
"Gue nggak takut sama sekali ancaman 'Lu, istri tidak tau diri lu sudah gagal jadi istri paham 'Lu" Pekik Denis mendorong satu bahu Aisyah.
"Kita buktikan saja" Ucap Asiyah sambil ngeloyor.
"Brengsek! lu" Umpat Denis
Aisyah menengok ke-belakang tersenyum sinis. Itulah alasan Aisyah kembali bekerja di perusahaan keluarga suaminya.
Karena keasikan bekerja tak terasa waktu pulang sudah tiba. Aisyah pulang namun tidak ke-kediamanya melainkan ke sebuah apartemen pribadinya yang berikan oleh nenek ratu.
Tapi sebelumnya Aisyah sudah mengabari Nenek Ratu kalau dia berada di apartemennya.
Baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap layar ponselnya.
AISYAH ISTRI DARI PENGUSAHA MUDA KAYA RAYA NO SEKIAN DI ASIA ADALAH GADIS MISKIN YANG DI NIKAHKAN KARENA UNTUK MENEMBUS KESALAHAN ORANG TUA SUAMINYA DI MASA LALU.
Tiba-tiba matanya membulat saat membaca trending berita hari ini," Apa-apaan ini?" Aisyah scrol dari atas kebawah.
Aisyah bergegas bangun lalu kembali ke-kediamanya untuk minta penjelasan.
Aisyah mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tiba di kediaman hampir tengah malam.
Tin Tin Tin.
Aisyah memencet tombol klakson mobilnya. Tidak lama pak ikhsan lari-larian membuka gerbangnya.
"Malam Non" Sapa pak ikhlas
"Malam pak, terimakasih saya masuk kedalam dulu ya pak" ucap Asiyah.
"Non Aisyah sepertinya sedang marah" Gerutu pak ikhlas.
Saat membuka pintu Aisyah mencari keberadaan nenek Ratu tapi Nenek Ratu dan juga Abi sudah duduk di ruang tamu sepertinya sudah mengetahui kebar hari ini.
"Aisyah nenek sudah tahu kamu pasti pulang nak."Kata nenek Ratu.
"Tolong jelaskan Nek, apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu?"Tanya Aisyah.
"Duduk lah dulu, nenek akan menceritakan semuanya pada mu, tanpa ada lagi yang di tutup-tutupi lagi." Ujar nenek ratu.
Aisyah pun duduk siap mendengarkan cerita nenek ratu.
Flashback.
20 tahun yang lalu. Sebuah mobil warna hitam melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba seorang nenek penjual kue tiba-tiba melintas, mobil yang di tumpangi papa nya abi hilang kendali dan menabrak Nenek itu hingga terpental pada saat itu papa Abi sangat ketakutan dan papa Abi pun mengalami depresi, tapi driver papa nya Abi meninggalkan nenek tua itu, papa nya abi sudah meminta driver itu untuk membawa ke rumah sakit tapi pas kembali Nenek itu sudah tidak ada di tempat, Maafkan maka dari itu nenek berinisiatif untuk membuat Aisyah bahagia untuk menebus dosa papanya Abi.
Back.
"Maafkan papa nya Abi Aisyah, waktu itu Nenek ingin sekali menyerahkan papa nya Abi ke kantor polisi tapi Nenek tidak berdaya papa nya Abi pun mengalami depresi"Ungkap Nenek Ratu.
Aisyah menitikkan air matanya Carita Nenek Ratu membuat Aisyah merasakan sesak nafas.
"Aisyah sudah memaafkan nya Nek, itu semua takdir, tapi Aisyah sementara tidak tinggal di rumah ini"kata Aisyah.
"Tolong jangan pergi Aisyah" Abi memohon
"Biarkan aku sendiri dulu mas"Ucap Aisyah menepis tangan Abi lalu Aisyah pergi ke kamarnya memasukkan pakaiannya ke dalam koper.
__ADS_1
"Aisyah jangan pergi nak" Ucap Nenek Ratu menangis
"Aisyah sayang sama nenek tapi Aisyah ingin menenangkan diri dulu, biarkan Aisyah pergi nek."Ucap Aisyah sambil menyalami tangannya.
"Mungkin dulu saya tidak mencintai kamu Aisyah tapi sekarang aku sayang sama kamu."Ucap Abi dengan lantang.
Aisyah mengentikan langkah lalu kembali menarik kopernya air mata itu terus mengalir sehingga matanya sembab
Keesokan harinya Abi tiba di kantor melihat ruangan Aisyah kosong. Lalu Abi mencoba menghubungi Aisyah namun ponselnya tidak bisa di hubungi.
Dengan geram Abi mengambil ponselnya menghubungi Clara.
"Wah! hebat kau Abi, memanfaatkan gadis polos untuk menutupi kebusukan keluargamu" Ucap Clara sambil tertawa
"Ini semua ulah mu kan Clara?" Abi mencecar Clara.
"Aku? mana mungkin aku bisa membuat berita seheboh itu, aku tidak memiliki banyak uang untuk membayar para wartawan itu." Kilah Clara.
"Dasar brengsek! kau akan ku hancurkan perusahaan pacarmu itu, jika kau tidak menghapus berita konyol itu" Ancam Abi.
