
"Baik Dok, saya mohon jangan perbolehkan pria yang di luar itu tahu kalau saya sudah sadar saya takut Dok."Rengek Aisyah tidak ingin menemui Hamid.
Dokter Jesika menarik nafasnya panjang lalu melangkah keluar dari ruangan Aisyah, ia melangkah dengan tangan kedua masuk kedalam saku jasnya mendatangi pak satpam."Pak tolong bawakan 5 minum tolong hantar ke ruangan saya ya pak"Ucap dokter jesika.
"Baik Dok, sebentar saya hantar."Kata pak satpam.
Dokter kembali ke ruangannya sembari menunggu minuman datang di hantar oleh pak satpam.
Setelah Abi menghubungi Nenek Ratu, Sontak saja membuat nenek Ratu murka atas tindakan yang sudah Hamid lakukan terhadap menantu kesayangannya. Jelas Aisyah memang bukan sekedar menantu tapi sudah seperti anak sendiri, mengingat masa lalu papanya Abi yang sudah menghilang nyawa neneknya Aisyah, sejak itu nenek ratu berjanji akan menembus semua kesalahannya dengan cara membahagiakan Aisyah.
Kembali ke Abi yang sudah tidak sabar ingin menemui Aisyah.
"Jes apa saya sudah bisa menemui istriku?" tanya Abi.
"Hemm, sebentar ya" Dokter mengangkat gagang telepon lalu menghubungi suster.
[Sus, tolong ke ruangan saya sekarang]
[Baik Dok]
Tidak lama suster datang menemui dokter. Tok Tok Tok.
"Masuk.."
"Dokter panggil saya? ada yang bisa saya bantu Dok?"
"Benar sus, tolong siapkan pakaian Dokter dan juga masker nya ya" Perintah dokter
"Baik Dok sebentar saya siapkan, jika sudah tidak ada lagi saya permisi dulu" Kata suster.
Dokter menganggukkan kepalanya lalu suster keluar ruangan melangkah pergi mengambil perlengkapan dokter.
"Mas tidak capek terus berdiri?" Dokter menggoda beberapa ajudan Abi sambil tertawa.
"Sudah terbiasa mereka berdiri."Jawab Abi
Akhirnya Abi bisa menemui Aisyah di ruangannya.
"Mas Abi?" Aisyah mengerutkan keningnya, ia tidak mengenali sosok suaminya kerena pakaian Abi layaknya seorang dokter.
Pria berpakaian dokter itu langsung mengusap pucuk kepala gadis yang sedang berbaring tubuhnya terbalut selimut garis-garis putih.
"Kamu siapa!" Sontak Aisyah menepis tangan pria itu yang tak lain adalah Abi suaminya.
"Ussst!" Abi menutup mulutnya dengan tangannya.
__ADS_1
Asiyah pun mengangguk mengerti,"Aku takut Mas" Rengek Aisyah.
"Sabar nanti kita pulang, sekarang kamu makan ya, kasihan anak kita kalau kamu tidak makan"Ucap Abi sambil mengelus perutnya.
Aisyah kembali mengangguk kepalanya. Saat ini, ia merasa tenang berada disisi suaminya, kali ini Aisyah merasakan sentuhan lembut dan ketulusan selama ini mungkin sama tapi entah ada yang berbeda ia merasa Abi mamang pelindung dan tempat bersandar, Aisyah memang butuh pundak yang bisa melindunginya, saat merasa ketakutan, Abi bagaikan buah durian nampak kasar namun hatinya lembut penuh dengan perhatian namun tak menujukannya, ia mencintai dengan caranya sendiri.
Abi pun merebahkan tubuhnya di samping Aisyah, ia memeluk tubuhnya dengan lembut mengusap perutnya.
Tiba-tiba Dokter masuk teriak.
"Hai! kamu siapa tolong pak itu istrinya bercinta dengan pria lain" teriak Dokter Dengan kesengajaan drama pun dimulai.
Hamid datang menarik tubuh Abi hingga terpental ke dinding.
Bugh!!!
"Woy lepaskan istriku! siapa kamu?"Sungut Hamid.
Hamid memukul wajah Abi, baku hantam pun saling membalas.
Brengsek!! lu Hamid! kau bilang istrimu? Cih! kau culik istriku agar kau bisa menikahi istriku Gila lu ya!? dia bukan lagi gadis yang salama ini menjadi istri impianmu!" Pekik Abi.
