
Seok-seok angin menyibak tirai berterbangan dingin udara menusuk tubuhnya selimut tak mampu menghangatkan tubuh kekar dua pria yang tidur menekuk tubuhnya bak udang.
"Bii loe nggak kerasa dingin?" tanya Rio
"Udah nikmati saja malam ini gue juga dingin mana selimut tipis banget" Gerutu Abi
"Jam berapa sih ini" tanya lagi Rio
"Udah loe tidur nanti juga pagi sendiri" Kesel Abi karena Rio terus saja mengajaknya bicara
Rio pun bangkit dari baringan lalu berdiri di depan jendela kamar tersebut sayup-sayup terdengar orang mengaji suara merdu berkumandang "Masyallah suara siapa itu indah sekali rasanya sudah lama tidak mendengar suara orang ngaji." Gumam Rio
Sementara Abi ia begitu nyenyak tidur Rio semakin penasaran dengan suara itu lalu Rio membuka pintu kamar melangkah perlahan mencari sumber suara itu setiap kamar Rio menetapkan gendang telinganya satu persatu ternyata bukan ia cari lagi sampai dia dapat dimana suara tersebut semakin dekat dengan suara itu tiba-tiba muncul pria paruh baya itu pak haji menepuk pundak Rio.
"Apa yang kamu cari nak?" Ucap pak haji
Deg!
"Hampir saja jantung saya copot" Kata Rio terkejut
"Pertanyaan saya belum di jawab" katanya
"Kenapa bapak malam-malam bangun" Tepis Rio
"Saya sudah biasa jam sepertiga malam bangun mari ikut bapak solat tahajud" ajak pak haji
__ADS_1
Dengan berat hati Rio menerima ajakan pak haji untuk solat mesti hatinya masih sangat penasaran dengan suara perempuan mengaji siapakah yang perempuan yang memiliki suara merdu itu.
"Mari nak Rio" Ucap nya lagi pak haji
"Iya pak" Jawab Rio gugup karena aksinya selalu di ketahui oleh si pemilik rumah.
Pak haji dan Rio pun melaksanakan shalat tahajud beberapa menit kemudian setelah selesai sholat Rio memberanikan diri untuk bertanya pada sang pemilik rumah tersebut.
"Pak haji sebenarnya saya sedang mencari suara wanita mengaji dengan suara merdu tapi saya tidak menemukan keberadaannya" Ujar Rio
Pak haji pun tersenyum mendengar pertanyaan Rio pasalnya suara itu adalah suara putri semata wayangnya Azizah memang selalu rutin di sepertiga malam mengaji Al-Qur'an.
"Tidak usah di pikirkan setiap malam disini selalu berlomba-lomba menghafal Al-Qur'an" Jawab pak haji
Rio mengangguk-anggukkan kepalanya." Sekarang saya baru paham kenapa disini tidak banyak gadis berkeliaran di desa ini rupanya gadis desa ini selalu menjaga Marwah nya" Kata Rio
Disebuah kamar kecil Aisyah membuka matanya suara adzan pun mulai berkumandang. "Azizah kamu tidak tidur semalaman" tanya Aisyah
Azizah menengok kebelakang melihat Asiyah sudah bangun dari tidurnya." Aisyah kamu sudah bangun bagaimana perut mu apa sudah baik-baik saja" kata Azizah
"Yah perut sekarang sudah lebih baik Azizah apa aku sudah menganggu tidur mu" tanya lagi Aisyah
"Tidak memang setiap malam saya jarang sekali tidur entah mengapa rasanya sulit tidur berlama-lama" kata Azizah
Mereka pun terlihat akrab saling berbicara tentang satu sama lain Azizah gadis yang sulit untuk beradaptasi dengan orang tapi entah dengan Aisyah ia begitu akrab saling bercerita satu sama lain tak sengaja pak haji mendapati putri semata wayangnya itu tertawa dengan lepas pria paruh baya itu tersenyum seakan ia ikut bahagia melihat putrinya bahagia tidak lama pak haji pun pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Sementara Abi yang masih lelap dari tidurnya hingga matahari terbit menyorot tubuhnya seolah membangunkan tidurnya tapi tetep saja tidur nyenyak nya mengalahkan matahari .
"Mas abi masyallah Ais pikir mas sudah bangun" Ucap Aisyah sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Hemm mas capek sekali" Gumam Abi masih menutup matanya
"Ayo bangun kita harus capat kembali ke Jakarta" Kata Aisyah
"Iya iya mas bangun, mas mandi dulu ya" Kata Abi
Setelah itu Aisyah kembali ke ruang tamu duduk di sebuah kursi terbuat dari rotan lalu Rio datang menghampiri Aisyah.
"Ais sudah rapih apa kita akan cepatnya kembali ke Jakarta" Tanya Rio sambil menatap Asiyah.
"Bener Mas Rio Ais sudah tidak sabar bertemu Nenek ratu" Katanya
Rio sepertinya sedikit keberatan karena Rio masih sangat penasaran dengan sosok makhluk cantik yang kerap di sapa Azizah tapi apa mau dikata ia hanya seorang asisten yang harus mengikuti tuanya.
"Baik lah Abi sudah siap" tanya lagi Rio
"Mas Abi sedang mandi sebentar" Jawab Aisyah
Aisyah mengerutkan keningnya penasaran ada apa dengan Rio sepertinya enggan kembali ke Jakarta.
...****************...
__ADS_1
Berakhirnya di sebuah pedesaan