"Berita konyol maksud mu, itu berita hangat untuk pengusaha muda yang sudah memanfaatkan gadis polos seperti Aisyah ha..ha..ha."Ucap lagi Clara sambil tertawa.
"Rio" panggil Abi teriak.
Mendengar suara teriakan Rio lari menghampiri ruangan kerja Abi.
"Ada apa abi?" Jawab Rio nafasnya memburu.
"Panggil Pak Berto" Perintah Abi.
"Baik sebentar saya panggil."kata Rio.
Tok Tok Tok.
"Masuk"
"Tuan muda panggil saya?" ucap pak Broto
"Silahkan duduk, langsung saja, saya minta dana saham yang ada perusahaan Prints kompeni, cabut semua dan batalkan semua kontak yang bersangkutan dengan Prints."Perintah Abi dengan kesal.
Saat ini Abi benar-benar sangat mengkhawatirkan Aisyah. Abi kembali membaca berita itu di pencarian paling terpopuler, hatinya terhanyut banyak komentar negatif tertuju padanya.
Di tempat lain Aisyah duduk di atas tempat tidur memeluk kedua lututnya, hatinya nyeri mendengar cerita nenek ratu, tapi disisi lain Aisyah pun sudah mengikhlaskan kepergian neneknya waktu telah berlalu 20 tahun silam dan itu waktu yang cukup lama.
Sungguh Aisyah tak mengerti kenapa mereka begitu kejam terhadap neneknya tidak kah bisa menolong nenekku.
Jam terus bergulir hingga pukul 6 sore Aisyah kembali membuka ponselnya. Karena ada pesan masuk yang tertera di layar ponselnya.
"Mas Abi" gumam Aisyah pelan
Lalu membaca pesan itu"Jangan lupa makan" isi dalam pesan itu, Aisyah enggan membalas pesan dari Abi Aisyah meletakkan kembali ponsel itu di atas nakas samping tempat tidur.
Sementara itu Abi sedang bersama Rio di sebuah kafe di Jakarta. Abi mencurahkan masalahnya dengan sahabatnya itu.
"Sabar Men, kau dan Aisyah pasangan yang serasi saran gue lu sudah lah bermain-main dengan perasaan lu sendiri."Tutur Rio sebagai sahabat tentunya sangat prihatin dengan masalah sahabatnya itu.
Ting.
__ADS_1
Ponsel Abi menyala pesan masuk.
"Rio kita cabut sekarang" ajak Abi dan meletakkan uang di atas meja.
Abi dan Rio pun pergi kesebuah tempat yang tidak asing lagi Rio dan Abi."Ngapain kemari?" tanya Rio mengerutkan keningnya
"Sudah ikut saja" kata Abi.
Kemudian Abi mengetuk pintu kamar nomor 3304. Apartemen elite.
Tidak lama pemilik kamar keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan di atas dadanya.
Ia membuka sedikit pintunya."Cari siapa?" katanya.
Abi mendorong pintu itu dengan kasar dan dia terpental kena hentakkan dorongan pintu yang begitu keras.
"Abi?" sontak saja Clara mundur menjauh.
"Halo sayang" Sapa Abi sambil menghempaskan tubuhnya di sofa
"Jangan Gila kau Abi, cepat keluar" Usir Clara
"Siapa sayang" Saut suara dari dalam kamar.
Ternyata di dalam kamar ada teman prianya yang sedang asik-asik di kamar.
"Wow! kau selingkuh dari ku? kau gemar sekali berganti-ganti pasangan" Cibir Abi.
Clara geram dengan kehadiran Abi bersama sahabatnya itu."Abi gila lu, ayo kita pulang" ajak Rio.
Abi berhasil menarik handuk yang melilit di tubuhnya hingga tubuh itu nampak tak sehelai benang pun, Abi menghempaskan tubuhnya di atas sofa.
Abi menyunggingkan senyuman menatap Rio alisnya naik turun memberikan kode.
"Abi lu jangan gila! ya" Kata Rio
"Gue jijik makai dia, lu kalau mau pakai lah" Ujar Abi.
Abi juga mengambil beberapa foto Clara tanpa busana.
"Brengsek lu Abi"Maki Clara sumpah serapah keluar dari mulut Clara.
"Gue akan kembali menghancurkan kamu dan perusahaan pacar mu, setalah hancur apa masih bisa kau tertawa?"
"Sumpah bukan aku yang membuat berita itu" Pekik Clara.
Tapi Abi tidak yakin jika semua itu bukan ulah Clara, kalau pun bukan Clara Abi tetap akan menghancurkan Clara dia yang sudah menyebabkan kehilangan buah hatinya.
Di apartemen milik Clara Abi mengamuk membuat kegaduhan.
"Cih! tidak usah sok saya tidak akan menyentuh tubuh kotor mu, capat pakai handuk mu jijik aku melihatnya."
"Satu lagi, saya akan menyelidiki pembuatan berita itu sampai ke akar-akarnya kalau terbukti itu kamu, kau harus membayar semuanya, ayo Rio kita cabut"
Abi terdiam, Rio yang merasa heran baru pertama kali melihat sahabatnya itu serapuh ini.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG