Perjuangan Si Gadis Miskin

Perjuangan Si Gadis Miskin
Bab 22


__ADS_3

"Mas Abi bisa kah hari ini menghantar aku ke rumah sakit untuk periksa kandungan?" ucap Asiyah di tengah-tengah Abi menikmati kopi di pagi hari.


"Tentu saja aku suamimu." Jawab Abi singkat dan terlihat santai.


Abi pun bergegas bangun dari duduknya, ia mendekati lemari pakaian dan mengambil sebuah jaket warna coklat Abi nampak tampan.


"Kenapa belum siap-siap? cepat ganti pakaian lalu kita pergi."kata abi


"Apa mas Abi tidak ke kantor?" tanya Aisyah


"Nanti saja setelah sepulang dari dokter."Jawab Abi


"Oh" Jawab Aisyah membulat seperti lingkaran O.


Sebenarnya sih senang mas abi mau menghantar aku ke dokter tapi sepertinya mas abi sedang menyimpan sesuatu rahasia tapi apa, sampai detik ini mas abi masih terlihat cuek dan dingin.


"Ayo cepat naik."Saut Abi


"Iya Mas" kata Aisyah.


Kemudian Aisyah masuk kedalam mobil duduk berdampingan, tidak lama Abi melajukan mobilnya menuju rumah sakit, ia saat ini keluarga Wiranata belum memiliki dokter kandungan pribadi yang mengharuskan Aisyah dan Abi mencari dokter kandungan yang terbaik di rumah sakit.


Sesekali Abi melirik Aisyah duduk bersandar. Tiba-tiba seseorang menyeberang jalanan abi pun mengerem mendadak.


Ciiiiiiit!


Astagfirullah! Mas.


Kepala Aisyah terbentur dasbor mobil."Aisyah maaf kamu tidak apa-apa?"tanya Abi


"Nggak kok mas, aku tidak apa-apa" jawab Aisyah menyelipkan senyumannya


"Oke kita lanjut ya?" kata Abi.


Aisyah menganggukkan kepalanya pelan, kemudian Abi melajukan perjalanannya.


Aisyah kenapa sih kamu selalu menjadi wanita bodoh yang menyembunyikan rasa sakit kamu, aku tahu selama ini aku tidak pernah memperlakukan kamu dengan baik harusnya kamu marah maki aku tampar aku biar aku juga merasakan sakit seperti yang kamu rasakan.


"Mas nanti kamu ikut masuk kan?" tanya Aisyah pada Abi


"Iya" jawab Abi singkat.


Dia masih saja dingin padahal pernikahan kita sudah satu tahun lebih tapi rasa itu masih hambar aku tidak pernah merasakan keharmonisan rumah tangga kita mas, jika aku ada salah sebaiknya kamu bilang mas. Lamunan Aisyah mengundang rasa ngantuk tiba-tiba kepala Aisyah jatuh di bahu Abi.


Tapi Abi membiarkan Aisyah tidur. Bagaimana aku bisa membenci kamu Aisyah kamu selalu menjadi kucing manis saat sedang tidur.


Jantung Abi berdetak kencang saat itu Aisyah mendengar suara detak-an jantung Abi sangat kencang.


Aisyah pun terbangun."Mas kamu sakit?" begitu kata Aisyah.


"Tidak aku baik-baik saja" Abi menjawab dengan dengan gugup.

__ADS_1


Aisyah pun tidak banyak tanya lagi Aisyah berniat akan memeriksakan Abi ke dokter.


Mobil yang di kendarai abi memasuki area rumah sakit memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan. Kemudian Aisyah turun dari mobil lebih dulu.


"Mas cepat sudah telat nih dokter pasti sudah menunggu dari tadi."Protes Aisyah saat Abi lama keluar dari mobil


"Iya sebentar."Jawab Abi


Tidak lama Abi keluar dari mobil, tidak ketinggalan handbag kesayangannya menambah ketampanannya dengan langkah gagah abi berjalan beriringan menuju lobby rumah sakit.


Tiba di loket pembayaran Aisyah mendekati wanita yang bertugas.


"Selamat pagi sus, dokter andre apa sudah tiba?" tanya Asiyah dengan sopan


"Dokter andre baru saja tiba nona sudah di tunggu di ruangan kerjanya."Kata suster


"Baik, terimakasih sus saya permisi dulu"ucap Aisyah


"Sama-sama nona silahkan."Jawab suster dengan senyaman ramahnya.


Aisyah pun mengajak Abi menuju ruangan kerja dokter andre yang sudah buat janji dari sebelumnya. Tiba di depan pintu ruangan dokter Aisyah mengetuk pintunya.


Tok..Tok..Tok.


Masuk.., Jawab dokter.


