
"Oke! tapi dengan satu syarat kamu harus ikut permainanku bagaimana?" Timpal Denis
"Bodoh! kamu kira siapa dirimu? saya tunangan Abi yang telah di rebut Aisyah dia jelas-jelas sudah merebut kekasih saya, tawaran terakhir 20jt untuk tutup mulutmu itu" sambung Clara.
"Cih! saya tidak butuh uang mu, uangku mungkin lebih banyak dari dirimu, hayo kita tinggalkan dia" ajak Denis mereka pergi dari hadapan Clara.
Dasar orang kampung tidak tahu di untung rupanya gadis itu tidak lain adalah salah satu yang yang akan menjadi siangan ku selain Aisyah. Gumam dalam hati Clara.
Kemudian Clara melangkah menuju ruangan kerja Abi yang berada di sebelah kanan lift. Tanpa permisi Clara menerobos masuk kedalam.
"Clara mau apa kamu kesini? saya sudah bilang tidak ingin di ganggu oleh siapapun."Sontak Abi emosi melihat kedatangan Clara.
"Saya datang memberikan informasi tentang Aisyah apa kau tidak tertarik?" Tanya Clara sambil menggelayut di bahu Abi.
Abi terdiam sesaat setelah mendengar nama Aisyah, tapi ada sedikit keraguan karena informasi itu datangnya dari Clara.
"Darimana kamu tahu? apa ini perbuatan kamu? jawab Clara" bentak Abi sambil mencengkram kedua bahu Clara hingga Clara merasa kesakitan.
"Abi please sakit lepaskan tangan mu."Ucap Clara meringis kesakitan.
"Aku tidak main-main kali ini Clara kata-kan dimana Aisyah istriku?"Umpat Abi.
"Sudah lah Abi istri yang kau banggakan itu dia pergi bersama pria lain lalu kamu akan memperjuangkan gadis yang sudah menghianati kamu bodoh! kamu bodoh!"Ucap lagi Clara teriak.
"Diam! Clara sebaiknya kamu pergi jauh-jauh dariku, apa kau sudah tidak ada lagi pria yang berminat dengan mu? sehingga kau terus mengejar saya yang sudah beristri?" Sungut Abi.
Plak!
Tamparan keras mendarat ke-wajah tampan putih mulus itu memerah.
Plak!
Abi membalas tamparan itu pada Clara."Sekuriti" panggil Abi teriak
"Saya tuan? ada yang bisa saya bantu tuan?"kata pak sekuriti
"Kamu usir dia dan jangan biarkan dia masuk lagi ke kantor ini."
"Baik tuan, mari Nona silahkan Anda keluar" pak sekuriti menarik tangan Clara.
"Awas kau Abi, istrimu tidak kan kau temukan sampai kapanpun istrimu pergi bersama pria lain ya itu Hamid pegawai mu sendiri."Ungkap Clara dengan lantang sehingga pegawai yang tidak tahu mendengar dan amukan Clara itu menjadi tontonan semua orang.
"Lepas saya bisa keluar sendiri."Ucap Clara menepis tangan pak sekuriti.
Abi menganga mendengar kata-kata itu termasuk pak sekuriti dan juga pegawai lainnya. Gadis itu justru menyeringai, pikiran Abi mulai tak karuan saat kata-kata itu terlontar dari mulut Clara.
Tidak lama Abi menghubungi pihak HARD.
"Keruangan saya sekarang"Perintah Abi.
"Baik tuan muda saya akan segera ke ruangan taun muda."kata orang HARD.
Beberapa menit kemudian pegawai itu mendatangi ruangan Abi.
Tok...Tok..Tok.
"Masuk"
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" katanya.
"Kamu cari informasi Hamid lengkap dengan alamat kediamannya dia desa" Perintah Abi.
__ADS_1
"Baik tuan akan segera saya berikan laparnya permisi tuan"
Abi menganggukkan kepalanya.
Di tempat lain Aisyah menangis sepanjang hari dan malam.
Hari ini harusnya momen yang yang paling bahagia bagi Aisyah, tapi yang ada kesedihan yang mendalam, Aisyah merasakan di hari ulang tahunnya hanya seorang diri di kamar bilik berukuran kecil hanya ada suara jangkrik yang menjadi saksi di hari ulang tahunnya.
Tangisan itu pecah sesaat setelah mendengar suara percikan air hujan tubuhnya menggigil sambil memegangi perutnya berusaha untuk menguatkan janinnya.
"Kamu harus kuat sayang.., mama pasti akan melindungi kamu nak" Ucap Aisyah berbicara dengan janin yang ada di dalam kandungannya.
Hamid datang membuka pintu kamar yang di tempati Aisyah membawa makan dan minuman.
"Aisyah makan lah, kalau kamu tidak makan kasihan bayi kamu."
Prang!
Aisyah menepis piringnya pecah nasi pun berhamburan.
"Jangan harap saya makan makanan ini" Sungut Aisyah.
"Kamu harus makan esok pagi kita sudah menikah kamu harus punya tenaga."
"Lebih baik saya mati! dari pada saya menikah dengan pria saiko seperti kamu"
"Terserah!" kata Hamid
Kemudian Hamid keluar dari kamar itu, membanting pintu kamar dengan keras.
Brak!
Kemudian Aisyah pingsan, ia tidak kuat menahan lemas tubuhnya, lalu Hamid kembali melihat Aisyah sudah tergeletak.
Semua yang ada di dalam rumah pun keluar mendengar teriakan Hamid.
"Ada apa Hamid?" tanya ibu nya hamid.
