
Sepanjang perjalanan wajah Abi terlihat cemas biarpun katanya Abi terkesan cuek pada Aisyah tapi Abi sangat menyayangi Aisyah istri yang tidak pernah membuatnya marah malah sebaliknya Abi sering sekali menyakiti perasaan Aisyah dari kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya bahkan sampai membuat Aisyah menangis. Rasa penyesalan itu datang saat kehilangan.
"Gue tahu perasaan loe bro mungkin ini saatnya loe bisa memperbaiki hubungan rumah tangga loe sama Aisyah" Rio pun memberikan saran pada Abi.
Abi terdiam apa yang di katakan sahabatnya ada benarnya. "Loe bener Bro gue terlalu kejam sama istri gue harusnya gue tidak terlalu keras dengan Aisyah."
"Sebentar telpon nya belum di angkat gue penasaran nomor siapa ini" kata Abi
****
Di tempat lain wanita paruh baya itu keluar dari kamar membawa ponsel. "Neng ada yang menelpon ibu tidak kenal nomornya barang kali itu suami neng"kata ibu itu sambil menyodorkan ponselnya
Aisyah pun menerima ponsel dari tangan ibu itu lalu melihat nomor yang artinya itu nomor suaminya." Benar Bu ini nomor telepon suami saya apa saya boleh meminjam lagi" Kata Aisyah
"Ya neng silahkan pakai saja" Katanya
Aisyah pun kembali menghubungi nomor Abi akhirnya Abi menerima panggilan telepon dari Aisyah." Halo mas Abi ini Aisyah mas Abi apa bisa jemput Aisyah disini Aisyah takut mas"
"Aisyah kamu dimana sekarang mas jemput kirim alamatnya sekarang "
"Iya mas"
Setelah menerima alamat dari Aisyah Abi pun meminta Rio putar arah ke tujuan alamat yang sudah di sherlock oleh Aisyah.
"Huh! syukurlah Aisyah sudah di temukan sekarang Aisyah berada di tempat orang yang menyelamatkan dia?" tanya Rio
"Gue belum tahu kenapa Aisyah bisa di desa itu apa ini ada hubungannya dengan Clara" Sambung Rio
"Masa sih bisa sampai menculik Aisyah gue rasa tidak mungkin gue tahu bagaimana sifat Clara" Protes Rio
"Apa pun bisa terjadi bro kalau sudah soal hati kadang orang bisa nekat" Kata Rio
Abi mungkin mengenal Clara sejak kecil jadi tahu persis seperti apa tapi tidak dengan hatinya bagaimana Clara saat menghadap penolakan dari Abi. Clara begitu sakit hati saat Abi menolak perjodohan itu selama ini Clara mimpi panjang untuk hidup berumah tangga dengan Abi bayangkan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar Abi selalu melindungi Clara dari bullyan teman-temannya. Saat mereka sudah remaja Abi hanya menganggap Clara seperti adik kecilnya yang harus di jaga dan lindungi sampai kapanpun tapi tidak untuk soal hati Abi berpihak pada wanita lain ya itu Della saat Abi berpisah dengan Della Clara pikir ada kesempatan untuk mendapatkan Abi alhasil Abi memilih Aisyah walaupun kadang Abi sendiri tersiksa harus menyembunyikan perasaannya di depan keluarganya tapi tidak di depan neneknya.
__ADS_1
"Sudah tidak usah di pikirkan yang penting sekarang Aisyah baik-baik saja" kata Rio coba menenangkan sahabatnya itu.
Abi menganggukkan kepalanya mobil yang di Kendari Abi memasuki desa kecil bojo tertulis di gapura pintu masuk.
