Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 39


__ADS_3

"Coba gue lihat" Ucap Rio segera membuka kap mobil belakang ternyata buah tangan dari bapak-bapak yang memberinya masih sama pisang singkong dan ubi.


Rio ternganga matanya membulat besar kemudian Rio menutup kembali kap mobilnya.


"Bagaimana Yo?" Tanya Abi penasaran


"Aman kok, sekarang kita lanjutkan perjalanannya lama-lama gue bergidik di desa ini. "Ucap Rio sambil menginjak Gas mobilnya.


Mobil pun terus melaju kencang tiba-tiba seorang gadis melintas dan hampir saja tertabrak oleh mobil yang di Kendari Rio.


Chiiiiiiit!!!!!


"Yo! hati-hati hampir saja menabrak orang" Sewot Abi.


"Sebentar gue lihat" kata Rio


Rio keluar dari mobil melihat gadis yang masih memegangi kepalanya. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Rio


Gadis itu mendongak. "Tidak apa-apa A lain kali hati-hati A" kata gadis itu


Sontak saja Rio terkejut dengan wajah gadis itu begitu cantik dengan hijab sederhana tapi kecantikan gadis itu sungguh sangat mempesona. " Kamu mau kemana?" tanya lagi Rio


Tanpa sepatah kata pun gadis itu pergi begitu saja Rio makin penasaran ia yakin gadis itu bukan hantu setelah melihat jam tangannya pukul dua siang hal yang mustahil jika ada hantu di siang hari menyerupai gadis cantik yang baru saja di lihatnya.


"Yo Yo" teriak Abi dari dalam mobil


"Ya ya sebentar" Kata Rio lalu Rio kembali masuk ke dalam mobil.


"Ternyata ada juga ya gadis cantik di desa yang sunyi ini" Ucap Rio


"Setahuku banyak gadis desa cantik-cantik mas Rio suka ya dengan gadis yang hampir saja di tabrakannya" Ledek Aisyah


"Apa iya gue suka dengan gadis tadi tapi mana mungkin melihat pun baru pertama kali bahkan bicara saja tidak tapi sorot matanya buat hatiku damai biarpun bibir tak berkata hatinya seolah berbicara ah! sial gue mikir apaan sih" Tepis dalam hati Rio


Angin berhembus kencang hujan pun kembali mengguyur desa itu untuk melanjutkan perjalanan pun tidak mungkin kabut begitu tebal menutup jalur jalan.


Der der der


Kilat dan petir bersautan seolah menghalangi jalan mereka Rio sebagai pengemudi tentunya tidak ingin mengambil resiko akan ada angin badai kemudian Rio menepikan mobilnya


Brak!!


Pohon besar yang berdiri kokoh tumbang menutupi jalan. "Hampir saja bersyukur loe menepi kalau tidak kita tertimpa pohon besar itu."Ucap Abi


"Iya bener Mas kita masih di lindungi" Sambung Aisyah.

__ADS_1


"Entah lah hari ini banyak kejadian aneh dan rasanya sulit sekali keluar dari desa ini" Timpal Rio


Hari dan tanggal bisa di bilang hari keberuntungan Rio tepat hari kelahiran Rio menginjak usia tiga puluh lima tahun dan selama itu Rio tidak pernah mengenal cinta setelah di tinggal kekasihnya selama itu Rio mengabdi kepada keluarga Surya Wiranata dan hari ini di getarkan hatinya oleh gadis yang hampir saja dia tabrak.


"Yo kita cari villa di sekitar sini saja sepertinya kita tidak mungkin melanjutkan perjalanan hari sudah sore" kata Abi


"Disana seperti ada rumah dan tidak terlihat seram" kata Rio sambil menunjuk rumah kecil


"Lebih baik kita kesana untuk memastikan siapa tahu kita di tunjukkan tempat untuk kita bermalam" kata Aisyah.


"Setuju" kata Rio


Begitu turun dari mobil Aisyah merasa keram perutnya ia meringis kesakitan. "Mas perutku sakit sekali" Ucap Aisyah sambil memegangi perutnya.


"Kamu kenapa sayang? Mas gendong saja ya" Kata Abi cemas


Datang seorang gadis yang hampir tertabrak tadi Rio mengucek matanya. "Kamu lagi" Ucap Rio


"Kalian mau kemana dan mau apa kalian kemari" tanya gadis itu


"Kami ingin mencari penginapan untuk bermalam apa sekitar sini ada hotel atau villa?" tanya Rio


"Tidak ada" Jawab ketus gadis itu


Gadis itu bernama Azizah ia sangat tidak suka berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenalnya sekali pun itu dikenalnya jika itu seorang pria Azizah selalu menyembunyikan wajahnya.


