Abi balik badan
"Kamu siapa? hampir jantung saya copot" Kata Abi
"Saya santri yang tinggal di sebelah sana" Kata anak berusia 12 tahun itu.
"Hoh" Ucap Rio membulat
"Aa sedang apa disini pasti orang baru ya" tanya anak itu
"Saya disini menjemput istri saya dia berada di tempat tinggal Bu kades" Ucap Rio menjelaskan
Anak itu manggut-manggut meskipun ia tidak begitu paham bahasa yang di ucapkan Rio, anak itu menatap wajah Rio dengan tatapan mata yang tajam seakan memberi kode yang harus segera pergi dari hutan itu.
...****************...
Apa sebenarnya yang di lihat anak remaja berusia 12 tahun itu.
__ADS_1
TUNGGU SELANJUTNYA