Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 15


__ADS_3

...Aisyah berlinang air mata Aisyah benar-benar terharu saat ini Aisyah tidak punya siapa-siapa lain Nenek Ratu, selama ini nenek ratu lah yang selalu ada buat Aisyah maka dari itu nenek ratu marah besar dunia terasa runtuh....


Abi membuka pintu mobilnya untuk Asiyah."Silahkan Aisyah."Kata Abi.


"Mas duluan."Tutur Aisyah.


Aturan agama Islam wanita sebagai makmum ada di barisan paling belakang dan seorang pria adalah imam bagi wanita, jadi Aisyah mempersilakan Abi berjalan di depan.


"Assalamualaikum...,"


"Waaikumsalam...," jawab Nenek Ratu.


Aisyah menatap Nenek Ratu masih terlihat datar. Aisyah menyalami tangan nenek ratu dengan cara mencium telapak punggung tangannya. Tapi Nenek masih kesan cuek.


"Sum....," panggil Nenek Ratu.


"Saya nenek ratu."Jawab bi sum.


"Hantar Aisyah mengganti pakaiannya, Aisyah kamu ikut bi Sum ganti pakaian, nanti kamu sakit."


"Mari Non."Kata bi Sum.


Aisyah pun mengikuti bi sum ke kamar tamu."Silahkan Non bibi tunggu di luar ya."


"Iya terimakasih ya bi."


Sementara itu nenek ratu masih terkesan cuek tidak seperti biasanya."Ayo lah Nek jangan seperti ini, kasihan Aisyah dia rela hujan-hujanan demi menemui Nenek."Ujar Abi membela Aisyah.


"Kamu tahu betul nenek paling tidak suka orang tidak disiplin."


"Tapi kan nek Aisyah punya alasan yang kuat. Aisyah tidak mungkin tinggalkan pada saat itu."


"Ini jaman canggih untuk apa ada ponsel jika tidak bisa di gunakan paham kamu."


Tidak lama Aisyah keluar dari kamar tamu mendengar percakapan nenek dan cucunya tiba-tiba wajah Aisyah berubah menjadi murung. Aisyah berjalan pelan menghampiri Abi dan nenek Ratu


"Aisyah..., sini duduk."Ujar Abi.


Nenek Ratu seperti enggan duduk bersama Aisyah, Sifat Nenek Ratu berubah menjadi 80 Drajat, tidak seperti biasanya ramah dan menyayangi Aisyah dengan tulus. Aisyah duduk di sofa berhadapan dengan nenek Ratu.


Nenek hanya ingin tahu Aisyah sampai dimana kejujuran kamu. Walaupun nenek sudah tahu mengenai yang menimpa keluargamu. batin nenek ratu


"Nek sebelumnya Aisyah mau minta maaf sama nenek ratu. Hari itu tepatnya sepulang dari kantor interview Aisyah pulang tiba-tiba ibu sudah tidak ada Aisyah mohon maaf benget Aisyah lupa mengabari Nenek Aisyah tidak ingat apa-apa karena terlalu memikirkan kepergian ibu."Ungkap Aisyah sambil berlinang air mata.


"Nenek akan maafkan, tapi dengan satu syarat."Kata nenek Ratu.


"Syarat Nek?" Protes Abi.


"Tidak apa-apa Mas, syarat apa pun pasti Aisyah akan lakukan insyaallah jika Ais bisa Ais akan memenuhi syarat dari nenek.


"Syaratnya kamu harus menikah dengan cucuk nenek. Abi."Pinta nenek pada Aisyah.


"Hah! 'Itu tidak mungkin Aisyah itu sebatas teman Nek."Tolak Abi.


"Iya bener nek kita hanya teman."Timpal Aisyah.


"Justru itu, teman kan bisa jadi demen, Abi Nenek ini sudah tua Nenek ingin melihat cucuk kesayangan Nenek nikah sebelum meninggal."


"Nenek ngomong apa sih?" Protes Abi.

__ADS_1


Aduh...aduh...aduh.


