Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 16


__ADS_3

"Rencana apa yang kamu maksud?" Tanya Hamid pada Denis


"Rencana yang bisa menggagalkan hubungan mereka."jawaban Denis yakin


"Sorry saya nggak minat, lakukan saja sendiri tapi ingat jangan pernah menyeret namaku."Ucap abi ngeleos pergi.


Saya tahu Hamid kau begitu mendambakan Aisyah, tidak usah sok tidak membutuhkan bantuan ku. Gumam Denis pelan.


Denis beranggapan bahwa mencapai tujuan memiliki Abi ada peluang besar Denis yakin Aisyah bukan tipe gadis ideal dambaan Abi, ia merasa dirinya lah yang pantas untuk mendampingi CEO tampan yang menjadi atasannya itu.


Denis pun melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja Abi.


Tok Tok Tok


Masuk..


Denis mendorong pintu ruang Abi, nampak Abi sedang fokus di layar komputer.


"Permisi pak ada berkas yang harus bapak tanda tangani."Ucap Denis


"Letakkan saja disitu, kalau sudah selesai silahkan keluar saya sedang sibuk."Kata Abi tanpa menoleh.


Denis terlihat kesal dan kecewa. Denis merasa Abi tidak menginginkan kehadirannya namun gadis itu tidak pernah menyerah, ia mendekati Abi yang sedang fokus di layar komputer. Denis pun membungkuk buah dadanya begitu menonjol kesengajaan tangannya melingkar di bahu kursi kebesarannya, sontak Abi menyingkirkan tangan denis.


"Maaf pak, saya tidak bermaksud apa-apa."Tepis Denis.


"Ok tidak masalah sekarang kamu keluar dari ruangan saya."Usir Abi dengan suara tegas.


"Bapak mau saya siapkan makan siang?"


"Tidak usah repot-repot, saya makan siang luar."Ucap Abi.


"Apa kamu ikut makan siang di luar?"tanya lagi Abi.


Dengan senang hati Denis menganggukkan kepalanya dengan cepat. Tentu saja itu yang di tunggu-tunggu bisa makan siang bersama.


"Baiklah, siap-siap kita keluar Sekarang sebaiknya kau rapihkan dulu pakaian mu, saya tidak ingin kau mempermalukan saya."


"Baik pak, sebentar saya ganti pakaian."


"Cepat ya saya sudah lapar."kata abi


"Baik pak Abi"


Dengan langkah cepat Denis menuju ruangan kerjanya ia sedikit memoles wajah dan menambahkan sedikit lipstik warna pink rose di bibirnya. Lalu denis meraih tasnya Denis berjalan dengan lunglai. Tidak lama Abi muncul dengan langkah gagah Abi menghampiri Denis yang sedang duduk di kursi ruang tamu kantor.


"Mari Denis kita berangkat sekarang."Ajak Abi.


Abi menggandeng tangan Denis tepat depan ruangan Aisyah bekerja, Aisyah hanya diam melihat dari kaca ruangan kerjanya berjalan begitu mesra dengan gadis lain.


Kenapa Mas Abi bisa baik dengan semua orang? tapi tidak dengan saya, kenapa dia tidak pernah menerima kehadiranku apa kah segitu buruknya saya dimatanya. Gumam Aisyah pelan.

__ADS_1


Astagfirullah aladzim kenapa aku berpikiran buruk terhadap mas Abi. Aisyah segera menepis prasangka buruknya.


Aisyah membereskan alat kerjanya lalu pergi makan siang yang tak jauh dari kantor.


"Aisyah.." panggil Hamid mengejar Aisyah.


"Mas Hamid."Aisyah menghentikan langkahnya.


"Ais kamu mau kemana?" tanya Hamid.


"Mas Hamid sudah makan siang?" tanya Aisyah.


Hamid menggelengkan kepalanya."Ya sudah kita makan siang bersama saja."Ajak Aisyah.


"Boleh juga tuh, ayo Ais mau makan dimana?" kata Hamid.


"Yang dekat sini saja Mas, Ais masih banyak kerjaan."kata Aisyah.


"Ya sudah ayo."Seru Hamid


Hamid sedari dulu sangat mendambakan sosok gadis seperti Aisyah yang akan menjadi pendampingnya, tapi Hamid mengira laki-laki yang mendekati Aisyah itu tulus mencintai Aisyah tapi sejak tahu bahwa Abi tidak benar-benar mencintai Aisyah Hamid pun insiatif untuk merebut kembali Aisyah dari tangan Abi.