"Permisi saya Aisyah Dok"


"Nyonya Aisyah silahkan duduk" dokter mempersilahkan Abi duduk sementara Aisyah berbaring untuk memulai USG.


"Sama-sama" Ucap dokter.


Setelah selesai periksa Aisyah dan Abi keluar dari ruangan berjalan menelusuri koridor rumah sakit 'Dan ketika Aisyah membaca papan mama dokter umum Aisyah menarik tangan Abi.


"Mau kemana?" tanya Abi dengan ekspresi wajah heran mengerutkan keningnya


"Mas kamu harus periksa sekarang aku tidak mau kamu kenapa-kenapa."Kata Aisyah


"Emang aku kenapa?" tanya lagi Abi penasaran.


Tok...Tok..Tok.


Masuk


Aisyah mendorong pintunya nampak dokter sedang duduk Aisyah tersenyum pada dokter.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter


"Iya dok, tolong periksa suami saya Dok"pinta Aisyah pada dokter


"Silahkan baringan"kata dokter

__ADS_1


Setelah dokter meriksa semua sehat tidak ada yang sakit di tubuh suaminya dokter mulai bingung bahakan menebak kalau Aisyah mempermainkan dokter.


"Bener kan Dok saya sehat-sehat saja?" Protes Abi


"Iya betul" kata dokter dengan polosnya menjawab


"Biar saja jalaskan ya Dok, saya seiring sekali mendengar detak jantung suami saya ini dengan kencang" Ungkap Aisyah pada dokter.


Dokter pun menahan tawanya mendengar ucapan Aisyah yang tidak masuk akal.


"Begini ya Nona, mungkin saja itu detak jantung saat suami anda dekat dengan anda jantung itu berdetak kencang itu sudah lumrah terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta." Dokter menjelaskan pada Aisyah


Abi mengerutkan wajahnya karena di ketahui oleh Aisyah sementara Aisyah tersipu malu.


"Sudah Dok saya permisi ya" kata Abi sambil menarik tangan Aisyah keluar dari ruangan dokter


Sejak itu keduanya saling diam sampai di mobil pun tidak ada yang buka suara.


Ngak mungkin aku jatuh cinta pada Aisyah penampilan nya nggak banget nggak ada model-modelnya. Gerutu dalam hati Abi sambil melirik Aisyah.


Sesampainya di kediaman Aisyah pun keluar dari mobil melangkah dengan cepat hatinya tenggelam dalam kebahagiaan terpancar di wajah cantiknya Aisyah, ia merasa Abi telah menerima hatinya dengan yakin Aisyah akan menjadi wanita yang paling beruntung mendapatkan sosok Abi walaupun sejatinya jauh dari harapan kalau Abi mencintainya tapi dengan ijin Allah dan kesabaran Aisyah pasti bisa meluluhkan hatinya.


"Aisyah" panggil nenek Ratu


"Iya Nek, nenek mau apa biar Aisyah ambilkan" kata Aisyah


"Nenek tidak mau apa-apa, kamu dari mana nak?"tanya Nenek Ratu


"Ais baru dari dokter nek, memeriksa kandungan Ais Alhamdulillah janin dalam kandungan Ais baik-baik saja Nek." Seru Aisyah


"Alhamdulillah, sekarang kamu ikut nenek ya tapi tunggu Abi berangkat ke kantor setelah itu kita pergi."kata nenek ratu


"Baik, Nek Ais ke kamar dulu ya Nek menyiapkan beberapa keperluan kerja mas Abi dulu."Ujar Aisyah


"Iya sayang." Jawab nenek ratu.


Abi muncul dari luar memasuki rumah nenek ratu menyapa Abi yang baru saja masuk." abi bagaimana kandungan Aisyah?" Tanya Nenek Ratu walaupun udah tahu jawabannya dari Aisyah


"Semuanya baik nek."Jawab Abi singkat


"Apa sudah terlihat jenis kelamin bayinya?"


"Belum Nek, kan Aisyah baru 2 bulan jalan kata dokter 4 bulan nanti USG lagi, Nek Abi ke kamar dulu ya Abi ada meeting nanti Abi harus ke kantor."


"Iya Nak." Jawab Nenek Ratu.


Abi masih belum menerima Aisyah saya harus melakukan sesuatu agar Abi bisa menerima Aisyah, kasihan Aisyah jika terus di abaikan begitu oleh Abi saya tahu persis cucuku seperti apa sekarang saya harus ajak Asiyah ke tempat yang buat Abi semakin tertarik.


...----------------...


...****************...

__ADS_1


Hai teman-teman apa kabar maaf baru update lagi karena ada sedikit terjadi musibah


Terimakasih yg sudah mampir


__ADS_2