"Dada nenek sesak sekali."Ucap nenek pura-pura.


"Nenek, kita ke rumah sakit ya nek, Pak iman..." Teriak abi panik.


"Tidak usah Abi kalau kamu mau nenek sembuh kamu harus menikah dengan Aisyah."


"Oke..Oke Abi akan menikah dengan Aisyah tapi kasih waktu untuk Abi berfikir."


"Nenek kasih waktu 1 bulan."


"Dua bulan" kata Abi.


"Baik dua bulan untuk kalian saling mengenal satu sama lain."


Akhirnya saking sayangnya Abi pada sang nenek Abi pun menyetujui permintaan sang nenek yang dari kecil merawat dan juga membesarkan Abi sampai sekarang. Bisa di bilang Abi lebih sayang pada sang nenek di banding orang tuanya.


Begitu pun sang nenek dari adanya cucu Abi lah cucu nenek yang paling Nenek sayangi selain Abi anak yang penurut Abi juga cucu laki-laki satu-satunya yang bakal menjadi penerus perusahaan keluarga Wiranata.


"Bagaimana Aisyah?" tanya Abi


Aisyah terkejut mendengar persetujuan Abi pasalnya Aisyah yakin Abi tidak ada rasa cinta tapi karena permintaan sang nenek yang sudah banyak berjasa Aisyah pun dengan lesu menjawab."Baik lah Nek, Aisyah mau."Lirih Aisyah


Bismillah semoga keputusan ku ini yang terbaik mencintai dan menikah karena sunah Allah. batin Aisyah


Setelah pembicaraan di ruang keluarga Abi terlihat tidak berani menatap wajah cantik Aisyah kendati pun sudah sepakat keduanya saling menjejaki hubungan selama dua bulan sebelum pernikahan di langsungkan.


Semoga cara saya menikahkan Aisyah dengan Abi bisa menebus dosa masa lalu papa nya abi.batin nenek


Masa lalu papa nya Abi yang sudah menabrak wanita paruh baya yang sedang berjualan di tepi jalan hingga penjual itu tak tertolong dan tewas di tempat. Dia adalah Ibu dari orang tua Aisyah.


"Tapi Nek."


"Tidak ada tapi, bukan kah kamu tinggal di rumah sewa?"


Aisyah mengangguk pelan.


Jangan senang dulu Aisyah kalau tidak kerena nenek aku tidak sudi menikah dengan gadis kampungan seperti kamu, cara berpakaian kamu saja tidak ada modis nya kamu bukan tipe aku. Gumam Abi


"Abi sekarang kamu hantar Aisyah mengambil pakaiannya."


Abi terdiam tidak menjawab ucapan sang nenek nampak termenung.


"Abi" panggil nenek


"Iya-iya nek, ada apa?"Sontak Abi.


"Kenapa kamu melamun nenek bilang hantar Aisyah ambil semua pakaiannya di kontrakannya."


"Pak iman saja Nek, Abi capek sekali."


Abi merasa kesal dengan Aisyah Abi berharap Aisyah menolak permintaan Nenek Ratu.


"Iman..." panggil Nenek Ratu.


"Saya nek."Jawab pak iman lari-larian.


"Hantar Aisyah ke kontrakannya mengambil pakaiannya."

__ADS_1


"Siap nek, mari Non pak iman hantar."kata pak iman.


"Iya pak, Nek Aisyah pulang dulu ya."Pamit Aisyah mencium telapak punggung tangan si nenek.


"Aisyah kamu langsung kembali kesini."Tutur Nenek Ratu.


"Iya nek."jawab Aisyah.


Setelah menggambil beberapa barang di rumah kontrakannya Aisyah membawanya ke dalam mobil, lalu ia masuk ke mobil meninggalkan kontrakan yang menurutnya banyak kenangan bersama ibunya.


Aisyah menitikkan air matanya hingga mobil berjalan pelan Aisyah masih menengok ke arah belakang.


