
"Aisyah Kamu yakin akan mengambil beasiswa itu? 3 tahun loh bukan jangka waktu yang sebentar apa kamu tidak pikiran lagi?"
"Aisyah sudah yakin Pak, Alhamdulillah sudah mendapat ijin dari ibu dan bapak."Tutur Aisyah.
"Baiklah, kalau sudah yakin besok kita berangkat jam 12 siang." Ujar pak dekan.
"Baik pak, terimakasih sebelumnya bapak sudah mau repot-repot bantu Aisyah."
"Sama-sama Aisyah, kalau begitu bapak sudahi dulu telponnya ya, bapak masih ada urusan yang harus di selesaikan."kata pak dekan.
"Baik, assalamualaikum." Ucap salam Aisyah untuk mengakhiri telponnya.
"Waaikumsalam.., Aisyah."
Pak dekan pun menutup telepon, lalu pak dekan segera menghubungi seseorang di luar sana.
"Halo, sudah laksanakan tugas saya, apa tugas selanjutnya?"
"Bagus, tugas kamu selanjutnya menghantar Asiyah ke-London, sudah saya siapkan tiket dan apartemen beserta supirnya untuk hantar jemput Aisyah kuliah, satu lagi jangan pernah sebut siapa pemberi beasiswa sebenarnya, tugas kamu hanya menghantar tidak usah banyak bicara paham!."
"Paham"
"Bagus"
Klik
Sambungan telepon terputus.
"Saya yakin kamu mampu Aisyah, kamu gadis yang pintar dan juga baik, tinggal bagaimana kamu berusaha lebih keras lagi untuk meraih prestasi mu." Tersenyum sumringah.
Di balik rahasia beasiswa Aisyah ada rahasia besar yang tidak ada yang tahu kecuali pak dekan.
Hari itu. Aisyah begitu bahagia karena bisa melanjutkan S2 nya di London. Aisyah pun tidak pernah bermimpi untuk kuliah diluar negeri, sudah bisa lulus kuliah di Indonesia saja sudah bersyukur, apa lagi kuliah di luar negeri itu hal yang mustahil bagi Aisyah.
Sebelum berangkat ke London malam itu Aisyah tidak bisa tidur setelah mengepak barang keperluannya ke-dalam koper. Malam itu terasa panjang untuk menyambut pagi yang cerah, Dan ingin segera menjejakkan kakinya di-kota London negara yang terkenal dengan kincir angin, dan gedung-gedung tua yang masih bersejarah di kota London. London kota terbesar di Inggris dan Britania.
Aisyah menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan memaksa matanya untuk terpejam sebenernya sama sekali tidak ngantuk. Namun Aisyah memaksa matanya untuk terpejam.
Jam menunjukkan pukul 3 pagi akhirnya Aisyah beranjak dari tempat tidur. Melangkah menuju kamar mandi. Aisyah memutar kran air mengambil wudhu.
Beberapa menit kemudian Aisyah selesai sholat ia berdoa pada Allah.
Ya Allah jika keberangkatan ku, ke negeri lain atas kehendak mu tolong lancar kan perjalanan ku, jika engkau tidak meridhoi ku, tolong beri petunjuk agar aku bisa membatalkan kepergian ku. Aamiin.
Setelah berdoa Aisyah membuka mukenanya, Aisyah merasakan mencium bau aroma masakan. Aisyah pun keluar membuka gorden yang di jadikan pintu kamar oleh ayahnya.
__ADS_1
"Bu.." sapa Aisyah.
"Ais kamu sudah bangun?." kata ibu nya.
"Ais nggak bisa tidur bu." jawab Aisyah.
"Kenapa Ais?, kamu sudah tidak sabar ya pergi ke London."Ledek sang ibu.
"Ibu apa apaan sih." Asiyah memeluk tubuh ibu nya dari belakang."Ais bakal kangen banget sama ibu."Ucap Aisyah dengan nada lirih.
Ibu Marni pun berbalik badan menghadap putrinya."Ais ibu pasti baik-baik saja, Ais semangat ya sayang untuk meraih masa depan Ais."
Aisyah menganggukkan kepalanya pelan."Iya Bu."
"Sekarang tidur, ibu masakin masakan kesukaan kamu untuk bekal kamu."
"Terimakasih Bu, ya sudah Ais tidur dulu ya Bu."
Aisyah pun kembali ke kamar merebahkan tubuhnya, ia berharap bisa tidur walaupun hanya sebentar.
