
Tidak pernah terlintas dipikiran ku, jika pria yang ada di sampingku kini menjadi suami yang memberikan perhatian penuh berawal dari kebencian dan makian kini berbalik menjadi suami yang penuh dengan kasih sayang, waktu sesingkat mungkin telah berubah menjadi sosok suami sempurna bagiku yang telah banyak menerima tak layaknya seorang istri, yang selalu salah setiap apa pun yang aku lakukan dimatanya tetaplah salah.
Malam itu pukul 8 malam Jakarta di guyur hujan deras di ruang keluarga semua berkumpul menyaksikan siaran televisi, canda tawa menghangatkan suasana. Saya berinisiatif untuk pergi ke dapur terlintas di pikiranku untuk menyajikan makanan hangat seperti gorengan pisang dan teh panas ia pikirku enak nih cocok dengan suasananya.
"Mau kemana?" tanya Abi melihat sang istri bergegas bangkit dari tempat duduknya.
"Sebentar Mas, aku ke-kapur buat cemilan kecil, Mas ada yang ingin saya buatkan?" tanya Aisyah.
"Hemm."Sejenak Abi berpikir.
"Bagiamana kalau pisang goreng?"Tutur Abi dengan pikiran yang sama dengan istrinya.
"Oke! sebentar ya saya buatkan." Kata Aisyah
"Kenapa tidak minta bi sum saja buatkan."Lanjut Abi
"Sudah biar saya saja sebentar kok"Timpal Aisyah.
Aisyah yang masih tidak percaya dengan kebaikan atau ketulusan Abi. Aisyah ingin menguji apa reaksi suaminya jika di panggil dengan sebutan nama. Itu sebabnya Aisyah ingin membuat cemilan kecil dari tangannya.
Beberapa menit kemudian Aisyah selesai menggoreng pisang dan buat teh manis, Aisyah melekatkan gorengan itu di atas meja makannya.
"Abi....." Panggil Aisyah.
Abi mendengar suara Aisyah tapi sedikit bingung kenapa hari itu istrinya menyebut dirinya dengan sebutan nama.
"Abi...."panggil lagi Aisyah.
"Abi sepertinya Aisyah memanggil mu" kata nenek Ratu.
"Iya Nek biarkan saja."Kata Abi.
Karena Abi tidak menghampiri, Aisyah mendatangi Abi ke ruang keluarga dengan wajah pura-pura kesal.
"Abi..., ish di panggil dari tadi tidak menyahut."Ucap Aisyah pura-pura kesal.
Mata Abi melotot membesar Abi melempar bantal kursi lalu pergi, Aisyah mulai panik karena Abi marah besar pada dirinya. Aisyah
"Mas...." panggil Aisyah lari-larian mengejar Abi.
Saat Aisyah lari menaiki anak tangga kakinya, Aisyah terlilit dan hampir jatuh.
Aaahk! Teriak Aisyah.
Abi menengok kebelakang melihat Aisyah menahan perutnya kesakitan Abi pun lari memapah Aisyah kedalam kamarnya di susul Nenek Ratu memastikan apakah Aisyah baik-baik saja.
"Kamu kenapa sih lari-larian kalau kamu jatuh kebawah bagaimana?" Aisyah pun terkena marah oleh Abi.
"Tadi Mas marah? makanya aku kejar."Lirih Aisyah sambil memegangi kakinya yang sakit.
"Siapa yang tidak marah? istriku panggil suami dengan sebutan nama?"Umpat Abi.
"Abi kan panggilan anak kita nanti"kata Aisyah.
__ADS_1
"Tidak! jika kamu hamil dan melahirkan anakku harus panggil aku Papa. Abi kan namaku" protes Abi.
"Sudah 'Sudah kalian malah berantem, bagaimana Aisyah apa kamu baik-baik saja?" tanya Nenek Ratu.
Aisyah mulai senyum-senyum rasanya tidak sabar menunggu reaksi suaminya jika mengetahui kehamilan istrinya. Aisyah Usap-usap perutnya.
"Kamu lapar?" tanya Abi.
"Sudah biar bi sum saja yang buatkan Aisyah mau makan apa?" kata nenek ratu.
"Ais mau makan mie aceh yang pedes dan banyak sausnya."Ucap Aisyah sambil menelan ludah rasanya sudah di tenggorokan.
"Mana ada ini hujan biar bi Sum saja yang bikin ya"kata Abi.
"Maunya mas yang bikin."Rengek Aisyah.
"Ish sayang mana bisa aku, apa rasanya itu jika aku yang buat."
Aisyah memasang wajah cemberut karena Abi tidak mau membuat mie Aceh yang dia mau.
"Sudah Abi sana kamu bikin, nanti anakmu ngeces loh mau?" ucap Nenek Keceplosan.
Seketika Nenek membungkam mulutnya dengan tangannya."Sudah sana Abi buatkan nanti bi sum yang akan membantu kamu di dapur sementara nenek temani Aisyah disini."Tutur Nenek Ratu.