Walaupun rumah kontrakan tapi Aisyah sangat nyaman tinggal kontrakan itu karena keluarganya memiliki ekonomi rendah tapi bagi Aisyah keluarganya adalah surganya mereka adalah orang-orang yang berharga bagi Aisyah, Aisyah tidak pernah terlintas untuk menikah dengan Abi, Aisyah sadar dirinya tidak pantas bersanding dengannya selain itu menurut Aisyah abi sosok pria yang sombong dan juga dingin setiap kata yang keluar dari bibirnya seperti pisau tajam menggores luka yang membekas. Apa kah gadis cantik itu mampu mengimbangi gaya hidup Abi yang memiliki banyak gadis-gadis cantik dan seksi di sekelilingnya.


Disisi lain Aisyah yang sampai saat ini tidak disukai oleh Abi. Bukan hal yang mudah untuk menaklukkan hati seorang CEO tampan dan di sukai banyak wanita cantik dan seksi sementara Aisyah pakaian yang masih belum tertata rapi semua seba panjang Aisyah gadis polos yang tidak mengenal pakaian mahal.



Cantik bukan. Tapi bagi Abi Aisyah gadis kampungan yang norak cara berpenampilan.


Dua bulan kemudian Aisyah tinggal di MENSION mewah memilik nenek Ratu, selama itu juga Nenek Ratu banyak merubah penampilan Aisyah. Hingga perawatan wajah sebelum pernikahan di langsungkan.


Tiba-tiba Abi menarik tangan Aisyah."Mas Abi?"


"Diam, ingat Aisyah setelah nikah kita biasa saja jangan sampai ada yang tahu kalau kita menikah malu tahu aku menikah sama kamu. awas saja."Ucap Abi dengan suara tegas.


"Iya Mas." Jawab Aisyah walaupun hatinya sakit.


"Ya sudah sana kembali bekerja."Usir Abi.


Aisyah ngeleos pergi bulir-bulir bening air mata menetes di pipinya tanpa ia sadari.


Sepertinya Denis melihat percakapan mereka tapi tidak mendengarnya, dengan mendekati Aisyah yang sedang berjalan.


"Aisyah Are you oke?"Saut Denis


Denis yang sampai saat ini tidak menyukai Aisyah ia merasa senang atas apa yang sudah terjadi Abi dan Aisyah biar pun kenyataannya Denis tidak tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka.


Denis adalah gadis yang berambisi untuk memiliki Abi, tapi bukan karena cintanya yang besar tapi Denis ingin menjadi menantu nomor 1 di keluarga Wiranata orang terkaya di Asia.


"Denis. Iya aku tidak apa-apa, kamu mau kemana?" tanya Aisyah penasaran sebab itu koridor menuju ruangan kerja Abi satu-satunya.


Denis terlihat gugup karena aksinya di ketahui oleh Aisyah."A-ku mau ke ruangan pak Abi yah aku mau keuangan pak abi menghantar berkas."Ucap Denis gugup.


"Oh yah.., bukan kah sekertaris pak Abi Hani? kenapa tidak kamu serahkan saja sama Hani." Tutur Aisyah menerangkan.


Sial! sejak masih kuliah sampai sekarang satu perusahaan dia selalu menjadi penghalang untuk aku dekat dengan Abi.


"Ya saya sudah cari sekertaris Hany tapi sepertinya tidak ada di ruangannya barangkali pak Abi membutuhkannya jadi aku langsung saja ke pak Abi."Tepis Denis alasan.


"Oh begitu ya sudah saya duluan ya."


"Ya..., bye." Ucap Denis mendelik sinis.


Disisi lain. Hamid yang mengetahui rencana Abi ia merasa laki-laki yang menjadi atasannya itu bukan jodoh yang sesungguhnya. Ia yang merasa sangat baik menjaga dirinya tidak seharusnya gadis baik seperti Aisyah bersama pria sombong dan dingin seperti Abi."Kita bisa kerjasama kalau kamu mau? kamu menyukai Aisyah kan?" Saut Denis.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


Mampir yuk teman-teman kepoin yuk simak dalam Carita gadis miskin. Like komen Rate ya teman terimakasih 🙏


__ADS_2