Aisyah menyerahkan takdirnya pada allah apa pun hasilnya nanti yang penting Aisyah sudah berusaha.
Di tempat lain Abi selalu memantau perkembangan Aisyah di Indonesia melalui Shila sang ponakan.
"Shila nggak tahu kak, kan kak Aisyah sudah lulus jadi mana mungkin aku bertemu kak Aisyah, berapa sih utang kak Aisyah? biar Shila aja yang bayar." Ucap Shila kesal.
"Ish ya sudah lah, shila mau keluar dulu bye."
"Eh tunggu."
Tut...Tut..Tut.
Telpon terputus.
Dasar anak kecil. Gerutu Abi.
Tiba-tiba Clara muncul di ruangan kerja pribadi Abi. Sontak mata Abi melotot bola matanya membesar seperti mau keluar.
"Cl-ara? mau apa kamu kemari?"Ucap Abi terbata-bata.
Clara dengan ekspresi wajah sedihnya Clara memeluk tubuh Abi yang berdiri mematung.
"Clara kamu kenapa?" Kata Abi sambil mendorong pelan tubuh Clara.
Clara gadis yang pandai berakting mendengar Abi berada di Jerman Clara berusaha untuk mendekati Abi, setelah sekian lama Clara menghidupi pria yang sudah bangkrut dan tidak memiliki apa-apa lagi untuk bertahan hidup yang serba wah itu tidak pernah lagi Clara dapatkan dari pria itu. Status nya sebagai model terkenal ia tidak bisa lagi karena kasus sang pacar berdampak pada Clara.
__ADS_1
"Im sorry Abi, I have hurt you( saya minta maaf Abi saya sudah menyakiti kamu."Ucap Clara dengan berlinang air mata.
"Clara Forget it, it's over.( Lupakan saja itu sudah masa lalu."kata Abi.
Makan siang tiba. Abi mengajak Clara untuk makan siang bersama. Abi Sudah melupakan masa lalunya sakit dihatinya pun sepertinya sudah tidak ada lagi, entah mengapa pertemuannya dengan Clara pun biasa saja.
Abi mengendarai mobilnya menuju restoran terdekat dari kantor, sementara Clara sepanjang jalan hanya diam dan diam, otaknya sedang bekerja untuk memulai usahanya mendekati Abi.
"Clara kamu kenapa dari tadi diam saja?"
"Aku malu sama kamu Abi, setelah apa yang sudah saya perbuat sama kamu, aku menyesal sudah meninggalkan kamu."Jawab Clara.
"Sudah lah, lupakan aku pun sudah tidak apa-apa itu hanya masa lalu."
"Yakin kamu tidak marah?"
"Untuk apa aku marah, bagiamana pun kamu pernah menjadi orang yang sepesial di hati aku, jadi sudah lah lupakan itu."
Clara terlihat senang mendengar kata-kata Abi ia berharap Abi masih menerima Clara.
Clara tersenyum manis memutar kepalanya menghadap Abi.
"Kenapa tersenyum?"
"Aku terlalu senang mendengarnya." Ucap Clara sambil menggelayut sambil bersandar di lengan Abi yang sedang mengemudi.
Abi menyingkirkan tangan Clara."Clara jangan seperti ini."Tolak Abi.
"Kamu masih marah?" Tanya Clara.
"Tidak, hanya saja tidak enak jika di lihat orang."
"Hello Abi, ini Jerman bukan Indonesia."
"Menurut saya sama saja, dimana pun negaranya kamu harus bisa menghargai dirimu sendiri."
Clara yang asli warga negara luar, tentunya di buat bingung oleh Abi, biasanya Abi selalu welcome, apa lagi bersama wanita yang dia cintai seperti Clara tapi itu dulu, sebelum Abi kembali ke Indonesia.
"Oke sorry." kata Clara.
Mobil yang di kendarai Abi masuk parkiran restoran. Kemudian Abi keluar lebih dulu lalu membuka pintu untuk Clara.
"Thanks." Ucap Clara berusaha untuk sopan dan tidak membuat Abi menjadi tidak menyukainya.
Abi berjalan menggandeng tangan Clara masuk restoran. Clara tersenyum ia style yakin kalau Abi masih menerimanya setelah ia sakiti 3 tahun yang lalu, Clara mematikan ponselnya agar tidak di hubungi oleh kekasihnya. Bahakan Clara berniat untuk meninggalkan sang kekasihnya demi Abi.
__ADS_1
...----------------...
Halo teman-teman apa kabar semuanya? maaf baru Up kemarin kurang enak badan