"Bro alamat disini itu ada orang lebih kita tanya pada mereka" kata Rio
"Loe bener gue turun dulu ya coba tanya"
Rio mengangguk lalu Abi turun dari mobil menghampiri orang yang sedang berjalan. "Permisi Mas apa saya boleh tanya mas tahu alamat ini" Tanya Abi
Pria itu melihat alamat dari ponsel Abi lalu pria itu menunjuk arah yang tidak jauh dari dari situ. "Kira-kira 500 meter dari sini mas lurus saja lalu ada rumah besar milik pak kades itu alamatnya" Katanya
"Baik terimakasih mas"
"Saya permisi dulu mas" kata pria itu lalu dia pergi meninggalkan Abi sementara Abi jalan kaki menuju rumah pak kades
"Bro gue jalan kaki saja loe pelan-pelan saja ikuti gue ya"
"Udah naik lah masih jauh bro 500 meter " Kata Rio
Dengan santai Abi jalan kaki berbincang-bincang dengan Rio akhirnya tiba di rumah besar milik pak kades.
"Assalamualaikum...." saut Abi
"Waalaikumsalam...., adik siapa ya mau cari siapa?" kata Bu kades
"Maaf Bu sebelumnya mungkin saya tidak pantas datang malam-malam seperti ini tapi saya harus menemui istri saya katanya dia berada di lamat ini apa benar" tanya Abi.
"Ooh adik ini suami neng Aisyah silahkan masuk dulu kita ngobrol di dalam saja sudah malam disini kalau sudah malam jarang ada orang di luar" katanya buat Abi ketakutan
Abi mendorong tubuh Rio masuk kedalam dan hampir jatuh." Sabar bro" Canda Rio
"Bukan seperti itu gue takut apa desa ini seseram itu" Ucap Abi berbisik
__ADS_1
"Ussst berisik tidak enak kalau sampai di dengar ibu itu" kata Rio. Seketika Abi membungkam mulutnya rapat-rapat.
"Silahkan duduk saya akan panggilan kan dulu Aisyah tadi ibu minta Aisyah untuk istirahat" kata ibu itu
Rio dan Abi menganggukkan kepalanya" Baik Bu terimakasih sebelumnya" kata Rio
Ibu itu pun pergi menemui Aisyah dikamar tamu nampak Aisyah berbaring memejamkan matanya ibu itu melihat Aisyah seperti kelelahan rasanya tidak tega membangunkannya apa sebaiknya biarkan saja Aisyah tidur dulu. Batin Ibu itu
Ibu itu pun kembali menemui Abi dan Rio kemudian ibu itu duduk di antara mereka lalu memberitahukan kepada Abi dan Rio" Ibu melihat neng Aisyah tidur sepertinya neng Aisyah lelah sekali ibu jadi tidak tega membangunkannya apa adik-adik ini bisa tunggu sampai neng Aisyah bangun" kata ibu itu
Abi dan Rio saling bertatap muka saling minta pendapat lalu Rio mengangguk." Baik lah Bu saya tunggu saja" Ujar Rio
"Baiklah disini sudah tidak ada kamar kalau adik mau ibu ambilkan tikar" sambung itu
"Ya Bu terimakasih biar kita tunggu di dalam mobil saja" tolak Abi
"Jangan ibu tidak ingin kalian kenapa-kenapa ini desa bukan kota lebih baik kalian tidur di ruang tamu saja ibu ambilkan tikarnya."
Abi ternganga seorang Abi terbiasa hidup bak raja semua tersedia tidur selalu di atas kasur empuk." Apa disini ada hotel?" tanya Abi
"Ini desa bukan kota mana ada hotel ada pun Vila apa kalian mau di Vila kalian belum tahu saja kalian Vila itu lebih angker dari rumah ini sudah kalian bermalam disini saja" Kata ibu itu sambil gelar tiker di depan teve
"Sudah tidur ikuti saja apa kata ibu jangan bawel ayo gue capek banget pinggang gue panas nih" Kesal Rio
"Ah yang ada pada sakit semua nih badan gue" protes Abi
"Loe banyangkan berada di hotel bintang Lima loe bakal nyaman coba deh" ledek Rio
Di tambah Rio berdengkur keras Abi semakin tidak bisa tidur sementara Rio dengan mudah dia tidur lelap." Dasar muka bantal " Kesel Abi melempar batal nya ke wajah Rio
Bug!
"Ah apaan sih udah loe tidur nanti subuh kita bangun temui Aisyah" kesal Rio kemudian Rio melajukan tidurnya.
__ADS_1
...****************...
Apakah Abi bisa tidur di atas tikar kita lanjut di episode selanjutnya Terimakasih