"Azizah" Panggil sang ayah


"Iya Abi" jawab Azizah lalu Azizah meninggalkan mereka menemui ayahnya.


"Siapa mereka apa kamu mengenalnya?" tanya sang ayah


Azizah menggelengkan kepalanya. "Azizah tidak mengenalnya Abi mereka mencari tempat untuk bermalam wanita itu sedang kesakitan" Jelas Azizah


Pria paruh baya itu menyandang gelar Hj dan juga kiyai mengajar di pesantren kecil miliknya. "Panggil mereka masuk" Perintah sang ayah


"Tapi Abi apa kita tidak waspada terhadap mereka siapa tahu mereka orang jahat Abi" kata Azizah.


"Azizah Abi tidak pernah mengajarkan kamu untuk suudzon dengan orang biar pun baru dikenalnya, suruh mereka masuk" Pinta pak haji pada Putri semata wayang nya itu


"Baik Abi" kata Azizah kemudian Azizah menemui mereka.


"Ikut lah dengan ku." Ucap Azizah singkat


Walaupun dalam hatinya Azizah masih tidak percaya mereka orang baik banyaknya penipu bermodalkan wajah polosnya waspada itu perlu apa lagi dengan orang yang baru dikenal itu yang ada di pikiran Azizah.

__ADS_1


"Tapi ingat kalian jangan macam-macam disini jika kalian buat ulah kalian tidak akan bisa bertemu dengan keluarga kalian lagi" Ancam Azizah.


Abi pun merasakan hal yang sama dengan Rio Azizah gadis yang cantik juga Soleha tiba-tiba Aisyah cemberut melihat Abi menatap Azizah penuh dengan kekaguman tapi bagi Abi tidak ada yang lebih cantik selain Aisyah sang istri yang penuh dengan perjuangan mendapatkan Aisyah bukan lah hal yang mudah.


"Tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu sayang" Ucap Abi berbisik


Wajah Aisyah memerah malu kata-kata itu baru pertama keluar dari mulutnya selama pernikahannya. Untuk meyakinkan sang istri Abi menggandeng tangan Aisyah berjalan menuju rumah tersebut.


"Assalamualaikum" Ucap serempak


"Waalaikumsalam, silahkan masuk" kata pak haji


"Azizah tolong panggil Bu Imah minta siapkan minum untuk tamu kita" Perintah pak haji pada Putrinya


"Baik Abi Azizah tinggal dulu ya Abi" kata Azizah


Pak haji mengangguk kepalanya"Silahkan duduk maaf keadaannya seperti ini" kata pak haji


"Tidak apa-apa pak kami yang seharusnya minta maaf kami tidak bisa kembali ke Jakarta karena hujan badai tidak mungkin kami melanjutkan perjalanan kami" kata Rio


"Disini tidak ada hotel atau pun Vila sangat jauh dari sini tapi kalau kalian mau bapak bisa memberikan tempat untuk bermalam tapi tidak semewah hotel atau villa tempatnya alakadarnya itu pun kalau adik-adik ini berkenan" kata pak haji


"Alhamdulillah Terimakasih pak sudah terima kami disini" kata Abi


Pak haji tersenyum dalam hatinya mereka bukanlah orang jahat yang datang untuk bersembunyi banyak kejadian yang sedang dalam pencarian polisi kadang kala mereka bersembunyi di desa tersebut karena susah untuk dicari pak haji akan lebih waspada tidak ingin terulang kembali seperti dulu. Mengingat hanya ada satu kamar akhirnya Aisyah tidur dengan Azizah dan Aisyah pun tidak menolak itu.


"Asiyah antum tidur bersama ana" kata Azizah


"Baik lah Azizah, Mas saya ke kamar Azizah dulu ya ingin merebahkan tubuhku"kata Aisyah


"Baiklah biarkan mas berbincang sebentar dengan pak haji" Kata Abi


Aisyah menganggukkan kepalanya pelan.


Sementara Abi dan Rio juga pak haji berbicara di ruang tamu begitu banyak obrolan malam itu hingga tak terasa hari sudah malam pak haji kemudian pamit untuk istirahat.


"Dik bapak istirahat dulu kalian juga istirahat kamarnya ada disebelah sana" kata pak haji


"Baik pak, kita juga pamit tidur"Kata Rio


Seperti biasa mata pria yang berstatus sebagai suami Aisyah itu sulit untuk memejamkan matanya malam bagaikan satu tahun lamanya bahkan Abi bersumpah ini hari pertama dan terakhir merasakan lelah dan tidak akan mengulanginya.


...****************...


Kadang orang yang terbiasa hidup dengan kemewahan tidak akan pernah merasakan betapa sulit nya kehidupan bahkan tidur di atas tikar ber bantal lengan.

__ADS_1


__ADS_2