Hamid menyangga kedua dagunya ia menatap wajah cantik Aisyah dengan intens.


"Mas Hamid." panggil Aisyah.


"Ah enak ya makannya."Tepis Hamid.


"Apa yang enak dari tadi mas Hamid melamun terus, melamun apa sih?"


"Aisyah ada yang aku katakan padamu" Ucap Hamid ragu-ragu.


"Ya katakan saja."kata Aisyah.


Tapi sebelum Hamid mengatakan isi hatinya tiba-tiba sekertaris Hany memanggil Aisyah.


"Aisyah...," panggil sekertaris Hany.


"Ya mba Hany."Jawab Aisyah sambil berdiri dari duduknya.


"Di panggil pak Anggoro tuh di ruangan nya sekarang." kata Hany.


"Iya mba sebentar, Mas Hamid saya tinggal dulu ya, assalamualaikum"


"Silahkan Ais, waaikumsalam." jawab Hamid lesu.


Hamid mendengus seraya menatap punggung kepergian Aisyah.


Keesokan harinya pernikahan Aisyah dan Abi di percepat oleh nenek ratu setelah mendengar cerita dari orang kepercayaannya bahwa salah satu pegawainya mendekati Aisyah.


Tentu saja Nenek Ratu tidak suka ada mendekati Aisyah."Nenek mau kalian menikah di percepat."Ucap nenek Ratu

__ADS_1


"Tapi Nek, apa tidak terlalu buru-buru."Protes Abi.


Lain dengan Aisyah yang hanya diam mendengarkan percakapan nenek ratu dan Abi.


"Bagaimana Aisyah apa kamu setuju di percepat?" tanya Nenek Ratu.


"Aisyah terserah mas Abi saja Nek."Jawab Aisyah pasrah.


"Tuh Aisyah saja terserah kamu, sekarang tinggal dari kamu abi"Tutur Nenek Ratu.


"Ya sudah Nek, tapi Abi ingin pernikahan kita biasa saja, abi tidak ingin yang meriah."


"Abi kamu itu CEO dari perusahaan Wiratama grup mana bisa pernikahan kamu di adakan secara sederhana nenek tidak setuju."Protes Nenek Ratu.


"Nek, tunggu saya dan Aisyah bisa beradaptasi, kalau resepsi kan bisa di adakan kapan saja."Timpal Abi.


"Baik lah, esok pagi pak ustadz akan datang menikahkan kalian, Nenek sudah siapkan semuanya jadi kalian tinggal terima beres saja."kata nenek Ratu.


Esoknya pernikahan tiba, Aisyah sengaja di kurung dikamar Aisyah duduk memeluk kedua kakinya


Apakah pernikahan ini akan membawa ku kebahagiaan atau akan membawa ku penderitaan. Ya Allah aku serahkan semuanya padamu ya Allah.


Ya allah kenapa di hari pernikahanku terasa berat sekali apa kah Mas Abi jodohku, kalau ia kenapa hatiku merasa tidak bahagia. Gumam Aisyah pelan.


Tok Tok Tok.


Mendengar suara ketukan pintu Aisyah segera menyapu air matanya.


"Masuk...,"


Ternyata tukang rias pengantin yang datang mengetuk pintu kamarnya.


"Non apa sudah siap?" tanya mba yang akan merias wajah Aisyah.


Aisyah tidak menjawab hanya mengangguk pelan.


Di ruang keluarga sudah kumpul orang tua Abi dan juga kerabat terdekat. Shila orang pertama yang mendukung hubungan Aisyah dan Abi. Shila masuk kedalam kamar Aisyah.


"Kak apa kakak bahagia menikah dengan kak Abi?" Shila bertanya.


Aisyah tersenyum mendengar pertanyaan Shila gadis kecil yang mengikuti agama Papa nya.


Shila Alvonita anak tunggal dari pasangan Irsan dan Amelia. Orang tua Shila yang menjalani agama masing-masing tapi sejak kedekatannya dengan Aisyah Shila yang urakan dan selalu membantah orang tuanya kini ia berubah menjadi gadis yang manis dan penurut.


"Kaka bahagia dek"Jawab Aisyah.


Selama wajah Aisyah di rias kesedihan itu hilang di telan oleh canda dan tawa Shila yang berusaha menghibur Aisyah.


Di tempat lain Hamid membanting semua barang yang ada di kontrakannya ia merasa pupus untuk memiliki Aisyah.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


Yuk mampir lagi.


__ADS_2