Wajah tampan Hamid pun mencucurkan darah dari pelipisnya ruangan itu telah di kepung oleh beberapa anggota kepolisian dan juga ajudan.
"Tunggu pak, biar kami perban dulu lukanya."kata dokter jesika.
"Tolong pak lepaskan anakku dia hanya khilaf,"Rengek ibu nya Hamid menangis
"Tapi bu, anak ibu ini sudah bersalah jadi dia harus pertanggung jawabkan atas perbuatannya"Saut Abi.
"Ais saya tidak lagi mengenal kamu, kamu sudah berubah Ais bukan Aisyah yang dulu yang pernah saya kenal."Celoteh Hamid.
Aisyah memalingkan wajahnya ia tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari Hamid. Aisyah pun merasa kecewa.
"Bawa dia keluar pak! saya tidak mau lagi melihat wajahnya" kata Aisyah.
Pak polisi pun mulai menggiring Hamid dengan kedua tangannya yang di borgol.
"Tunggu!" kata Abi.
Bugh!
Pukulan kembali mendarat menghantam wajahnya."Mas sudah jangan kamu kotori dengan tangan mu, pak tolong bawa dia pergi dari sini."Ucap Aisyah tegas.
Aisyah gadis yang sulit untuk marah tapi kali ini Aisyah sangat-sangat murka andai saja tidak pura-pura pingsan saat itu mungkin sekarang sudah menikah dengannya.
__ADS_1
"Jes thanks" Ucap Abi sambil menyalami tangannya.
"Okay, no problem, that's what friends are for(ya tidak masalah itu gunanya sahabat."jawab dokter jesika dengan santai.
"Good, hayo sayang kita pulang."Ucap lagi Abi.
Sontak membuat Aisyah bergeming menganga mendengar kata sayang. Ya tentu saja Aisyah terkejut mendengarnya baru kali ini keluar dari mulut suaminya dengan kata sayang.
"Hati-hati turunnya, ikhlas siapkan mobil, kita pulang sekarang"Perintah Abi
"Baik tuan"Jawab ajudan dan bergegas keluar menuju parkiran.
Tersirat dalam hati Jesika masih ada sedikit rasa cemburu namun, ia tidak mampu, karena memang selama ini Abi menolak jesika dengan halus dan alasan kita beda agama dan itu tidak mungkin, walaupun sejatinya tidak ada masalah bagi Jesika namun tidak dengan Abi.
"Jes Jes helo Jes" Berulang kali Abi manggil namanya.
"Ah' sori, ada Abi?" jawab Jesika asal-asalan.
"Lu kenapa Wey, stop memikirkan gue" ucap Abi berbisik.
"GR! apaan sih no, gue suka melihat pasangan seperti kalian gue harap jaga istri lu jangan sampai terjadi seperti ini terulang lagi oke"
"Dok terimakasih banyak atas bantuannya kalau tidak ada dokter mungkin saya tidak tahu lagi bagaimana jadinya" Ucap Aisyah berterima kasih kepadanya.
"Oke Aisyah sama-sama, kalian hati-hati di jalan maaf sekali saya tidak bisa ikut kalian mungkin lain kalau ada waktu kita meet up, sebaiknya capat kalian pulang hari sudah mulai mendung sebentar lagi pasti turun hujan"
"Baik lah Jes kita permisi ya"kata Abi
"Assalamualaikum"ucap Aisyah.
"Salam" Jawab dokter
Rombongan mobil siap menuju jakarta Aisyah duduk di belakang bersandar lengan Abi Aisyah memang butuh istirahat.
Abi menatap Aisyah karena salamnya, sebab Jesika bukan lah muslim."Kamu tahu Jesika non muslim?" tanya Abi setelah meninggal rumah sakit.
Aisyah pun mengangguk pelan lalu Aisyah menjabarkan."Mas dengarkan ya penting juga mas pahami bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, yakni menyebarkan kasih sayang di berbagai belahan dunia terutama dalam berinteraksi dengan orang lain atau agama lain" Ungkap Aisyah tentang adanya saling menghargai.
Sesungguh persahabatan itu akan terjalin Indah tanpa memandang status dan agama saling menghargai satu sama lain tetep terjalin sodara dan tidak membedakannya.
...----------------...
...----------------...
Sampai disini dulu ya bersambung.
__ADS_1