Setelah Abi keluar dari kamar Nenek dan Aisyah tertawa terbahak-bahak."Aisyah apa tidak sebaiknya beritahu Abi atas kehamilan mu?" kata nenek ratu.
"Iya Nek tapi sekarang Ais mau ngerjain Mas Abi dulu."
"Terimakasih Nek, Aisyah merasa tidak sendiri."Lirih Aisyah.
"Kamu tidak sendiri sayang Aisyah punya nenek punya Abi dan keluarga Wiranata tentunya keluarga Aisyah sekarang."
"Iya Nek."Aisyah memeluk nenek Ratu.
Sementara nenek ratu bercakap-cakap dengan Aisyah, disitu Abi sibuk membuat mie Aceh rasa pedas mampus.
Huf! akhirnya kelar juga bikin mie Aceh ala Abi. Tertawa Abi merasa berhasil membuat mie Aceh
"Coba den cicipi rasanya enak tidak?" kata bi sum
"Sudah bi biar saja, nanti kelamaan istri saya kelaparan bi."Tepis Abi
Bibi tersenyum sambil geleng-geleng kepala. "Baiklah sana bawah nanti non Aisyah nunggu terlalu lama"
"Oke bi, terimakasih sudah dibantuin"
"Sama-sama Den."kata bibi.
Abi pun membawa mie itu ke kamarnya dengan rasa bangga Abi memasuki kamarnya sambil senyum-senyum sendiri.
"Aku datang mie ala Abi."Seru Abi
"Coba enak tidak?" kata Aisyah sambil melirik nenek ratu.
__ADS_1
"Abi duduk lah, nenek mau bicara sama kamu." Ucap nenek sambil menepuk-nepuk kasur samping nenek Ratu.
"Ada apa Nek, nenek mau abi buatkan juga?"
"Tidak Nenek di larang dokter makan mie, nenek hanya ingin bertanya jika istrimu hamil apa kamu akan berubah menjadi suami siaga dan tidak lagi menyakiti Aisyah ataupun kasar-kasar lagi."Tanya nenek Ratu.
"Pastinya lah Nek, Abi akan jaga anak istri Abi dengan baik, seperti nabi Muhammad menjaga siti Aisyah dengan penuh kasih sayang."Kata Abi.
Aisyah senyum-senyum mendengarnya ada rasa bahagia dengan kehadiran anak memperkuat rumah tangga yang baru seumur jagung ibaratnya.
"Sekarang peluk istrimu dia sekarang sedang mengandung anakmu." Ucap lagi nenek.
Sontak Abi ada rasa tidak percaya apa yang sudah di katakan Neneknya pasalnya Aisyah tidak banyak permintaan layaknya wanita hamil pada umumnya.
"Nenek bohong kan?"Kata Abi.
Aisyah memberikan testpack yang sudah bergaris merah di tengah.
Aaaaakh! Serius sayang?" Seru abi mengusap kepala Aisyah.
Aisyah tersenyum mengangguk kepalanya sambil menunduk malu-malu.
"Nek, kita umumkan ke seluruh dunia bahwa istri Abi hamil Nek." Abi senangnya bukan main.
"Iya itu pasti Abi, Karena ini cicit pertama Nenek."Kata nenek Ratu.
"Sayang aku tidak mau kamu seperti tadi lagi, kalau kamu ke guguran bagaimana?"
"Iya Mas, maaf" kata Aisyah.
"Satu lagi kamu tidak boleh lagi ke kantor mulai hari ini, kamu di rumah saja bila perlu tidak usah keluar kamar."Pinta Abi.
"Abi tidak usah terlalu di maja, nenek tidak setuju kalau Aisyah tidak kemana-mana biarkan Aisyah mengikuti kemauannya."
"Tapi Nek, kalau kenapa-kenapa dengan kehamilannya bagaimana?"
"Tidak akan kenapa-kenapa percaya sama nenek kandungan Aisyah cukup kuat itu yang katakan dokter Erna tadi, kalau bekerja nenek setuju Aisyah biarkan di rumah bersama nenek."
"Baiklah Nek, abi serahkan semuanya pada nenek dan Aisyah."
Akhirnya keinginan abi terwujud menginginkan anak. Aisyah pun senang melihat Abi bahagia.
Beberapa hari kemudian kehamilan menantu orang terkaya di Asia menggemparkan dunia, ada juga yang pro dan kontra karena selama ini Abi menyembunyikan pernikahannya. Tidak sedikit wanita di luar sana yang terluka dengan kabar kehamilan istri dari pria yang banyak di sukai wanita. Clara Orwis yang tidak percaya begitu saja ia memutuskan untuk datang ke Indonesia menemui Abi pria yang telah lama mengisi hatinya.
APA KAH Clara Orwis akan menjadi wanita rahasia Abi atau Abi akan menolak Clara seperti Clara membuang Abi pada saat itu.
BERSAMBUNG.
...----------------...
...----------------...
Setiap hubungan pasti akan ada kerikil-kerikil kecil yang akan menjadi penghancur hubungan tergantung laki-laki mengambil sikapnya. TERIMAKASIH JANGAN LUPA LIKE KOMEN END RATE 🖐️
__ADS_1