"Bu Aisyah pingsan" Ucap Hamdi dengan bibir bergetar kepanikan.
Setelah itu ibu dan anak itupun bergegas menuju rumah sakit secepat mungkin di sepanjang perjalanan ibu dan anak itu wajahnya menujukan khawatir nya.
Dan dengan ketidak sengaja di tengah perjalanan ada beberapa rombongan mobil berlawanan beserta mobil polisi yang tiba-tiba menghentikan perjalananya.
"Selamat sore pak"Sapa pak polisi mengetuk pintu sopir.
"Sore pak," Jawab pak polisi sambil membuka pintu kaca mobilnya.
"Maaf pak saya harus segera pergi karena di dalam ada pasien yang tidak sadarkan diri" kata pak sopir.
"Baik pak, maaf saya sudah menganggu perjalanan anda." Kata pak polisi
Mobil yang di tumpangi Aisyah berlalu pergi dengan begitu Hamid merasa lega karena pak polisi tidak sempat menggeledah mobil yang di tumpanginya.
"Hamid ibu harap kamu mau mengembalikan gadis ini nak, ibu tidak ingin terjadi apa-apa pada kamu, lawan kamu bukan lah orang biasa mereka pasti akan melakukan apapun demi menemukan istrinya, ibu lebih setuju jika kamu menikah dengan Neneng dia sangat mencintaimu, gadis ini memang cantik Soleha tapi ingat dia sudah jodoh orang lain ibu khawatir kamu akan mendapat masalah dari keluarga suaminya." Sepanjang perjalanan sang ibu menasehati putranya.
"Tapi Hamid sangat mencintai Aisyah Bu, Hamid sudah lama bersama Hamid tidak ingin Aisyah menderita karena suaminya."Lirih Hamid.
Namun di balik rasa takutnya tersimpan perasaan puas atas semua usahanya yang membuahkan hasil. Ia sangat puas karena sudah berhasil memisahkan Aisyah dan Abi.
Tiba di rumah sakit untung saja doker segera menangani Aisyah sambil mengecek kondisi Aisyah dokter mengerutkan keningnya, ia merasa mengenal gadis yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Bukankah dia Nona Aisyah? tapi kenapa ada apa sedang apa dia sini lalu siapa pria dan wanita paruh baya itu. Batin dokter
Tentu saja dokter cantik itu sangat mengenal jelas siapa gadis yang terbaring dihadapannya, dokter cantik itu adalah sahabat Abi bahakan belum lama ini Abi memasang foto pernikahannya di sebuah status WhatsApp yang kebetulan muncul di beranda nya.
Nona Aisyah hamil? astaga! untung saja janinnya baik-baik saja sebaiknya saya cari tahu siapa orang yang ada diluar itu.
"Keluarga ibu Aisyah" panggil dokter.
"Saya Dok" kata Hamid.
"Bapak bisa ikut keruangan saya?" Ujar dokter
"Baik Dok" kata Hamid.
Kemudian Hamid berjalan di belakang dokter menuju ruangan kerjanya.
"Silahkan duduk pak"
Hamid duduk berhadapan dengan dokter walaupun sejatinya tidak akan percaya bahwa apa pun yang akan di kata kan oleh pria yang ada dihadapannya.
"Apa dia istri bapak?" tanya dokter
"Betul Dok" jawab Hamid
"Baik, bapak harus menujukan surat nikah karena ibu Aisyah ya pak harus segera di tangani dan mendapatkan persetujuan dari suaminya karena kandungan ibu Aisyah kini keadaannya sangat lemah."Tutur dokter menjelaskan.
Hamid mulai gugup wajahnya berubah pucet, bagaimana jika Aisyah kenapa-kenapa dengan kehamilannya disisi lain Aisyah bukan lah istrinya.
"Aa-pa tidak bisa langsung di tangani saja Dok?" Ucap Hamid gugup.
"Bisa saja tapi saya tidak ingin beresiko dan menyalahkan time kami yang bertindak menangani istri bapak bagitu kan yang bapak maksud istri" Dokter langsung to the poin
"Jadi bagaimana pak, bapak sudah membawa surat-suratnya? tanya dokter
Dokter juga mencecar beberapa pertanyaan pada Hamid tentu saja Hamid tidak bisa menjawab.
"Sebentar saya keluar bapak tunggu disini saya akan menanyakan bisa atau tidaknya jika persyaratan surat nikah tidak ada."Ucap Dokter bohong
Sesungguhnya tidak ada operasi hanya saja dokter menguji Hamid dan alhasil Hamid membohongi dokter yang notabenenya adalah sahabat dari jakarta ya itu Abi teman satu universitas di Jerman.
Dokter pun keluar dari ruangan lalu mengambil benda pipih yang ada didalam saku nya.
"Halo Abi assalamualaikum" sapa Dokter
"Halo waaikumsalam Jesika, are you oke?" jawab Abi.
Setalah saling menanyakan kabar Dokter langsung pada intinya.
"Abi apa saya boleh tanya sedikit tentang istrimu?" kata dokter
"Istriku? ada apa dengan istriku?"
"Apa dia baik-baik saja? sekarang istrimu ada Besama mu?" tanya lagi Dokter
Abi mengerutkan keningnya, ia merasa heran kenapa sahabatnya tiba-tiba menanyakan Aisyah.
"Dia tidak ada sudah 4 hari tidak pulang." jawab Abi lesu.
"Sebentar Abi, coba kamu lihat yang saya kirim apa dia istrimu?" kata dokter
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
Terimakasih atas dukungannya jika ada salah kata mohon koreksinya ya Reader 🙏