Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 20


__ADS_3

"Kenapa kau menatapku seperti itu?"Ucap Aisyah.


"Mata-mataku kenapa kau melarang ku?"Jawab Denis sinis.


Tanpa banyak bicara Aisyah mendahului Denis masuk lobby kantor.


Sejak kapan gadis miskin itu bisa mengendarai mobil mewah itu. Batin Denis.


"Bu Asiyah ibu di panggil ke ruangan direktur?"kata salah satu pegawai.


"Baik lah terimakasih."Jawab Aisyah.


Aisyah sebelum menemui direktur ia masuk kedalam ruangannya menaruh tasnya. Lalu menemui direktur di ruangannya.


Tok...Tok..Tok.


Masuk.


Aisyah mendorong pintunya."Permisi pak ada yang bisa saya bantu?"


"Silahkan duduk Aisyah."Kata Abi.


Aisyah menganggukkan kepalanya, lalu ia menarik kursi duduk berhadapan dengan Abi.


Abi menyerahkan tumpukan berkas di atas mejanya."Kamu kerjakan harus selesai hari ini."Perintah Abi pada Aisyah.


"Tapi pak, ini tidak mungkin selesai hari ini."Protes Aisyah melihat tumpukan berkas.


"Tidak mau tahu bagaimana pun caranya kamu harus bisa selesai, sekarang kamu kembali bekerja."Titah Abi.


"Baik lah, permisi."Ucap Aisyah.


Abi merasa puas telah mengerjai Aisyah mau tidak mau Aisyah pasti lembur Abi yakin Aisyah tidak mungkin mengerjakan tugasnya selesai dengan cepat.


Aisyah memeluk berkas itu di depan dadanya. Hamid melihat Aisyah merasa kasihan lalu Hamid berniat untuk membantu Aisyah membawa tumpukan berkas itu.


"Aisyah, sini biar saya bantu."Kata Hamid menawarkan diri.


"Terimakasih Hamid tapi maaf saya bisa sendiri."Jawaban Aisyah membuat Hamid terkejut pasalnya itu bukan sifat Aisyah yang jutek.


Hamid pun merampas berkas itu dari tangan Aisyah.


"Hamid! saya sudah katakan tidak usah."Ucap Aisyah sedikit membentak yang tidak sengaja.


"Aisyah kenapa kamu sekarang berbuah apa kamu takut Abi akan mengetahui aku membantumu?" Kata Hamid.


Maafkan aku Hamid aku harus seperti ini agar kamu melupakan aku, sekarang aku istri orang lain, aku pun sudah memendam perasaanku sejak lama, dengan cara ini agar kamu membenciku.


"Permisi."Ucap Aisyah ngeleos pergi dengan cepat ke ruangannya.


Aisyah apa kau benar-benar membenciku rasanya aku tidak sanggup melihat kau membenciku hatiku sakit.Gumam Hamid pelan.


Waktu terus berputar hingga pukul 5:00 wib waktu jam kerja telah tiba semua pegawai satu-persatu keluar dari kantor tersisa beberapa orang saja termasuk Aisyah dan Abi yang masih stay di kantor.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Sudah selesai Aisyah?" Ucap Abi mengejutkan Aisyah.


Aisyah mendongak menatap wajah Abi yang sedang menyangga kedua tangannya di atas meja. Aisyah menarik nafasnya kesal.


"Bisa tidak mengerjakannya di rumah saja? " Kata Aisyah dengan wajah memelas.


Abi tersenyum manis sambil bergegas berdiri sambil mengacak kepalanya yang tertutup dengan hijab.


"Bereskan sekarang kita pulang."Kata Abi.


Degh!


Sontak Aisyah terkejut tidak biasanya Abi semanis ini.


"Pulang bersamaku kita cari makan diluar aku sudah lapar."Tutur Abi.


"Tapi Pak, saya bawa kendaraan."Tepis Aisyah


Abi menyengitkan alisnya heran Aisyah mengendarai mobil sendiri tidak mungkin kan Aisyah mengendarai motor. Batin abi


"Taruh saja disini nanti biar orangku yang mengantarkan ke rumah."


Setelah beres Aisyah bergegas keluar dari kantor mengikuti langkah Abi menuju area parkir


Mobil yang di tumpangi Aisyah menuju arah Ancol Abi juga memasuki area Ancol, malam Sabtu Ancol sangat ramai dikunjungi para pasangan muda-mudi.


"Makan" jawab Abi singkat.


Tidak lama Abi memarkirkan mobilnya di restoran Segara pinggir pantai meja yang sudah di pesan dan si rias sejak siang tadi, suasana malam tepi pantai begitu indah di kelilingi lilin-lilin kecil yang menemani selama makan malam.


"Mas kita makan malam bersama siapa saja?"tanya lagi Aisyah.


"Kok banyak sekali makanya apa kita yakin bisa menghabiskan makanan sebanyak ini?"


"Hanya kita berdua."Jawab Abi sambil sibuk dangan ponselnya.


Ya jelas Aisyah heran dengan menu makanan yang ada di ats meja, berbagai macam seafood dan rasa termasuk makanan kesukaan Aisyah ikan bakar beronang, mata Aisyah tertuju pada ikan yang menaburkan aroma menggugah selera makannya.


"Ayo makan aku sudah lapar."Kata abi.


Lagi-lagi abi mengusap kepalanya membuat Aisyah bingung apakah ini jebakan. 'Ah sudah lah lebih baik aku makan tidak baik juga berperasangka buruk pada suamiku. Batin Aisyah.


Aisyah menatap Abi dengan senyuman, lalu kembali menyantap makanan kesukaannya. Tiba-tiba Abi mengelap bibir Aisyah dengan tisu, dan itu membuat Aisyah terdiam darahnya seperti mengalir seluruh tubuhnya.


Selesai makan Abi mengajak Aisyah pulang lalu setelah membayar Abi menggandeng tangan Aisyah. Lagi-lagi Aisyah di buat tertegun melihat tingkah aneh Abi yang berubah drastis menjadi baik dan manis. Tapi Aisyah tidak percaya begitu saja Aisyah mengira Abi ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.


Dalam perjalanan pulang Aisyah membuka obrolan untuk menghilangkan kesunyian."Mas kamu kenapa sih hari ini kamu tiba-tiba baik banget?" tanya Aisyah pada Abi.


"Emang nggak boleh baik sama istriku sendiri?" Ucap Abi sambil tersenyum.


"Tidak ada maksud lain kan?"kata Aisyah.

__ADS_1


"Ada."Jwab Abi singkat.


Degh! Benarkan dugaan ku,, batin Aisyah


Ha..ha..ha. Tertawa Abi membuat Aisyah semakin curiga.


"Mau apa kamu Mas?, jangan macam-macam ya Mas"


Citttttt! Abi mengerem menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Sekarang usiaku sudah 37 sekarang aku sudah menikah tentunya menginginkan sesuatu dari istriku."


"Tua sekali."Ceplos Asiyah.


"Bukan aku yang tua tapi kamu yang telat lahir."timpal abi.


Dasar! laki-laki licik segala sesuatunya pasti ada maunya tapi dia mau apa dariku apa dia ingin menceriakan ku, 'oh tidak ini tidak akan terjadi aku tidak ingin menjadi janda enak saja nanti dia mencari wanita seksi di luar sana sementara aku menjadi janda. Aaaaakh!.


Aisyah membayangkan bagaimana nanti jika menjadi janda.


"Kamu kenapa Teriak?" Kaget Abi.


"Ah.., tidak apa-apa hanya kaget saja ya kaget."Ucap Aisyah bohong.


"Kamu tidak ingin tahu gitu aku berharap apa dari kamu?"


Aisyah memukul lengan Abi berulang kali."Ih..., kamu jahat!" ucap Aisyah Teriak sambil memukul-mukul lengan Abi.


"Kamu kenapa? emang aku apain kok aku jahat?"


"Mas Abi silahkan saja jika ingin menceriakan aku."Lirih Aisyah.


Abi tertawa cekikikan melihat wajah melas Aisyah.


CUP.


Abi mencium kening Aisyah."Aku tidak akan menceraikan kamu, sampai kapan pun, kamu wanitaku istriku dan juga calon ibu dari anak-anakku, aku menginginkan sesuatu itu adalah anak-anak yang tanpan dan cantik tidak pernah terbersit keinginan untuk menceraikan bidadari yang ada dihtiku, aku akan menjadi pelindung mu di kala hujan dan aku juga akan menjadi penghalang mu di saat ada yang ingin menyakitimu maafkan aku jika perlakuan ku tidak baik selama ini itu semua karena aku sangsi kamu tidak pernah mencintaiku."Ungkap perasaannya abi.


"Masyallah ini bukan mimpi kan Mas?"Tanya Aisyah sambil menepuk-nepuk pipinya.


Abi menggelengkan kepalanya."Tidak sayang mulai hari ini aku akan mengumumkan ke seluruh kolage kau adalah istriku satu-satunya dan aku minta kamu tidak lagi bekerja, mencari nafkah itu adalah tugasku sebagai suami."


"Terimakasih Mas."Ucap Aisyah.


"Harusnya Mas yang berterima kasih kamu sudah bersedia menjadi istriku."kata abi sambil berpelukan di dalam mobilnya.


Bersambung.


...----------------...


...----------------...


Apa kabar teman-teman semoga ada pelajaran di balik carita ini. Bahwa mencapai tujuan sukses itu tidak lah mudah, untuk mendapatkan Pria yang baik itu tidak tidak mudah. KALAU TIDAK CANTIK susah katanya. SETIDAKNYA PINTAR lah. CINTA BOLEH BODOH JANGAN🤭

__ADS_1


__ADS_2